Selasa, 27 Juli 2021 - 18:35 WIB

Menyoal Demokrasi Partai Demokrat

Oleh : Indah Pratiwi | Jumat, 19 Maret 2021 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Manuver politik yang dilakukan oleh beberapa kader Partai Demokrat (PD) terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dapat berdampak buruk pada proses demokrasi. Apalagi, dengan keterlibatan Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden (KSP). Sedangkan, partai Demokrat tercatat sebagai partai oposisi. Tidak menutup kemungkinan, jika Kongres Luar Biasa (KLB) PD disahkan akan menjadi koalisi pemerintahan. Yang pada akhirnya, demokrasi Indonesia akan terancam jika tidak ada lagi kekuatan penyeimbang di luar pemerintah (oposisi). Dampak buruknya, pemerintah akan dengan mudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat merugikan rakyat. Namun, bukan berarti saya simpatisan PD versi AHY. Hanya saja, sebagai pemerhati demokrasi saya menyayangkan apa yang terjadi di tubuh internal PD.

Bangsa Indonesia pada dasarnya, telah memiliki pengalaman yang cukup dalam berdemokrasi. Bahkan, oleh dunia kita telah dianggap terdepan dalam praktik prosedur demokrasi, walaupun pada hakikatnya masih belum mampu menyentuh aras substansial demokrasi itu sendiri. Artinya, praktik demokrasi kita masih sebatas aras retorika politik yang indah dalam wacana publik yang mendayu dayu. Namun, harus kita akui pula, bahwa sesungguhnya, rakyat sudah sangat siap berdemokrasi, dalam arti bisa menerima dan melaksanakan konsep demokrasi yang disodorkan oleh negara. Tinggal bagaimana negara dapat menjaga stabilitas demokrasi itu sendiri.

Demokrasi yang dilakukan tanpa batas dan pondasi rule of game yang akuntabel merupakan sebuah otoritarian kekuasaan. Di sisi lain, hukum tanpa politik adalah kemandulan visi orientasi sebuah demokrasi sebagai jalan menuju kekuasaan. Keduanya tidak boleh terpisah dalam balutan etika moral politik yang tervalidasi. Namun, selama perjalanan demokrasi sampai hari ini, pengamatan saya proses demokrasi kita masih terkesan samar dan mendekati buram di mata rakyat dalam melakukan hak-hak dan kewajiban demokrasinya. Karena itu, amat perlu merekonstruksi stabilitas demokrasi agar praktik demokrasi tidak keluar daripada intisari demokrasi itu sendiri.

Upaya merekonstruksi stabilitas demokrasi itu sendiri membutuhkan waktu dan kesadaran pribadi setiap masyarakat. Dalam noktah ini, sedikitnya kita membutuhkan tiga langkah konkrit yang harus dilakukan, baik oleh negara, partai politik, maupun masyarakat. Pertama, adanya kesadaran bekerja sama dan bersaing dengan cara-cara sehat dalam membangun cita-cita luhur bangsa. Artinya, cara pandang politis tidak lagi bermuara pada kepentingan syahwat kekuasaan dan bagaimana cara melanggengkannya. Namun, lebih kepada cara pandang yang substansial, seperti kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Sulit memang jika ditilik dari kenyataan para politisi sekarang, akan tetapi bukan berarti tidak bisa.

Kedua, menegaskan kembali fungsi partai sebagai sarana penyalur kepentingan rakyat. Sebab, jika kita lihat bersama, partai saat ini tidak lagi menjadi alat sebuah basis politik, tetapi alat kepentingan pemilik partai. Partai dikelola secara eksklusif (top-down) dan mengandalkan pendistribusian material yang cenderung sentralistis, yang mengakibatkan pendiri/penyandang partai sebagai pusat segalanya. Visi dan gerak partai lebih ditentukan oleh saran-saran political advisor yang berorientasi mengakomodir kepentingan elite dan oligarki, ketimbang kepentingan riil masyarakat akar rumput.

Ketiga, saya sejalan dengan pemahaman Fahrul Muzaqqi, dalam bukunya Diskursus Demokrasi Deliberatif di Indonesia, ia mengatakan model paling ideal dan realistis bagi Indonesia adalah demokrasi deliberatif. Dalam demokrasi deliberatif aspek musyawarah menuju mufakat merupakan cara yang diutamakan. Sedangkan yang terjadi di tubuh internal PD akhir-akhir ini jauh daripada musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah. Padahal, jika saja musyawarah mufakat ditempuh oleh PD, kemungkinan terjadi kudeta tidak akan terjadi.

Demokrasi deliberatif menghendaki adanya etika diskursif. Yang pada akhirnya, demokrasi tidak hanya dipandang sebagai legitimasi kekuasaan belaka, tetapi juga setiap warga negara diberi ruang yang sama untuk terlibat aktif. Etika diskursif memungkinkan setiap orang terlibat dan dihargai secara setara (berkeadilan), dan hakikat demokrasi demikian yang seharusnya terjadi.

Memang, ada konsekuensi logis yang diamanatkan kepada bangsa Indonesia dalam menjalankan sistem politik demokrasinya, yakni melakukan proses transfer kekuasaan melalui mekanisme demokratisasi. Dalam upaya menjaga sistem politik perlu diupayakan usaha-usaha bersama dalam menyelamatkan peran serta, partisipasi aktif elemen masyarakat di dalam menyokong sistem demokrasi Indonesia. Kesadaran tentang merekonstruksi demokrasi harus selalu dijaga, agar demokrasi tetap berada dalam jalur stabil, sukur-syukur meningkat, jangan malah merosot.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#AHY Akan Digulingkan #Demokrat Gulingkan AHY #Kudeta Demokrat #Drama Kudeta Demokrat #SBY DAN AHY #Drama Demokrat #AHY Dikudeta Demokrat


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






35 menit yang lalu

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

Bila waktu adalah uang, terminologi yang sama atas kondisi pandemi kita dan dunia saat ini pada satu sisi adalah..
41 menit yang lalu

Polisi-Mahasiswa Keliling Sebarkan Paket Sembako ke Warga Terdampak Pandemi di Cianjur

Beritaenter.COM - Jajaran Polres Cianjur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membagi-bagikan ratusan..
55 menit yang lalu

Ledakan Hebat Guncang Kawasan Industri Kimia

Beritacenter.COM - Ledakan besar terjadi di kawasan industri kimia di kota Leverkusen, Jerman. Kepulan asap hitam..
1 jam yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
1 jam yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
1 jam yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
2 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
2 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
2 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
3 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
3 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
3 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
3 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
3 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
4 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
4 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..
5 jam yang lalu

Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin COVID-19

BeritaCenter.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memastikan keamanan..
5 jam yang lalu

Indonesia Kedatangan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

BeritaCenter.COM – Vaksin COVID-19 tahap ke-30 telah tiba di Indonesia. Vaksin yang datang adalah Sinovac dalam..
5 jam yang lalu

Jadi Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini: Ini Panggilan Merah Putih

BeritaCenter.COM – Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, diangkat menjadi staf..
6 jam yang lalu

Selangkah Lagi Dapatkan Varane, MU Langsung Berburu Jules Kounde

Beritacenter.COM - Manchester United sedang mempersiapkan langkah untuk mengontrak Jules Kounde dari Sevilla musim..
6 jam yang lalu

Kenapa Aturan Makan Pendek Hanya 20 Menit? Begini Penjelasan Mendagri Tito

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan tujuan penerapan aturan makan yang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi