Jumat, 07 Mei 2021 - 22:11 WIB

Pertarungan AHY VS Moeldoko Berlanjut

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 10 April 2021 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Bernan Simanjuntak

Banyak orang membilang kubu Moeldoko akan menggugat kubu AHY di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan objek gugatan yaitu AD/ART Patai Demokrat yang cacat hukum. Ini kurang tepat. Sebaiknya yang harus dilakukan, yakni :

Pihak Penggugat (Moeldoko Cs) menggugat Pihak Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Reblik Indonesia (Kemenkunham RI) selaku Pihak Tergugat, dengan objek gugatan penerbitan surat keputusan dlm hal ini penerbitan SK Kemenkumham ttg pengesahan negara atas kepengurusan AHY dan AD/ART PD tahun 2020 yang dinilai jelas pencedraan demokrasi dan pelanggaran hukum/pelanggaran UUD 1945 dan UU Parpol :

1. Ada pihak yang dirugikan yaitu para kader yang dipecat
2. Struktur kepengurusan cacat hukum sangat jelas terdapat tirani kekuasaan Dinasty Politik
3. AD/ART hasil Kongres ke-5 Thn 2020 mencedrai demokrasi dlm AD/ART PD terdapat pasal -2 "kramat" untuk tujuan menguntungkan Dinasty Cikeas, salah satunya, disebutkan syarat penyelengaraan KLB harus mendapat izin Ketua Majelis Tinggi (SBY), sementara struktur Majelis Tinggi hanya 3 orang saja(SBY sbg Ketua, AHY sbg Wakil Ketua + 1 orang) dan sekaligus pengesahan AD/ART PD Tahun 2020 yg sudah jelas mencedrai demokrasi/pelanggaran UUD 1945 dan UU Parpol.

4. Dikawatirkan Dinasti Politik Cikeas akn melahirkan Oligarki Politik, sangat berbahaya Pada saat Pilkada serentak 2023, penunjukkan calon kepala daerah ditentukan oleh Ketua Majelis Tinggi (SBY) sbg mn disebutkan dlm pasal AD/ART PD hasil Kongres ke -5 Thn 2020 bahwa keputusan tertinggi partai kewenangannya di tangan Ketua Majelis Tnggi. Maka dikawatirkan rentan praktek "mahar politik" dgn mudah bisa dikelolah untuk tujuan kekuasaan kepentingan keluarga Cikeas.
5. SBY dan AHY mencermimkan sebagai aktor otoriter politik yang bersembunyi di balik demokrasi dan/atau atas nama demokrasi dikawatirkan dengan mudahnya akan melakukan pemecatan terhadap kader lain yg tidak sepaham.

Pada intinya ada 3 bagian yang terpenting masuk dlm pokok gugatan PTUN :


1. Susunan struktur kepengurusan AHY jelas mencedrai demokrasi (dinasti politik)
2. Isi dlm AD/ART hasil Kongres PD thn 2020 banyak ditemukan pasal-2 nya pasal "kramat" mencedrai nilai-2 demokratis, memasung hak-2 politik pengurus lain untuk maju, pelanggaran UUD 195 dan pelangaan UU Parpol.
3. Kemenkumham tidak bekerja dengan baik, tidak memiliki azas ketelitian dan azas profesional dlm melakukan pemeriksaan dan perivikasi faktual terhadap dokumen-2 kepengurusn AHY dan isi AD/ART PD hasil Kongres ke- 5 yg sangat jelas cacat hukum sebelum menshkan AHY sbg Ketum PD saat itu.
4. Dst ......

Ada keuntungan Pihak Moeldoko yg masuk dlm pemerintahan Presiden Jokowi sehingga Moeldoko cukup mengupayakan untuk memenangkan perkara ini di Pengadilan Tingkat Pertama/Pengadilan Negeri aja. Seandainya gugatan terjadi Pengadilan Tingkat Pertama PTUN, kubu Moekdoko memenangkan perkara ini maka dipastikan Kemenkunham TIDAK AKAN MAU BANDING karena Kemenkumham tidak mempunyai kepentingan dlm perkara ini. Dan Selanjutnya Kemenkunham langsung mencabut SK pengurusan AHY dan menggantikan dgn menerbitkan SK kepengurusan kubu Moekdoko sbg Ketum Patai Demokrat yg sah.

Diduga bentuk dukungan pemerintah ini mulai nampak melalui ucapan bahasa isyarat bpk. Mahmud Md yg menyebut dasar hukum kubu Moeldoko melakukan KLB berdasar AD/ART PD Tahun 2015 dan menyarankan kubu Moeldoko untuk menempuh lewat jalur pengadilan.

Perlu diketahui jika gugatan terhadap Kemenkunham RI terjadi, maka posisi AHY melemah, keberatan kubu AHY hanya sebatas Pihak INTERVENSI 1. Jadi kubu Moekdoko Cs tidak perlu pusing janganmenggugat kubu AH dengan sendirinya kubu AHY akan masuk dlm perkara ini sbg Pihak Tergugat INTERVENSI 1.

Pada akhirnya biarlah majelis hakim yang nantinya menutuskan perkara ini.

Sumber : Bernan Simanjuntak





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#Moeldoko #AHY Akan Digulingkan #AHY #AHY VS Moeldoko


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






41 menit yang lalu

Kejar-kejaran Kecepatan Tinggi, 2 Kapal Ilegal Fishing Vietnam Dilumpuhkan KKP di Natuna Utara

Beritacenter.COM - Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Sebuah SPBU di Bali Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Sebuah SPBU di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut..
1 jam yang lalu

Pelaku Penyebar Hoaks Tank TNI Diterjunkan Halau Pemudik Ditangkap

Beritacenter.COM - Petugas berhasil menangkap pelaku penyebar hoaks pengerahan tank TNI dikerahkan untuk menyekat..
2 jam yang lalu

BAHASA APOKALIPTIK PARA BAJINGAN POLITIK DI INDONESIA SAAT INI : BELA ULAMA BELA ISLAM & PEMIMPIN THOGUT

Bahasa Apokaliptik adalah bahasa yang digunakan pada perang Psikologi atau psychological warfare dengan metode holly..
2 jam yang lalu

Teororis Buron Yusuf Sukandar Ditangkap di Rumah Paranormal, Sempat Menginap dan Berobat

Beritacemter.COM - Tim Densus 88 Antiteror meringkus buron kasus terorisme,Yusuf Iskandar alias Jerry saat berada di..
3 jam yang lalu

JANGAN MAIN-MAIN SAMA BOBBY DAN GIBRAN

Saya tipe orang yang tidak anti ketika ada anak, menantu, serta kerabat Presiden yang menjadi pejabat negara. Yang..
3 jam yang lalu

Tiga Orang Tewas Diduga Keracunan Gas Usai Terperosok ke Septic Tank di Garut

Beritacenter.COM - Lima warga Garut dilaporkan masuk ke lubang septic tank setinggi 6 meter. Insiden nahas itu..
4 jam yang lalu

KETIKA ULAMA MERASA ISTIMEWAH..

Entah bentuk perlindungan yg bagaimana yg dimaksud PKS tentang ulama yg harus dilindungi. Apa perlidungan yg dimaksud..
4 jam yang lalu

Penerapan Larangan Mudik, Polisi Halau 23 Ribu Kendaraan dan Tindak 75 Travel Gelap

Beritacenter.COM - Polisi telah memutar balikkan sebanyak 23 ribu kendaraan, pasca penerapan larangan mudik Lebaran..
4 jam yang lalu

Penjelasan Dokter soal Viral Info Sulit Ereksi Karena Vaksin Sinovac

Setahu saya tidak ada hubungannya (dengan disfungsi ereksi -red). Akibat vaksin kalau terjadi akan ke sistemik atau..
5 jam yang lalu

ALGORITMA NIKEL

Bukan sekali atau dua kali, bu Menkeu mengungkapakan kekhawatirannya tentang Indonesia yang berpotensi terjebak dalam..
5 jam yang lalu

Polisi Pastikan Pantau Aktivitas Rusdi 'Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara'

Beritacenter.COM - Polisi masih belum mengambil langkah hukum terhadap Rusdi Karepesina (55), terkait Kekaisaran..
5 jam yang lalu

4 Tips Mengatur Pola Tidur Selama Bulan Puasa

Beritacenter.COM - Bulan Ramadan telah berjalan selama beberapa minggu. Puasa di bulan Ramadan mengubah berbagai pola..
6 jam yang lalu

Membangun Solidaritas Kemanusiaan

Dunia terus menghadapi cobaan di mana-mana. saat ini, pandemi covid-19 yang melanda negara-negara di berbagai belahan..
6 jam yang lalu

Pemkot Bogor Perkuat RW Siaga Corona, Pasca Larangan Mudik Jabodetabek

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperkuat RW Siaga Corona, menyusul larangan mudik lokal di..
6 jam yang lalu

Tok! MA Perintahkan 3 Menteri Cabut SKB soal Seragam Sekolah

Beritacenter.COM - Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pemerintah untuk mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3..
7 jam yang lalu

Peran Perempuan dalam Memerangi Hoaks

Semakin hari, frekuensi penyebaran hoaks di kalangan remaja dan anak-anak terus meningkat. Pasalnya, informasi hoaks..
7 jam yang lalu

Keren! Aparat Ditjen PSDKP Menangkap 84 Kapal Ikan Asing dan Indonesia Selama 2021

BeritaCenter.COM - Aparat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)..
7 jam yang lalu

Tidak Mudik, Jokowi Pilih Lebaran di Istana Bogor

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan untuk tidak mudik ke Solo, Jawa Tengah pada Lebaran Idul..
8 jam yang lalu

Berusaha Kabur, Dua Kapal Ikan Asing Ilegal Ini Dibuat Tak Berkutik Aparat Ditjen PSDKP

BeritaCenter.COM - Aparat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)..
8 jam yang lalu

Tidak Dapet Tim Utama di Barcelona, 5 Tim ini Siap Tampung Miralem Pjanic

Beritacenter.COM - Tidak mendapatkan di skuad utama Barcelona membuat Miralem Pjanic ingin hengkang dari Blaugrana...
8 jam yang lalu

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga, tidak lulusnya sejumlah pegawai KPK dalam tes wawasan kebangsaan telah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi