Kamis, 24 September 2020 - 18:18 WIB

Mewaspadai Manuver "KAMI" Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:32 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Bayu Anggito Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Di tengah pandemi Covid-19, segelintir orang yang selama ini tergabung selalu menolak kebijakan Pemerintah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Publik punn diminta mewaspadai manuver kelompok tersebut yang dikhawatirkan dapat menggangu kerja keras pemerintah dalam menangani Covid-19.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai mengganggu konsentrasi pemerintah. Tentu mudah ditebak siapa saja yang berada dalam kelompok ini, sudah pasti kelompok ini berisi orang yang terlempar dari kekuasaan pemerintah.
Mereka melakukan manuver seakan memberikan isyarat jika apa yang mereka pikirkan akan menyelesaikan semua masalah. Semoga saja mereka sudah move on dengan hasil pemilu 2019 lalu.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang ada saat pandemi, kita tentu saja tidak bisa menampik bahwa pemerintah tetap berusaha menyelamatkan bangsa. Tentu saja koalisi aksi menyelamatkan indonesia (KAMI) harus dipertanyakan, dengan cara apa mereka menyelamatkan bangsa? Apakah dengan menambah kerunyaman saja?

Kelompok ini memang diusung oleh orang yang sangat berpengaruh, bahkan beberapa diantaranya berasal dari kalangan akademisi dan petinggi ormas. Namun sangat tidak etis jika mereka mencoba memprovokasi publik dengan itikad yang tak elok. Padahal selama wabah ini, kita harus tetap bergandengan tangan untuk keluar dari persoalan bangsa.

Tentu saja tidak ada yang salah dengan upaya penggalangan kekuatan moral, namun untuk mendapatkan legitimasi secara politik seharusnya kelompok ini sadar bahwa mereka tidak bisa menempuh cara instan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, sah-sah saja koalisi itu dibentuk. Ia menganggap bahwa koalisi itu merupakan oposisi swasta yang artinya berada di luar parlemen.

Donny juga menambahkan, yang terpenting saat ini dan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah solusi bukan deklarasi. Solusi yang dimaksud oleh Presiden Jokowi adalah bersama-sama membantu pemerintah dalam menyelesaikan krisis akibat pandemi covid-19.

Ketika pemerintah sedang menggodok omnibus law sebagai upaya dalam mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi. Kelompok KAMI justru hanya berkoar-koar tanpa menghadirkan solusi konkrit.

Padahal omnibus law telah menawarkan terobosan seperti kemudahan dalam izin usaha, hal ini tentu sangat membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dan kembali merekrut angkatan kerja.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino menilai, Omnibus Law Cipta Kerja akan memberikan dampak dan implikasi yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Apalagi dengan adanya Omnibus Law Cipta kerja, maka tidak akan ada lagi regulasi yang tumpang tindih sehingga segala proses perizinan bisa diperingkas, sehingga memungkinkan adanya akselerasi penyerapan tenaga kerja di berbagai perusahaan maupun industri.

Menurutnya, regulasi ini bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan tentu ada beberapa tahapan yang harus melalui berbagai proses.

Meski manfaat dari omnibus law ini sudah disuarakan, namun tetap saja kelompok KAMI menganggap bahwa hal tersebut bukan merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan bangsa.

Jika KAMI merupakan gerakan moral, lantas mengapa gerakan ini diinisiasi para oposan yang tidak menerima hasil pemilu? Apalagi ada diantaranya yang dipecat dari BUMN, ada anggota DPR yang tidak terpilih kembali dan ada pula mantan pejabat yang tidak dipakai kembali.

Tentu saja hal ini dapat menimbulkan asumsi publik, apa iya gerakan tersebut berisi kelompok non partai yang merasa kesal dengan kebijakan pemerintah? Lantas mengapa mereka tidak menyampaikan langsung keresahan mereka secara konstitusional, kenapa pula mereka harus berdeklarasi?

Jika ada yang mengatakan kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Tentu kalimat ini masih dipertanyakan validitasnya. Padahal meski guncangan ekonomi cukup berat, Indonesia belum sampai pada titik hampir karam. Bahkan perekonomian di Indonesia masih lebih aman jika dibandingkan dengan negara lain.

Meski lebih aman, tentu saja pemerintah tidak akan tinggal diam. Bantuan-pun sudah diluncurkan. Regulasi yang berkaitan dengan penyelamatan perekonomian bangsa juga sedang digodok.

Jika KAMI masih saja koar-koar tanpa memberikan solusi, maka tidak aneh jika muncul hipotesis bahwa mereka butuh panggung untuk mendapatkan atensi publik.

Selama wabah ini tentu saja kita wajib bergandeng tangan untuk bangkit dari pelbagai permasalahan. Nyatanya negara superpower saja terdampak oleh virus yang tak tampak. Meski kita berada pada kapal berbeda namun kita berada pada badai yang sama.





Fokus : Virus Corona


#Pandemi COVID-19 #Covid-19 #Virus Corona #Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia #KAMI #Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) #KAMI Tukang Hoaks #VIRUS COVID-19


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






18 menit yang lalu

Gibran Rakabuming: Alhamdulillah Dapat No. 1

Beritacenter.COM - Pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa mendapatkan nomor urut satu pada Pemilihan Kepala Daerah..
37 menit yang lalu

Menyerah Kesakitan, Hukuman Cambuk Pemerkosa Anak di Aceh Terhenti Dicambukan ke-52

Beritacenter.COM - Tak kuat manahan sakit, eksekusi hukuman cambuk terhadap terpidana pemerkosa anak di Banda Aceh,..
1 jam yang lalu

Pemprov DKI Jakarta Optimis Underpass Tak Akan Banjir Meski Hujan Deras

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh pompa di sejumlah Underpass..
1 jam yang lalu

#Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia per tanggal 24 September

Beritacenter.COM - #Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia per tanggal 24 September 2020 pukul 12.00 WIB. Jumlah..
1 jam yang lalu

BUAH MANIS KONSISTENSI "Si Banteng"

Di era demokrasi sekarang ini tantangan terberat sebuah partai politik adalah menghadapi keganasan..
1 jam yang lalu

Buru Nakes Viral Lecehkan Wanita di Soetta, Polisi : Kita Imbau Hadir di Polres

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian masih melakukan perburuan terhadap tenaga kesehatan yanng viral melakukan..
1 jam yang lalu

2 Klub Raksasa Italia Berebut Jasa Nikola Milenkovic

Beritacenter.COM - Dua klub raksasa Liga Italia AC Milan dan Inter Milan berebut untuk mendapatkan servis Nikola..
2 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Minta Resepsi Penikahan Terapkan Sistem Drive Thru, Rahmat : yang Penting Amplop

Beritacenter.COM - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan adanya prasmanan saat..
2 jam yang lalu

Periksa Pihak Hotel, Polisi Dalam Peran Wanita SN di Kasus Mahasiswi Digilir di Makassar

Beritacenter.COM - Polisi masih mendalami peran wanita berinisial SN (21), yang diduga juga terlibat dalam kasus..
2 jam yang lalu

Peraturan Terbaru KPU Larang Konser Musik Hingga Bazar

BeritaCenter.COM – Mengantisipasi Pilkada 2020 jadi kluster penularan COVID-19, KPU mengeluarkan peraturan..
2 jam yang lalu

"GATOT" Lagi Hobi Jualan "ISU PKI", Netizen : Jualnya Laris Gak Pak Gatot....

Beritacenter.COM - Belum lama ini Mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo, menjadi buah bibir..
2 jam yang lalu

486 Paslon Pilkada 2020 Dinyatakan Memenuhi Syarat

BeritaCenter.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, sebanyak 486 pasangan calon yang mendaftar di..
3 jam yang lalu

Sempat Tidak Mendukung Gibran, FX Rudy Akhirnya SIAP Menangkan Gibran Di Pilkada Solo

Beritacenter.COM - Sebelumnya Walikota solo sekarang FX Rudy menyatakan dirinya tidak mendukung Gibran dalam pilkada..
3 jam yang lalu

Inilah Akibatnya Jika Anda Kekurangan Minum Air Putih

Beritacenter.COM - Meminum air putih dalam sehari wajib dilakukan. Biasanya disarankan 8 gelas air perhari untuk..
3 jam yang lalu

Mentan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Hadapi Musim Tanam Kedua Masih Aman

Beritacenter.COM - Pemerintah memastikan stok pupuk subsidi di Indonesia untuk menghadapi musim tanam kedua di tahun..
3 jam yang lalu

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah Mengundurkan Diri

BeritaCenter.COM – Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengajukan pengunduran diri. Hal ini diketahui..
3 jam yang lalu

SEJARAH KELAM!! Orde Baru Membantai Muslim

Anak² generasi milenial banyak yg tak paham bahwa rezim militer Orde Baru yg dipimpin Jendral Suharto juga..
3 jam yang lalu

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Kosmetik dan Popok Bayi di Malang, Kerugian Rp3 Miliar

Beritacenter.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah gudang yang berisikan kosmetik serta popok bayi di Desa Kepuharjo,..
4 jam yang lalu

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Penjual Gading Gajah

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga orang pelaku penjual gading gajah ditangkap Satreskrim Polda Lampung yang bekerja..
4 jam yang lalu

SIAPA ANIES BASWEDAN, BAGAIMANA KEDEKATANNYA DENGAN CIA & MENGAPA PEMERINTAH SELALU HATI-HATI ?

Saya pernah menulis Ini pada tanggal 20 Oktober 2017, terus terang dari dulu Saya Sudah menduga dia dekat dengan CIA..
4 jam yang lalu

Pemerintah : Jangan Adakan Pertemuan Keluarga Besar Secara Tatap Muka !

Beritacenter.COM - Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk tidak melangsungkan pertemuan yang melibatkan banyak..
4 jam yang lalu

Gara-gara Anaknya Curi Motor, Preman Kampung Tewas Dihajar Massa

Beritacenter.COM - Preman kampung bernama Suyatno, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, harus..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi