Senin, 10 Mei 2021 - 06:26 WIB

SBY Peruntuh Demokrasi Ditubuh Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Kisruh di tubuh Partai Demokrat, membuat banyak spekulasi liar di tengah-tengah masyarakat. Namun tetap pada akhirnya, Jenderal Moeldoko dituntut untuk berhenti sebagai staf Presiden Joko Widodo agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Akan tetapi, siapakah yang meruntuhkan hak-hak berdemokrasi di Partai belogokan mercy tersebut?

Hingga hari ini, pemberitaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat masih saja menjadi santapan media massa. Walaupun sudah cukup banyak isu yang diangkat, isu Pemerintah bermain dalam kisruhnya internal Demokrat semakin liar digulirkan. Bukan tanpa sebab, Jenderal Moeldoko merupakan orang yang memegang kekuasaan penting dalam Kabinet Indonesia Maja yang digagas Presiden Jokowi.

Dari berbagai isu, yang menarik adalah Partai Demokrat dicap sebagai partai dinasti. Dimana Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan aktor penting dalam hal ini, sehingga Demokrat hanya berkutat dalam ruang lingkup keluarga SBY. Walaupun dibantah dengan berbagai argumen dari pengusung Agus Harimurti Yudhoyono, publik tidak menghiraukan hal tersebut dan menganggap faktanya sudah demikian sehingga sangat layak dicap sebagai partai dinasti.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menjelaskan politik dinasti atau politik kekerabatan bukan hal yang dilarang karena dalam demokrasi setiap orang memiliki kesetaraan. Yang mesti dicegah adalah dampak buruk dari politik dinasti dan calon tunggal yang dihasilkan dari kedinastian tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan politik dinasti dan calon tunggal adalah hal yang kontroversial dan problematik dalam demokrasi meski diakui oleh konstitusi Indonesia, dimana akan menimbulkan kecenderungan tidak mengakui hak-hak demokrasi.

Ada limitasi akses warga negara pada posisi-posisi publik melalui kontestasi pemilu. Rekrutmen calon, baik politik dinasti ataupun calon tunggal, ini dilakukan cenderung tidak demokratis. Melainkan melalui sebuah skema yang eksklusif, tidak terbuka, dan minim partisipasi dari anggota, pengurus, maupun publik, kata Titi Anggraini.

Jika berkaca pada kisruhnya Demokrat, politik dinasti begitu tercermin sangat kuat dimana hampir semua petinggi Demokrat merupakan orang-orang dekat SBY atau kerabatnya. Menurut Jhoni Allen Marbun yang merupakan Eks anggota Partai Demokrat versi AHY, Demokrat tidak lagi memiliki marwah partai yang bersifat demokratis. Hal tersebut, dikarenakan SBY, AHY, dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) kompak memegang puncak kekuasan Demokrat, tak ayal Jhoni Allen Marbun yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat geram, dan melabeli Partai Demokrat sebagai perusahaan milik Cikeas (SBY).

Banyak pertanyaan yang muncul dari publik, menanggapi kisruhnya Partai Demokrat yang salah satunya adalah menjadikan Jenderal Moeldoko sebagai Ketua Umum versi KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, jabatan Jenderal Moeldoko menjadi banyak pertanyaan sehingga menganggap tidak boleh terlibat dalam politik. Menurut saya, tentunya sebagai warga negara Jenderal Moeldoko memiliki hak politik yang boleh digunakan kapan saja, sedangkan jabatannya merupakan jabatan politik. Tentunya, berbeda dengan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang memang dilarang untuk berpolitik, walaupun demikian memang tidak terlalu etis jika pejabat menjadi pengurus partai.

Sebenarnya tren politik kekerabatan itu sebagai gejala neopatrimonialistik, yang sudah dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia, namun dalam tataran pemerintahan era Orba merupakan politik dinasti yang paling disoroti . Benihnya sudah lama berakar secara tradisional Yakni berupa sistem patrimonial, yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit system dan dalam prestasi. Begitu pula yang dicontohkan oleh SBY, dimana ikatan genealogis menjadi acuan untuk mengangkat AHY sebagai ketua umum PD.

Dulu pewarisan ditunjuk langsung oleh ahli waris, namun sekarang sedikit berbeda dengan menggunakan jalur politik prosedural.Anak maupun keluarga para elite masuk institusi yang disiapkan, yaitu partai politik. Oleh karena itu, patrimonialistik ini terselubung oleh jalur prosedural, maka apa yang dicontohkan menjadi logis dan menimbulkan kekacauan proses rekrutmen serta kaderisasi di partai politik tidak berjalan.

Singkatnya, pepatah mengatakan ‘siapa yang menabur angin, ia akan menuai badai’ pepatah melayu ini menggambarkan secara gamblang terkait situasi tersebut. Kudeta internal yang dilakukan oleh kelompok Jhoni Allen Marbun beserta pendiri partai Demokrat merupakan perlawan atas politik dinasti yang dimainkan oleh SBY, tentunya sangat tepat bila meminang Jenderal Moeldoko dalam kisruh saat ini. Selain sebagai tokoh publik, ia merupakan politisi yang cukup apik dalam berbagai bidang serta sarat akan pengalaman.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Partai Demokrat #AHY Akan Digulingkan #Drama Kudeta Demokrat #Demokrat Kudeta AHY #SBY Kena Karma #Demokrat Kudeta #Drama Demokrat #Karma SBY #SBY Dan AHY Kena Karma


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Pemobil Viral Tabrak Polisi di Pos Penyekatan di Klaten Ternyata ABG

Beritacenter.COM - Polisi telah mengamankan pemobil viral yang menerobos pos penyekatan dan menabrak petugasbdi..
10 jam yang lalu

Kecam Aksi Israel Bubarkan Jemaah Palestina, Wamenag : Keji, Langgar HAM!

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengecam keras aksi pembubaran jemaah salat tarawih di..
12 jam yang lalu

Viral Medsos, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan dan Tabrak Polisi di Klaten

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampakkan sebuah mobil menerobos pos penyekatan..
14 jam yang lalu

Kabar Gembira, Wagub Sebut Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Cenderung Melandai

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut bahwa kasus COVID-19 di DKI Jakarta..
14 jam yang lalu

Selain Kurma, 6 Buah Ini Cocok Dikonsumsi saat Buka Puasa

Beritacenter.COM - Adzan maghrib merupakan saat yang paling ditunggu setiap orang yang menjalankan ibadah puasa..
16 jam yang lalu

Bensin Nyambar ke Kompor, Satu Keluarga di Deli Serdang Terbakar Mengenaskan

Beritacenter.COM - Warga digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang menimpa satu keluarga penjual bensin di Desa..
17 jam yang lalu

Indonesia Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Beritacenter.COM - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam Aksi kekerasan terhadap warga sipil..
21 jam yang lalu

Video Viral, Anggota DPRD Tabrak Polantas Saat Ditindak

Beritacenter.COM - Sebuah video anggota DPRD Maluku Utara (Malut)dari fraksi Gerindra nekat menabrak anggota Polantas..
21 jam yang lalu

KKP Amankan 4 Penyu Hijau Ukuran Besar Yang Hendak Dijual

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut..
1 hari yang lalu

Anggota TNI di Polewali Mandar Imbau Masyarakat Patuhi Protkes Jelang Idul Fitri

Beritacenter.COM , POLMAN- Mengingat Jelang Lebaran Idul Fitri, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo,..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Ambon, 50 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, terkait adanya..
1 hari yang lalu

Ini Sederet Kegiatan yang Bikin Ngabuburit di Rumah Aja Makin Seru

Beritacenter.COM - Bulan Ramadhan tahun 2021 ini masih diselimuti wabah virus Corona atau Covid-19. Alhasil,..
1 hari yang lalu

Kasus Pembakar Perawat Cantik di Malang Mulai Menemukan Titik Terang

Beritacenter.COM - Kematian seorang perawat cantik di Kabupaten Malang mulai menemui titik terang. Polisi menemukan..
1 hari yang lalu

Polisi Amankan Penumpang Bawa Surat Hasil Swab Palsu di Bandara Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jenderal Ahmad..
1 hari yang lalu

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

Sebetulnya sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak perlu berlebihan dengan arogansinya kepada Walikota Medan,Bobby..
1 hari yang lalu

Cerita Professor Ngambekan

Seorang profesor, seorang guru besar universitas, menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan gelar profesornya..
1 hari yang lalu

4 Keistimewaan Ibadah Puasa

Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam di seluruh dunia tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita...
1 hari yang lalu

Dulu Anggap KPK Sudah Tidak Aman, NB Mau Mundur eh Kini Takut Dipecat

Jujur saya tidak paham dengan apa yang diinginkan NB. Berawal dari kemunculan isu polisi Taliban vs polisi India...
1 hari yang lalu

GIGIH DAN BRANI !

Membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa.(Gibran)....Sebuah pameo kepemimpinan dilemparkan oleh Gibran..
1 hari yang lalu

Ingin Juara Liga Inggris, Chelsea Ingin Rekrut Jadon Sancho dan 2 Bintang Lain

Beritacenter.COM - Chelsea dikabarkan akan kembali jor-joran pada bursa transfer musim panas 2021. Tidak..
1 hari yang lalu

Jelang Lebaran, Harga Daging Capai Rp 150.000/Kg

Beritacenter.COM - Jelang hari raya Idul Fitri, beberapa bahan pokok mulai naik, salah satunya adalah daging. Harga..
1 hari yang lalu

3 Makanan yang Wajib Dihindari saat Sahur, Bikin Cepat Haus hingga Asam Lambung Naik

Beritacenter.COM - Memilih makanan dalam sahur sangat mempengaruhi kita dalam melakukan aktivitas saat berpuasa. Oleh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi