Selasa, 27 Juli 2021 - 18:15 WIB

PSBB Anies & Upaya Menjatuhkan Jokowi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 16 September 2020 | 19:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Selama ini Anies Baswedan dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang sering membuat kehebohan melalui kebijakan-kebijakan yang diambilnya khususnya di DKI Jakarta. Sebab, kebijakan dan program kerja yang diterapkannya alih-alih menjadi sebuah solusi, yang ada malah nyusahin.

Terkait pandemi Covid-19 tak sedikit kebijakan yang dia terapkan di DKI Jakarta, mulai dari PSBB transisi, memasang masker di patung Jenderal Sudirman, memasukkan orang yang masih hidup ke dalam peti mati dan menerapkan kembali PSBB di seluruh wilayah DKI yang disebutnya sebagai rem darurat.

Pertanyaannya, apakah semua kebijakan Anies tersebut atas persetujuan pemerintah pusat? Jelas tidak.

Tak masalah soal memasang masker di patung Jenderal Sudirman begitu juga dengan memasukkan orang yang masih hidup ke dalam peti mati, meskipun lumayan konyol tapi dampaknya tidak berefek sampai ke level nasional. Karena sesungguhnya kebijakan tersebut, hanya sebatas sensasi bukan solusi.

Namun yang parahnya adalah kebijakannya terkait diberlakukannya kembali PSBB di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebab, efeknya mengarah pada kelumpuhan perokonomian dan bukan saja hanya di DKI Jakarta, melainkan seluruh Indonesia akan merasakan dampaknya.

Jika tujuannya menerapkan kembali PSBB adalah untuk menekan angka penularan Covid-19 di Jakarta, harusnya Anies bisa berkordinasi dengan pusat. Tapi apa faktanya? Anies malah bertindak sendiri.

Betul bahwa tidak semua kebijakan pemerintah daerah harus melalui persetujuan pemerintah pusat, tapi kebijakan strategis seperti penerapan PSBB harusnya ada kordinasi dengan pusat. Sebab, dampaknya tidak hanya melumpuhkan pertumbuhan ekonomi di daerah saja, melainkan bisa mengganggu pertumbuhan perekonomian tingkat nasional.

Apakah Anies tidak menyadari hal itu? Ya, jelas disadari. Anies itu pintar, malahan kepintarannya melebihi rata-rata kepintaran manusia pada umumnya. Masih ingat dulu waktu pilkada DKI, pada saat itu ada tiga cagub dan satu-satunya cagub yang bisa memanfaatkan ayat dan mayat sebagai bahan kampanye adalah hanya Anies.

Pertanyaan selanjutnya, jika Anies menyadari dampak dari PSBB yang kembali diterapkannya di DKI, kenapa dia tidak berkordinasi dengan pusat terlebih dahulu? Ya, Anies memang sengaja tidak berkordinasi dengan pusat. Sebab di balik PSBB yang kembali diterapkannya itu memiliki tujuan tertentu.

Tujuan PSBB yang kembali diterapkan Anies di Jakarta bukanlah untuk menekan angka penularan Covid-19, melainkan itu sebagai strategi untuk menjatuhkan Jokowi.

Kok bisa? Jelas bisalah. Dengan lumpuhnya pusat perekonomian di Jakarta akibat PSBB yang kembali diterapkannya, tentu saja hal itu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tingkat nasional. Artinya, dampaknya bukan hanya di Jakarta saja melainkan di seluruh Indonesia.

Ketika itu terjadi, maka tentu saja yang akan disalahkan adalah Presiden Jokowi bukan lagi Anies. Berhubung kelumpuhan ekonomi sudah sampai pada level nasional, bukan hanya di skala daerah.

Ekonomi terpuruk, Indonesia masuk ke jurang resesi, perusahaan akan tutup, PHK menghampiri karyawan dan buruh, apa yang akan terjadi? Yang terjadi adalah demo, penjarahan dan kerusuhan di setiap sudut kota, akibat tidak adanya lagi pekerjaan dan pendapatan cash masyarakat.

Amarah rakyat akan terarah kepada Jokowi lalu memaksanya mundur dari jabatan Presiden, karena Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang tidak mampu memberikan solusi sehingga rakyatnya dibiarkan kelaparan dan jatuh miskin. Itu tujuan Anies.

Kenapa Anies begitu benci dengan Jokowi? Karena Anies pernah dipecat oleh Jokowi dari kursi Menteri Pendidikan pada periode pertama Jokowi. Jadi, sampai sekarang luka lama itu masih tersimpan di benak Anies. Buktinya saja, selama Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta tidak satupun kebijakannya yang searah dengan pemerintah pusat. Itu fakta.

Tapi terkait persoalan penerapan PSBB di DKI jakarta, Anies hanya sebagai aktor. Di belakangnya ada sutradara yang memang sudah kian mengatur strategi. Masih ingat dengan organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia? Atau yang disingkat dengan KAMI?

KAMI dibentuk tepat pada saat masa pandemi Covid-19, lalu kemudian dideklarasikan di Tugu Proklamasi di Jakarta dan dihadiri oleh simpatisan dan tokoh-tokoh yang selama ini membenci dan selalu mencari celah untuk menjatuhkan Jokowi.

Mengingat masih dalam situasi pandemi, seharusnya deklarasi tersebut tidak boleh digelar berhubung berpotensi menimbulkan kerumunan. Tapi anehnya, Anies sebagai kepala daerah DKI Jakarta malah memberikan izin.

Artinya, sampai di sini Anies sejalan dengan KAMI. Selain mengapresiasi dengan memberikan izin deklarasi di tengah pandemi, KAMI juga dibentuk oleh orang yang benci terhadap Jokowi sama seperti Anies dan bisa jadi dilema PSBB ala Anies ini adalah bagian dari strategi mereka untuk menjatuhkan Jokowi.

Apakah Anies dan KAMI satu visi misi? Hanya KAMI, Anies dan Tuhan lah yang tau. Kita tidak menuduh mereka ingin menjatuhkan Jokowi, tapi patut kita waspadai. Sebab, jika mereka benar mencintai negeri ini, maka seharusnya mereka bisa menawarkan solusi bukan malah nyusahin.

 

Sumber : Facebook Tuahunse Eriany Ria





Fokus : Anies Baswedan


#Pembenci Jokowi #Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Presiden Ku #Presiden Jokowi #Jokowi Orang Hebat #Joko Widodo #Anies Baswedan #Anies #Gubernur terbodoh #Anies Gubernur Terbodoh #Anies Gubernur Pembohong #Gubernur Pembohong #Presiden Joko Widodo #Jokowi Berhasil Tangani Corona #Jokowi Berhasil Tangani Pandemi #Anies Calon Presiden Boneka USA #Anies Calon Boneka Antek Asing


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

Bila waktu adalah uang, terminologi yang sama atas kondisi pandemi kita dan dunia saat ini pada satu sisi adalah..
21 menit yang lalu

Polisi-Mahasiswa Keliling Sebarkan Paket Sembako ke Warga Terdampak Pandemi di Cianjur

Beritaenter.COM - Jajaran Polres Cianjur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membagi-bagikan ratusan..
35 menit yang lalu

Ledakan Hebat Guncang Kawasan Industri Kimia

Beritacenter.COM - Ledakan besar terjadi di kawasan industri kimia di kota Leverkusen, Jerman. Kepulan asap hitam..
1 jam yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
1 jam yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
1 jam yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
1 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
2 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
2 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
2 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
2 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
3 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
3 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
3 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
3 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
4 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..
4 jam yang lalu

Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin COVID-19

BeritaCenter.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memastikan keamanan..
5 jam yang lalu

Indonesia Kedatangan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

BeritaCenter.COM – Vaksin COVID-19 tahap ke-30 telah tiba di Indonesia. Vaksin yang datang adalah Sinovac dalam..
5 jam yang lalu

Jadi Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini: Ini Panggilan Merah Putih

BeritaCenter.COM – Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, diangkat menjadi staf..
5 jam yang lalu

Selangkah Lagi Dapatkan Varane, MU Langsung Berburu Jules Kounde

Beritacenter.COM - Manchester United sedang mempersiapkan langkah untuk mengontrak Jules Kounde dari Sevilla musim..
6 jam yang lalu

Kenapa Aturan Makan Pendek Hanya 20 Menit? Begini Penjelasan Mendagri Tito

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan tujuan penerapan aturan makan yang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi