Jumat, 07 Mei 2021 - 23:29 WIB

Kapitalisme ala BPOM Korbankan Terawan dan Vaksin Nusantara

Oleh : Indah Pratiwi | Kamis, 15 April 2021 | 19:22 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Penulis: Ninoy Karundeng

Tak pelak vaksin Nusantara yang digawangi dokter Terawan menjadi batu sandungan bagi kaum kapitalis. Para perusak negeri dan mafia kesehatan begitu kuat. Termasuk ketika Terawan yang kurang publikasi dicopot Jokowi. Kini, Vaksin Nusantara karya Dokter Terawan kembali dihujat dan hendak disingkirkan.

Beruntung dokter Terawan masih memiliki benteng seperti AM Hendropriyono, Dahlan Iskan, sehingga tempat berkiprah yang tidak bisa diintervensi oleh IDI sekali pun: RSPAD. Selain tentu KASAD Jenderal Andika Perkasa pasang badan untuk Letjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.

Kini, tak hanya para orang bersih dan nasionalis, DPR RI, dan kalangan oposan membela Vaksin Nusantara. Publik menangkap adanya permainan mafia kesehatan terkait vaksin Nusantara. Dan, BPOM adalah salah satu pintu yang paling strategis permainan para mafia.

Publik waras masih ingat kontroversi DSA. Pasalnya DSA (Digital Substraction Angioraphy) digunakan untuk penyembuhan pasien stroke. Ditolak awalnya sampai Terawan dipecat oleh IDI.

Kisah metoda cuci otak ala Dokter Terawan yang dinilai kontroversial oleh para dokter yang tidak paham, yang tradisional dan kaidahis – orang yang hanya mengikuti kaidah kedokteran.

Bahwa ilmu dan metode terapi kedokteran yang seharusnya mengembangkan breakthrough dihambat oleh sikap jumud dan pencinta kemapanan, yang tak lain adalah antek kaum kapitalis yang hobinya impor.

Akhirnya, kini lebih dari 40.000 orang menjalani terapi brain-wash dengan menggunakan alat DSA. Salah satu orang itu adalah Dahlan Iskan. Kisah DSA paling spektakuler justru dialami oleh Sudi Silalahi. Benjolan di dalam otaknya hilang dan dia sehat sampai sekarang.

Kini Vaksin Nusantara besutan Terawan kembali menemukan tentangan. Berbagai teori dan kampanye media, termasuk pembusukannya dilakukan oleh BPOM. Tak pelak DPR RI pun menyoroti. Dukungan dari para kalangan oposisi seperti Abu Rizal Bakrie, Sudi Silalahi, dan masyarakat umum yang berbondong sukarela disuntik vaksin Nusantara, menyentak perhatian.

Presiden Jokowi pun ikut berkomentar, menanggapi catatan ngaco dari BPOM. BPOM dengan gayanya menggunakan berbagai istilah kedokteran yang sejatinya sangat umum. Istilah good clinical practical, proof of concept, good laboratory practice, dan good manufacturing practice, yang sejatinya tidak ada kaitanya dengan isu utama: ada Vaksin Nusantara.

Bahkan BPOM menyerang vaksin Nusantara, dengan menyatakan adanya bahan impor, sehingga BPOM menjadikannya alasan uji klinis vaksin tidak bisa dilakukan.

Padahal Presiden Jokowi mendorong pemakaian produk dalam negeri, anak bangsa. Namun, karena ketidakpahaman, atau berpura tidak paham, maka BPOM yang memang menjadi bagian dari kapitalisme kesehatan dan obat, lebih suka impor karena bisa menjadi bagian dari proyek.

Birokrat dan aparat lembaga negara seperti BPOM sering menjadi agent of capitalists, agent of importers. Vaksin Nusantara akan mengurangi kesempatan impor vaksin apapun: AstraZeneca, Sinopharm, Novavax, Sinovac, Pfizer BioNTech, Oxford-AstraZeneca, dan Moderna. Kalau impor berkurang, duit haram yang masuk berkurang pula.

Kini, vaksin Nusantara tengah mengalami serangan. Dan serangan itu menjadi de javu seperti kasus DSA. Awalnya ditolak, namun akhirnya diterima. Memang kini kontroversi vaksin Nusantara yang bisa membentuk antibodi terhadap virus Covid-19, untuk seumur hidup. Antibodi atau daya kekebalan terbentuk pada kekebalan seluler pada sel limfosit T.

“Vaksin besutan dokter Terawan ini dendritik bersifat T-cells, berarti sekali suntik berlaku seumur hidup. Sehingga secara pembiayaan pun lebih menguntungkan dan tidak menguras devisa negara, karena ini diproduksi di dalam negeri,” kata Edi Prayitno, anggota tim uji klinis Vaksin Nusantara.

Publik awam waras yang paham melihat sikap BPOM. Bukan tentang hal yang substansial soal efektivitas vaksin yang menjadi alasan vaksin Nusantara ditolak untuk uji klinis. BPOM hanya menyoroti soal teknis produksi vaksin, lab tempat penelitian, dan prosedur. Yang sejatinya BPOM sengaja menghambat vaksin Nusantara demi melanggengkan kepentingan kaum kapitalis, importer, dan pengkhianat bangsa.





Fokus : Vaksin Nusantara


#BPOM #Vaksin Nusantara


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Driver Ojol Dibegal di Tugu Tani Menteng, Motor Nmax-Hanphone Raib Digondol Pelaku

Beritacenter.COM - Nasib nahas dialami seorang driver ojek online (ojol) di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta..
59 menit yang lalu

Kasian ! Gegara Tak Punya Uang, Satu Keluarga Ini Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

Beritacenter.COM - Satu keluarga dari Gombong Jawa Tengah, nekat mudik dengan berjalan kaki ke Soreang, Kabupaten..
1 jam yang lalu

Kembali Berulah, KKB Tebar Teror dan Bakar Rumah Warga di Ilaga Papua

Beritacenter.COM - Aksi teror kembali dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga, Kabupaten..
1 jam yang lalu

Kejar-kejaran Kecepatan Tinggi, 2 Kapal Ilegal Fishing Vietnam Dilumpuhkan KKP di Natuna Utara

Beritacenter.COM - Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan..
2 jam yang lalu

Sebuah SPBU di Bali Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Sebuah SPBU di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut..
2 jam yang lalu

Pelaku Penyebar Hoaks Tank TNI Diterjunkan Halau Pemudik Ditangkap

Beritacenter.COM - Petugas berhasil menangkap pelaku penyebar hoaks pengerahan tank TNI dikerahkan untuk menyekat..
3 jam yang lalu

BAHASA APOKALIPTIK PARA BAJINGAN POLITIK DI INDONESIA SAAT INI : BELA ULAMA BELA ISLAM & PEMIMPIN THOGUT

Bahasa Apokaliptik adalah bahasa yang digunakan pada perang Psikologi atau psychological warfare dengan metode holly..
3 jam yang lalu

Teororis Buron Yusuf Sukandar Ditangkap di Rumah Paranormal, Sempat Menginap dan Berobat

Beritacemter.COM - Tim Densus 88 Antiteror meringkus buron kasus terorisme,Yusuf Iskandar alias Jerry saat berada di..
4 jam yang lalu

JANGAN MAIN-MAIN SAMA BOBBY DAN GIBRAN

Saya tipe orang yang tidak anti ketika ada anak, menantu, serta kerabat Presiden yang menjadi pejabat negara. Yang..
4 jam yang lalu

Tiga Orang Tewas Diduga Keracunan Gas Usai Terperosok ke Septic Tank di Garut

Beritacenter.COM - Lima warga Garut dilaporkan masuk ke lubang septic tank setinggi 6 meter. Insiden nahas itu..
5 jam yang lalu

KETIKA ULAMA MERASA ISTIMEWAH..

Entah bentuk perlindungan yg bagaimana yg dimaksud PKS tentang ulama yg harus dilindungi. Apa perlidungan yg dimaksud..
5 jam yang lalu

Penerapan Larangan Mudik, Polisi Halau 23 Ribu Kendaraan dan Tindak 75 Travel Gelap

Beritacenter.COM - Polisi telah memutar balikkan sebanyak 23 ribu kendaraan, pasca penerapan larangan mudik Lebaran..
6 jam yang lalu

Penjelasan Dokter soal Viral Info Sulit Ereksi Karena Vaksin Sinovac

Setahu saya tidak ada hubungannya (dengan disfungsi ereksi -red). Akibat vaksin kalau terjadi akan ke sistemik atau..
6 jam yang lalu

ALGORITMA NIKEL

Bukan sekali atau dua kali, bu Menkeu mengungkapakan kekhawatirannya tentang Indonesia yang berpotensi terjebak dalam..
6 jam yang lalu

Polisi Pastikan Pantau Aktivitas Rusdi 'Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara'

Beritacenter.COM - Polisi masih belum mengambil langkah hukum terhadap Rusdi Karepesina (55), terkait Kekaisaran..
7 jam yang lalu

4 Tips Mengatur Pola Tidur Selama Bulan Puasa

Beritacenter.COM - Bulan Ramadan telah berjalan selama beberapa minggu. Puasa di bulan Ramadan mengubah berbagai pola..
7 jam yang lalu

Membangun Solidaritas Kemanusiaan

Dunia terus menghadapi cobaan di mana-mana. saat ini, pandemi covid-19 yang melanda negara-negara di berbagai belahan..
7 jam yang lalu

Pemkot Bogor Perkuat RW Siaga Corona, Pasca Larangan Mudik Jabodetabek

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperkuat RW Siaga Corona, menyusul larangan mudik lokal di..
8 jam yang lalu

Tok! MA Perintahkan 3 Menteri Cabut SKB soal Seragam Sekolah

Beritacenter.COM - Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pemerintah untuk mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3..
8 jam yang lalu

Peran Perempuan dalam Memerangi Hoaks

Semakin hari, frekuensi penyebaran hoaks di kalangan remaja dan anak-anak terus meningkat. Pasalnya, informasi hoaks..
8 jam yang lalu

Keren! Aparat Ditjen PSDKP Menangkap 84 Kapal Ikan Asing dan Indonesia Selama 2021

BeritaCenter.COM - Aparat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)..
8 jam yang lalu

Tidak Mudik, Jokowi Pilih Lebaran di Istana Bogor

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan untuk tidak mudik ke Solo, Jawa Tengah pada Lebaran Idul..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi