Jumat, 07 Mei 2021 - 22:30 WIB

Ahok Bilang, "Jokowi" Lebih Kejam Kepada Musuhnya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 12 April 2021 | 12:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Siapa yang tidak mengenal Soeharto? Mungkin mereka yang terlahir 90 an akhir hanya mengetahui sedikit, apalagi yang lahir th 2000-an. Selama 32 tahun berkuasa penuh atas segala apapun yang ada di atas dan di bawah bumi Indonesia. Berkuasa dalam artian sebenar-benarnya dan seluas-luasnya. Berkuasa dan menguasai. Di segala sektor terutama ekonomi dan bisnis.

Kelima anaknya terjun dan turut berkuasa mengeruk pundi-pundi dari hasil eksploitasi kekayaan alam Indonesia. Termasuk dana anggaran negara yang harusnya digunakan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia. 32 tahun itu sama dengan 6,5 kali periode pilpres. Jokowi baru diminta 3 periode saja sudah pada bingung. Rezim Suharto dikenal termasuk terlama dan juga sebagai terkorup di seluruh dunia.

Jangan pernah membayangkan seberapa tinggi tumpukan uang jika dikumpulkan dari seluruh anggota keluarga Cendana ini. Banyak sekali, hingga 7 turunan bahkan lebih tidak akan habis-habis. Paska lengsernya Suharto dan sebelumnya Tien Suharto terlebih dahulu meninggal, anak-anaknya sempat hidup bagai anak ayam kehilangan induknya. Bisnis kacau, keluarga berantakan.

Bahkan Tommy Suharto sempat menjadi residivis ditahan karena kasus pembunuhan. Setelah bebas th 2006, mereka, anak-anak Suharto masih sempat menikmati hidup dengan nyaman. Menghabiskan sisa kekayaan hingga mulai merintis bisnis baru. SBY saat itu sepertinya tidak berani mengutak-atik keluarga Cendana mengingat dulu ia sempat menjadi ajudan Suharto.

Mungkin ada rasa pekewuh. Namun sejak 2014, muncul seorang sosok yang sepertinya bakal sulit dikendalikan oleh keluarga Cendana. Bahkan selentingan ia berencana mengusik kekayaan keluarga Cendana. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan. Sosok ini tidak mempan disuap apalagi mau diatur-atur. Dialah Jokowi. Benar saja, bak seekor singa ia mengendap senyap untuk mendekati lawan dan kemudian menerkamnya.

2016 aset-aset yang dimiliki Cendana mulai diambil alih, dari Yayasan Supersemar dan Gedung Granadi disita negara. Jokowi beserta 'agen-agen' yang dimilikinya, seperti Sri Mulyani dan Retno Marsudi diminta Jokowi untuk terus melacak aset Cendana hingga di luar negeri (Bank Swiss). Nilai kekayaan tersebut disinyalir tidak main-main dan satu saat akan ditarik ke Indonesia.

Aksi Jokowi ini bukan tanpa alasan. Ia ingin kekayaan Indonesia yang dirampok dapat dikembalikan untuk membangun mensejahterakan rakyat. Alasan kedua sangat politis yakni ingin memiskinkan Cendana agar tidak lagi membuat kegaduhan. Dari sumber-sumber berita yang beredar dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa Cendana adalah pihak di belakang setiap kegaduhan dan kerusuhan yang ada di Indonesia sejak pemerintahan Jokowi.

Untuk itu, Jokowi ingin memutus sumber pendanaan dari Cendana. Terkait pendanaan, sebenarnya ada pula tokoh lain yang juga dianggap di belakang layar kegaduhan, namun artikel ini khusus membahas Cendana. Beberapa kali usaha kegaduhan dilakukan namun selalu gagal, meski sudah menggunakan kekuatan ormas dan massa Islam garis keras. Termasuk pula Tommy Suharto harus membuat partai politik.

Namun semua tidak berjalan mulus. Bahkan semakin hari semakin terasa jika posisi mereka kian terjepit terpojok namun belum terjengkang saja. 5 bersaudara itu sampai bingung harus bagaimana menjinakkan Jokowi? Bambang Triatmojo dibuat tidak berkutik dicekal Menkeu dan harus melunasi utang negara sebesar Rp. 50 M. Ormas yang selama ini menjadi andalannya tumbang satu demi satu (HTI, FPI dan KAMI).

Bahkan tokoh utamanya, Rizieq Shihab, kini menjadi pesakitan di tahanan. Belum lagi keluarga Cendana harus menghadapi tuntutan perusahaan asal Singapura. Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ltd diketahui tengah melakukan gugatan terhadap keluarga Presiden ke-2 Soeharto. Gugatan tersebut nilainya cukup besar yakni totalnya Rp 584 miliar.

Mitora pun juga meminta agar Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disita dalam proses tersebut. Gugatan terbaru ini masuk ke PN Jakarta Selatan. Padahal, Mitora sebelumnya melakukan gugatan lewat PN Jakarta Pusat, kala itu Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan pada sebidang tanah berikut dengan bangunan yang berdiri di atasnya.

"Beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jl Yusuf Adiwinata No. 14, Menteng, Jakarta Pusat," tulis petitum tersebut dikutip dari situs Sistem Penelusuran Perkasa PN Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2021). Selain itu, Mitora juga meminta para tergugat secara tanggung renteng membayar kewajiban Rp 84 miliar, dan kerugian immateril sebesar Rp 500 miliar.

Gugatan ini diajukan pada Senin (8/3/2021), dengan nomor 146/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. Lalu, ternyata ada gugatan terbarunya. Gugatan dilayangkan ke PN Jakarta Selatan bernomor 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. Ada enam pihak yang digugat Mitora, yakni ke Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, Ny Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Tn H. Bambang Trihatmojo, Ny Siti Hediati Hariyadi, Tn H Sigit Harjojudanto dan Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih.

Entah kebetulan atau tidak, entah ini langkah catur yang tengah dimainkan Jokowi. Aset di TMII yang masuk dalam tuntutan gugatan tadi, segera diambil-alih oleh negara. Selama ini (44 th) meski statusnya milik negara namun dikelola oleh yayasan milik Cendana. Dengan begitu, Tommy dan saudara-saudaranya akan semakin bingung bagaimana memenuhi tuntutan perusahaan Singapura tersebut.

Saya kira, ini barulah sebagian saja dari langkah-langkah cerdas Jokowi mematikan gerak lawan. Kita tunggu saja kelanjutannya. Memang benar yang dikatakan Ahok, bahwa dalam menghadapi musuh, Jokowi lebih kejam ketimbang dirinya, "Kalau saya sekali tebas selesai, gak ada urusan. Tapi Jokowi lebih kejam. Musuh dimasukan panci yang penuh dengan air lalu dinyalakan api. Mati pelan-pelan, dong!"

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : Jokowi


#Presiden Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Orang Jujur #Jokowi Tegas #Jokowi Hebat #Jokowi Rebut TMII dari Cendana


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Kejar-kejaran Kecepatan Tinggi, 2 Kapal Ilegal Fishing Vietnam Dilumpuhkan KKP di Natuna Utara

Beritacenter.COM - Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan..
1 jam yang lalu

Sebuah SPBU di Bali Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Sebuah SPBU di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut..
1 jam yang lalu

Pelaku Penyebar Hoaks Tank TNI Diterjunkan Halau Pemudik Ditangkap

Beritacenter.COM - Petugas berhasil menangkap pelaku penyebar hoaks pengerahan tank TNI dikerahkan untuk menyekat..
2 jam yang lalu

BAHASA APOKALIPTIK PARA BAJINGAN POLITIK DI INDONESIA SAAT INI : BELA ULAMA BELA ISLAM & PEMIMPIN THOGUT

Bahasa Apokaliptik adalah bahasa yang digunakan pada perang Psikologi atau psychological warfare dengan metode holly..
2 jam yang lalu

Teororis Buron Yusuf Sukandar Ditangkap di Rumah Paranormal, Sempat Menginap dan Berobat

Beritacemter.COM - Tim Densus 88 Antiteror meringkus buron kasus terorisme,Yusuf Iskandar alias Jerry saat berada di..
3 jam yang lalu

JANGAN MAIN-MAIN SAMA BOBBY DAN GIBRAN

Saya tipe orang yang tidak anti ketika ada anak, menantu, serta kerabat Presiden yang menjadi pejabat negara. Yang..
3 jam yang lalu

Tiga Orang Tewas Diduga Keracunan Gas Usai Terperosok ke Septic Tank di Garut

Beritacenter.COM - Lima warga Garut dilaporkan masuk ke lubang septic tank setinggi 6 meter. Insiden nahas itu..
4 jam yang lalu

KETIKA ULAMA MERASA ISTIMEWAH..

Entah bentuk perlindungan yg bagaimana yg dimaksud PKS tentang ulama yg harus dilindungi. Apa perlidungan yg dimaksud..
4 jam yang lalu

Penerapan Larangan Mudik, Polisi Halau 23 Ribu Kendaraan dan Tindak 75 Travel Gelap

Beritacenter.COM - Polisi telah memutar balikkan sebanyak 23 ribu kendaraan, pasca penerapan larangan mudik Lebaran..
5 jam yang lalu

Penjelasan Dokter soal Viral Info Sulit Ereksi Karena Vaksin Sinovac

Setahu saya tidak ada hubungannya (dengan disfungsi ereksi -red). Akibat vaksin kalau terjadi akan ke sistemik atau..
5 jam yang lalu

ALGORITMA NIKEL

Bukan sekali atau dua kali, bu Menkeu mengungkapakan kekhawatirannya tentang Indonesia yang berpotensi terjebak dalam..
5 jam yang lalu

Polisi Pastikan Pantau Aktivitas Rusdi 'Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara'

Beritacenter.COM - Polisi masih belum mengambil langkah hukum terhadap Rusdi Karepesina (55), terkait Kekaisaran..
6 jam yang lalu

4 Tips Mengatur Pola Tidur Selama Bulan Puasa

Beritacenter.COM - Bulan Ramadan telah berjalan selama beberapa minggu. Puasa di bulan Ramadan mengubah berbagai pola..
6 jam yang lalu

Membangun Solidaritas Kemanusiaan

Dunia terus menghadapi cobaan di mana-mana. saat ini, pandemi covid-19 yang melanda negara-negara di berbagai belahan..
6 jam yang lalu

Pemkot Bogor Perkuat RW Siaga Corona, Pasca Larangan Mudik Jabodetabek

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperkuat RW Siaga Corona, menyusul larangan mudik lokal di..
7 jam yang lalu

Tok! MA Perintahkan 3 Menteri Cabut SKB soal Seragam Sekolah

Beritacenter.COM - Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pemerintah untuk mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3..
7 jam yang lalu

Peran Perempuan dalam Memerangi Hoaks

Semakin hari, frekuensi penyebaran hoaks di kalangan remaja dan anak-anak terus meningkat. Pasalnya, informasi hoaks..
7 jam yang lalu

Keren! Aparat Ditjen PSDKP Menangkap 84 Kapal Ikan Asing dan Indonesia Selama 2021

BeritaCenter.COM - Aparat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)..
7 jam yang lalu

Tidak Mudik, Jokowi Pilih Lebaran di Istana Bogor

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan untuk tidak mudik ke Solo, Jawa Tengah pada Lebaran Idul..
8 jam yang lalu

Berusaha Kabur, Dua Kapal Ikan Asing Ilegal Ini Dibuat Tak Berkutik Aparat Ditjen PSDKP

BeritaCenter.COM - Aparat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)..
8 jam yang lalu

Tidak Dapet Tim Utama di Barcelona, 5 Tim ini Siap Tampung Miralem Pjanic

Beritacenter.COM - Tidak mendapatkan di skuad utama Barcelona membuat Miralem Pjanic ingin hengkang dari Blaugrana...
8 jam yang lalu

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga, tidak lulusnya sejumlah pegawai KPK dalam tes wawasan kebangsaan telah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi