Selasa, 27 Juli 2021 - 20:07 WIB

Muslihat SBY Serang Jokowi dan Moeldoko dari Perspektif Intelijen

Oleh : Indah Pratiwi | Senin, 19 April 2021 | 13:08 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

(Penulis: Ninoy Karundeng)

Kisruh Demokrat sangat menarik. Serangan gencar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) awalnya dilihat oleh publik sebagai ambisi Moeldoko untuk merebut Demokrat. Analisis intelijen membongkar alasan di balik serangan SBY-AHY terhadap Jokowi dan Moeldoko.

SBY sebagai aktor dan dirigen kisruh Demokrat berhasil menghasut publik. Internal Demokrat Jhonny Allen Marbun, Darmizal, Muhammad Nazaruddin muncul melawan SBY. Publik, media dan media sosial pun terpecah. Mayoritas menghujat Jokowi dan Moeldoko.

Tak sembarangan SBY menetapkan target serangan. Moeldoko dianggap oleh SBY sebagai center of gravity kekuasaan Jokowi harus dibusukkan. Moeldoko mantan Panglima TNI, Ketua Umum HKTI, dan Kepala Staff Kepresidenan (KSP).

SBY memasang jebakan Batman pada Moeldoko. Karena lingkaran tidak seteril membuat Moeldoko terjerat. Strategi media pun mumpuni, diksi kata KSP di depan nama Moeldoko sengaja dipilih SBY-AHY adalah unsur paling mematikan. SBY berhasil menggiring publik membenci Moeldoko dan Jokowi.

Janji surga diberikan para pembelot Demokat pada Moeldoko. Lahirlah Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang. Moeldoko menjadi Ketum Demokrat setelah menekankan kepada para peserta KLB tentang legalitas KLB. Jawabannya: sah. Bodong hasilnya.

Akibatnya, kehancuran total nama Jokowi dan Moeldoko. Mereka terperangkap dalam gerakan siasat culas SBY dan Demokrat. Bukan Jokowi atau Moeldoko jika tidak bisa keluar dari kerikil SBY. Perusakan nama harus dibersihkan. Sterilisasi internal Moeldoko dan Jokowi terjadi.

Instink intelijen Jokowi dan Moeldoko bergerak. Pembusukan nama Moeldoko sejatinya adalah pintu masuk untuk menghancurkan Jokowi. Ada alasan dan fakta mengapa SBY-AHY menggunakan Moeldoko sebagai basis serangan untuk melengserkan Jokowi.

SBY takut kebusukan dirinya untuk menguasai secara permanen Partai Demokrat terkuak di publik dan internal Demokrat. Untuk menarik dukungan publik, SBY memanfaatkan sentimen kebencian, hoaks, fitnah, di luar Demokrat.

Harus diakui KLB Deli Serdang tidak sah. MenkumHAM menolak KLB tersebut. Sementara informasi awal ke Moeldoko menyatakan KLB sah. Artinya, ada informasi yang tidak sinkron, salah.

Namun, temuan intelijen yang meluruskan kisruh Demokrat membuat pendukung Jokowi sadar. Mulanya mereka terpecah oleh aksi akal bulus playing victim SBY. Moeldoko dan Jokowi bergerak masif untuk meluruskan persepsi publik yang telanjur hancur akibat ulah SBY-AHY. Muncul fakta-fakta yang mencengangkan.

Analis intelijen milik SBY membuat catatan pendek. SBY harus menyerang Jokowi, karena Jokowi akan melakukan gerakan sapu bersih terkait dengan asset negara Cendana dan Cikeas. Terbukti belakangan Jokowi sudah merampas TMII.

Celakanya di Istana ada bemper Jokowi yakni Moeldoko. SBY melihat Moeldoko ini sebagai center of gravity Jokowi. Bahkan dengan menargetkan Moeldoko, upaya menyerang Jokowi juga tercapai.

SBY mendapatkan dukungan dari kaum radikal HTI, teroris FPI, dan gerakan khilafah serta Wahabi. Munarman dan eks FPI mendukung Demokrat AHY. Bambang Widjajanto dan gerbong Anies Baswedan merapat ke SBY.

SBY tidak mengutuk serangan tersebut. Jika mengutuk akan kehilangan dukungan kaum intoleran. Jusuf Kalla, sekondan SBY, mengompori teroris untuk beraksi: Mabes Polri diserang. Sementara Moeldoko mengutuk keras serangan tersebut.

Maka menjadi sahih dan pas Moeldoko dan Jokowi bergerak cepat. Pembusukan terhadap mereka disambut dengan langkah strategis untuk melawan SBY. SBY selama 10 tahun berkuasa dan bahkan sampai kini tetap membesarkan kaum intoleran HTI, FPI.

Bukti lain tentang keterkaitan Demokrat dengan kaum intoleran. Kasus Jaran Kepang di Sumut. Moeldoko mengecam keras. Aksi intoleransi mengancam Bhineka Tunggal Ika pun tidak dikecam oleh AHY dan SBY. Karena jika SBY atau AHY mengecam, mereka akan kehilangan dukungan dari kelompok radikal, intoleran dan teroris.

Dan, sekali lagi Moeldoko sebagai benteng Jokowi, benteng NKRI, adalah salah satu jenderal yang ditakuti oleh Gatot Nurmantyo selain AM Hendropriyono. Tanpa mereka sepak terjang kaum radikal, teroris, dan HTI akan merajalela. Lagi-lagi SBY paham soal ini, benar di benaknya, Moeldoko harus disingkirkan dari Istana.

SBY adalah bagian dari kaum radikal, mendapat dukungan dari Munarman FPI, kaum intoleran yang secara bersama-sama akan menjungkalkan Jokowi dengan serangkaian fitnah SBY dan AHY terhadap Jokowi.

Publik menjadi paham bahwa justru Moeldoko harus mengambil Demokrat, agar skenario Demokrat gagal mengusung capres intoleran dan dekat dengan Jusuf Kalla seperti Anies Baswedan. Moeldoko berhasil membuka kedok konspirasi SBY-kaum radikal.

(Penulis: Ninoy Karundeng),





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#SBY #AHY Akan Digulingkan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Kembali Turun, Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan COVID di DKI Jadi 69%

Beritacenter.COM - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 di..
34 menit yang lalu

Menakjubkan ! Ini Sederet Manfaat Minyak Cengkeh Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Sejak dulu, cengkeh tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, namun juga dijadikan obat herbal..
1 jam yang lalu

JK Kritik Pemerintah Melulu, Pegiat Media Sosial: Mister Kalla Kapan antum mau bantu 2 Triliun untuk rakyat yg sedang susah...

Beritacenter.COM - Belum lama Pengusaha Tionghoa Aceh, sumbang 2 Trilliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel menjadi..
1 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu di Bogor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap pembuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu di daerah..
1 jam yang lalu

Cari Tukang Bakso Viral Layani Pasien Isoman, Satpol PP : Langsung Swab Kalo Ketemu

Beritacenter.COM - Warganet media sosial sempat dihebohkan dengan foto sejumlah pasien COVID tengah jajan bakso di..
2 jam yang lalu

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

Bila waktu adalah uang, terminologi yang sama atas kondisi pandemi kita dan dunia saat ini pada satu sisi adalah..
2 jam yang lalu

Polisi-Mahasiswa Keliling Sebarkan Paket Sembako ke Warga Terdampak Pandemi di Cianjur

Beritaenter.COM - Jajaran Polres Cianjur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membagi-bagikan ratusan..
2 jam yang lalu

Ledakan Hebat Guncang Kawasan Industri Kimia

Beritacenter.COM - Ledakan besar terjadi di kawasan industri kimia di kota Leverkusen, Jerman. Kepulan asap hitam..
2 jam yang lalu

Jual Tiket Pesawat dan Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang agen tiket pesawat berinisial FN lantaran menjual..
3 jam yang lalu

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya El digembok adalah..
3 jam yang lalu

KKP Keluarkan Permen, Jalur Tangkap Nelayan Diatur Sesuai Ukuran Kapal

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan..
3 jam yang lalu

Ditanya Soal Makan 20 Menit di Warteg, Anies Baswedan : Saya Sanggup !

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sanggup makan di warteg dalam durasi 20 menit..
3 jam yang lalu

Kabaharkam Polri Ingatkan Jajarannya Agar Tak Arogan Saat Tegakkan Prokes

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam Polri), Komjen Arief Sulistyanto menghimbau..
4 jam yang lalu

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku..
4 jam yang lalu

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

Melihat Pak Jokowi yg melas di TV tentang anggaran yg tak tersalurkan di pemda tingkat 1 dan 2, sepertinya disengaja..
4 jam yang lalu

Viral ! Pasien Isoman Covid-19 Ramai-Ramai Jajan Bakso Keliling di Jakbar

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah foto yang menampakan sejumlah pasien isolasi mandiri Covid-19 makan..
4 jam yang lalu

Puluhan Pedagang Kecil di Pasar Ciamis Dapat Bantuan Modal Usaha Rp1 Juta

Beritacenter.COM - ACT menyalurkan bantuan Rp1 juga kepada 20 pedagang kecil di Pasar Manis Ciamis yang terdampak..
5 jam yang lalu

Bali Lampaui Target Vaksinasi Pemerintah, Wagub : 3,2 Juta Warga Sudah Divaksin Tahap 1

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sebanyak 3.030.924..
5 jam yang lalu

Fadil Imran Apresiasi Warga Jakarta Tak Termakan Isu Hoax Ajakan Demo

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta karena tidak terpengaruh isu hoax..
5 jam yang lalu

Atlet Indonesia yang Raih Medali di Olimpiade 2020 Dijanjikan Jadi ASN

BeritaCenter.COM – Para atlet yang meraih medali olimpiade 2020 di Jepang tidak hanya akan mendapat bonus dari..
5 jam yang lalu

Singapura Peringkat Pertama Investasi di Indonesia, Jepang Tergeser Belanda

Beritacenter.COM - Singapura dilaporkan menjadi negara teratas yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021..
5 jam yang lalu

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi