Selasa, 27 Juli 2021 - 17:50 WIB

Demokrat : Katakan Tidak Pada Korupsi! Tapi Terima Kembali Koruptor

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 09 Maret 2021 | 19:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Partai Demokrat beberapa hari belakangan memang menarik banyak khalayak seperti apa yang disampaikan Andi Alfian Malarangeng, Sekretaris Mahkamah Partai Demokrat. Namun bukan tertarik karena kehebatan melainkan disebabkan kisruh antar kader sendiri. Bukankah status "memalukan" juga bisa membuat tenar? Inilah yang tengah terjadi di tubuh PD, saling bongkar borok masing-masing.


Tidak heran banyak orang yang ingin tahu ada apa dengan PD? Bak disuguhkan sinetron, mungkin ya begini gambaran kecil politik nasional kita, "Saling rebut saling sikut saling menjatuhkan untuk kekuasaan dan jabatan," demikian ujar seorang pengamat. Namun ada pula yang mengatakan bahwa PD tengah mengalami krisis internal akibat salah kelola (menjadi partai dinasti). Tepatnya sejak KLB 2013 melengserkan Anas Urbaningrum.


SBY diangkat menggantikan Anas yang menjadi tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tidak kurang 10 kader yang sekaligus menjabat posisi strategis sebagai pengurus PD tersangkut kasus korupsi. Sungguh ironis dengan tagline SBY dan PD sendiri yang meneriakkan "Katakan tidak pada korupsi!" Satu persatu kader penting bertumbangan dicokok KPK hingga pada top leader alias Ketum Anas Urbaningrum turut jadi tersangka.


Sebagai partai penguasa, pemenang Pileg dan Pilpres 2009, tentu kondisi tersebut sangat memalukan dan menjatuhkan citra partai. Dengan SBY sebagai nahkoda PD diharapkan dapat mengembalikan kehormatan partai. Apalagi posisi SBY masih menjabat Presiden. Pada saat itu Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas), putera kedua SBY, sudah menjadi Sekjen hasil kongres 2010 dalam pengurusan Anas Urbaningrum.


Kekhawatiran akan isu PD menjadi partai keluarga oleh SBY kemudian bukan tanpa alasan. Kongres PD 2015 kembali mengangkat SBY sebagai Ketum secara aklamasi. Setahun berikutnya SBY memanggil puteranya Agus Harimurti Yudhoyono untuk ikut dalam kontestasi Pilgub DKI 2017. Beberapa kader yang berharap didukung PD untuk Pilgub DKI tentu merasa kecewa. Mengapa harus AHY?


Setelah babak belur di Pilgub DKI (bahkan tidak masuk putaran kedua), SBY karena kuasanya memberi previlage kepada AHY dengan mengangkatnya sebagai Kogasma (komandan satuan tugas bersama) yang bertanggungjawab dalam pemenangan pemilu 2019. Hal ini dianggap akal-akalan agar makin menarik AHY dalam struktur, karena posisi Kogasma tadinya tidak ada.


Terbukti paska pemilu 2019 usai, sekitar Agustus AHY diangkat sebagai Waketum PD. Pada Kongres PD 2020 AHY secara aklamasi menjadi Ketum, SBY sebagai Ketua Mahkamah Tinggi Partai dan Ibas sebagai Waketum. Lengkap sudah 3 klan Cikeas menguasai posisi strategis dalam partai. Sebuah pencapaian yang prestisius bagi AHY, melesat cepat meski baru berkecimpung dalam dunia politik.


Dan rapornya dapat dikatakan gagal semua. Baik sebagai kontestan Pilgub DKI 2017 maupun sebagai Kogasma dalam Pemilu 2019. Statistik dan fakta sejarah pun menunjukkan, PD yang awalnya sebagai partai terbuka berhasil berkompetisi bahkan menjuarai pada Pemilu 2009 (8 tahun sejak berdiri, tepatnya 10 September 2001). Berubah menjadi partai dinasti menyebabkan perolehan suara PD melorot jauh.


Pada Pemilu Legislatif 2004, Demokrat berhasil meraih peringkat ke 5 dengan meraih suara sebanyak 7,45 persen atau 8.455.225 dari total suara dan mendapatkan 57 kursi di DPR. Partai ini mendapat masa keemasannya pada Pemilu Legislatif 2009 karena berhasil menjadi partai Pemenang Pemilu Legislatif dengan memperoleh 150 kursi (26,4 persen) di DPR RI, setelah mendapat 21.703.137 total suara (20,4 persen).


Memasuki Pileg 2014, suara partai ini merosot dengan menduduki peringkat keempat dari 10 partai di DPR dengan perolehan suara sebanyak 10,19 persen suara nasional (12.728.913). Pada Pemilu 2019, Demokrat tidak mampu menggenjot suara dan terlempar ke posisi 7 dari 9 partai di DPR dengan perolehan suara sebanyak 7,77 persen suara nasional (10.876.507). Lantas di mana yang menurut Andi Malarangeng PD sedang naik pamornya?

Andi sendiri menjadi tokoh antagonis bagi masyarakat awam tapi bagi PD sendiri ia seorang protogonis. Ia yang awalnya seorang akademis (kebetulan kakak tingkat saya di Fisip UGM) pertama kali terjun ke politik justru bukan di PD melainkan di Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) yang ia turut dirikan tahun 2002 bersama Ryaas Rasyid. 2004 Andi mundur dari PPDK.


Pada Bulan Oktober 2004, Presiden terpilih kala itu, SBY mendaulat Andi sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Nama Andi lagi-lagi muncul saat Partai Demokrat (PD) meminangnya untuk masuk dalam jajaran pegurus partai itu. Adalah Anas Urbaningrum yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPP PD Bidang Politik yang mengatakan partainya ingin merekrut Andi. Bergabunglah ia di partai berlambang mercy.


Tahun 2010, Andi mendaulat dirinya untuk maju memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Andi harus bersaing dengan Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie. Di Bandung, Jawa Barat, Andi yang disebut mendapat restu dari SBY harus mengakui keunggulan Anas Urbaningrum yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dan dia bahkan tidak masuk keputaran kedua.


Tahun-tahun selanjutnya menjadi drama kelam bagi Andi. Meski masih menjabat sebagai Menpora dan Sekretaris Dewan Pembina serta Sekretaris Majelis Tinggi PD, Andi diduga terlibat skandal proyek Hambalang. KPK pun menetapkan Andi sebagai tersangka sejak 3 Desember 2012. "Dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang dan upaya memperkaya diri sendiri," ujar Ketua KPK, Abraham Samad.


Andi divonis 4 tahun penjara menyusul kader dan pengurus Demokrat lainnya yang sudah lebih dulu ditangkap kasus korupsi. Tak lama setelah ia bebas murni Juli 2017 lalu, ia langsung mendapat telepon dari SBY. SBY meminta agar ia bisa kembali membantu partai berlambang mercy. Ia meminta waktu seminggu setelah itu, Andi langsung aktif kembali di Partai Demokrat.


Isu Demokrat berubah menjadi partai dinasti yang sarat dengan kebijakan yang dipaksakan membuat sebagian kader senior merasa tergugah untuk mengembalikan Demokrat sebagai partai terbuka. Di tengah gejolak internal kader mengusulkan KLB, justru beberapa kader tersebut dipecat dari keanggotaan secara tidak hormat. Hal ini menambah beban SBY sendiri, "Kader kritis dipecat, kader koruptor diterima".

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#AHY Akan Digulingkan #Demokrat Kudeta AHY #Demokrat Kudeta #SBY DAN AHY #Santet ke Moeldoko


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






36 menit yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
50 menit yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
55 menit yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
1 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
1 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
1 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
2 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
2 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
2 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
2 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
3 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
3 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
3 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..
4 jam yang lalu

Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin COVID-19

BeritaCenter.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memastikan keamanan..
4 jam yang lalu

Indonesia Kedatangan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

BeritaCenter.COM – Vaksin COVID-19 tahap ke-30 telah tiba di Indonesia. Vaksin yang datang adalah Sinovac dalam..
4 jam yang lalu

Jadi Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini: Ini Panggilan Merah Putih

BeritaCenter.COM – Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, diangkat menjadi staf..
5 jam yang lalu

Selangkah Lagi Dapatkan Varane, MU Langsung Berburu Jules Kounde

Beritacenter.COM - Manchester United sedang mempersiapkan langkah untuk mengontrak Jules Kounde dari Sevilla musim..
5 jam yang lalu

Kenapa Aturan Makan Pendek Hanya 20 Menit? Begini Penjelasan Mendagri Tito

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan tujuan penerapan aturan makan yang..
6 jam yang lalu

Memimpin dengan Hati

2009 silam, saat itu Pak Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo. Ia diundang United Nations on Nairobi untuk..
6 jam yang lalu

Sebar Hoaks Demo Pedagang Saat PPKM, Oknum Guru Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Lampung mengamankan seorang oknum guru berinsial G karena menyebar konten hoaks di..
6 jam yang lalu

Jokowi: ASN Itu Harus Melayani Masyarakat, Bukan Minta Dilayani

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memberikan pelayanan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi