Minggu, 11 April 2021 - 02:53 WIB

Berkat Banjir, Dendam Kesumat ANIES KEPADA JOKOWI TERBONGKAR

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 24 Pebruari 2021 | 14:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Penulis : Asaaro Lahagu

Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mati-matian mengendalikan banjir. Pengerukan sungai, penggalian dan pelebaran sungai, normalisasi waduk dan pembebasan bantaran kali dari rumah-rumah liar dilakukan secara membahana.

Tetapi usaha Jokowi itu tidak maksimal. Ada satu kendala. Koordinasi, dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat yang saat itu dikendalikan oleh SBY dan Demokratnya berjalan macet.

SBY dan Demokratnya berbeda haluan politik dengan Jokowi. Jokowi yang dari PDIP-Megawati merupakan lawan politik dari Demokrat-SBY.

Jika SBY-Demokrat mendukung penuh Jokowi di DKI dan sukses, maka yang beruntung adalah Jokowi dan PDIP. Inilah intrik politik yang membuat DKI Jakarta menjadi korban.

Pengalaman Jokowi yang didera oleh intrik politik itu kemudian bersuara lantang. “Lebih mudah mengendalikan banjir dan membenahi kemacetan Jakarta bila dia menjadi Presiden”, ujar Jokowi dengan optimis lima tahun lalu, Februari 2014.

Menurut Jokowi, seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Lalu mengapa setelah menjadi Presiden, Jokowi terlihat tak bisa berbuat apa-apa membenahi Jakarta?

Ternyata pembiaran banjir di Jakarta adalah bagian dendam kesumat Anies dan kaum kadrun kepada Jokowi. Dendam kesumat Anies dan kaum kadrun itu disebabkan oleh empat hal.

Pertama, pemecatan Anies dari kursi Menteri Pendidikan oleh Jokowi, kedua, gagalnya Jokowi dilengserkan lewat kasus Ahok, ketiga pembubaran ormas HTI yang memukul impian pembentukan khilafah di Indonesia dan keempat pembubaran efpei.

Saya tidak akan fokus mengulas empat alasan dendam Anies dan pendukungnya di atas, tetapi saya fokus membahas dampak dari dendam Anies kepada Jokowi.

Dendam kesumat Anies dan pendukungnya itu membuat pembenahan Jakarta terkendala. Jika tahun 2012-2014 kendala ada di pemerintah pusat, kini justru kendala ada di pemerintah Pemprov DKI.

Sejak tahun 2017, gubernur DKI Jakarta bukan lagi Ahok. Padahal ketika Jokowi naik menjadi Presiden, ia mengharapkan Ahok yang tetap menjadi gubernur. Ahok sangat loyal kepada Jokowi.

Ketika Jokowi sukses menjadi Presiden, Ahok semasih gubernur DKI, pembenahan Jakarta dan pengendalian banjir sudah sangat terarah.

Dalam hal mengendalikan kemacetan, pembangunan MRT, LRT dan pengembangan bus Transjakarta, kebijakan three in one, penghapusan armada bus tua dan seterusnya sudah dimulai sejak era Jokowi dan diteruskan oleh Ahok.
Hasilnya MRT, LRT, Transjakarta, sudah sangat dinikmati saat ini.

Dengan perbandingan kebijakan soal penanganan macet, sampai sekarang ini Anies masih nol besar.
Anies hanya asyik dengan kebijakan ganjil-genapnya saja.

Terkait soal pendendalian banjir, kebijakan Jokowi-Ahok sudah dimulai ketika waduk-waduk dibangun, normalisasi sungai dan pemindahan penduduk dari bantaran sungai ke rumah-rumah susun dilakukan.

Namun ada dua rencana besar yang baru dan bahkan dimulai di era Jokowi-Ahok. yakni normalisasi kali Ciliwung dan pembuatan waduk super raksasa di Pantai Utara Jakarta.
Rencana Jokowi-Ahok kala itu adalah meminjam dana besar dari World Bank.
Lewat dana yang dipinjam dari World Bank, kampung-kampung kumuh di seluruh bantaran kali Ciliwung akan direvitalisasi total.

Warga yang tergusur akan diberikan rumah murah dan lapangan kerja yang memadai. Dana dari World Bank ini akan dikucurkan lewat jaminan pemerintah pusat kepada Pemprov DKI.

Lalu apa yang terjadi?
Belum sempat dana itu dicairkan, ternyata yang menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017 adalah Anis Baswedan, menteri pecatan Jokowi.
Anies saat maju menjadi cagub, aliran politiknya sudah berbeda total dengan Jokowi.
Anies kemudian tidak lagi meneruskan progam Jokowi-Ahok, tetapi sebaliknya ia menghentikan normalisasi sungai dan menggantinya dengan naturalisasi sungai.

Selama dua tahun Anies menjadi Gubernur, normalisasi sungai dihentikan.
Anies malah memangkas anggaran Rp 500 miliar untuk penanggulangan banjir dan mengalihkannya untuk program Formula E, ajang balap internasional yg tak kunjung terlaksana.
Anies dan pendukungnya paham bahwa setiap Jakarta banjir, maka pihak yang akan disalahkan adalah Jokowi sebagai Presiden.
Inilah niat jahat Anies kepada Jokowi sebagai bentuk balas dendam.

Ketika program normalisasi total kali Ciliwung digagalkan dan dicuekkan Anies, rencana besar Jokowi yang kedua juga gagal total. Jokowi-Ahok sudah merencanakan program tanggul raksasa sebagai solusi total mengatasi banjir. Seiring dengan tanggul raksasa, maka program reklamasi Pantai Utara Jakarta juga akan dibangun besar-besaran.

Jokowi bermimpi bahwa ketika program kali Ciliwung berhasil dilakukan, maka air akan mengalir langsung ke waduk super raksasa yang ada pada proyek reklamasi. Dari sana akan dipompa oleh puluhan bahkan ratusan mesin pompa raksasa ketika musim hujan tiba. Namun ketika musim kemarau, air waduk akan diolah menjadi sumber bahan baku air bersih.

Lalu apa yang terjadi?
Lagi-lagi terkendala oleh dendam kesumat Anies Baswedan. Anies selaku penguasa DKI dengan berlindung di balik Undang-undang otonomi daerah berhak membatalkan proyek reklamasi dan membuang ke tong sampah ide waduk super raksasa Jokowi-Ahok.

Bukan hanya membuang ide pompa raksasa ke laut, Anies malah memunculkan ide "super dungu" bahwa air hujan itu harus dimasukkan ke bumi lewat vertical drainase atau lubang resapan. Hasilnya gagal total.

Lagi-lagi warga DKI Jakarta, menjadi korban dendam Anies dan kaum kadrun kepada Jokowi.
Ternyata jika normalisasi kali Ciliwung, pembuatan waduk super raksasa Pantai Utara Jakarta sukses dan didukung total Anies, maka yang dipuji habis adalah Jokowi.
Hal ini sama sekali tidak diterima oleh Anies dan pendukungnya.

Janji Jokowi bahwa pembenahan Jakarta akan lebih mudah ketika ia menjadi Presiden gagal ditepati. Ternyata janji Jokowi itu hanya bisa terlaksana, bila Ahok yang tetap menjadi gubernur dan bukan Anies.
Anies malah sengaja menghalangi janji Jokowi itu agar tidak pernah bisa ditepati untuk memuaskan dendam kesumatnya.

Jelas demi dendam kesumatnya kepada Jokowi, Anies rela membuat Jakarta tenggelam karena banjir. Anies tidak ingin membuat Jakarta bebas dari banjir. Anies bahkan senang jika Jakarta banjir karena ia bisa mengejek habis Jokowi.
Hanya Anies yang bisa mengatasi banjir jika ia menjadi Presiden tahun 2024 mendatang.

Jadi sekarang berkat banjir, dendam kesumat Anies kepada Jokowi terbongkar.
Warga Jakarta dan seluruh rakyat Indonesia bisa melihat sendiri dampak dari dendam kesumat Anies dan pendukungnya itu kepada Jokowi.

Jakarta tenggelam.
Rasakan sendiri.

Penulis : Asaaro Lahagu





#Anies Baswedan #Gubernur terbodoh #Anies Gubernur Terbodoh #Anies Gubernur Pembohong #Gubernur Pembohong #Anies #Jakarta Banjir #Jakarta Banjir Lagi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 jam yang lalu

Pemotor di Lumajang Tertimpa Batu Besar Imbas Gempa Malang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tertimppa batu besar akibat gempa berkekuatan 6,7..
9 jam yang lalu

Detik-Detik Robohnya Patung di Wahana Batu Secret Zoo Akibat Gempa Malang

Beritacenter.COM - Pasca-gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Malang, Jawa Timur, beredar sebuah video..
11 jam yang lalu

Getaran Gempa 6,7 Magnitudo di Malang Terasa Kuat hingga ke Bali

Beritacenter.COM - Gempa dengan kekuatan 6,7 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dirasakan..
12 jam yang lalu

Dihantam Gempa 6,7 Magnitudo, Perkantoran-Masjid di Malang Rusak Parah

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Malang, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah..
13 jam yang lalu

Soal Vaksin, Indonesia Terbaik Se Asia Pasifik

Indonesia Pernah Dibully sebagai Kelinci Percobaan Vaksin Sinovac. Sekarang Dipuji Terbaik se-Asia Pasifik. Upaya..
14 jam yang lalu

Pertarungan AHY VS Moeldoko Berlanjut

Banyak orang membilang kubu Moeldoko akan menggugat kubu AHY di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan objek..
15 jam yang lalu

Rebut TMII Dari Tangan Cendana, PDIP : Hebat Jokowi Berhasil Selamatkan Aset Negara Yang Dikuasai Keluarga Soeharto

Beritacenter.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendapatkan..
16 jam yang lalu

Inilah 4 Cara Atasi Bau Mulut di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Bau mulut di pagi setelah bangun tidur memang sangat menganggu aktivitas kita sehingga kita tidak..
17 jam yang lalu

Warga Digemparkan Penemuan Jasad Pemuda Membusuk di Kuburan China

Beritacenter.COM - Warga Kelurahan Deli Tua Timur Kecamatan Delitua digemparkan dengan adanya penemuan sesosok mayat..
18 jam yang lalu

Diduga Masalah Warisan, Seorang Gadis di Bekasi Nekat Gantung Diri

 Beritacenter.COM - Seorang gadis berinsial W (24) ditemukan tewas dalam posisi tergantung di rumah kontrakan..
19 jam yang lalu

Akhir Pekan, Hujan Akan Guyur DKI Jakarta pada Siang dan Dini Hari

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah di Ibu Kota Jakarta akan diguyur hujan pada akhir pekan, Sabtu (10/4/2021)..
1 hari yang lalu

Pemerintah Atur Skenario Vaksinasi Covid-19 Selama Ramadhan

Beritacenter.COM - Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan..
1 hari yang lalu

Lipi Sebut Vaksin Merah Putih Siap Diuji ke Manusia Awal 2022

Beritacenter.COM - Pengembangan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri terus dilakukan. Salah satunya Vaksin Merah..
1 hari yang lalu

Tak Cekatan Tangani Bencana, Kepala BPBD NTT Dicopot dari Jabatan

Beritacenter.COM - Bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang menerpa sejumlah..
1 hari yang lalu

Jokowi Tak Ajak KPK Tagih Utang BLBI Rp 108 Triliun

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021, membentuk Satgas..
1 hari yang lalu

Gempa Darat M 4,5 Guncang Pidie Jaya Aceh

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 4,5 mengguncang Pidie Jaya, Aceh pada Jumat (9/4/2021), pukul 22.14. Pusat gempa..
1 hari yang lalu

Resahkan Warga, 6 Bocah yang Nyamar Jadi Pocong Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - MN (16) pelajar asal Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Blitar digelandang ke Mapolsek..
1 hari yang lalu

Kunjungi Korban Banjir Desa Nele NTT, Jokowi : 56 Warga Meningga, 1 Belum Ditemukan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi warga korban bencana banjir bandang di Desa Nele, Flores..
1 hari yang lalu

Wapres Ma'ruf: Tarawih itu Sunah, Jaga Diri dari Penularan Covid-19 Wajib

Beritacenter.COM - Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin mengimbau kepada masyarakat yang berada di zona merah..
1 hari yang lalu

Bukan 'LALAPAN' Biasa ! Ternyata Daun Kemangi Bisa Cegah Penyakit Jantung-Kanker

Beritacenter.COM - Daun kemangi mungkin lebih dikenal sebagai lalapan yang menambah cita rasa makanan yang disantap...
1 hari yang lalu

KKB Papua Berulah Lagi, Tembak Guru SMP di Beoga hingga Tewas

Beritacenter.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penembakan terhadap seorang guru SMP di..
1 hari yang lalu

Bill Gates Buka Suara Usai Tuai Kritikan Karena Punya Tanah Seluas Hong Kong

Beritacenter.COM - Land Report dalam laporannya menyebut Bill Gates sebagai pemilik lahan pertanian terbesar di..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi