Selasa, 22 September 2020 - 11:18 WIB

Indahnya Kemah Di Cidahu Sukabumi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 08 September 2020 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, sudah dua kali kami mengajak anak camping. Yang pertama camping di Gunung Bunder. Yang kedua, kami camping di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Sempat ditutup karena merebaknya pandemi Covid-19, Camping ground Cidahu dibuka kembali mulai 3 Juli 2020. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di kawasan yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini.

Di Camping Ground Cidahu, Sukabumi, saat ini pengunjung dibatasi hanya 481 orang perhari. Pengunjung harus dalam keadaan sehat dengan suhu tubuh tak boleh lebih dari 37,5⁰C. Protokol standar lainnya adalah wajib memakai masker atau face shield, dilarang berkerumun saat masuk dan wajib membawa hand sanitizer atau sabun cair untuk membersihkan tangan.

Camping di Cidahu, Sukabumi, sebenarnya tak kami rencanakan. Sabtu, 25 Juli sekitar jam 11 siang, telepon masuk ke handphone suami. Ternyata dari ayah Nara, teman sekolah Keano di Sekolah Alam Indonesia, Studio Alam Depok. And guess what?? beneran ngajak camping hari itu juga. Padahal kondisinya semua sedang dalam keadaan leyeh-leyeh. Lana dan Keano lagi mager menikmati libur dari zoom meeting dan tugas sekolah online. Suami juga rasanya berat melawan kekuatan gravitasi kasur. Tapi berkat bujukan maut ayah Nara, luluh juga akhirnya. Syaratnya cuma satu, tanya anak-anak dulu.

Gak disangka, Keano langsung loncat kegirangan saat ditanya mau ikut camping atau nggak. Dengan sombongnya dia juga memaksa Lana untuk ikut. Kalimat yang keluar dari mulutnya adalah: “Ayolah Mbak, daripada main hape terus”. Denger ini terus terang pengen ngakak. Soalnya main hape itu semacam aktivitas kesukaan nomor 1 buat Keano selama di rumah. Lana pun akhirnya mau ikut juga, setelah tau ada keluarga Zaki, temen sekolah Keano juga yang ikut camping. Zaki punya kakak perempuan seumuran Lana. Mereka berteman karena sudah beberapa kali keluarga kami camping bareng.

Sekitar setengah dua siang, berangkat dari Depok menuju Sukabumi. Selain perbekalan, yang harus disiapkan terutama mental menghadapi macet. Akhir pekan, ujung tol Jagorawi kerap macet karena buka tutup jalur lalu lintas menuju kawasan Puncak. Ini membuat kendaraan yang menuju tol Sukabumi juga terhambat. Belum lagi kemacetan panjang begitu keluar tol Bocimi sampai pasar Cicurug. Mesti punya stok sabar yang banyak untuk menghadapinya.

Normalnya sih, menurut google maps, dari Depok menuju Camping Ground di Cidahu Sukabumi sekitar dua jam. Tapi mohon maaf, kenyataannya macet itu adalah kenormalan di jalan raya menuju Sukabumi selepas tol Bocimi. Jadi sediakanlah waktu perjalanan sekitar 3-4 jam dari Depok kalau kita mau berkegiatan di wilayah ini.

Kami tiba di Cidahu bertepatan dengan saatnya Maghrib. Selain macet, sempat menunggu keluarga Nara juga di rest area Sentul. Di lokasi, rintik gerimis menyambut. Saya dan suami buru-buru buka tenda. Jangan sampai hujan beneran dan tenda belum berdiri. Malam itu ternyata, gerimis memang suka sekali menggoda. Begitu tenda berdiri. gerimis selesai. Lalu tak lama datang lagi, kemudian sebentar berhenti lagi. Begitulah. Akhirnya anak-anak tetap berkumpul bersama temannya di bawah naungan Flysheet. Mereka main uno sampai hampir jam 12 malam.

Sementara saya rebahan di tenda karena kekenyangan. Niatnya dari Depok memang mau makan banyak, plus makan mi instan juga. Di Cidahu, udara malamnya dingin. Apalagi di musim panas kayak gini. Tempat dingin akan berasa lebih dingin. Enak banget buat bobok kenyang di dalam tenda. Pintu teras tenda saya buka, biar tetap bisa melihat kerlip lampu kota nun di bawah sana. Pengantar tidur yang indah banget pemandangannya.

Pagi banget sengaja bangun karena pengen liat sunrise. Gak perlu kemana-mana nontonnya. Cukup di depan tenda saja. Kabut pagi lumayan pekat sehingga sunrise gak bisa pamer kecantikan dengan maksimal. Kabut mulai menyingkir saat golden moment-nya sudah lewat. Hangatnya terasa sampai ke dalam tenda.

Bagaimanapun matahari pagi adalah teman yang pas buat foto-foto. Jadi begitu kabut hilang, cuaca menjadi terang benderang. Siang sedikit malah cenderung panas. Setelah foto-foto, terpaksa campsite buka cabang. Cari pohon yang adem buat menambatkan hammock. Di dalam tenda sudah berasa kayak sauna soalnya.

Tempat kami mendirikan tenda semalam memang bukan tempat yang berada di antara rindang pohon. Jadinya nggak ada yang menghalangi dari panasnya matahari. Anak-anak pun pindah tempat main. Di bawah naungan pohon, udara dingin Cidahu baru terasa. Sejuk, jauh dari polusi udara. Di banding camping di Gunung Bunder, Cidahu ini jauh lebih tenang. Gak kedengeran bising suara kendaraan touring, ataupun teriakan speaker tukang tahu bulat. Secara psikologis, kami juga merasa lebih aman di sini. Yang camping sebenarnya juga rame, tapi nggak bejubel kayak di Gunung Bunder. Pengunjung yang datang piknik pada siang hari juga lebih sepi di sini.

Siang sedikit, campsite malah lebih teduh. Mungkin karena mataharinya juga sudah pindah posisi. Jadinya lebih enaklah kalau mau masak atau malas-malasan di bawah flysheet. Di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, ada sejumlah blok perkemahan. Di musim pandemi setiap blok dibatasi sekitar 20 tenda saja dari kemampuan maksimal 50 tenda.

Dari blok perkemahan kita bisa memandang lepas kota Bogor di kejauhan. Lokasi kami buka tenda juga langsung berhadapan dengan arah matahari terbit. Jarak dari tempat parkir ke lapak nenda gak jauh. Jalannya pun sudah dibuat untuk mudah dilalui. Kontur tanah rata dan sudah bersih dari bonggol kayu ataupun akar-akaran.

Buat bawa anak kecil, camping di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, Sukabumi, recommended menurut kami. Bisa masuk daftar tempat camping ramah anak. Jalan menuju lokasi hampir semuanya sudah bagus. Dari Depok atau Jakarta bisa masuk tol Jagorawi, lanjut tol Bocimi, keluar di Cigombong. Dari Jalan Raya Sukabumi, jalan menuju Cidahu agak kecil, tapi masih bisa dilewati dua mobil yang berpapasan. Sejauh pengamatan kami, mobil sedan juga aman melalui jalan ini.

Dulu waktu Lana masih kecil kami pernah camping juga di daerah sini. Tapi bukan di Cangkuang, melainkan di Batu Tapak. Sebelahan lokasinya. Batu Tapak menjadi pengalaman perdana Lana camping. Keano belum ada. Belum direncanakan juga prosesnya. Sat-satunya yang bikin sebel menuju Sukabumi cuma macetnya saja yang seringkali panjang mulai dari Cigombong sampai Cicurug.

Biaya masuk berempat total Rp 55.000,- Itu sudah termasuk parkir dan berkemah. Gak ada pengeluaran lagi setelah biaya tersebut kecuali untuk toilet Rp 2000,- sekali masuk. Kalau kita ingin penerangan ataupun aliran listrik di area camping bisa disediakan dengan tambahan biaya. Optional sifatnya. Kami memilih opsi ini. Jadi gak tau juga berapa tambahan biayanya meskipun waktu masuk lokasi nenda sempat ditawari. Buat ngecharge hp, kami pilih ke warung saja yang lokasinya juga dekat.

Di setiap blok perkemahan terdapat imbauan dan protokol kesehatan covid besar-besar. Fasilitas di setiap blok perkemahan ada tempat parkir, toilet, mushala serta ada warung juga yang buka 24 jam. Toiletnya cukup bersih dan airnya mengalir banyak. Ada saat-saat di mana air berhenti mengalir. Tapi tak lama. Secara keseluruhan pasokan air lancar. Kebersihan toilet juga relatif terjaga.

 





#Sukabumi #Travel #Traveling #Jalan-jalan #Cidahu Sukabumi #Camping di Cidahu Sukabumi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 menit yang lalu

Menko Polhukam dan Mendagri Rakor Bersama Seluruh Sekjen Parpol Bahas Pilkada 2020

BeritaCenter.COM – Menko Polhukam Mahfud Md dan Mendagri Tito Karnavian mengadakan rapat koordinasi (rakor)..
15 menit yang lalu

Lima Guru di Tulungagung Positif Covid -19

Beritacenter.COM - Sebanyak lima orang guru di ua sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tulungagung terkonfirmasi..
1 jam yang lalu

Bendungan Katulampa Kembali Normal pada Selasa Pagi

Beritacenter.COM - Bendungan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor kembali normal setelah sempat menyentuuh angka 250..
1 jam yang lalu

Mobil Mini Bus Hantam Tiga Motor di Bogor, Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah mobil mini bus Toyota Innova menabrak tiga motor di ruas Jalan Raya Pajajaran, Kecamatan..
1 jam yang lalu

3 Petinggi Muhammadiyah Positif Covid-19

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga orang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)..
2 jam yang lalu

Nama-nama Petinggi Muhammadiyah Yang Positif Covid-19 

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga orang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)..
2 jam yang lalu

KKP Dukung Pengembangan Budidikucir di Kabupaten Sleman

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan minawisata di..
2 jam yang lalu

Sinyal Morata ke Juventus Semakin Kuat

Beritacenter.COM - Juventus tengah memburu striker murni di bursa transfer musim panas 2020. Salah satu buruan..
3 jam yang lalu

Puluhan RT dan Puluhan Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Beritacenter.COM - Wilayah DKI Jakarta diguyur hujan deras semalam hingga dini hari. Akibatnya, 49 RT di 5 wilayah..
8 jam yang lalu

Pengen Jadi Sakti, Dua Remaja Ini Nekat Bongkar Makam

Beritacenter.COM - Dua orang remaja berinisial RS (17) dan RE (18) ditangkap polisi lantaran nekat membongkar..
9 jam yang lalu

Ditolak Janda, Pria Ini Nekat Culik Anaknya

Beritacenter.COM - Seorang pria bernama Bambang Ariyanto (35) nekat menculik bayi yang baru berusia dua bulan..
10 jam yang lalu

Banjir Bandang Melanda 3 Kecamatan di Sukabumi, 2 Warga Hanyut

Beritacenter.COM - Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan bahwa Banjir..
11 jam yang lalu

Banjir di Tengah Pandemi, Anies: Pengungsian Harus Terapkan Protokol Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam..
11 jam yang lalu

HTI memang PKI masa kini... PKI ITU LAHIR DARI SAREKAT ISLAM (SI)

Beritacenter.COM - Banyak yang salah mengartikan bahwa Komunis itu adalah atheis. "Komunisme" itu adalah..
12 jam yang lalu

Seorang Copet Dianiaya Teman Seprofesi Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang copet di Jakarta Barat (Jakbar), Mansur (40) dianiaya kedua teman seprofesinya hingga..
13 jam yang lalu

Penemuan Mayat Wanita Telanjang di Pelabuhan Kejawanan Cirebon: Mulutnya Berbusa

Beritacenter.COM - Empat orang pemancing menemukan mayat wanita dengan kondisi telanjang tanpa busana saat..
13 jam yang lalu

Video Call dengan Anies, Bima Arya Infokan Ketinggian Air di Katulampa 2,5 Meter, Jakarta Siaga!

Beritacenter.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan peninjuan langsung terhadap debit air sungai Ciliwung..
13 jam yang lalu

KEGAGALAN MENGGAGALKAN JOKOWI

Beritacenter.COM - Berapa kali Jokowi hendak dimakzulkan? Saya katakan Berkali-kali… Serangan..
14 jam yang lalu

Sah! Pilkada Serentak 2020 Tak Jadi Ditunda

Beritacenter.COM - Komisi II DPR rapat kerja terkait Pilkada 2020. Keputusan dalam rapat tersebut adalah Pilkada..
14 jam yang lalu

Komisi II DPR soal Viral Surat Penundaan Pilkada : Itu Hasil Rapat Maret, Tetap 9 Desember!

Tidak benar, itu kesimpulan rapat tanggal 30 Maret, yang menunda tahapan pilkada dari September ke Desember. Masih tetap tanggal 9 Desember
15 jam yang lalu

Astaga! Gara-gara Hal Ini Gedung KPK Jebol...

Beritacenter.COM - Atap plafon Gedung Merah Putih KPK yang berada di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan..
15 jam yang lalu

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Mahasiswi Mabuk Diperkosa Bergilir di Makassar

Beritacenter.COM - Pra-rekonstruksi kasus pemerkosaan bergilir yang menimpa mahasiswi EA (23) digelar polisi di Kota..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi