Kamis, 22 April 2021 - 08:18 WIB

NU Mekar, FPI Gemetar

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Karto Bugel

Beberapa kali saya menulis bagaimana efpei bisa bubar, hanya ketika Pangdam Jaya dan Kapolda Metro bersatu. Alasan sederhana sebagai rujukan adalah tahun 1999. Cikal bakal efpei dibentuk oleh keduanya demi SI MPR 99.


Alasan saat pembubarannya seharusnya adalah kepentingan yang sama pada saat usaha pendiriannya.


Sejak Presiden Jokowi memberi sinyal pada para pemegang kekuasaan keamanan dengan dimutasinya 2 Kapolda, Pangdam jaya memaknainya dengan cara berbeda. Tegas layaknya militer jaman dulu kita kenal.


Kuasa tak langsungnya dalam teritorial sebagai Panglima Kodam di wilayah DKI digunakan dengan smart, yakni berdiri di belakang Satpol PP. Pe-De para satpol PP karena Pangdam backup ternyata efektif mampu menurunkan banyak baliho milik efpei yang diindikasikan telah melanggar banyak pasal.


Tak lama, Kapolda Metro yang baru, Irjend Fadil berjalan tak berjauhan dengan cara Pangdam Dudung. Keduanya seolah seiring dan sejalan sesuai tupoksinya masing-masing. Kapolda bahkan mampu membuat IB efpei itu untuk sementara sambil menunggu sidang di Pengadilan, meringkuk di sel penjara.


"Benar pasti dibubarin?"


Akhir tahun 2019 atau pada awal pemerintahan ke dua Jokowi, gegap gempita harapan rakyat atas diangkatnya 3 menteri yang saat itu dinilai sangat luar biasa, sesuai harapan rakyat, yakni Menag Jendral Fachrul Razi, Mahfud MD Menkopolhukam dan Tito Mendagri.


Namun, sampai dengan hari ini, efpei masih eksis dan bahkan cara berperilakunya justru makin nekad.


"Sehebat apa sih efpei itu?"


Sehebat apa? Bagaimana bila rakyat mendesak dan namun Menag yang pensiunan Jendral berbintang 4 itu justru terkesan takut dan gamang? Surat perpanjangan izin organisasi kemasyarakatan efpei justru sempat diberikannya, padahal oleh Menag sebelumnya tidak pernah ditanda tangan.


Bukan hanya pejabat sekelas Menteri, sejumlah anggota Komisi II DPR pun pernah mencecar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berkaitan belum adanya surat perpanjangan izin organisasi kemasyarakatan itu padahal di sisi lain menag telah memberi rekomendasi agar efpei mendapat surat keterangan terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan.


Kemudian, sekelas Mendagri pun gamang, dia dalam banyak hal selalu menunggu kajian bersama kementrian yang lain termasuk Menkopolhukam.


Judul cerita sebagai akhir cerita adalah efpei tidak diperpanjang, tapi juga tidak dibubarkan atau dilarang. DPR, Menag, Mendagri hingga Menkopolhukam lebih memilih dan mengambil jalan aman.


Artinya, efpei masih sangat kuat. Itu tak dapat ditolak. Itu bukan hoax tapi fakta konkrit betapa berpengaruhnya efpei hingga saat itu.


Siapa yang menjadi tumpuan kemarahan rakyat saat itu? Presiden Jokowi!!


#JokowiTakutefpei langsung trending. "Saya tidak ada lagi punya beban" sebagai jargonnya di Pilpres yang lalu diplesetkan macam-macam.


"Trus yakin kali ini beneran bisa dibubarkan?"


Bersatunya Pangdam Jaya dan Polda Metro pada cara mengambil sikap berseberangan dengan efpei adalah kunci utama, dan itu sudah mereka tunjukkan. Sikap tegas dan galak keduanya sudah terjadi.


Narasi kuat organisasi itu dianggap sebagai pendukung teroris sekaligus bagian dari organisasi teroris sedang terus digaungkan.


CHANDRA JAYA alias ABU YASIN Ketua efpei Belopa 2008, Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso


ZAINAL ANSHORI, S.Ag. alias ABU FAHRY alias QOMARUDDIN juga anggota organisasi itu ditangkap 7 April 2017 Amir JAD, Pok JAD Jatim


Imam Bukhori, anggota efpei pekalongan, ditangkap Densus 88 pada th 2005. Kasus menyembunyikan Noordin M Top.


SUPARMAN als MAHER, efpei Cirebon, ditangkap 3 Agustus 2017. Dia bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, Pok Cirebon.


Bukan hanya 4 orang. Total anggota efpei terbukti (secara sah dan meyakinkan karena telah berstatus hukum lengkap di Pengadilan atau incrach) bergabung dengan kelompok teroris, berejumlah 37 orang.


Sebanyak 37 anggota efpei jadi teroris. Demikian pernyataan Benny Mamoto Ketua Harian Kompolnas. Mereka bergabung ke kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).


Disisi lain, kini, Imam Besarnya pun sudah ditahan atas banyak perkara hukum. Jarang hal sebenderang ini terjadi padanya pada jaman Jokowi. Sidang atas banyak perkara pidana sedang menunggunya.


Pada kasus lain, enam orang pengawalnya dianggap telah melawan petugas meski berakhir tewas di jalan tol. Ini kejahatan serius organisasi itu pada aparat keamanan.


Kemudian, pesantren kebanggaannya pun kini sedang digugat. Tanah tempat aktifitas pesantren itu kini dianggap bermasalah setelah sekian lama seolah didiamkan.


Bahkan banyak pengikutnya yang selama ini dianggap sakti, satu persatu sudah mulai masuk. Tak ada lagi pongah mereka dapat tampilkan.


Lebih aneh lagi, Petamburan pun diberitakan sebagai tempat beredarnya banyak barang haram, narkotika. Ini sangat memiliki makna tak elok disiarkan.


Baik badan hukum hingga para anggotanya yang bermasalah secara hukum kini diungkit dan dibuat benderang. Bukankah itu tanda pasti bagaimana akhirnya negara menemukan moment tepat bagi pembubarannya?


Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI sudah dibubarkan dan telah menjadi organisasi terlarang, apakah efpei akan bernasib sama?


Siapa tak peka akan terus bertanya dan apa pun jawabannya tak pernah akan membuat mereka puas.


Mahkamah Konstitusi pada Mei 2019 menolak gugatan uji materi Undang-Undang Ormas yang diajukan GNPF MUI.


Terhadap mereka yang menjadi anggota dan pengurus organisasi terlarang itu negara dapat mengadili dan menghukum sesuai dengan pelanggaran dan peran orang-orang tersebut dalam keanggotaan organisasi terlarang itu.


"Tapi buktinya pengurus hti ga ada yang dihukum kan?"


Sama dengan pembubaran efpei yang terus berlarut meski UU sudah negara miliki, itu terkait erat dengan bagaimana posisi pemerintah. Apakah pemerintahan Jokowi benar dalam kondisi kuat, percayalah, kini beliau benar kuat dan sedang menuju makin lebih kuat lagi.


Itulah mengapa Menag lama itu harus diganti. Rekomendasi pembubaran efpei oleh Menteri Agama yang baru, Yaqut Cholil tak ada yang akan meragukannya.


Rekomendasi itu memang harus keluar dari kementriannya, Mendagrilah yang punya kewenangan menerbitkan status hukumnya nanti.


Kapolda Metro dan Pangdam Jaya sudah membatasi banyak ruang geraknya, Menteri agama yang baru, Yaqut Cholil bukan tak mungkin akan bertindak sebagai pemukul gong tanda dimulainya proses pembubarannya.


NU sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia dimana Menteri Agama yang baru ini tumbuh dan berasal, telah banyak memberi warna toleran padanya.


Sepertinya, NU akan kembali mekar. Wajah toleransi Indonesia pun akan menjadi lebih baik seperti dulu pernah.


"Yakin Menag baru punya keberanian?"


Walahh, Banser NU gitu lohhh..!!


RAHAYU

 

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

 





Fokus : Nahdlatul Ulama


#NU #FPI #Nahdlatul Ulama #NU dan FPI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 jam yang lalu

CATAT ! Ini Sederet Amalan Penuh Pahala Bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Beritacenter.COM - Ada salah satu kekhawatiran bagi banyak perempuan saat menjalani puasa Ramadan, yakni jika..
7 jam yang lalu

Coreng Institusi Polri ! Polwan Gadungan yang Viral Mesum Sesama Jenis Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang polwan gadungan berinisial KL (21) di wilayah..
8 jam yang lalu

Geger ! Pemuda di Bandung Ditemukan Tewas di Atas Genting

Beritacenter.COM - Seorang pemuda di Jalan Sautunan Raya, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota..
8 jam yang lalu

Depresi Adik Nikah Duluan, Pemuda di Gandusari Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial S (35) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon..
9 jam yang lalu

Diduga Peras Wali Kota, Penyidik KPK Akan Diproses Secara Etik oleh Dewas

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial SR diduga melakukan pemerasan kepada Wali..
9 jam yang lalu

Terminal di Banten Bakal Ditutup Sementara Selama Mudik Lebaran

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menutup sementara layanan Bus Kota Antar Provinsi (AKAP)..
10 jam yang lalu

Perang Sarung Berujung Maut, Pemuda di Tangerang Tewas Mengenaskan Dihujani Bacokan Sajam

Beritacenter.COM - Perang sarung yang hampir menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan memakan korban di Bojong Nangka,..
10 jam yang lalu

Tak Suka Mata Uang Digital, Bill Gates Pernah Sebut Bitcoin Cs Penyebab Kematian!

Pada saat ini, mata uang kripto digunakan untuk membeli fentanyl dan narkoba lainnya sehingga ini adalah teknologi..
11 jam yang lalu

Soal Pemecatan Jose Mourinho, Son Heung Min : Saya Minta Maaf Belum Bisa Tampil Memuaskan

Beritacenter.COM - Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min ikut mengomentari soal pemecatan Jose Mourinho . Merasa..
11 jam yang lalu

Sosialisasi Larangan Mudik di Jakut, Sopir Truk Bandel Akan Ditindak Tegas Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan sosialisasi terkait larangan mudik yang akan mulai berlaku..
11 jam yang lalu

Tawuran 'Perang Sarung' Antar Pemuda Berujung Maut di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

Beritacenter.COM - Aksi tawuran 'perang sarung' yang dilakukan sejumlah pemuda menjelang waktu sahur di Kelapa Dua,..
12 jam yang lalu

Inilah 5 Kandungan Air Kelapa Dapat Menyehatkan Tubuh

Beritacenter.COM - Air kelapa dikenal memiliki kandungan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Terbuat dari..
12 jam yang lalu

Habib Rizieq Tuding Jaksa Giring Para Saksi Sebut Dirinya Bohong soal Test COVID-19

Beritacenter.COM - Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu..
12 jam yang lalu

Innalillahi !! 23 Orang Tewas, 139 Luka - Luka Akibat Kecelakaan Kereta di Mesir

Beritacenter.COM - Sebanyak 23 orang tewas dan 139 luka - luka akibat kecelakaan kereta di Mesir pada Minggu..
13 jam yang lalu

Biadab !! Ibu Rumah Tangga Tega Gorok Leher Anaknya Sendiri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Ani Asih (35) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, tega..
13 jam yang lalu

Kakek Mesum di Rembang Cabuli-Ikat Bocah SD Tetangganya, Korban Juga Diancam

Beritacenter.COM - Bejad, seorang kakek di Rembang, Jawa Tengah, tega mencabuli gadis 11 tahun. Kakek berusia 60..
14 jam yang lalu

Tinjau Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Bertolak ke Bali

Beritacenter.COM - Pangliman TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit meninjau langsung acara..
14 jam yang lalu

Foto Mesum Sejenisnya Viral, Polwan Gadungan Dibekuk Polisi di Bitung Sulsel

Beritacenter.COM - Personel Satreskrim Polres Bitung mengamankan seorang perempuan muda berinisial KL (21). Wanita..
15 jam yang lalu

Setahun Berlalu, 60 ASN Pemprov DKI Meninggal Karena Covid -19

BeritacenterCOM - Pandemi Covid -19 sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia. Tercatat ribuan nyawa meninggal..
15 jam yang lalu

Tak Diketahui Alasannya, SBY Cabut Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi

Beritacenter.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut pendaftaran..
15 jam yang lalu

Rayakan Hari Kartini, Ini Pesan Susi Pudjiastuti Untuk Wanita di Indonesia

Beritacenter.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Pudji Astuti mengucapkan selamat Hari Kartini 2021..
16 jam yang lalu

Curhat Petani Indramayu ke Jokowi, Singgung soal Mesin Panen Padi Hingga Pupuk Subsidi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan panen raya di Desa Wanasari, Kecamatan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi