Sabtu, 29 Januari 2022 - 17:24 WIB

Indahnya Kemah Di Cidahu Sukabumi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 08 September 2020 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, sudah dua kali kami mengajak anak camping. Yang pertama camping di Gunung Bunder. Yang kedua, kami camping di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Sempat ditutup karena merebaknya pandemi Covid-19, Camping ground Cidahu dibuka kembali mulai 3 Juli 2020. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di kawasan yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini.

Di Camping Ground Cidahu, Sukabumi, saat ini pengunjung dibatasi hanya 481 orang perhari. Pengunjung harus dalam keadaan sehat dengan suhu tubuh tak boleh lebih dari 37,5⁰C. Protokol standar lainnya adalah wajib memakai masker atau face shield, dilarang berkerumun saat masuk dan wajib membawa hand sanitizer atau sabun cair untuk membersihkan tangan.

Camping di Cidahu, Sukabumi, sebenarnya tak kami rencanakan. Sabtu, 25 Juli sekitar jam 11 siang, telepon masuk ke handphone suami. Ternyata dari ayah Nara, teman sekolah Keano di Sekolah Alam Indonesia, Studio Alam Depok. And guess what?? beneran ngajak camping hari itu juga. Padahal kondisinya semua sedang dalam keadaan leyeh-leyeh. Lana dan Keano lagi mager menikmati libur dari zoom meeting dan tugas sekolah online. Suami juga rasanya berat melawan kekuatan gravitasi kasur. Tapi berkat bujukan maut ayah Nara, luluh juga akhirnya. Syaratnya cuma satu, tanya anak-anak dulu.

Gak disangka, Keano langsung loncat kegirangan saat ditanya mau ikut camping atau nggak. Dengan sombongnya dia juga memaksa Lana untuk ikut. Kalimat yang keluar dari mulutnya adalah: “Ayolah Mbak, daripada main hape terus”. Denger ini terus terang pengen ngakak. Soalnya main hape itu semacam aktivitas kesukaan nomor 1 buat Keano selama di rumah. Lana pun akhirnya mau ikut juga, setelah tau ada keluarga Zaki, temen sekolah Keano juga yang ikut camping. Zaki punya kakak perempuan seumuran Lana. Mereka berteman karena sudah beberapa kali keluarga kami camping bareng.

Sekitar setengah dua siang, berangkat dari Depok menuju Sukabumi. Selain perbekalan, yang harus disiapkan terutama mental menghadapi macet. Akhir pekan, ujung tol Jagorawi kerap macet karena buka tutup jalur lalu lintas menuju kawasan Puncak. Ini membuat kendaraan yang menuju tol Sukabumi juga terhambat. Belum lagi kemacetan panjang begitu keluar tol Bocimi sampai pasar Cicurug. Mesti punya stok sabar yang banyak untuk menghadapinya.

Normalnya sih, menurut google maps, dari Depok menuju Camping Ground di Cidahu Sukabumi sekitar dua jam. Tapi mohon maaf, kenyataannya macet itu adalah kenormalan di jalan raya menuju Sukabumi selepas tol Bocimi. Jadi sediakanlah waktu perjalanan sekitar 3-4 jam dari Depok kalau kita mau berkegiatan di wilayah ini.

Kami tiba di Cidahu bertepatan dengan saatnya Maghrib. Selain macet, sempat menunggu keluarga Nara juga di rest area Sentul. Di lokasi, rintik gerimis menyambut. Saya dan suami buru-buru buka tenda. Jangan sampai hujan beneran dan tenda belum berdiri. Malam itu ternyata, gerimis memang suka sekali menggoda. Begitu tenda berdiri. gerimis selesai. Lalu tak lama datang lagi, kemudian sebentar berhenti lagi. Begitulah. Akhirnya anak-anak tetap berkumpul bersama temannya di bawah naungan Flysheet. Mereka main uno sampai hampir jam 12 malam.

Sementara saya rebahan di tenda karena kekenyangan. Niatnya dari Depok memang mau makan banyak, plus makan mi instan juga. Di Cidahu, udara malamnya dingin. Apalagi di musim panas kayak gini. Tempat dingin akan berasa lebih dingin. Enak banget buat bobok kenyang di dalam tenda. Pintu teras tenda saya buka, biar tetap bisa melihat kerlip lampu kota nun di bawah sana. Pengantar tidur yang indah banget pemandangannya.

Pagi banget sengaja bangun karena pengen liat sunrise. Gak perlu kemana-mana nontonnya. Cukup di depan tenda saja. Kabut pagi lumayan pekat sehingga sunrise gak bisa pamer kecantikan dengan maksimal. Kabut mulai menyingkir saat golden moment-nya sudah lewat. Hangatnya terasa sampai ke dalam tenda.

Bagaimanapun matahari pagi adalah teman yang pas buat foto-foto. Jadi begitu kabut hilang, cuaca menjadi terang benderang. Siang sedikit malah cenderung panas. Setelah foto-foto, terpaksa campsite buka cabang. Cari pohon yang adem buat menambatkan hammock. Di dalam tenda sudah berasa kayak sauna soalnya.

Tempat kami mendirikan tenda semalam memang bukan tempat yang berada di antara rindang pohon. Jadinya nggak ada yang menghalangi dari panasnya matahari. Anak-anak pun pindah tempat main. Di bawah naungan pohon, udara dingin Cidahu baru terasa. Sejuk, jauh dari polusi udara. Di banding camping di Gunung Bunder, Cidahu ini jauh lebih tenang. Gak kedengeran bising suara kendaraan touring, ataupun teriakan speaker tukang tahu bulat. Secara psikologis, kami juga merasa lebih aman di sini. Yang camping sebenarnya juga rame, tapi nggak bejubel kayak di Gunung Bunder. Pengunjung yang datang piknik pada siang hari juga lebih sepi di sini.

Siang sedikit, campsite malah lebih teduh. Mungkin karena mataharinya juga sudah pindah posisi. Jadinya lebih enaklah kalau mau masak atau malas-malasan di bawah flysheet. Di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, ada sejumlah blok perkemahan. Di musim pandemi setiap blok dibatasi sekitar 20 tenda saja dari kemampuan maksimal 50 tenda.

Dari blok perkemahan kita bisa memandang lepas kota Bogor di kejauhan. Lokasi kami buka tenda juga langsung berhadapan dengan arah matahari terbit. Jarak dari tempat parkir ke lapak nenda gak jauh. Jalannya pun sudah dibuat untuk mudah dilalui. Kontur tanah rata dan sudah bersih dari bonggol kayu ataupun akar-akaran.

Buat bawa anak kecil, camping di Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, Sukabumi, recommended menurut kami. Bisa masuk daftar tempat camping ramah anak. Jalan menuju lokasi hampir semuanya sudah bagus. Dari Depok atau Jakarta bisa masuk tol Jagorawi, lanjut tol Bocimi, keluar di Cigombong. Dari Jalan Raya Sukabumi, jalan menuju Cidahu agak kecil, tapi masih bisa dilewati dua mobil yang berpapasan. Sejauh pengamatan kami, mobil sedan juga aman melalui jalan ini.

Dulu waktu Lana masih kecil kami pernah camping juga di daerah sini. Tapi bukan di Cangkuang, melainkan di Batu Tapak. Sebelahan lokasinya. Batu Tapak menjadi pengalaman perdana Lana camping. Keano belum ada. Belum direncanakan juga prosesnya. Sat-satunya yang bikin sebel menuju Sukabumi cuma macetnya saja yang seringkali panjang mulai dari Cigombong sampai Cicurug.

Biaya masuk berempat total Rp 55.000,- Itu sudah termasuk parkir dan berkemah. Gak ada pengeluaran lagi setelah biaya tersebut kecuali untuk toilet Rp 2000,- sekali masuk. Kalau kita ingin penerangan ataupun aliran listrik di area camping bisa disediakan dengan tambahan biaya. Optional sifatnya. Kami memilih opsi ini. Jadi gak tau juga berapa tambahan biayanya meskipun waktu masuk lokasi nenda sempat ditawari. Buat ngecharge hp, kami pilih ke warung saja yang lokasinya juga dekat.

Di setiap blok perkemahan terdapat imbauan dan protokol kesehatan covid besar-besar. Fasilitas di setiap blok perkemahan ada tempat parkir, toilet, mushala serta ada warung juga yang buka 24 jam. Toiletnya cukup bersih dan airnya mengalir banyak. Ada saat-saat di mana air berhenti mengalir. Tapi tak lama. Secara keseluruhan pasokan air lancar. Kebersihan toilet juga relatif terjaga.

 





#Sukabumi #Travel #Traveling #Jalan-jalan #Cidahu Sukabumi #Camping di Cidahu Sukabumi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Inilah 5 Tempat Destinasi Wisata Bandung untuk Kumpul Bersama Keluarga di Akhir Pekan

Beritacenter.COM - 5 Tempat Wisata Bandung Paling Beken Lokasi di Ciwidey, Lembang dan Pangalengan, Cocok untuk..
8 jam yang lalu

Dua Pencuri Hewan Ternak Dijember Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Sebanyak dua orang pelaku pencurian hewan ternak berinisal AY (38 tahun) warga Desa Sukosari,..
10 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Sore Hujan Disertai Kilat

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di DKI Jakarta pada pagi hari..
16 jam yang lalu

Edy Mulyadi VS Suku Dayak

Edy Mulyadi: “Tempat jin buang anak, itu hanya istilah untuk mengungkapkan suatu tempat yg jauh. Di Jakarta,..
17 jam yang lalu

Gara-gara Kelilit Utang Supri Nekat Curi Motor Di Ponpes

Beritacenter.COM - Supri (43) warga Kabupaten Nganjuk, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah mencuri sepeda..
18 jam yang lalu

Video Aksi Heroik Pengemudi Transjakarta menggagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Wanita

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi bus Transjakarta menggagalkan upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh..
19 jam yang lalu

HATI-HATI dengan Pria Ini Gunakan MODUS PURA-PURA KETABRAK

Beritacenter.COM - Banyak sekali modus kejahatan yang dilakukan para penjahat untuk melancarkan dan memulusakan..
20 jam yang lalu

Dua Pelaku Jual Beli Pupuk Subsidi Secara Ilegal Ponorogo Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Bagus Yudha Kristiawan (28) dan Bonadji (58) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten..
20 jam yang lalu

PT Sentra Karya Sentosa Buka Lowongan Nyuks Silakan Bergabung

Beritacenter.COM - Lowongan kerja kembali dibuka oleh PT Sentra Karya Sentosa yaitu Perusahaan Penyedia Tenaga..
20 jam yang lalu

Dijemput Perwakilan Kalimantan Ke Jakarta, "Edy Mulyadi Makin Ketakutan"

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta aktivis..
20 jam yang lalu

Wagub DKI soal Kasus Omicron Jakarta 2.404 : Kasus Transmisi Lokal Meningkat

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal jumlah kasus positif Corona varian..
21 jam yang lalu

Si Pengecut Edy Mulyadi Ngumpet, akun @selebgramkaltim : Jangan pengecut dong pak Edy Mulyadi, kami siap jemput kok..Gratis

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga mantan Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta..
21 jam yang lalu

Polisi Tetapkan Ketua Umum GMBI dan 10 Anak Buahnya Jadi Tersangka Demo Anarkis

Beritacenter.COM - Polisi telah menetapkan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) M Fauzan sebagai..
22 jam yang lalu

#Gempa 5,2 magnitudo Guncang Wilayah Tenggara Kab MALANG JATIM

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Tenggara KAB-MALANG-JATIM. Gempa tersebut tak..
22 jam yang lalu

Bertambah Nyaris 10 Ribu, Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Corona Hari Ini

Beritacenter.COM - Pemerintah kembali meng-update data perkembangan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Untuk hari..
22 jam yang lalu

Kang Emil Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Demo Anarkis 'GMBI' di Polda Jabar

Beritacenter.COM - Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara soal aksi demo massa ormas Gerakan Masyarakat Bawa..
23 jam yang lalu

Mahfud Md soal 3 Prajurit Gugur di Papua : TNI Sekarang Bersifat Defensif, Tidak Ofensif!

Beritacenter.COM - Menko Polhukan Mahfud Md angkat bicara soal tiga prajurit TNI yang tewas ditembak kelompok..
23 jam yang lalu

Las Listrik Picu Kebakaran Hanguskan 25 Pipa Karet di Makassar New Port

Beritacenter.COM - Insiden kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Makassar New Port (MNP). Sebanyak 25 batang pipa..
1 hari yang lalu

Waspada! Kasus Corona Hari Ini Bertambah Hampir 10 Ribu

BeritaCenter.COM – Kasus positif COVID-19 di Indonesia Jumat (28/1/2022) bertambah 9.905 kasus baru. Data..
1 hari yang lalu

Pesan Jokowi ke ASN: Keluar Dari Zona Nyaman, Jadilah ASN Modern dan Profesional

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan..
1 hari yang lalu

Kapolri Beri Ruang ke Warga Bali untuk Selesaikan Permasalahan Hukum Secara Adat

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Polri akan memberikan ruang ke masyarakat Bali..
1 hari yang lalu

Ini 2 Obat yang Ampuh Sembuhkan Segala Penyakit Ala dr. Zaidul Akbar

Beritacenter.COM - Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar mengungkap ada dua obat terbaik di dunia..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi