Minggu, 24 Oktober 2021 - 12:36 WIB

Politik Santet Partai Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:14 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Belum usai polemik dualisme kepemimpinan dalam tubuh Partai Demokrat, kini publik kembali digemparkan oleh isu mengenai politik santet. Isu yang sedang menghangat ini, digulirkan oleh Iti Octavia Jayabaya. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten, sekaligus Bupati Lebak. Iti Jayabaya tengah menjadi bahan perbincangan masyarakat setelah pernyataannya yang hendak mengirim santet atau sihir Banten kepada Moeldoko, Ketua Umum yang ditetapkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 5 Maret 2021.

Pernyataan Iti Jayabaya, semakin menaikkan suhu politik yang tidak hanya memanas di internal Partai Demokrat, melainkan juga politik nasional. Meski niatan untuk menyantet Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko itu telah diklarifikasi olehnya, namun tidak layak dan tidak tepat seorang wanita berhijab yang tampak anggun, seorang pejabat pemerintahan, dan seorang elite politik, mengatakan hal-hal yang bernuansa mengancam dengan cara mengerikan dan pecundang seperti itu.

Ini persoalan politik, bukan permasalahan yang menyangkut pribadi atau individu. Ekspresi itu tidak pantas terlontar dari seorang pelayan masyarakat. Marah dan kesal boleh saja, tapi sangat tidak patut berbicara hal-hal yang tidak semestinya diucapkan, karena akan menjadi bola liar yang sangat berbahaya. Generasi mendatang yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, dibuatnya semakin tidak rasional lantaran pernyataan Iti Octavia Jayabaya, bernada mengancam dengan santet dalam manuver politiknya.

Jika niatan Iti Jayabaya untuk menyantet Moeldoko adalah bentuk ekspresi, saya pun mempertanyakan hal-hal berikut sebagai bentuk ekspresi saya: lalu di mana hasil dari ritual ibadah—seperti shalat, puasa, dan lainnya—yang terimplementasi dalam etika dan moralitas orang beriman, yang selalu kita dengungkan selama ini? Apa memang keadaan sosial masyarakat Banten yang akrab dengan dukun santet dalam keseharian, dimanfaatkannya pula oleh Iti Jayabaya dalam meraih simpati publik agar secara politik dapat berkuasa?

Dalam masyarakat manapun tidak ada yang tidak pernah bersinggungan atau konflik dengan orang lain. Demikian juga yang terjadi dalam internal Partai Demokrat, terlepas dari dinamika dan latar belakang yang terjadi. Salah satu efek dari konflik bisa berujung pada tindak kekerasan terhadap personal maupun kelompok masyarakat, seperti yang terjadi di Banyuwangi pada peristiwa pembantaian dukun santet dan aksi terorisme kepada Nahdlatul Ulama (NU), dan PDI-P dengan apa yang disebut Operasi Naga Hijau dan Naga Merah pada tahun 1998.

Dampak dari isu politik dukun santet begitu luar biasa. Banyuwangi sebagai kota dengan basis masyarakat dan santri NU, sengaja dipilih untuk menaikkan geger aksi dukun santet dengan motif politik. Banyak kiai dan santri NU dituduh dukun santet sehingga diserang dan dibunuh oleh orang-orang yang berpakaian seperti ninja.

Maka peristiwa itu dikenal dengan “Operasi Naga Hijau” karena pembantaian terhadap kiai-kiai NU. Dan itu tidak hanya terjadi di Banyuwangi, di sejumlah daerah di daerah lain seperti Situbondo juga terjadi. Di Jawa Tengah terjadi di Rembang dan kota lainnya. Di Jawa Barat, Tasikmalaya dan kampung saya di Cirebon, juga ramai ketika isu Ninja itu hingga banyak dari saudara, kerabat, dan teman-teman saya berjaga dan berkeliling untuk menjaga situasi kampung yang ketika itu sangat mencekam. Sahabat-sahabat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pun turut sibuk berkeliling menjaga rumah dan pondok-pondok pesantren yang menjadi basis NU.

Teror terhadap kiai-kiai NU yang dituduhkan sebagai dukun santet itu memang kental dengan motif politik di era Orde Baru sebelum jatuhnya Soeharto. Karena pada saat itu menjelang Pemilu 1999 dengan isu kesenjangan sosial dan SARA. Mereka yang mengenakan ninja, yang berusaha membunuh para kiai NU seperti sudah sangat terlatih. Banyak anggapan secara subjektif bahwa mereka bagian dari tentara dan aparat negara. Tentu saja hal itu sudah terpola dan terorganisir dengan baik.

Menurut Jason Brown dalam bukunya Perdukunan, Paranormal, dan Peristiwa Pembantaian (1998), peristiwa ini menyasar tempat-tempat ibadah dan fasilitas warga NU, dengan tujuan memecah belah NU dan bangsa Indonesia. Jumlah korban tewas sekitar 250. Insiden tersebut juga untuk memancing dan mengoyak warga NU. Tujuan lain dari operasi ini adalah untuk memecah suara warga NU agar tidak solid dalam dukungan kepada instansi politik tertentu.

Dalam disertasi berjudul Pembunuhan Dukun Santet di Banyuwangi: Studi Kekerasan Kolektif dalam Perspektif Konstruktivistik, di Universitas Airlangga, Sukidin menulis setidaknya ada empat hal yang bisa dipakai untuk mengurai benang kusut yang terjadi di Banyuwangi, yaitu (1) motif dendam sosial, (2) motif iri hati dan fitnah, (3) modus massa terorganisir, dan (4) modus pembunuhan massa spontan, (tirto.id). Dengan motif dendam kepada dukun santet, fitnah yang terorganisir oleh massa yang juga secara spontan, begitu efektif dalam menghabisi kiai-kiai NU.

Operasi Naga Merah juga terjadi di Banyuwangi. Berbeda dengan NU, kali ini sasarannya adalah PDI-P yang akan mengadakan Kongres di Bali. Pendukung Megawati Soekarno Putri yang ingin menghadiri Kongres di Bali melalui jalur darat, tentunya melewati Banyuwangi. Dengan demikian, geger santet ini dikenal sebagai Operasi Naga Merah.

Belum lagi Operasi Naga Hijau II yang terjadi di Jember, Probolinggo, dan Lumajang juga bagian dari upaya pemecahbelahan warga NU menjelang Pemilu Tahun 2004. Hal ini semakin memperkuat dugaan sejarah sebelumnya yang semakin mendekati kebenaran. PDI-P sebagai lawan politik Orde Baru dan NU sebagai organisasi yang menjadi kekuatan sosial independen. Keduanya menjadi kelompok ideologis yang populis, yang dapat mengancam kekuatan Orde Baru. Meski NU tidak berpolitik seperti halnya PDI-P karena telah kembali ke khittah 1926, akan tetapi kekuatan dan soliditas warga NU, tentu mengandung muatan politik yang dapat mengimbangi negara.

Jadi, dalam konteks ini Iti Octavia Jayabaya hendak menjadi pemain politik ulung dengan memainkan isu santet, atau ingin menjadi korban Moeldoko dari isu ditimbulkan dirinya sendiri? Marah boleh, akan tetapi mestinya tahu batasan dan dapat mengontrol ucapan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Apalagi ini hanya persoalan internal partai.

Saya kira Iti Jayabaya perlu lebih banyak literasi mengenai politik santet, sehingga tidak menjadi preseden buruk terhadap Partai Demokrat, partai yang menjadi pemenang Pemilu dua periode. Selain itu, Iti Jayabaya juga semestinya lebih berhati-hati dalam kata-kata yang mengandung provokasi yang bernada ancaman. Apalagi semua elemen bangsa ini tengah menghadapi Pandemi Covid-19. Tidaklah elok, seorang pelayan rakyat terucap kata-kata dalam mulut manisnya yang, membuka luka lama dan trauma sejarah yang dialami ulama-ulama kita.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#AHY #Moeldoko #AHY Akan Digulingkan #Demokrat Kudeta AHY #SBY DAN AHY #Santet ke Moeldoko #Satet Ala Demokrat


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Rumah Ambruk Timpa Ibu-Anak di Jakbar, Damkar : Ibu Peluk Bayinya saat Tertimbun

Beritacenter.COM - Nahas, nasib menimpa seorang ibu dan bayinya berusia 4 bulan di Jakarta Barat. Ibu-anak itu..
2 jam yang lalu

Elon Musk Digadang-gadang Bakal Jadi Triliuner 'Dolar' Pertama Dunia

Beritacenter.COM - Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk, digadang-gadang bakan menjadi triliuner pertama di dunia. Dimana..
4 jam yang lalu

Pemprov DKI soal Rapor Merah LBH Terkait Penggusuran Era Anies : Itu Penertiban!

Yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan penertiban terhadap pelanggaran aturan daerah dalam menjaga ketertiban kota..
4 jam yang lalu

Tawuran Warga Kembali Terjadi di Makassar, 1 Orang Terluka Kena Anak Panah

Beritacenter.COM - Aksi tawuran antar dua kelompok warga kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi..
15 jam yang lalu

Pemuda Asal Garut Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang

Beritacenter.COM - Seorang pria bernama Dedi (45) dikabarkan tenggelam di Sungai Cimanuk, Kabupaten Sumedang. Saat..
16 jam yang lalu

Datang ke Blitar, Mensos Risma Bersihkan Makam Bung Karno

Beritacenter.COM - Menteri Sosial, Tri Rismaharini datang ke Kota Blitar. Kunjungannya kali ini, selain ziarah ke..
1 hari yang lalu

Inilah Efek Samping Konsumsi Buah Durian secara Berlebihan

Beritacenter.COM - Buah durian merupakan buah yang sering kita temui. Hampir kebanyakan orang menyukai dengan buah..
1 hari yang lalu

3 Permohonan Doa yang Dipanjatkan Rasulullah di Waktu Pagi Hari

Doa mutlak diperlukan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang dan yang akan datang...
1 hari yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Mewaspadai Wilayah Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan mulai Siang hingga Malam Hari

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewaspadai hujan akan turun di sejumlah daerah..
1 hari yang lalu

Kerap Cari Mangsa di Bandara Juanda, 3 Orang Sindikat Pencuri Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi membekuk tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di Sidoarjo. Korban adalah mereka..
1 hari yang lalu

Jangan Salah, Ini Manfaat Ganja yang Sebenarnya untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Ganja atau mariyuana adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, atau lebih dikenal sebagai obat..
1 hari yang lalu

Simak ! Ini Tiga Cara Cek Data Hasil PCR-Antigen Tercatat di PeduliLindungi

Beritacenter.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengembangkan dan memperluas penggunaan..
1 hari yang lalu

Polisi Tetapkan Ibu Aniaya 2 Anak Kandung di Jakbar Jadi Tersangka

Beritacenter.COM - Seorang ibu berinisial LAF (38) yang tega melakukan penganiayaan kepada dua anak kandungnya..
1 hari yang lalu

Membongkar Modus "Penyelundupan" 3,4 Juta Ton Nikel Ke China

Revolusi kendaraan listrik menjadikan nikel sebagai mineral yang sangat berharga di masa depan. Logam berwarna putih..
1 hari yang lalu

Diterjang Angin Kencang, Kubah Masjid di Bojonegoro Terbang dan Jatuh Dekat Pemukiman Warga

Beritacenter.COM - Sebuah kubah masjid di Desa Sidomulyo, Kedungadem, Bojonegoro terbang diterjang angin kencang...
1 hari yang lalu

Hadiri Acara Ulang Tahun, Gadis ABG di Bengkulu Diperkosa Temannya hingga Histeris

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pria berinisial YS (21). Warga Kabupaten Kepahiang..
1 hari yang lalu

Beginilah Cara Merubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Biasa

Dalam mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran ataupun sebaliknya, yaitu pecahan campuran menjadi pecahan..
1 hari yang lalu

Gerindra : Ada 12 Provinsi Minta Prabowo Maju Jadi Capres 2024

Beritacenter.COM - Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, desakan dan dukungan agar Prabowo Subianto..
1 hari yang lalu

Terbongkar ! Begini Caranya Kirim WhatsApp saat HP dalam Keadaan Mati

Beritacenter.COM - Selama ini kalau mau kirim pesan WhatsApp disyaratkan HP dalam kondisi menyala. Tapi sekarang kamu..
1 hari yang lalu

MEMILIH MEREKA YANG BEKERJA DENGAN HATI

Tiga nama yang unggul dalam survei, Ganjar, Prabowo, Anies, memiliki peluang sangat besar untuk menang. Jika Pilpres..
1 hari yang lalu

TERNYATA Ini Fungsi Vitamin Dan Jenis Untuk Kesehatan Tubuh Kita...

Begitu banyak fungsi vitamin bagi kesehatan. Salah satunya adalah sebagai penunjang kinerja berbagai organ tubuh agar..
1 hari yang lalu

Beginilah Cara Simple Ganti Background Zoom di Hp dan PC

Ketika sedang melakukan video call, rapat, hingga belajar secara virtual melalui Zoom, ada kalanya pengguna merasa..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi