Selasa, 22 September 2020 - 11:03 WIB

PSBB Anies & Upaya Menjatuhkan Jokowi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 16 September 2020 | 19:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Selama ini Anies Baswedan dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang sering membuat kehebohan melalui kebijakan-kebijakan yang diambilnya khususnya di DKI Jakarta. Sebab, kebijakan dan program kerja yang diterapkannya alih-alih menjadi sebuah solusi, yang ada malah nyusahin.

Terkait pandemi Covid-19 tak sedikit kebijakan yang dia terapkan di DKI Jakarta, mulai dari PSBB transisi, memasang masker di patung Jenderal Sudirman, memasukkan orang yang masih hidup ke dalam peti mati dan menerapkan kembali PSBB di seluruh wilayah DKI yang disebutnya sebagai rem darurat.

Pertanyaannya, apakah semua kebijakan Anies tersebut atas persetujuan pemerintah pusat? Jelas tidak.

Tak masalah soal memasang masker di patung Jenderal Sudirman begitu juga dengan memasukkan orang yang masih hidup ke dalam peti mati, meskipun lumayan konyol tapi dampaknya tidak berefek sampai ke level nasional. Karena sesungguhnya kebijakan tersebut, hanya sebatas sensasi bukan solusi.

Namun yang parahnya adalah kebijakannya terkait diberlakukannya kembali PSBB di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebab, efeknya mengarah pada kelumpuhan perokonomian dan bukan saja hanya di DKI Jakarta, melainkan seluruh Indonesia akan merasakan dampaknya.

Jika tujuannya menerapkan kembali PSBB adalah untuk menekan angka penularan Covid-19 di Jakarta, harusnya Anies bisa berkordinasi dengan pusat. Tapi apa faktanya? Anies malah bertindak sendiri.

Betul bahwa tidak semua kebijakan pemerintah daerah harus melalui persetujuan pemerintah pusat, tapi kebijakan strategis seperti penerapan PSBB harusnya ada kordinasi dengan pusat. Sebab, dampaknya tidak hanya melumpuhkan pertumbuhan ekonomi di daerah saja, melainkan bisa mengganggu pertumbuhan perekonomian tingkat nasional.

Apakah Anies tidak menyadari hal itu? Ya, jelas disadari. Anies itu pintar, malahan kepintarannya melebihi rata-rata kepintaran manusia pada umumnya. Masih ingat dulu waktu pilkada DKI, pada saat itu ada tiga cagub dan satu-satunya cagub yang bisa memanfaatkan ayat dan mayat sebagai bahan kampanye adalah hanya Anies.

Pertanyaan selanjutnya, jika Anies menyadari dampak dari PSBB yang kembali diterapkannya di DKI, kenapa dia tidak berkordinasi dengan pusat terlebih dahulu? Ya, Anies memang sengaja tidak berkordinasi dengan pusat. Sebab di balik PSBB yang kembali diterapkannya itu memiliki tujuan tertentu.

Tujuan PSBB yang kembali diterapkan Anies di Jakarta bukanlah untuk menekan angka penularan Covid-19, melainkan itu sebagai strategi untuk menjatuhkan Jokowi.

Kok bisa? Jelas bisalah. Dengan lumpuhnya pusat perekonomian di Jakarta akibat PSBB yang kembali diterapkannya, tentu saja hal itu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tingkat nasional. Artinya, dampaknya bukan hanya di Jakarta saja melainkan di seluruh Indonesia.

Ketika itu terjadi, maka tentu saja yang akan disalahkan adalah Presiden Jokowi bukan lagi Anies. Berhubung kelumpuhan ekonomi sudah sampai pada level nasional, bukan hanya di skala daerah.

Ekonomi terpuruk, Indonesia masuk ke jurang resesi, perusahaan akan tutup, PHK menghampiri karyawan dan buruh, apa yang akan terjadi? Yang terjadi adalah demo, penjarahan dan kerusuhan di setiap sudut kota, akibat tidak adanya lagi pekerjaan dan pendapatan cash masyarakat.

Amarah rakyat akan terarah kepada Jokowi lalu memaksanya mundur dari jabatan Presiden, karena Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang tidak mampu memberikan solusi sehingga rakyatnya dibiarkan kelaparan dan jatuh miskin. Itu tujuan Anies.

Kenapa Anies begitu benci dengan Jokowi? Karena Anies pernah dipecat oleh Jokowi dari kursi Menteri Pendidikan pada periode pertama Jokowi. Jadi, sampai sekarang luka lama itu masih tersimpan di benak Anies. Buktinya saja, selama Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta tidak satupun kebijakannya yang searah dengan pemerintah pusat. Itu fakta.

Tapi terkait persoalan penerapan PSBB di DKI jakarta, Anies hanya sebagai aktor. Di belakangnya ada sutradara yang memang sudah kian mengatur strategi. Masih ingat dengan organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia? Atau yang disingkat dengan KAMI?

KAMI dibentuk tepat pada saat masa pandemi Covid-19, lalu kemudian dideklarasikan di Tugu Proklamasi di Jakarta dan dihadiri oleh simpatisan dan tokoh-tokoh yang selama ini membenci dan selalu mencari celah untuk menjatuhkan Jokowi.

Mengingat masih dalam situasi pandemi, seharusnya deklarasi tersebut tidak boleh digelar berhubung berpotensi menimbulkan kerumunan. Tapi anehnya, Anies sebagai kepala daerah DKI Jakarta malah memberikan izin.

Artinya, sampai di sini Anies sejalan dengan KAMI. Selain mengapresiasi dengan memberikan izin deklarasi di tengah pandemi, KAMI juga dibentuk oleh orang yang benci terhadap Jokowi sama seperti Anies dan bisa jadi dilema PSBB ala Anies ini adalah bagian dari strategi mereka untuk menjatuhkan Jokowi.

Apakah Anies dan KAMI satu visi misi? Hanya KAMI, Anies dan Tuhan lah yang tau. Kita tidak menuduh mereka ingin menjatuhkan Jokowi, tapi patut kita waspadai. Sebab, jika mereka benar mencintai negeri ini, maka seharusnya mereka bisa menawarkan solusi bukan malah nyusahin.

 

Sumber : Facebook Tuahunse Eriany Ria





Fokus : Anies Baswedan


#Anies Baswedan #Jokowi #Presiden Jokowi #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Presiden Ku #Joko Widodo #Jokowi Orang Baik #Pembenci Jokowi #Presiden Joko Widodo #Jokowi Berhasil Tangani Corona #Jokowi Berhasil Tangani Pandemi #Anies #Anies Gubernur Terbodoh #Anies Gubernur Pembohong #Gubernur Pembohong #Anies Calon Presiden Boneka USA #Anies Calon Boneka Antek Asing #Gubernur terbodoh


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






0 menit yang lalu

Lima Guru di Tulungagung Positif Covid -19

Beritacenter.COM - Sebanyak lima orang guru di ua sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tulungagung terkonfirmasi..
49 menit yang lalu

Bendungan Katulampa Kembali Normal pada Selasa Pagi

Beritacenter.COM - Bendungan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor kembali normal setelah sempat menyentuuh angka 250..
1 jam yang lalu

Mobil Mini Bus Hantam Tiga Motor di Bogor, Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah mobil mini bus Toyota Innova menabrak tiga motor di ruas Jalan Raya Pajajaran, Kecamatan..
1 jam yang lalu

3 Petinggi Muhammadiyah Positif Covid-19

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga orang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)..
1 jam yang lalu

Nama-nama Petinggi Muhammadiyah Yang Positif Covid-19 

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga orang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)..
2 jam yang lalu

KKP Dukung Pengembangan Budidikucir di Kabupaten Sleman

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan minawisata di..
2 jam yang lalu

Sinyal Morata ke Juventus Semakin Kuat

Beritacenter.COM - Juventus tengah memburu striker murni di bursa transfer musim panas 2020. Salah satu buruan..
3 jam yang lalu

Puluhan RT dan Puluhan Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Beritacenter.COM - Wilayah DKI Jakarta diguyur hujan deras semalam hingga dini hari. Akibatnya, 49 RT di 5 wilayah..
8 jam yang lalu

Pengen Jadi Sakti, Dua Remaja Ini Nekat Bongkar Makam

Beritacenter.COM - Dua orang remaja berinisial RS (17) dan RE (18) ditangkap polisi lantaran nekat membongkar..
8 jam yang lalu

Ditolak Janda, Pria Ini Nekat Culik Anaknya

Beritacenter.COM - Seorang pria bernama Bambang Ariyanto (35) nekat menculik bayi yang baru berusia dua bulan..
10 jam yang lalu

Banjir Bandang Melanda 3 Kecamatan di Sukabumi, 2 Warga Hanyut

Beritacenter.COM - Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan bahwa Banjir..
10 jam yang lalu

Banjir di Tengah Pandemi, Anies: Pengungsian Harus Terapkan Protokol Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam..
11 jam yang lalu

HTI memang PKI masa kini... PKI ITU LAHIR DARI SAREKAT ISLAM (SI)

Beritacenter.COM - Banyak yang salah mengartikan bahwa Komunis itu adalah atheis. "Komunisme" itu adalah..
12 jam yang lalu

Seorang Copet Dianiaya Teman Seprofesi Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang copet di Jakarta Barat (Jakbar), Mansur (40) dianiaya kedua teman seprofesinya hingga..
12 jam yang lalu

Penemuan Mayat Wanita Telanjang di Pelabuhan Kejawanan Cirebon: Mulutnya Berbusa

Beritacenter.COM - Empat orang pemancing menemukan mayat wanita dengan kondisi telanjang tanpa busana saat..
13 jam yang lalu

Video Call dengan Anies, Bima Arya Infokan Ketinggian Air di Katulampa 2,5 Meter, Jakarta Siaga!

Beritacenter.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan peninjuan langsung terhadap debit air sungai Ciliwung..
13 jam yang lalu

KEGAGALAN MENGGAGALKAN JOKOWI

Beritacenter.COM - Berapa kali Jokowi hendak dimakzulkan? Saya katakan Berkali-kali… Serangan..
14 jam yang lalu

Sah! Pilkada Serentak 2020 Tak Jadi Ditunda

Beritacenter.COM - Komisi II DPR rapat kerja terkait Pilkada 2020. Keputusan dalam rapat tersebut adalah Pilkada..
14 jam yang lalu

Komisi II DPR soal Viral Surat Penundaan Pilkada : Itu Hasil Rapat Maret, Tetap 9 Desember!

Tidak benar, itu kesimpulan rapat tanggal 30 Maret, yang menunda tahapan pilkada dari September ke Desember. Masih tetap tanggal 9 Desember
14 jam yang lalu

Astaga! Gara-gara Hal Ini Gedung KPK Jebol...

Beritacenter.COM - Atap plafon Gedung Merah Putih KPK yang berada di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan..
15 jam yang lalu

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Mahasiswi Mabuk Diperkosa Bergilir di Makassar

Beritacenter.COM - Pra-rekonstruksi kasus pemerkosaan bergilir yang menimpa mahasiswi EA (23) digelar polisi di Kota..
15 jam yang lalu

Kepala Negara Terkorup di Dunia

SOEHARTO yang pernah berkuasa selama tiga dekade di Indonesia menempati urutan pertama dalam daftar pemimpin politik..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi