Sabtu, 25 September 2021 - 10:47 WIB

Menalar Langkah Presiden ilustrasi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 06 Maret 2021 | 11:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Karto Bugel

Seandainya Presiden Afghanistan melegalkan opium diperdagangkan pada beberapa wilayah tertentu dengan alasan tertentu pula, kira-kira siapa yang akan berteriak marah?

Taliban. Itu pasti.


Kenapa? Apakah karena itu barang terlarang oleh agama?

Bila demo besar terjadi, pasti narasi bahwa itu merupakan barang tak baik dan dilarang bagi agama pasti akan mereka pakai.

Namun bagaimana bila fakta berbicara bahwa pada tahun 2016 saja, Taliban mendapat keuntungan lebih dari 40 triliun rupiah atas transaksi opium yang mereka perdagangkan?

Dan mereka bilang itu halal dengan alasan mereka sedang berperang. Nanti, setelah tak ada perang lagi, penjualan itu akan mereka hentikan. Itu alasan yang mereka sampaikan pada wartawan BBC.

Minuman keras pada sisi yang lain, adalah produk yang juga dilarang oleh agama. Dengan sedikit perbedaan karena pada banyak negara minuman beralkohol ini sering dibuat legal, hukum tak seketat pada jenis narkoba diberlakuka.

Namun ini masuk dalam bisnis tertutup. Hanya orang tertentu boleh melakukan bisnis tersebut dan ini pun dengan persyaratan ketat.

Biasanya, terkait dengan orang-orang kuat dan dekat dengan penguasa. Biasanya, mereka juga didukung oleh aparat.

Pada tahun 1990an, PT Arbam*** didirikan karena itu dipakai bagi legalitas bisnis keluarga kayu harum. Bukan menjadi distributor atau importir, lebih hemat lagi PT itu hanya jualan sticker sebagai penanda saja. Botol miras yang ditempel sticker itu, berarti sah. Berarti tak mungkin kena rasia.

PT itu dibuat demi bisnis minuman keras dan penguasa berdiri di belakang kepentingan besar ini. Monopoli.

Siapa pemain dan pemegang bisnis itu saat ini, seharusnya tak jauh dari mereka yang punya akses atas kekuasaan. Sangat mungkin masih pada orang-orang pada kelompok itu.

Yang jelas ketika googling PT Sarinah adalah pemain utamanya. Namun benarkah hanya dia, siapa yang tahu?

Perpres No 10 tahun 2021 dimana sebagian klausul adalah tentang pengaturan investasi bagi produk minuman beralkohol dan itu diutamakan pada wilayah Bali, NTT dan Papua pasti terkait dengan isu sensitive.

"Apa yang ditakutkan oleh pemain lama?"

Ada aturan tentang besaran investasi dengan minimal jumlah adalah 10 miliar rupiah di luar investasi tanah dan pabrik, tentu bukan jumlah yang besar.

Artinya, investor pembuatan minuman keras beralkohol itu dengan mudah akan dapat menuhi syarat tersebut.

Anggap saja pabrikan Jack Daniels, Black Label atau produk wine dari Perancis tertarik, bukankah Bali adalah pasar luar biasa? Dan ketika mereka punya kesempatan berproduksi di Bali misalnya, bukankah produk mereka akan mematikan bisnis para importir?

Pasar bagi produk itu pada hotel di Jakarta, Bandung dan banyak kota besar di Indonesia pasti terangkut.

Siapa yang terimbas langsung? Pasti pemain lama itu to?

"Trus kenapa pak Jokowi mencabutnya kalau itu memang menguntungkan negara?"

Kita tak pernah tahu. Kita hanya bisa menebak kemana itu harus menjadi logis.

Yang jelas, pasti bukan tes ombak seperti banyak orang memberikan komentar sebagai pintarnya Presiden menjebak mereka yang siap demo dan namun batal.

Ga kegatelan juga seorang Presiden bikin pengumuman hari ini dan kurang dari sebulan kumudian dibatalkan hanya demi senang mereka terjebak.

Sepertinya, ada hal besar. Bahwa mungkin alasan masuk akal adalah demi kondusif suasana, itu sangat bisa diterima.

Bukankah reaksi positive dari para pendukung tak terlalu menggema seperti kebiasaan setiap beliau membuat perpres?

Sangat mungkin, dengan dibatalkannya apa yang sudah diumumkan, aturan terhadap 4 privinsi itu tak lagi menjadi acuan, namun sebagai usaha terbuka, tetap berlaku sesuai Prepres tersebut.

Karena klausul yang dibatalkan itu mengatur tentang boleh pada 4 provinsi, sangat mungkin kini investasi boleh dilakukan di mana saja. Ini alasan paling logis.

"Ya silahkan saja. Buktinya selama ini ga ada kan yang mau inves pada bidang itu?"

Dulu iya..

kenapa? Pertama, dia bersifat tertutup. Ke dua, pasti akan digrebek oleh mereka yang berbaju daster. Dulu mereka sangat perkasa bukan?

Namun, pasukan dan juga afiliasinya itu kini telah dibubarkan. Siapa pun demo dengan bendera seperti itu, apalagi menggerebek dengan kekerasan, pasti berhadapan dengan tegas aparat. Aparat punya alasan terhadap aksi mereka yang sudah dibubarkan.


Artinya, mereka yang mendesak Presiden untuk membatalkan apa yang sudah diumumkanmya, tak akan mendapat apa yang mereka ingin.

Sangat mungkin pula bila dalam waktu dekat ini, sepertinya Presiden akan mulai dicerca atas sikap plin plannya. Tak masalah. Mereka justru semakin masuk dalam jebakan.

Presiden punya UU yang memerintahkannya, yakni UU Ciptaker.


.

.

RAHAYU

.


Karto Bugel

 





Fokus : Perpres Investasi Miras


#Perpres Investasi Miras #Investasi Miras #Perpres Investasi Miras Dicabut Jokowi #Perpres Investasi Miras Dibatalkan Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






47 menit yang lalu

Matthijs de Ligt Jadi Target Utama Chelsea

Beritacenter.COM - Chelsea dilaporkan akan mempertimbangkan untuk bek tengah Juventus, Matthijs de Ligt, setelah..
1 jam yang lalu

Jangan Disepelekan, Inilah Manfaat Konsumsi Telur Setengah Matang dan Bahayanya yang Wajib Diketahui

Beritacenter.COM - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan nutrisi. Dalam sebutir telur, terdapat..
2 jam yang lalu

Bejat !! Iming - Imingi Uang Rp25 Ribu, Kakek ini Tega Setubuhi Bocah 13 Tahun hingga Hamil

Beritacenter.COM - Seorang kakek bejat berinisal MTA (58) warga Kota Mataram tega menstubuhi gadis berusia 13 tahun..
3 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Diguyur Hujan Siang dan Malam

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta akan..
10 jam yang lalu

Barcelona Dikabarkan Tertarik Rekrut Penyerang Arsenal

Beritacenter.COM - Barcelona dikabarkan telah memasukkan nama penyerang Arsenal, Alexandre Lacazette, dalam daftar..
11 jam yang lalu

5 Manfaat Kesehatan Luar Biasa yang Bisa Diperoleh dari Belimbing Wuluh

Beritacenter.COM - Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya dengan berbagai jenis buah-buahan. Sejumlah buah..
12 jam yang lalu

4 Rekomendasi Camping Ceria di Daerah Bogor untuk Akhir Pekan

Beritacenter.COM -Tempat camping ceria (campcer) di daerah Bogor setiap akhir pekan selalu dipadati wisatawan. Namun..
12 jam yang lalu

Viral Dimedsos, 2 Gadis Baku Hantam di Pinggir Jalan Gara - gara Rebutan Pacar

Beritacenter.COM - Dua orang remaja putri di Pangkep, Sulawesi Selatan, baku hantam di pinggir jalan sehingga viral..
13 jam yang lalu

Polisi Ringkus 9 Pengedar Narkoba Jaringan Sumatera - Jawa

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polresto Metro Jakarta Barat menangkap sembilan orang pengedar narkotika jenis ganja..
13 jam yang lalu

Kabar Baik !! Bocah Pendaki yang Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Selamat

Beritacenter.COM - Seorang pendaki bernama M Gibran (14) yang hilang misterius ditemukan selamat di Gunung Guntur..
14 jam yang lalu

Pernah Disebut 'Beras Terlarang', Ini 10 Manfaat Menakjubkan Beras Hitam untuk Tubuh dan Wajah

Beritacenter.COM - Belum banyak yang tahu jika manfaat beras hitam gak hanya bagus untuk tubuh saja. Beras yang..
14 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pedagang Besar Obat Keras di Indramayu

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Indramayu menangkap pedagang obat keras dan terlarang. Pelaku mendapatkan..
15 jam yang lalu

UPDATE Kasus Covid -19 Hari Ini Bertambah 2.557 Sehari, Ini Wilayah Paling Banyak

Beritacenter.COM - Kasus Covid -19 di Indonesia mengalami peningkatan. Terupdate pada 24 September 2021 kasus..
15 jam yang lalu

Mantap! Indonesia Duduki Peringkat ke-6 Vaksinasi Terbanyak di Dunia

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Indonesia berhasil mengamankan pasokan vaksin..
16 jam yang lalu

Perkosa Gadis 15 Tahun Secara Bergilir, 28 Pemuda Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi India berhasil menangkap sebanyak 28 orang pemuda di Kota Mumbai lantaran diduga memperkosa..
17 jam yang lalu

Pemkot Bogor Akan Gelar PTM Serentak pada 4 Oktober Mendatang

Beritacenter.COM - Dinas Pendidikan Kota Bogor berencana membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara..
17 jam yang lalu

Bejat ! Buruh Serabutan di Karawang Cabuli Bocah 6 Tahun hingga Histeris

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial RCD alias Sroyong (23) harus berurusan dengan polisi usai dilaporkan..
18 jam yang lalu

Ditpolair Baharkam Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster di Muara Baru Jakut

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengagalkan penyelundupan benih lobster di Pelabuhan Muara..
18 jam yang lalu

Polisi Terus Selidiki 3 Aktor Pose Bugil di Wisata Tebing Koja

Beritacenter.COM - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait aktor di balik foto bugil di lokasi wisata Tebing..
19 jam yang lalu

Kepergok Perkosa Anak Kandung, Ayah di Sumut Babak Belur Dihajar Warga

Beritacenter.COM - Seorang ayah di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dihajar warga usai kepergok memperkosa..
20 jam yang lalu

Jokowi : Pandemi Tak Bisa Diprediksi Kapan Berakhir, Tapi Penyebaran Bisa Kita Kendalikan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat jika pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi..
20 jam yang lalu

HARU BERSAMA SEMESTA

(Presiden Jokowi sedang melepas tukik-tukik bersama anak-anak di pantai Kemiren, Griya Tegalsari, Cilacap..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi