Selasa, 13 April 2021 - 05:56 WIB

Gudang Beku dari KKP Bikin Pengolah Ikan di Subang Bangkit Melawan Pandemi

Oleh : Anas Baidowi | Minggu, 28 Pebruari 2021 | 10:49 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sempat terdampak pandemi hingga melakukan pengurangan tenaga kerja dan produksi, Kelompok Aroma Jaya mampu bangkit setelah menerima bantuan cold storage atau gudang beku berkapasitas 30 ton dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Bahkan, kelompok UMKM pengolahan ikan asin dan pemindangan yang berlokasi di Dusun Kertamukti, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, tersebut, kini mampu menjaga kesegaran mutu ikan, baik masih berupa bahan baku maupun hasil olahan menjadi lebih bagus.

"Ketersediaan bahan baku bisa disimpan dan tidak terpengaruh oleh musim termasuk ada pandemi atau tidak," kata Ketua Kelompok Aroma Jaya, Carman Bin Iksan, Minggu (28/2/2021).

Carman menambahkan, bantuan gudang beku dari PDSPKP juga berdampak pada peningkatan produksi. Bahkan anggota kelompok menjadi lebih percaya diri memanfaatkan peluang karena pasarnya yang kian terbuka. Tak hanya itu, konsistensi dan keberlanjutan usaha pun kini lebih terjamin.

"Pelaku usaha perikanan mulai dari para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis ini lebih terjamin mendapatkan manfaat karena meningkatnya kelancaran bisnis pengolahan setelah mendapatkan bantuan Gudang beku," ujarnya, bangga.

Manfaat tersebut bukan hanya ocehan belaka. Carman menyontohkan, harga ikan kapasan yang semula Rp34 ribu/kg, kini menjadi Rp36 ribu/kg. Hal serupa pada ikan japuh yang semula Rp18 ribu/kg, ikan tembang Rp17 ribu/kg dan ikan layang Rp24 ribu/kg, kini masing-masing Rp20 ribu/kg, Rp19 ribu/kg dan Rp27 ribu/kg.

"Harganya jadi bagus karena mutu dan kualitasnya terjaga, ikan juga tidak rusak setelah kita simpan di gudang beku, dan jarak pembeli ke lokasi gudang beku semakin dekat," sambung Carman.

Terkait bantuan cold storage portable ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari stimulus penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 yang diberikan untuk menghindari penurunan kualitas/mutu dan harga ikan yang drastis di tingkat nelayan atau pembudidaya.

"Tujuannya untuk menjamin tersedianya pasokan bahan baku bagi UMKM pengolahan ikan sekaligus konsumsi ikan," terang Menteri Trenggono.

Melalui sarana penyimpanan beku ini, Menteri Trenggono berharap bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kelebihan produksi saat musim puncak sekaligus menjaga harga agar tetap stabil di tingkat nelayan serta dapat menjamin ketersediaan ikan pada saat musim paceklik dengan harga yang terkendali. "Dengan demikian diharapkan dapat menguatkan dan meningkatkan peranan UMKM sektor kelautan dan perikanan sekaligus membangun rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan," sambung Menteri Trenggono.

Sementara Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti mengapresiasi kerja keras Kelompok Aroma Jaya. Dia berharap bantuan yang sudah diberikan menjadi stimulus dan penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Terlebih Kelompok Aroma Jaya Blanakan yang memiliki usaha dibidang pengolahan dan pemasaran ikan asin, bisa memproduksi 2-3 ton/hari saat musim ikan dan 4-5 ton/hari saat musim ikan. Produk olahan ikan dikemas dalam dus dan dijual rata-rata 5 kwintal/hari untuk tujuan pasar lokal sekitar Pamanukan, Subang, Purwakarta, Cikampek, dan 2 kali seminggu dikirimkan untuk agen pedagang grosir dan eceran di Bandung, Bogor, Cianjur, Garut, dengan varian minimal 2-3 jenis olahan per pengiriman.

"Saya kira yang begini patut diteruskan. Perluasan pasar akan berbanding lurus dengan kesejahteraan anggotanya. Itulah kenapa kita tidak ragu untuk salurkan bantuan ini," jelas Artati.

Artati mengaku prihatin, sebelumnya dia mendengar laporan bahwa kesegaran bahan baku dan hasil olahan Kelompok Aroma Jaya tidak bisa bertahan lama, atau hanya bertahan 3 hingga 4 hari. Alhasil produksi tidak bisa dimaksimalkan serta sering mengalami kerugian kerusakan produk karena tidak segera terjual.

"Kami mendengar, saat cuaca buruk pasokan bahan baku sangat kurang dan tidak punya cadangan bahan baku sehingga produksi olahan sangat sedikit. Semoga dengan banutan ini, kelompok Aroma Jaya bisa semakin maju," tandasnya.

Sebagai informasi, Kelompok Aroma Jaya Blanakan memiliki 10 orang anggota, adapun dalam proses pengolahan ikan, kelompok ini memiliki 6 orang tenaga kerja tetap yang melakukan proses penjemuran dan penggaraman, serta 20-30 orang tenaga harian lepas yang melakukan proses penyiangan.

Sedangkan jumlah tenaga kerja dalam mengoperasionalkan gudang beku sebanyak 12 orang terdiri dari manager sebanyak 1 orang, teknisi sebanyak 2 orang, dan tenaga bongkar muat sebanyak 3 orang. Penerima manfaat langsung dari gudang beku sebanyak 50 orang yang merupakan anggota kelompok, para pengolah yang bermitra dengan kelompok, pembeli pedagang grosir produk kurang lebih 30 orang yang utamanya berasal dari masyarakat sekitar di Subang.





Fokus : KKP


#Berita Center #KKP


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Terpaksa Santap Sahur dengan Mie, Ini Saran Dokter Gizi Agar Tak Cepat Lapar!

Beritacenter.COM - Tak jarang beberapa orang kerap terbangun kesiangan untuk makan sahur. Tak sempat masak, mi instan..
3 jam yang lalu

Penembakan Menimpa Petugas Jaga di Depan Rumah Sakit di Paris, 1 Tewas, 1 Terluka

Beritacenter.COM - Aksi penembakan brutal dilaporkan terjadi di depan rumah sakit di Paris, Prancis. Seorang pria..
4 jam yang lalu

Kebakaran Pasar Inpres Jaksel Berhasil Dipadamkan, 392 Kios Hangus Terbakar

Beritacenter.COM - Kebakaran yang menghanguskan sejumlah lapak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, telah berhasil..
5 jam yang lalu

Kapolri ke Satgas Nemangkawi : Tindak Tegas Para Pengganggu, Kita Semua Cinta Papua!

Selalu solid dan selalu sinergi untuk menjaga wilayah kita yang tercinta berada di ujung timur, yakinkan bahwa kita semua cinta Papua
6 jam yang lalu

Pasangan Selingkuh Terjaring Razia di Magetan, Pakai Sabu Demi Gairah Seks

Beritacenter.COM - Pasangan selingkuh kedapatan membawa sabu diamankan jajaran Polres Magetan. Pasangan selingkuh..
7 jam yang lalu

Wagub NTT Pastikan Sudah Tak Ada Wilayah yang Terisolasi Pasca Bencana

Semua desa yang terdampak bencana sudah dijangkau oleh Satgas Bencana Siklon Tropis Seroja, tidak ada lagi desa yang terisolir
8 jam yang lalu

Belagak Jadi Koboi, Nyali Pria yang Umbar Tembakan di Bandung Ciut Usai Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Ervin Renindhita (33), pria yang berlagak jadi koboi dengan menembakkan pistol di Pasar Induk..
8 jam yang lalu

Pemprov DKI Bolehkan Restoran Buka Sampai 22.30 WIB, Live Music Dilarang!

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang waktu operasional untuk restoran, sebagaimana..
8 jam yang lalu

Survei Kinerja Wapres Ma'ruf Amin Rendah, Jubir: Wajar, Ban Serep

Beritacenter.COM - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Wakil..
9 jam yang lalu

Jadi Faktor Penting Penetapan Awal Ramadhan, Ini Penjelasan Hilal Secara Ilmiah

Beritacenter.COM - Faktor penting dalam Sidang Isbat yang menjadi dasar penetapan awal Ramadhan 2021, yakni..
9 jam yang lalu

Kebakaran di Pasar Inpres Jaksel, 9 Unit Damkar Dikerahkan

Beritacenter.COM - Kebakaran terjadi di Pasar Inpres, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta..
10 jam yang lalu

Tolak Hakim Skors Sidang hingga Salat Tarawih Usai, HRS: Itu Sunah

Beritacenter.COM - Sidang perkara Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus kerumunan di Petamburan sempat akan diskors..
10 jam yang lalu

BREAKING NEWS: 1 Ramadhan 1442 H Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Beritacenter.COM - Pemerintah telah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa 13 April..
11 jam yang lalu

Jelang Ramadhan, Ribuan Botol MIras di Bantul Dimusnahkan

Beritacenter.COM - Menjelang bulan ramadhan, sebanyak 1.933 botol minuman beralkohol dari berbagai merk dimusnahkan..
11 jam yang lalu

4 Bahaya Minum Sambil Berdiri untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kebiasaan minum sambil berdiri dianggap tidak sesuai dengan norma kesopanan yang ada di..
12 jam yang lalu

PBNU Terbitkan Panduan Ibadah di Bulan Ramadhan

Beritacenter.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan panduan bagi seluruh pengurus Nahdlatul Ulama,..
12 jam yang lalu

Tangkap Lima Kapal Asing Pencuri Ikan di Laut Natuna Utara, KKP Ungkap Modus Baru Pelaku

BeritaCenter.COM - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan..
12 jam yang lalu

Guru Ngaji di Bandung Cabuli 6 Anak Muridnya

Beritacenter.COM - Seorang guru ngaji tega mencabuli anak muridnya sendiri yang berada di lingkungan masjid...
13 jam yang lalu

Moeldoko Turun Gunung Cek Masa Transisi Pengambilalihan Pengelolaan TMII

Beritacenter.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengunjungi Taman MIni Indonesia Indah (TMII), Jakarta...
13 jam yang lalu

Warga Dihebohkan Ular Piton 2 Meter Masuk Peternakan Ayam

Beritacenter.COM - Warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dihebohkan dengan ular piton sepanjang 2 meter di dalam..
13 jam yang lalu

Selain Menyegarkan, Tenyata Cincau Miliki 11 Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Kamu pasti tahu cincau kan? Ya, daun-daunan yang satu ini biasa diracik menjadi minuman yang..
14 jam yang lalu

Bus TransJakarta Tabrak Pejalan Kaki di Senen, Korban Tewas di Tempat

Beritacenter.COM - Sebuah bus TransJakarta menabrak seorang pejalan kaki di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pagi..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi