Senin, 10 Mei 2021 - 05:20 WIB

Politik Santet Partai Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:14 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Belum usai polemik dualisme kepemimpinan dalam tubuh Partai Demokrat, kini publik kembali digemparkan oleh isu mengenai politik santet. Isu yang sedang menghangat ini, digulirkan oleh Iti Octavia Jayabaya. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten, sekaligus Bupati Lebak. Iti Jayabaya tengah menjadi bahan perbincangan masyarakat setelah pernyataannya yang hendak mengirim santet atau sihir Banten kepada Moeldoko, Ketua Umum yang ditetapkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 5 Maret 2021.

Pernyataan Iti Jayabaya, semakin menaikkan suhu politik yang tidak hanya memanas di internal Partai Demokrat, melainkan juga politik nasional. Meski niatan untuk menyantet Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko itu telah diklarifikasi olehnya, namun tidak layak dan tidak tepat seorang wanita berhijab yang tampak anggun, seorang pejabat pemerintahan, dan seorang elite politik, mengatakan hal-hal yang bernuansa mengancam dengan cara mengerikan dan pecundang seperti itu.

Ini persoalan politik, bukan permasalahan yang menyangkut pribadi atau individu. Ekspresi itu tidak pantas terlontar dari seorang pelayan masyarakat. Marah dan kesal boleh saja, tapi sangat tidak patut berbicara hal-hal yang tidak semestinya diucapkan, karena akan menjadi bola liar yang sangat berbahaya. Generasi mendatang yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, dibuatnya semakin tidak rasional lantaran pernyataan Iti Octavia Jayabaya, bernada mengancam dengan santet dalam manuver politiknya.

Jika niatan Iti Jayabaya untuk menyantet Moeldoko adalah bentuk ekspresi, saya pun mempertanyakan hal-hal berikut sebagai bentuk ekspresi saya: lalu di mana hasil dari ritual ibadah—seperti shalat, puasa, dan lainnya—yang terimplementasi dalam etika dan moralitas orang beriman, yang selalu kita dengungkan selama ini? Apa memang keadaan sosial masyarakat Banten yang akrab dengan dukun santet dalam keseharian, dimanfaatkannya pula oleh Iti Jayabaya dalam meraih simpati publik agar secara politik dapat berkuasa?

Dalam masyarakat manapun tidak ada yang tidak pernah bersinggungan atau konflik dengan orang lain. Demikian juga yang terjadi dalam internal Partai Demokrat, terlepas dari dinamika dan latar belakang yang terjadi. Salah satu efek dari konflik bisa berujung pada tindak kekerasan terhadap personal maupun kelompok masyarakat, seperti yang terjadi di Banyuwangi pada peristiwa pembantaian dukun santet dan aksi terorisme kepada Nahdlatul Ulama (NU), dan PDI-P dengan apa yang disebut Operasi Naga Hijau dan Naga Merah pada tahun 1998.

Dampak dari isu politik dukun santet begitu luar biasa. Banyuwangi sebagai kota dengan basis masyarakat dan santri NU, sengaja dipilih untuk menaikkan geger aksi dukun santet dengan motif politik. Banyak kiai dan santri NU dituduh dukun santet sehingga diserang dan dibunuh oleh orang-orang yang berpakaian seperti ninja.

Maka peristiwa itu dikenal dengan “Operasi Naga Hijau” karena pembantaian terhadap kiai-kiai NU. Dan itu tidak hanya terjadi di Banyuwangi, di sejumlah daerah di daerah lain seperti Situbondo juga terjadi. Di Jawa Tengah terjadi di Rembang dan kota lainnya. Di Jawa Barat, Tasikmalaya dan kampung saya di Cirebon, juga ramai ketika isu Ninja itu hingga banyak dari saudara, kerabat, dan teman-teman saya berjaga dan berkeliling untuk menjaga situasi kampung yang ketika itu sangat mencekam. Sahabat-sahabat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pun turut sibuk berkeliling menjaga rumah dan pondok-pondok pesantren yang menjadi basis NU.

Teror terhadap kiai-kiai NU yang dituduhkan sebagai dukun santet itu memang kental dengan motif politik di era Orde Baru sebelum jatuhnya Soeharto. Karena pada saat itu menjelang Pemilu 1999 dengan isu kesenjangan sosial dan SARA. Mereka yang mengenakan ninja, yang berusaha membunuh para kiai NU seperti sudah sangat terlatih. Banyak anggapan secara subjektif bahwa mereka bagian dari tentara dan aparat negara. Tentu saja hal itu sudah terpola dan terorganisir dengan baik.

Menurut Jason Brown dalam bukunya Perdukunan, Paranormal, dan Peristiwa Pembantaian (1998), peristiwa ini menyasar tempat-tempat ibadah dan fasilitas warga NU, dengan tujuan memecah belah NU dan bangsa Indonesia. Jumlah korban tewas sekitar 250. Insiden tersebut juga untuk memancing dan mengoyak warga NU. Tujuan lain dari operasi ini adalah untuk memecah suara warga NU agar tidak solid dalam dukungan kepada instansi politik tertentu.

Dalam disertasi berjudul Pembunuhan Dukun Santet di Banyuwangi: Studi Kekerasan Kolektif dalam Perspektif Konstruktivistik, di Universitas Airlangga, Sukidin menulis setidaknya ada empat hal yang bisa dipakai untuk mengurai benang kusut yang terjadi di Banyuwangi, yaitu (1) motif dendam sosial, (2) motif iri hati dan fitnah, (3) modus massa terorganisir, dan (4) modus pembunuhan massa spontan, (tirto.id). Dengan motif dendam kepada dukun santet, fitnah yang terorganisir oleh massa yang juga secara spontan, begitu efektif dalam menghabisi kiai-kiai NU.

Operasi Naga Merah juga terjadi di Banyuwangi. Berbeda dengan NU, kali ini sasarannya adalah PDI-P yang akan mengadakan Kongres di Bali. Pendukung Megawati Soekarno Putri yang ingin menghadiri Kongres di Bali melalui jalur darat, tentunya melewati Banyuwangi. Dengan demikian, geger santet ini dikenal sebagai Operasi Naga Merah.

Belum lagi Operasi Naga Hijau II yang terjadi di Jember, Probolinggo, dan Lumajang juga bagian dari upaya pemecahbelahan warga NU menjelang Pemilu Tahun 2004. Hal ini semakin memperkuat dugaan sejarah sebelumnya yang semakin mendekati kebenaran. PDI-P sebagai lawan politik Orde Baru dan NU sebagai organisasi yang menjadi kekuatan sosial independen. Keduanya menjadi kelompok ideologis yang populis, yang dapat mengancam kekuatan Orde Baru. Meski NU tidak berpolitik seperti halnya PDI-P karena telah kembali ke khittah 1926, akan tetapi kekuatan dan soliditas warga NU, tentu mengandung muatan politik yang dapat mengimbangi negara.

Jadi, dalam konteks ini Iti Octavia Jayabaya hendak menjadi pemain politik ulung dengan memainkan isu santet, atau ingin menjadi korban Moeldoko dari isu ditimbulkan dirinya sendiri? Marah boleh, akan tetapi mestinya tahu batasan dan dapat mengontrol ucapan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Apalagi ini hanya persoalan internal partai.

Saya kira Iti Jayabaya perlu lebih banyak literasi mengenai politik santet, sehingga tidak menjadi preseden buruk terhadap Partai Demokrat, partai yang menjadi pemenang Pemilu dua periode. Selain itu, Iti Jayabaya juga semestinya lebih berhati-hati dalam kata-kata yang mengandung provokasi yang bernada ancaman. Apalagi semua elemen bangsa ini tengah menghadapi Pandemi Covid-19. Tidaklah elok, seorang pelayan rakyat terucap kata-kata dalam mulut manisnya yang, membuka luka lama dan trauma sejarah yang dialami ulama-ulama kita.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Moeldoko #AHY Akan Digulingkan #AHY #Demokrat Kudeta AHY #SBY DAN AHY #Santet ke Moeldoko #Satet Ala Demokrat


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 jam yang lalu

Pemobil Viral Tabrak Polisi di Pos Penyekatan di Klaten Ternyata ABG

Beritacenter.COM - Polisi telah mengamankan pemobil viral yang menerobos pos penyekatan dan menabrak petugasbdi..
9 jam yang lalu

Kecam Aksi Israel Bubarkan Jemaah Palestina, Wamenag : Keji, Langgar HAM!

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengecam keras aksi pembubaran jemaah salat tarawih di..
10 jam yang lalu

Viral Medsos, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan dan Tabrak Polisi di Klaten

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampakkan sebuah mobil menerobos pos penyekatan..
13 jam yang lalu

Kabar Gembira, Wagub Sebut Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Cenderung Melandai

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut bahwa kasus COVID-19 di DKI Jakarta..
13 jam yang lalu

Selain Kurma, 6 Buah Ini Cocok Dikonsumsi saat Buka Puasa

Beritacenter.COM - Adzan maghrib merupakan saat yang paling ditunggu setiap orang yang menjalankan ibadah puasa..
15 jam yang lalu

Bensin Nyambar ke Kompor, Satu Keluarga di Deli Serdang Terbakar Mengenaskan

Beritacenter.COM - Warga digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang menimpa satu keluarga penjual bensin di Desa..
16 jam yang lalu

Indonesia Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Beritacenter.COM - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam Aksi kekerasan terhadap warga sipil..
20 jam yang lalu

Video Viral, Anggota DPRD Tabrak Polantas Saat Ditindak

Beritacenter.COM - Sebuah video anggota DPRD Maluku Utara (Malut)dari fraksi Gerindra nekat menabrak anggota Polantas..
20 jam yang lalu

KKP Amankan 4 Penyu Hijau Ukuran Besar Yang Hendak Dijual

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut..
1 hari yang lalu

Anggota TNI di Polewali Mandar Imbau Masyarakat Patuhi Protkes Jelang Idul Fitri

Beritacenter.COM , POLMAN- Mengingat Jelang Lebaran Idul Fitri, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo,..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Ambon, 50 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, terkait adanya..
1 hari yang lalu

Ini Sederet Kegiatan yang Bikin Ngabuburit di Rumah Aja Makin Seru

Beritacenter.COM - Bulan Ramadhan tahun 2021 ini masih diselimuti wabah virus Corona atau Covid-19. Alhasil,..
1 hari yang lalu

Kasus Pembakar Perawat Cantik di Malang Mulai Menemukan Titik Terang

Beritacenter.COM - Kematian seorang perawat cantik di Kabupaten Malang mulai menemui titik terang. Polisi menemukan..
1 hari yang lalu

Polisi Amankan Penumpang Bawa Surat Hasil Swab Palsu di Bandara Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jenderal Ahmad..
1 hari yang lalu

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

Sebetulnya sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak perlu berlebihan dengan arogansinya kepada Walikota Medan,Bobby..
1 hari yang lalu

Cerita Professor Ngambekan

Seorang profesor, seorang guru besar universitas, menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan gelar profesornya..
1 hari yang lalu

4 Keistimewaan Ibadah Puasa

Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam di seluruh dunia tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita...
1 hari yang lalu

Dulu Anggap KPK Sudah Tidak Aman, NB Mau Mundur eh Kini Takut Dipecat

Jujur saya tidak paham dengan apa yang diinginkan NB. Berawal dari kemunculan isu polisi Taliban vs polisi India...
1 hari yang lalu

GIGIH DAN BRANI !

Membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa.(Gibran)....Sebuah pameo kepemimpinan dilemparkan oleh Gibran..
1 hari yang lalu

Ingin Juara Liga Inggris, Chelsea Ingin Rekrut Jadon Sancho dan 2 Bintang Lain

Beritacenter.COM - Chelsea dikabarkan akan kembali jor-joran pada bursa transfer musim panas 2021. Tidak..
1 hari yang lalu

Jelang Lebaran, Harga Daging Capai Rp 150.000/Kg

Beritacenter.COM - Jelang hari raya Idul Fitri, beberapa bahan pokok mulai naik, salah satunya adalah daging. Harga..
1 hari yang lalu

3 Makanan yang Wajib Dihindari saat Sahur, Bikin Cepat Haus hingga Asam Lambung Naik

Beritacenter.COM - Memilih makanan dalam sahur sangat mempengaruhi kita dalam melakukan aktivitas saat berpuasa. Oleh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi