Senin, 10 Mei 2021 - 06:29 WIB

Ketika Partai Mercy Menjadi Partai Bajaj : Memaksa Sesuatu yang Dipaksakan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 06 Pebruari 2021 | 14:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Atau bisa juga memang 'pohon' meminta bahkan menyuruh agar 'buah' jangan jauh-jauh, harus manut. Demikian kiasan yang tepat ditujukan kepada AHY yang 11/12 persis dengan Si Bapak, SBY. Dan lagi-lagi, bisa juga apa yang dilakukan AHY merupakan perintah SBY sendiri. Namanya juga bapak-anak, ya kan harus kompak dan jika perlu mirip identik.

Apa sih yang mirip antara anak-bapak ini? Banyak. Tapi demi menghemat tenaga dan kecepatan menulis, maka saya sebut satu saja, yakni: baper. Selalu membawa perasaan yang lalu diumbar kepada publik. Seolah setiap orang Indonesia bahkan dunia (juga mungkin Tuhan) harus mendengar dan mengetahuinya. Di Indonesia sendiri, orang pertama yang dibaperin atau ditujukan adalah presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengapa? Ya kurang tau juga. Tapi masa orang sekelas keluarga Cikeas mau baper ke penjual kerak telor? Nah, itu dia. Keluarga ini memang masih selalu merasa sebagai warga negara elite (VVIP), yang harus selalu diperhatikan dan mendapat perlakuan istimewa dari negara. Aturannya dari mana ada seperti itu? Ya gak ada, dibikin sendiri saja. Tapi begitu lah kira-kira untuk mengukur dan memahami apa, siapa dan mengapa mereka berbuat seperti itu.

Sebagai Presiden RI ke 6 dan juga penguasa Partai berlambang bintang segi tiga (mercy), rasa 'akulah penguasa' masih tertanam kuat dalam pikiran dan sikap keluarga tersebut. Jadi, nah kita mulai masuk kepada tema utama dalam tulisan ini, ketika ada yang coba "memgutik-utik" kekuasaan yang dimiliki, pada kasus ini kedudukan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat, maka mereka mulai menggunakan cara klasik tadi, baper.

Bapernya, seperti biasa pula melalui prescon atau siaran pers. Ya, tentu agar memiliki gaung menasional juga mendunia. Ada dua issue utama yang disampaikan AHY dan baperannya. Pertama, soal menurunkan dirinya secara paksa sebagai Ketum PD; Kedua, soal keterlibatan orang di lingkungan istana, sebut saja, karena memang sudah terpublikasi luas, Moeldoko (Ketua KSP). AHY pun mengirim 'surat cinta' meminta klarifikasi kepada Jokowi.

Ah, lagi lagi Jokowi selalu menjadi rujukan orang Indonesia dalam mengatasi masalah mereka. Itulah kehebatan Jokowi. Gak peduli masalah gak ada sangkut-pautnya dengan Jokowi, tetap saja yang dirujuk adalah Presiden. Menjadi semacam pelampiasan, ada yang klarifikasi, minta tolong, bertanya, usul, kritik, caci maki, bahkan fitnah. Jokowi sendiri kan saat ini masih terus fokus dalam kerja penanganan Pandemi Covid.

Belum lagi bencana alam yang tengah melanda sebagian wilayah Indonesia. Belum lagi soal penyelesaian program infrastruktur agar tidak mangkrak. Soal pemulihan ekonomi rakyat dan soal hubungan dengan luar negeri, yang tentu lebih membutuhkan perhatian khusus. Ketimbang ngurusin masalah internal partai Demokrat yang issuenya mau dikudeta. Saya hanya bayangin Jokowi menjawab, "Maaf sedang sibuk, tolong hubungi saja Kaesang".

Kaesang dan Gibran putra-putranya Jokowi memang dikenal netizen +62 sebagai orang-orang yang selalu bisa menjawab masalah dengan ringan, lucu dan menggemaskan. Yang membuat masalah kepada Kaesang dan Gibran kadang tidak merasa disakiti ataupun marah, melainkan cuma rasa malu. Malunya itu karena justru dibully oleh netizen +62 yang terkenal galak dan gacor. Nah, beranikah AHY klarifikasi saja ke Kaesang?

Tidak ada urusan antara soal internal PD dengan Jokowi lantas Jokowi harus menjawab apa? Oh ya, mengingat background keluarga elite tadi, tentu AHY dan SBY berharap Jokowi menjawab, "Ya, mas AHY, nanti saya tanyakan ke pak Moeldoko, jika perlu akan saya ingatkan atau pecat dia jika benar," begitu kali. Namun sayang, Jokowi bukan tidak hormat dengan keluarga Cikeas, terutama SBY, tapi Jokowi bukan tipe penggosip yang didengar publik.

Banyak pula keluhan SBY yang (maaf) menjadi angin lalu saja. Ketimbang malah menjadi konsumsi publik dan saling debat, tentu bukanlah sesuatu yang produktif. Sesuatu yang dibenci Jokowi, tidak produktif dan buang waktu untuk sesuatu yang tidak jelas. Langkah politik AHY ini sebenarnya bisa dilihat dari dua hal, yakni tujuan dan dampaknya. Sayang sekali antara keduanya bisa pula tidak saling dukung. Bertujuan A namun dampaknya B.

Sebagai sebuah parpol yang relatif baru, Partai Demokrat sudah tidak seperti di awal berdirinya dulu yang sampai bisa mengantarkan SBY sebagai presiden tahun 2004 dan double winner di 2009 mendapat juara di pilpres dan pileg. Kini, sejak SBY lengser 2014 parpol berlambang mercy itu semakin terpuruk. Banyak pengurus teras DPP PD yang mendekam dibalik jeruji tersangkut kasus korupsi, mulai dari Ketum, Bendum hingga kader-kader potensial lainnya.

Tentu butuh kerja keras untuk mengembalikan masa kejayaan. Celakanya, AHY mendapat beban tersebut. Dia anak muda yang awalnya jauh dari dunia politik (dipaksa mundur dari militer untuk nyalon pilkada DKI 2017). Baru juga belajar politik riil cara menggalang suara, sudah diserahkan jabatan Ketum PD. Ya, maklumlah sebagai putera sulung Pepo ya harus manut, dan para fans SBY wajib dukung keputusan itu. Di sini mulai timbul masalah.

Terpilihnya AHY menjadi Ketum, menurut para tokoh senior PD, seperti dipaksakan dan jauh dari kata demokratis. Meski SBY masih turut aktif sebagai Ketua Dewan Pembina, namun menurut para senior akan berbeda. Masa anak 'kemarin sore' mau mimpin dan perintah-perintah senior yang sudah lebih dahulu berdarah-darah membangun partai? Bahkan sebelum itu, di tubuh PD sudah terlalu banyak faksi-faksi yang saling berebut kedudukan.

Sebut saja ada faksi Marzuki Ali, Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng. Belum lagi yang tidak terang-terangan. Saya mau katakan, ini pure masalah internal yang harus diselesaikan secara internal oleh Ketum dan kader PD sendiri. Langkah 'baper ke publik' yang sebenarnya ditujukan ke Moeldoko via Jokowi justru berdampak negatif. Bak menguak aib sendiri di sebuah keluarga. Hal ini mungkin terlalu diabaikan oleh bapak-anak.

Terbukti, tidak lama, para senior PD 'turun gunung' menyuarakan aspirasinya. Mereka justru menekankan point' AHY yang dijadikan Ketum sebagai cara paksa atau memaksakan, hingga ke issue dinasti politik. Sekali lagi, yang ditembak sesungguhnya Jokowi karena ada anggota kabinetnya (Moeldoko) yang berpolitik, namun yang diterima justru persekusi dari tokoh senior. Terkait Moeldoko, dia sudah klarifikasi.

Bahwa dirinya secara terus terang mengaku sebagai pribadi, bukan atas nama KSP. Sudah jadi rahasia umum, tidak ada tokoh politik yang tidak berpolitik sekarang ini, termasuk anggota kabinet. Tentu sepanjang tidak mencampur dengan kekuasaan yang dimiliki, tetap loyal kepada pemerintah, dan harus mengatas-namakan pribadi. Apa yang terjadi antara Moeldoko dengan PD yang sesungguhnya, tentu hanya pelaku yang tahu.

Jika pun benar Moeldoko berkelindan (konspirasi) dengan kader PD untuk mengkudeta AHY, ya hadapi saja, kan Partai memiliki AD/ART dan tatib partai. Jika diduga ada unsur pidana ya laporkan saja ke aparat hukum. Lucu saja jika halusinasi bapak-anak yang menduga Jokowi ingin atau turut ngerecokin PD, buat apa? PD bukan partai besar lagi. Koalisi pemerintah sudah cukup kuat dan tidak butuh PD bergabung.

Siapapun ketum PD, apa urusan Jokowi? Jika yang dimaksud agar Jokowi menertibkan menterinya, tentu Moeldoko sangat paham untuk tidak membuat manuver yang justru merugikan Jokowi. Atau ada yang mau kudeta presiden? Membayangkan nasib Aung San Suu Kyi yang dikudeta militer di Myanmar, tentu sangat berbeda konstelasi politiknya dengan Indonesia. TNI-Polri solid dan loyal kepada Jokowi, dan tidak ada tradisi junta militer di Indonesia. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#AHY Akan Digulingkan #AHY #AHY Digulingkan Demokrat #AHY Akan Digulingkan Demokrat #Isu Kudeta Demokrat #Isu Demokrat #AHY Akan Di Kudeta


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Pemobil Viral Tabrak Polisi di Pos Penyekatan di Klaten Ternyata ABG

Beritacenter.COM - Polisi telah mengamankan pemobil viral yang menerobos pos penyekatan dan menabrak petugasbdi..
10 jam yang lalu

Kecam Aksi Israel Bubarkan Jemaah Palestina, Wamenag : Keji, Langgar HAM!

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengecam keras aksi pembubaran jemaah salat tarawih di..
12 jam yang lalu

Viral Medsos, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan dan Tabrak Polisi di Klaten

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampakkan sebuah mobil menerobos pos penyekatan..
14 jam yang lalu

Kabar Gembira, Wagub Sebut Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Cenderung Melandai

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut bahwa kasus COVID-19 di DKI Jakarta..
14 jam yang lalu

Selain Kurma, 6 Buah Ini Cocok Dikonsumsi saat Buka Puasa

Beritacenter.COM - Adzan maghrib merupakan saat yang paling ditunggu setiap orang yang menjalankan ibadah puasa..
16 jam yang lalu

Bensin Nyambar ke Kompor, Satu Keluarga di Deli Serdang Terbakar Mengenaskan

Beritacenter.COM - Warga digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang menimpa satu keluarga penjual bensin di Desa..
17 jam yang lalu

Indonesia Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Beritacenter.COM - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam Aksi kekerasan terhadap warga sipil..
21 jam yang lalu

Video Viral, Anggota DPRD Tabrak Polantas Saat Ditindak

Beritacenter.COM - Sebuah video anggota DPRD Maluku Utara (Malut)dari fraksi Gerindra nekat menabrak anggota Polantas..
21 jam yang lalu

KKP Amankan 4 Penyu Hijau Ukuran Besar Yang Hendak Dijual

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut..
1 hari yang lalu

Anggota TNI di Polewali Mandar Imbau Masyarakat Patuhi Protkes Jelang Idul Fitri

Beritacenter.COM , POLMAN- Mengingat Jelang Lebaran Idul Fitri, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo,..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Ambon, 50 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, terkait adanya..
1 hari yang lalu

Ini Sederet Kegiatan yang Bikin Ngabuburit di Rumah Aja Makin Seru

Beritacenter.COM - Bulan Ramadhan tahun 2021 ini masih diselimuti wabah virus Corona atau Covid-19. Alhasil,..
1 hari yang lalu

Kasus Pembakar Perawat Cantik di Malang Mulai Menemukan Titik Terang

Beritacenter.COM - Kematian seorang perawat cantik di Kabupaten Malang mulai menemui titik terang. Polisi menemukan..
1 hari yang lalu

Polisi Amankan Penumpang Bawa Surat Hasil Swab Palsu di Bandara Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jenderal Ahmad..
1 hari yang lalu

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

Sebetulnya sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak perlu berlebihan dengan arogansinya kepada Walikota Medan,Bobby..
1 hari yang lalu

Cerita Professor Ngambekan

Seorang profesor, seorang guru besar universitas, menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan gelar profesornya..
1 hari yang lalu

4 Keistimewaan Ibadah Puasa

Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam di seluruh dunia tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita...
1 hari yang lalu

Dulu Anggap KPK Sudah Tidak Aman, NB Mau Mundur eh Kini Takut Dipecat

Jujur saya tidak paham dengan apa yang diinginkan NB. Berawal dari kemunculan isu polisi Taliban vs polisi India...
1 hari yang lalu

GIGIH DAN BRANI !

Membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa.(Gibran)....Sebuah pameo kepemimpinan dilemparkan oleh Gibran..
1 hari yang lalu

Ingin Juara Liga Inggris, Chelsea Ingin Rekrut Jadon Sancho dan 2 Bintang Lain

Beritacenter.COM - Chelsea dikabarkan akan kembali jor-joran pada bursa transfer musim panas 2021. Tidak..
1 hari yang lalu

Jelang Lebaran, Harga Daging Capai Rp 150.000/Kg

Beritacenter.COM - Jelang hari raya Idul Fitri, beberapa bahan pokok mulai naik, salah satunya adalah daging. Harga..
1 hari yang lalu

3 Makanan yang Wajib Dihindari saat Sahur, Bikin Cepat Haus hingga Asam Lambung Naik

Beritacenter.COM - Memilih makanan dalam sahur sangat mempengaruhi kita dalam melakukan aktivitas saat berpuasa. Oleh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi