Sabtu, 29 Januari 2022 - 08:31 WIB

NU Mekar, FPI Gemetar

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Karto Bugel

Beberapa kali saya menulis bagaimana efpei bisa bubar, hanya ketika Pangdam Jaya dan Kapolda Metro bersatu. Alasan sederhana sebagai rujukan adalah tahun 1999. Cikal bakal efpei dibentuk oleh keduanya demi SI MPR 99.


Alasan saat pembubarannya seharusnya adalah kepentingan yang sama pada saat usaha pendiriannya.


Sejak Presiden Jokowi memberi sinyal pada para pemegang kekuasaan keamanan dengan dimutasinya 2 Kapolda, Pangdam jaya memaknainya dengan cara berbeda. Tegas layaknya militer jaman dulu kita kenal.


Kuasa tak langsungnya dalam teritorial sebagai Panglima Kodam di wilayah DKI digunakan dengan smart, yakni berdiri di belakang Satpol PP. Pe-De para satpol PP karena Pangdam backup ternyata efektif mampu menurunkan banyak baliho milik efpei yang diindikasikan telah melanggar banyak pasal.


Tak lama, Kapolda Metro yang baru, Irjend Fadil berjalan tak berjauhan dengan cara Pangdam Dudung. Keduanya seolah seiring dan sejalan sesuai tupoksinya masing-masing. Kapolda bahkan mampu membuat IB efpei itu untuk sementara sambil menunggu sidang di Pengadilan, meringkuk di sel penjara.


"Benar pasti dibubarin?"


Akhir tahun 2019 atau pada awal pemerintahan ke dua Jokowi, gegap gempita harapan rakyat atas diangkatnya 3 menteri yang saat itu dinilai sangat luar biasa, sesuai harapan rakyat, yakni Menag Jendral Fachrul Razi, Mahfud MD Menkopolhukam dan Tito Mendagri.


Namun, sampai dengan hari ini, efpei masih eksis dan bahkan cara berperilakunya justru makin nekad.


"Sehebat apa sih efpei itu?"


Sehebat apa? Bagaimana bila rakyat mendesak dan namun Menag yang pensiunan Jendral berbintang 4 itu justru terkesan takut dan gamang? Surat perpanjangan izin organisasi kemasyarakatan efpei justru sempat diberikannya, padahal oleh Menag sebelumnya tidak pernah ditanda tangan.


Bukan hanya pejabat sekelas Menteri, sejumlah anggota Komisi II DPR pun pernah mencecar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berkaitan belum adanya surat perpanjangan izin organisasi kemasyarakatan itu padahal di sisi lain menag telah memberi rekomendasi agar efpei mendapat surat keterangan terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan.


Kemudian, sekelas Mendagri pun gamang, dia dalam banyak hal selalu menunggu kajian bersama kementrian yang lain termasuk Menkopolhukam.


Judul cerita sebagai akhir cerita adalah efpei tidak diperpanjang, tapi juga tidak dibubarkan atau dilarang. DPR, Menag, Mendagri hingga Menkopolhukam lebih memilih dan mengambil jalan aman.


Artinya, efpei masih sangat kuat. Itu tak dapat ditolak. Itu bukan hoax tapi fakta konkrit betapa berpengaruhnya efpei hingga saat itu.


Siapa yang menjadi tumpuan kemarahan rakyat saat itu? Presiden Jokowi!!


#JokowiTakutefpei langsung trending. "Saya tidak ada lagi punya beban" sebagai jargonnya di Pilpres yang lalu diplesetkan macam-macam.


"Trus yakin kali ini beneran bisa dibubarkan?"


Bersatunya Pangdam Jaya dan Polda Metro pada cara mengambil sikap berseberangan dengan efpei adalah kunci utama, dan itu sudah mereka tunjukkan. Sikap tegas dan galak keduanya sudah terjadi.


Narasi kuat organisasi itu dianggap sebagai pendukung teroris sekaligus bagian dari organisasi teroris sedang terus digaungkan.


CHANDRA JAYA alias ABU YASIN Ketua efpei Belopa 2008, Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso


ZAINAL ANSHORI, S.Ag. alias ABU FAHRY alias QOMARUDDIN juga anggota organisasi itu ditangkap 7 April 2017 Amir JAD, Pok JAD Jatim


Imam Bukhori, anggota efpei pekalongan, ditangkap Densus 88 pada th 2005. Kasus menyembunyikan Noordin M Top.


SUPARMAN als MAHER, efpei Cirebon, ditangkap 3 Agustus 2017. Dia bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, Pok Cirebon.


Bukan hanya 4 orang. Total anggota efpei terbukti (secara sah dan meyakinkan karena telah berstatus hukum lengkap di Pengadilan atau incrach) bergabung dengan kelompok teroris, berejumlah 37 orang.


Sebanyak 37 anggota efpei jadi teroris. Demikian pernyataan Benny Mamoto Ketua Harian Kompolnas. Mereka bergabung ke kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).


Disisi lain, kini, Imam Besarnya pun sudah ditahan atas banyak perkara hukum. Jarang hal sebenderang ini terjadi padanya pada jaman Jokowi. Sidang atas banyak perkara pidana sedang menunggunya.


Pada kasus lain, enam orang pengawalnya dianggap telah melawan petugas meski berakhir tewas di jalan tol. Ini kejahatan serius organisasi itu pada aparat keamanan.


Kemudian, pesantren kebanggaannya pun kini sedang digugat. Tanah tempat aktifitas pesantren itu kini dianggap bermasalah setelah sekian lama seolah didiamkan.


Bahkan banyak pengikutnya yang selama ini dianggap sakti, satu persatu sudah mulai masuk. Tak ada lagi pongah mereka dapat tampilkan.


Lebih aneh lagi, Petamburan pun diberitakan sebagai tempat beredarnya banyak barang haram, narkotika. Ini sangat memiliki makna tak elok disiarkan.


Baik badan hukum hingga para anggotanya yang bermasalah secara hukum kini diungkit dan dibuat benderang. Bukankah itu tanda pasti bagaimana akhirnya negara menemukan moment tepat bagi pembubarannya?


Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI sudah dibubarkan dan telah menjadi organisasi terlarang, apakah efpei akan bernasib sama?


Siapa tak peka akan terus bertanya dan apa pun jawabannya tak pernah akan membuat mereka puas.


Mahkamah Konstitusi pada Mei 2019 menolak gugatan uji materi Undang-Undang Ormas yang diajukan GNPF MUI.


Terhadap mereka yang menjadi anggota dan pengurus organisasi terlarang itu negara dapat mengadili dan menghukum sesuai dengan pelanggaran dan peran orang-orang tersebut dalam keanggotaan organisasi terlarang itu.


"Tapi buktinya pengurus hti ga ada yang dihukum kan?"


Sama dengan pembubaran efpei yang terus berlarut meski UU sudah negara miliki, itu terkait erat dengan bagaimana posisi pemerintah. Apakah pemerintahan Jokowi benar dalam kondisi kuat, percayalah, kini beliau benar kuat dan sedang menuju makin lebih kuat lagi.


Itulah mengapa Menag lama itu harus diganti. Rekomendasi pembubaran efpei oleh Menteri Agama yang baru, Yaqut Cholil tak ada yang akan meragukannya.


Rekomendasi itu memang harus keluar dari kementriannya, Mendagrilah yang punya kewenangan menerbitkan status hukumnya nanti.


Kapolda Metro dan Pangdam Jaya sudah membatasi banyak ruang geraknya, Menteri agama yang baru, Yaqut Cholil bukan tak mungkin akan bertindak sebagai pemukul gong tanda dimulainya proses pembubarannya.


NU sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia dimana Menteri Agama yang baru ini tumbuh dan berasal, telah banyak memberi warna toleran padanya.


Sepertinya, NU akan kembali mekar. Wajah toleransi Indonesia pun akan menjadi lebih baik seperti dulu pernah.


"Yakin Menag baru punya keberanian?"


Walahh, Banser NU gitu lohhh..!!


RAHAYU

 

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

 





Fokus : Nahdlatul Ulama


#NU #Nahdlatul Ulama #FPI #NU dan FPI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Sore Hujan Disertai Kilat

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di DKI Jakarta pada pagi hari..
8 jam yang lalu

Edy Mulyadi VS Suku Dayak

Edy Mulyadi: “Tempat jin buang anak, itu hanya istilah untuk mengungkapkan suatu tempat yg jauh. Di Jakarta,..
9 jam yang lalu

Gara-gara Kelilit Utang Supri Nekat Curi Motor Di Ponpes

Beritacenter.COM - Supri (43) warga Kabupaten Nganjuk, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah mencuri sepeda..
9 jam yang lalu

Video Aksi Heroik Pengemudi Transjakarta menggagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Wanita

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi bus Transjakarta menggagalkan upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh..
10 jam yang lalu

HATI-HATI dengan Pria Ini Gunakan MODUS PURA-PURA KETABRAK

Beritacenter.COM - Banyak sekali modus kejahatan yang dilakukan para penjahat untuk melancarkan dan memulusakan..
11 jam yang lalu

Dua Pelaku Jual Beli Pupuk Subsidi Secara Ilegal Ponorogo Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Bagus Yudha Kristiawan (28) dan Bonadji (58) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten..
11 jam yang lalu

PT Sentra Karya Sentosa Buka Lowongan Nyuks Silakan Bergabung

Beritacenter.COM - Lowongan kerja kembali dibuka oleh PT Sentra Karya Sentosa yaitu Perusahaan Penyedia Tenaga..
11 jam yang lalu

Dijemput Perwakilan Kalimantan Ke Jakarta, "Edy Mulyadi Makin Ketakutan"

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta aktivis..
12 jam yang lalu

Wagub DKI soal Kasus Omicron Jakarta 2.404 : Kasus Transmisi Lokal Meningkat

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal jumlah kasus positif Corona varian..
12 jam yang lalu

Si Pengecut Edy Mulyadi Ngumpet, akun @selebgramkaltim : Jangan pengecut dong pak Edy Mulyadi, kami siap jemput kok..Gratis

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga mantan Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta..
12 jam yang lalu

Polisi Tetapkan Ketua Umum GMBI dan 10 Anak Buahnya Jadi Tersangka Demo Anarkis

Beritacenter.COM - Polisi telah menetapkan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) M Fauzan sebagai..
13 jam yang lalu

#Gempa 5,2 magnitudo Guncang Wilayah Tenggara Kab MALANG JATIM

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Tenggara KAB-MALANG-JATIM. Gempa tersebut tak..
13 jam yang lalu

Bertambah Nyaris 10 Ribu, Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Corona Hari Ini

Beritacenter.COM - Pemerintah kembali meng-update data perkembangan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Untuk hari..
14 jam yang lalu

Kang Emil Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Demo Anarkis 'GMBI' di Polda Jabar

Beritacenter.COM - Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara soal aksi demo massa ormas Gerakan Masyarakat Bawa..
14 jam yang lalu

Mahfud Md soal 3 Prajurit Gugur di Papua : TNI Sekarang Bersifat Defensif, Tidak Ofensif!

Beritacenter.COM - Menko Polhukan Mahfud Md angkat bicara soal tiga prajurit TNI yang tewas ditembak kelompok..
15 jam yang lalu

Las Listrik Picu Kebakaran Hanguskan 25 Pipa Karet di Makassar New Port

Beritacenter.COM - Insiden kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Makassar New Port (MNP). Sebanyak 25 batang pipa..
15 jam yang lalu

Waspada! Kasus Corona Hari Ini Bertambah Hampir 10 Ribu

BeritaCenter.COM – Kasus positif COVID-19 di Indonesia Jumat (28/1/2022) bertambah 9.905 kasus baru. Data..
15 jam yang lalu

Pesan Jokowi ke ASN: Keluar Dari Zona Nyaman, Jadilah ASN Modern dan Profesional

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan..
15 jam yang lalu

Kapolri Beri Ruang ke Warga Bali untuk Selesaikan Permasalahan Hukum Secara Adat

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Polri akan memberikan ruang ke masyarakat Bali..
16 jam yang lalu

Ini 2 Obat yang Ampuh Sembuhkan Segala Penyakit Ala dr. Zaidul Akbar

Beritacenter.COM - Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar mengungkap ada dua obat terbaik di dunia..
16 jam yang lalu

Jusuf Kalla Ungkap Nilai Positif Pemindahan Ibu Kota Negara

BeritaCenter.COM – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkap salah satu nilai positif dari..
16 jam yang lalu

Istana Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Ide Jokowi Sejak Lama

BeritaCenter.COM – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan ide..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi