Selasa, 27 Juli 2021 - 18:38 WIB

Demokrat Pertontonkan Demokrasi Hoaks

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:34 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


isruh internal yang terjadi di tubuh Partai Demokrat masih terus berlanjut. Baik Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara saling bermanuver. Kedua kubu saling mengklaim bahwa kubu merekalah yang sah secara hukum. Berbagai manuver mereka lakukan untuk saling menyerang dan menjatuhkan sama lain.

Namun demikian, apa yang tengah diperlihatkan oleh Partai Demokrat saat ini bukanlah sebuah potret dari wajah demokrasi yang kita dambakan. Wajah demokrasi yang tampak dari Demokrat saat ini adalah wajah demokrasi hoaks dan pencitraan. Saling klaim kebenaran dan tudingan-tudingan terhadap pihak lain adalah sedikit contohnya. Dengan kata lain, polemik yang terjadi di dalam internal Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa Demokrat tengah mempertontonkan demokrasi hoaks dan pencitraan, bukan demokrasi gagasan, seperti yang kita harapkan.

Setidaknya, ada beberapa alasan, kenapa Demokrat kini mempertontonkan demokrasi hoaks, bukan gagasan? Pertama, demokrat menuding pihak lain sebagai biang keladi terjadinya kisruh di Partai Demokrat, padahal itu persoalan internal partainya sendiri. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menuduh ada upaya kudeta dirinya dari orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal serupa juga dinyatakan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menuding bahwa ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat, yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai yang sah.

Faktanya, hal itu tidak pernah terjadi. Pihak Istana tidak ada hubungannya dengan kisruh yang terjadi di dalam tubuh Partai Demokrat. Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, yang kini terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB mengatakan bahwa Istana tidak ada kaitannya dengan hal itu. Itu artinya, demokrat secara sepihak telah menuduh pihak lain, yang berada di luar internal partai sebagai sumber masalah. Bahkan, menuduh pihak Istana sebagai dalang yang bermain dibalik ini semua. Pada kenyataannya, kisruh yang terjadi di Partai Demokrat saat ini adalah persoalan internal partai, bukan sebab yang lain.

Kedua, demokrat menyatakan adanya KLB tersebut sebagai sebuah bentuk penyerangan terhadap demokrasi. AHY mengatakan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum tandingan, merupakan serangan terhadap demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Bahkan, ia meminta rakyat Indonesia untuk ikut turun membantu menyelamatkan demokrasi di Tanah Air.

Pernyataan AHY tersebut saya kira adalah sebuah kebohongan atau hoaks. Lagi-lagi, saya harus mengatakan bahwa itu merupakan persoalan internal partai mereka sendiri. Tidak ada hubungannya dengan serangan demokrasi. Kalaupun ada, itu demokrasi di dalam internal tubuh partai demokrat. Sebab, aspek demokrasi itu luas. Mulai dari HAM, ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Tidak bisa serangan demokrasi yang dimaksud AHY hanya diterjemahkan dan disimplifikasikan menjadi kisruh yang terjadi di internal Partai Demokrat saat ini.

Ketiga, kedua kubu saling mengklaim bahwa kubu mereka yang sah secara hukum. Keduanya saling bermanuver untuk menyerang dan menjatuhkan satu sama lain. Kubu satu menuding sebagai gerakan kudeta, sementara kubu lain menyebut dirinya sebagai gerakan konstitusi. Jadi mana yang benar?

Atas dasar itu semua, saya pikir, demokrat kini tengah mempertontonkan wajah demokrasi hoaks di hadapan kita, bukan demokrasi gagasan yang seperti kita harapkan. Padahal, harusnya Demokrat sebagai partai yang merepresentasikan alat infrastruktur demokrasi bisa memberi contoh yang baik untuk rakyat, yaitu memberikan gagasan-gagasan terbaik untuk memajukan bangsa dan negara. Jika Partai Demokrat tidak bisa menyelesaikan persoalan internal partai mereka sendiri, maka mana mungkin Demokrat dapat menyelesaikan permasalahan rakyat.

Singkatnya, tudingan sepihak yang dilakukan oleh Demokrat, pernyataan KLB di Sumut adalah bentuk penyerangan demokrasi, dan klaim kedua kubu sebagai yang sah secara hukum merupakan sedikit contoh potret demokrasi hoaks yang ditampilkan oleh Demokrat. Dan saya tekankan sekali lagi bahwa kisruh yang terjadi di Partai Demokrat saat ini adalah persoalan internal mereka sendiri, bukan karena intervensi pihak lain.





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Demokrat #Partai Demokrat #AHY Akan Digulingkan #Demokrat Kudeta AHY


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

Bila waktu adalah uang, terminologi yang sama atas kondisi pandemi kita dan dunia saat ini pada satu sisi adalah..
44 menit yang lalu

Polisi-Mahasiswa Keliling Sebarkan Paket Sembako ke Warga Terdampak Pandemi di Cianjur

Beritaenter.COM - Jajaran Polres Cianjur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membagi-bagikan ratusan..
58 menit yang lalu

Ledakan Hebat Guncang Kawasan Industri Kimia

Beritacenter.COM - Ledakan besar terjadi di kawasan industri kimia di kota Leverkusen, Jerman. Kepulan asap hitam..
1 jam yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
1 jam yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
1 jam yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
2 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
2 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
2 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
3 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
3 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
3 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
3 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
3 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
4 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
4 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..
5 jam yang lalu

Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin COVID-19

BeritaCenter.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memastikan keamanan..
5 jam yang lalu

Indonesia Kedatangan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

BeritaCenter.COM – Vaksin COVID-19 tahap ke-30 telah tiba di Indonesia. Vaksin yang datang adalah Sinovac dalam..
5 jam yang lalu

Jadi Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini: Ini Panggilan Merah Putih

BeritaCenter.COM – Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, diangkat menjadi staf..
6 jam yang lalu

Selangkah Lagi Dapatkan Varane, MU Langsung Berburu Jules Kounde

Beritacenter.COM - Manchester United sedang mempersiapkan langkah untuk mengontrak Jules Kounde dari Sevilla musim..
6 jam yang lalu

Kenapa Aturan Makan Pendek Hanya 20 Menit? Begini Penjelasan Mendagri Tito

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan tujuan penerapan aturan makan yang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi