Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:46 WIB

SBY Peruntuh Demokrasi Ditubuh Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Kisruh di tubuh Partai Demokrat, membuat banyak spekulasi liar di tengah-tengah masyarakat. Namun tetap pada akhirnya, Jenderal Moeldoko dituntut untuk berhenti sebagai staf Presiden Joko Widodo agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Akan tetapi, siapakah yang meruntuhkan hak-hak berdemokrasi di Partai belogokan mercy tersebut?

Hingga hari ini, pemberitaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat masih saja menjadi santapan media massa. Walaupun sudah cukup banyak isu yang diangkat, isu Pemerintah bermain dalam kisruhnya internal Demokrat semakin liar digulirkan. Bukan tanpa sebab, Jenderal Moeldoko merupakan orang yang memegang kekuasaan penting dalam Kabinet Indonesia Maja yang digagas Presiden Jokowi.

Dari berbagai isu, yang menarik adalah Partai Demokrat dicap sebagai partai dinasti. Dimana Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan aktor penting dalam hal ini, sehingga Demokrat hanya berkutat dalam ruang lingkup keluarga SBY. Walaupun dibantah dengan berbagai argumen dari pengusung Agus Harimurti Yudhoyono, publik tidak menghiraukan hal tersebut dan menganggap faktanya sudah demikian sehingga sangat layak dicap sebagai partai dinasti.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menjelaskan politik dinasti atau politik kekerabatan bukan hal yang dilarang karena dalam demokrasi setiap orang memiliki kesetaraan. Yang mesti dicegah adalah dampak buruk dari politik dinasti dan calon tunggal yang dihasilkan dari kedinastian tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan politik dinasti dan calon tunggal adalah hal yang kontroversial dan problematik dalam demokrasi meski diakui oleh konstitusi Indonesia, dimana akan menimbulkan kecenderungan tidak mengakui hak-hak demokrasi.

Ada limitasi akses warga negara pada posisi-posisi publik melalui kontestasi pemilu. Rekrutmen calon, baik politik dinasti ataupun calon tunggal, ini dilakukan cenderung tidak demokratis. Melainkan melalui sebuah skema yang eksklusif, tidak terbuka, dan minim partisipasi dari anggota, pengurus, maupun publik, kata Titi Anggraini.

Jika berkaca pada kisruhnya Demokrat, politik dinasti begitu tercermin sangat kuat dimana hampir semua petinggi Demokrat merupakan orang-orang dekat SBY atau kerabatnya. Menurut Jhoni Allen Marbun yang merupakan Eks anggota Partai Demokrat versi AHY, Demokrat tidak lagi memiliki marwah partai yang bersifat demokratis. Hal tersebut, dikarenakan SBY, AHY, dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) kompak memegang puncak kekuasan Demokrat, tak ayal Jhoni Allen Marbun yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat geram, dan melabeli Partai Demokrat sebagai perusahaan milik Cikeas (SBY).

Banyak pertanyaan yang muncul dari publik, menanggapi kisruhnya Partai Demokrat yang salah satunya adalah menjadikan Jenderal Moeldoko sebagai Ketua Umum versi KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, jabatan Jenderal Moeldoko menjadi banyak pertanyaan sehingga menganggap tidak boleh terlibat dalam politik. Menurut saya, tentunya sebagai warga negara Jenderal Moeldoko memiliki hak politik yang boleh digunakan kapan saja, sedangkan jabatannya merupakan jabatan politik. Tentunya, berbeda dengan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang memang dilarang untuk berpolitik, walaupun demikian memang tidak terlalu etis jika pejabat menjadi pengurus partai.

Sebenarnya tren politik kekerabatan itu sebagai gejala neopatrimonialistik, yang sudah dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia, namun dalam tataran pemerintahan era Orba merupakan politik dinasti yang paling disoroti . Benihnya sudah lama berakar secara tradisional Yakni berupa sistem patrimonial, yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit system dan dalam prestasi. Begitu pula yang dicontohkan oleh SBY, dimana ikatan genealogis menjadi acuan untuk mengangkat AHY sebagai ketua umum PD.

Dulu pewarisan ditunjuk langsung oleh ahli waris, namun sekarang sedikit berbeda dengan menggunakan jalur politik prosedural.Anak maupun keluarga para elite masuk institusi yang disiapkan, yaitu partai politik. Oleh karena itu, patrimonialistik ini terselubung oleh jalur prosedural, maka apa yang dicontohkan menjadi logis dan menimbulkan kekacauan proses rekrutmen serta kaderisasi di partai politik tidak berjalan.

Singkatnya, pepatah mengatakan ‘siapa yang menabur angin, ia akan menuai badai’ pepatah melayu ini menggambarkan secara gamblang terkait situasi tersebut. Kudeta internal yang dilakukan oleh kelompok Jhoni Allen Marbun beserta pendiri partai Demokrat merupakan perlawan atas politik dinasti yang dimainkan oleh SBY, tentunya sangat tepat bila meminang Jenderal Moeldoko dalam kisruh saat ini. Selain sebagai tokoh publik, ia merupakan politisi yang cukup apik dalam berbagai bidang serta sarat akan pengalaman.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Partai Demokrat #AHY Akan Digulingkan #Drama Kudeta Demokrat #Demokrat Kudeta AHY #SBY Kena Karma #Demokrat Kudeta #Drama Demokrat #Karma SBY #SBY Dan AHY Kena Karma


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






24 menit yang lalu

Menikah Secara Islam, Biaya Pernikahan Putri Bill Gates Lebih Mewah 66 Kali?

Beritacenter.COM - Putri sulung Bill Gates, Jennifer Gates, resmi menikah dengan Nayel Nassar, secara Islam...
2 jam yang lalu

Rumah Ambruk Timpa Ibu-Anak di Jakbar, Damkar : Ibu Peluk Bayinya saat Tertimbun

Beritacenter.COM - Nahas, nasib menimpa seorang ibu dan bayinya berusia 4 bulan di Jakarta Barat. Ibu-anak itu..
3 jam yang lalu

Elon Musk Digadang-gadang Bakal Jadi Triliuner 'Dolar' Pertama Dunia

Beritacenter.COM - Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk, digadang-gadang bakan menjadi triliuner pertama di dunia. Dimana..
5 jam yang lalu

Pemprov DKI soal Rapor Merah LBH Terkait Penggusuran Era Anies : Itu Penertiban!

Yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan penertiban terhadap pelanggaran aturan daerah dalam menjaga ketertiban kota..
6 jam yang lalu

Tawuran Warga Kembali Terjadi di Makassar, 1 Orang Terluka Kena Anak Panah

Beritacenter.COM - Aksi tawuran antar dua kelompok warga kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi..
16 jam yang lalu

Pemuda Asal Garut Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang

Beritacenter.COM - Seorang pria bernama Dedi (45) dikabarkan tenggelam di Sungai Cimanuk, Kabupaten Sumedang. Saat..
17 jam yang lalu

Datang ke Blitar, Mensos Risma Bersihkan Makam Bung Karno

Beritacenter.COM - Menteri Sosial, Tri Rismaharini datang ke Kota Blitar. Kunjungannya kali ini, selain ziarah ke..
1 hari yang lalu

Inilah Efek Samping Konsumsi Buah Durian secara Berlebihan

Beritacenter.COM - Buah durian merupakan buah yang sering kita temui. Hampir kebanyakan orang menyukai dengan buah..
1 hari yang lalu

3 Permohonan Doa yang Dipanjatkan Rasulullah di Waktu Pagi Hari

Doa mutlak diperlukan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang dan yang akan datang...
1 hari yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Mewaspadai Wilayah Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan mulai Siang hingga Malam Hari

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewaspadai hujan akan turun di sejumlah daerah..
1 hari yang lalu

Kerap Cari Mangsa di Bandara Juanda, 3 Orang Sindikat Pencuri Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi membekuk tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di Sidoarjo. Korban adalah mereka..
1 hari yang lalu

Jangan Salah, Ini Manfaat Ganja yang Sebenarnya untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Ganja atau mariyuana adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, atau lebih dikenal sebagai obat..
1 hari yang lalu

Simak ! Ini Tiga Cara Cek Data Hasil PCR-Antigen Tercatat di PeduliLindungi

Beritacenter.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengembangkan dan memperluas penggunaan..
1 hari yang lalu

Polisi Tetapkan Ibu Aniaya 2 Anak Kandung di Jakbar Jadi Tersangka

Beritacenter.COM - Seorang ibu berinisial LAF (38) yang tega melakukan penganiayaan kepada dua anak kandungnya..
1 hari yang lalu

Membongkar Modus "Penyelundupan" 3,4 Juta Ton Nikel Ke China

Revolusi kendaraan listrik menjadikan nikel sebagai mineral yang sangat berharga di masa depan. Logam berwarna putih..
1 hari yang lalu

Diterjang Angin Kencang, Kubah Masjid di Bojonegoro Terbang dan Jatuh Dekat Pemukiman Warga

Beritacenter.COM - Sebuah kubah masjid di Desa Sidomulyo, Kedungadem, Bojonegoro terbang diterjang angin kencang...
1 hari yang lalu

Hadiri Acara Ulang Tahun, Gadis ABG di Bengkulu Diperkosa Temannya hingga Histeris

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pria berinisial YS (21). Warga Kabupaten Kepahiang..
1 hari yang lalu

Beginilah Cara Merubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Biasa

Dalam mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran ataupun sebaliknya, yaitu pecahan campuran menjadi pecahan..
1 hari yang lalu

Gerindra : Ada 12 Provinsi Minta Prabowo Maju Jadi Capres 2024

Beritacenter.COM - Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, desakan dan dukungan agar Prabowo Subianto..
1 hari yang lalu

Terbongkar ! Begini Caranya Kirim WhatsApp saat HP dalam Keadaan Mati

Beritacenter.COM - Selama ini kalau mau kirim pesan WhatsApp disyaratkan HP dalam kondisi menyala. Tapi sekarang kamu..
1 hari yang lalu

MEMILIH MEREKA YANG BEKERJA DENGAN HATI

Tiga nama yang unggul dalam survei, Ganjar, Prabowo, Anies, memiliki peluang sangat besar untuk menang. Jika Pilpres..
1 hari yang lalu

TERNYATA Ini Fungsi Vitamin Dan Jenis Untuk Kesehatan Tubuh Kita...

Begitu banyak fungsi vitamin bagi kesehatan. Salah satunya adalah sebagai penunjang kinerja berbagai organ tubuh agar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi