Selasa, 27 Juli 2021 - 19:39 WIB

SBY Peruntuh Demokrasi Ditubuh Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Kisruh di tubuh Partai Demokrat, membuat banyak spekulasi liar di tengah-tengah masyarakat. Namun tetap pada akhirnya, Jenderal Moeldoko dituntut untuk berhenti sebagai staf Presiden Joko Widodo agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Akan tetapi, siapakah yang meruntuhkan hak-hak berdemokrasi di Partai belogokan mercy tersebut?

Hingga hari ini, pemberitaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat masih saja menjadi santapan media massa. Walaupun sudah cukup banyak isu yang diangkat, isu Pemerintah bermain dalam kisruhnya internal Demokrat semakin liar digulirkan. Bukan tanpa sebab, Jenderal Moeldoko merupakan orang yang memegang kekuasaan penting dalam Kabinet Indonesia Maja yang digagas Presiden Jokowi.

Dari berbagai isu, yang menarik adalah Partai Demokrat dicap sebagai partai dinasti. Dimana Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan aktor penting dalam hal ini, sehingga Demokrat hanya berkutat dalam ruang lingkup keluarga SBY. Walaupun dibantah dengan berbagai argumen dari pengusung Agus Harimurti Yudhoyono, publik tidak menghiraukan hal tersebut dan menganggap faktanya sudah demikian sehingga sangat layak dicap sebagai partai dinasti.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menjelaskan politik dinasti atau politik kekerabatan bukan hal yang dilarang karena dalam demokrasi setiap orang memiliki kesetaraan. Yang mesti dicegah adalah dampak buruk dari politik dinasti dan calon tunggal yang dihasilkan dari kedinastian tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan politik dinasti dan calon tunggal adalah hal yang kontroversial dan problematik dalam demokrasi meski diakui oleh konstitusi Indonesia, dimana akan menimbulkan kecenderungan tidak mengakui hak-hak demokrasi.

Ada limitasi akses warga negara pada posisi-posisi publik melalui kontestasi pemilu. Rekrutmen calon, baik politik dinasti ataupun calon tunggal, ini dilakukan cenderung tidak demokratis. Melainkan melalui sebuah skema yang eksklusif, tidak terbuka, dan minim partisipasi dari anggota, pengurus, maupun publik, kata Titi Anggraini.

Jika berkaca pada kisruhnya Demokrat, politik dinasti begitu tercermin sangat kuat dimana hampir semua petinggi Demokrat merupakan orang-orang dekat SBY atau kerabatnya. Menurut Jhoni Allen Marbun yang merupakan Eks anggota Partai Demokrat versi AHY, Demokrat tidak lagi memiliki marwah partai yang bersifat demokratis. Hal tersebut, dikarenakan SBY, AHY, dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) kompak memegang puncak kekuasan Demokrat, tak ayal Jhoni Allen Marbun yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat geram, dan melabeli Partai Demokrat sebagai perusahaan milik Cikeas (SBY).

Banyak pertanyaan yang muncul dari publik, menanggapi kisruhnya Partai Demokrat yang salah satunya adalah menjadikan Jenderal Moeldoko sebagai Ketua Umum versi KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, jabatan Jenderal Moeldoko menjadi banyak pertanyaan sehingga menganggap tidak boleh terlibat dalam politik. Menurut saya, tentunya sebagai warga negara Jenderal Moeldoko memiliki hak politik yang boleh digunakan kapan saja, sedangkan jabatannya merupakan jabatan politik. Tentunya, berbeda dengan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang memang dilarang untuk berpolitik, walaupun demikian memang tidak terlalu etis jika pejabat menjadi pengurus partai.

Sebenarnya tren politik kekerabatan itu sebagai gejala neopatrimonialistik, yang sudah dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia, namun dalam tataran pemerintahan era Orba merupakan politik dinasti yang paling disoroti . Benihnya sudah lama berakar secara tradisional Yakni berupa sistem patrimonial, yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit system dan dalam prestasi. Begitu pula yang dicontohkan oleh SBY, dimana ikatan genealogis menjadi acuan untuk mengangkat AHY sebagai ketua umum PD.

Dulu pewarisan ditunjuk langsung oleh ahli waris, namun sekarang sedikit berbeda dengan menggunakan jalur politik prosedural.Anak maupun keluarga para elite masuk institusi yang disiapkan, yaitu partai politik. Oleh karena itu, patrimonialistik ini terselubung oleh jalur prosedural, maka apa yang dicontohkan menjadi logis dan menimbulkan kekacauan proses rekrutmen serta kaderisasi di partai politik tidak berjalan.

Singkatnya, pepatah mengatakan ‘siapa yang menabur angin, ia akan menuai badai’ pepatah melayu ini menggambarkan secara gamblang terkait situasi tersebut. Kudeta internal yang dilakukan oleh kelompok Jhoni Allen Marbun beserta pendiri partai Demokrat merupakan perlawan atas politik dinasti yang dimainkan oleh SBY, tentunya sangat tepat bila meminang Jenderal Moeldoko dalam kisruh saat ini. Selain sebagai tokoh publik, ia merupakan politisi yang cukup apik dalam berbagai bidang serta sarat akan pengalaman.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Partai Demokrat #AHY Akan Digulingkan #Drama Kudeta Demokrat #Demokrat Kudeta AHY #SBY Kena Karma #Demokrat Kudeta #Drama Demokrat #Karma SBY #SBY Dan AHY Kena Karma


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

Menakjubkan ! Ini Sederet Manfaat Minyak Cengkeh Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Sejak dulu, cengkeh tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, namun juga dijadikan obat herbal..
39 menit yang lalu

JK Kritik Pemerintah Melulu, Pegiat Media Sosial: Mister Kalla Kapan antum mau bantu 2 Triliun untuk rakyat yg sedang susah...

Beritacenter.COM - Belum lama Pengusaha Tionghoa Aceh, sumbang 2 Trilliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel menjadi..
49 menit yang lalu

Polisi Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu di Bogor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap pembuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu di daerah..
1 jam yang lalu

Cari Tukang Bakso Viral Layani Pasien Isoman, Satpol PP : Langsung Swab Kalo Ketemu

Beritacenter.COM - Warganet media sosial sempat dihebohkan dengan foto sejumlah pasien COVID tengah jajan bakso di..
1 jam yang lalu

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

Bila waktu adalah uang, terminologi yang sama atas kondisi pandemi kita dan dunia saat ini pada satu sisi adalah..
1 jam yang lalu

Polisi-Mahasiswa Keliling Sebarkan Paket Sembako ke Warga Terdampak Pandemi di Cianjur

Beritaenter.COM - Jajaran Polres Cianjur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membagi-bagikan ratusan..
1 jam yang lalu

Ledakan Hebat Guncang Kawasan Industri Kimia

Beritacenter.COM - Ledakan besar terjadi di kawasan industri kimia di kota Leverkusen, Jerman. Kepulan asap hitam..
2 jam yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
2 jam yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
2 jam yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
2 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
3 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
3 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
3 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
4 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
4 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
4 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
4 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
4 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
5 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
5 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..
6 jam yang lalu

Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin COVID-19

BeritaCenter.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memastikan keamanan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi