Senin, 10 Mei 2021 - 06:42 WIB

Muslihat SBY Serang Jokowi dan Moeldoko dari Perspektif Intelijen

Oleh : Indah Pratiwi | Senin, 19 April 2021 | 13:08 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

(Penulis: Ninoy Karundeng)

Kisruh Demokrat sangat menarik. Serangan gencar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) awalnya dilihat oleh publik sebagai ambisi Moeldoko untuk merebut Demokrat. Analisis intelijen membongkar alasan di balik serangan SBY-AHY terhadap Jokowi dan Moeldoko.

SBY sebagai aktor dan dirigen kisruh Demokrat berhasil menghasut publik. Internal Demokrat Jhonny Allen Marbun, Darmizal, Muhammad Nazaruddin muncul melawan SBY. Publik, media dan media sosial pun terpecah. Mayoritas menghujat Jokowi dan Moeldoko.

Tak sembarangan SBY menetapkan target serangan. Moeldoko dianggap oleh SBY sebagai center of gravity kekuasaan Jokowi harus dibusukkan. Moeldoko mantan Panglima TNI, Ketua Umum HKTI, dan Kepala Staff Kepresidenan (KSP).

SBY memasang jebakan Batman pada Moeldoko. Karena lingkaran tidak seteril membuat Moeldoko terjerat. Strategi media pun mumpuni, diksi kata KSP di depan nama Moeldoko sengaja dipilih SBY-AHY adalah unsur paling mematikan. SBY berhasil menggiring publik membenci Moeldoko dan Jokowi.

Janji surga diberikan para pembelot Demokat pada Moeldoko. Lahirlah Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang. Moeldoko menjadi Ketum Demokrat setelah menekankan kepada para peserta KLB tentang legalitas KLB. Jawabannya: sah. Bodong hasilnya.

Akibatnya, kehancuran total nama Jokowi dan Moeldoko. Mereka terperangkap dalam gerakan siasat culas SBY dan Demokrat. Bukan Jokowi atau Moeldoko jika tidak bisa keluar dari kerikil SBY. Perusakan nama harus dibersihkan. Sterilisasi internal Moeldoko dan Jokowi terjadi.

Instink intelijen Jokowi dan Moeldoko bergerak. Pembusukan nama Moeldoko sejatinya adalah pintu masuk untuk menghancurkan Jokowi. Ada alasan dan fakta mengapa SBY-AHY menggunakan Moeldoko sebagai basis serangan untuk melengserkan Jokowi.

SBY takut kebusukan dirinya untuk menguasai secara permanen Partai Demokrat terkuak di publik dan internal Demokrat. Untuk menarik dukungan publik, SBY memanfaatkan sentimen kebencian, hoaks, fitnah, di luar Demokrat.

Harus diakui KLB Deli Serdang tidak sah. MenkumHAM menolak KLB tersebut. Sementara informasi awal ke Moeldoko menyatakan KLB sah. Artinya, ada informasi yang tidak sinkron, salah.

Namun, temuan intelijen yang meluruskan kisruh Demokrat membuat pendukung Jokowi sadar. Mulanya mereka terpecah oleh aksi akal bulus playing victim SBY. Moeldoko dan Jokowi bergerak masif untuk meluruskan persepsi publik yang telanjur hancur akibat ulah SBY-AHY. Muncul fakta-fakta yang mencengangkan.

Analis intelijen milik SBY membuat catatan pendek. SBY harus menyerang Jokowi, karena Jokowi akan melakukan gerakan sapu bersih terkait dengan asset negara Cendana dan Cikeas. Terbukti belakangan Jokowi sudah merampas TMII.

Celakanya di Istana ada bemper Jokowi yakni Moeldoko. SBY melihat Moeldoko ini sebagai center of gravity Jokowi. Bahkan dengan menargetkan Moeldoko, upaya menyerang Jokowi juga tercapai.

SBY mendapatkan dukungan dari kaum radikal HTI, teroris FPI, dan gerakan khilafah serta Wahabi. Munarman dan eks FPI mendukung Demokrat AHY. Bambang Widjajanto dan gerbong Anies Baswedan merapat ke SBY.

SBY tidak mengutuk serangan tersebut. Jika mengutuk akan kehilangan dukungan kaum intoleran. Jusuf Kalla, sekondan SBY, mengompori teroris untuk beraksi: Mabes Polri diserang. Sementara Moeldoko mengutuk keras serangan tersebut.

Maka menjadi sahih dan pas Moeldoko dan Jokowi bergerak cepat. Pembusukan terhadap mereka disambut dengan langkah strategis untuk melawan SBY. SBY selama 10 tahun berkuasa dan bahkan sampai kini tetap membesarkan kaum intoleran HTI, FPI.

Bukti lain tentang keterkaitan Demokrat dengan kaum intoleran. Kasus Jaran Kepang di Sumut. Moeldoko mengecam keras. Aksi intoleransi mengancam Bhineka Tunggal Ika pun tidak dikecam oleh AHY dan SBY. Karena jika SBY atau AHY mengecam, mereka akan kehilangan dukungan dari kelompok radikal, intoleran dan teroris.

Dan, sekali lagi Moeldoko sebagai benteng Jokowi, benteng NKRI, adalah salah satu jenderal yang ditakuti oleh Gatot Nurmantyo selain AM Hendropriyono. Tanpa mereka sepak terjang kaum radikal, teroris, dan HTI akan merajalela. Lagi-lagi SBY paham soal ini, benar di benaknya, Moeldoko harus disingkirkan dari Istana.

SBY adalah bagian dari kaum radikal, mendapat dukungan dari Munarman FPI, kaum intoleran yang secara bersama-sama akan menjungkalkan Jokowi dengan serangkaian fitnah SBY dan AHY terhadap Jokowi.

Publik menjadi paham bahwa justru Moeldoko harus mengambil Demokrat, agar skenario Demokrat gagal mengusung capres intoleran dan dekat dengan Jusuf Kalla seperti Anies Baswedan. Moeldoko berhasil membuka kedok konspirasi SBY-kaum radikal.

(Penulis: Ninoy Karundeng),





Fokus : AHY Akan Digulingkan


#SBY #AHY Akan Digulingkan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Pemobil Viral Tabrak Polisi di Pos Penyekatan di Klaten Ternyata ABG

Beritacenter.COM - Polisi telah mengamankan pemobil viral yang menerobos pos penyekatan dan menabrak petugasbdi..
11 jam yang lalu

Kecam Aksi Israel Bubarkan Jemaah Palestina, Wamenag : Keji, Langgar HAM!

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengecam keras aksi pembubaran jemaah salat tarawih di..
12 jam yang lalu

Viral Medsos, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan dan Tabrak Polisi di Klaten

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampakkan sebuah mobil menerobos pos penyekatan..
14 jam yang lalu

Kabar Gembira, Wagub Sebut Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Cenderung Melandai

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut bahwa kasus COVID-19 di DKI Jakarta..
15 jam yang lalu

Selain Kurma, 6 Buah Ini Cocok Dikonsumsi saat Buka Puasa

Beritacenter.COM - Adzan maghrib merupakan saat yang paling ditunggu setiap orang yang menjalankan ibadah puasa..
16 jam yang lalu

Bensin Nyambar ke Kompor, Satu Keluarga di Deli Serdang Terbakar Mengenaskan

Beritacenter.COM - Warga digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang menimpa satu keluarga penjual bensin di Desa..
17 jam yang lalu

Indonesia Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Beritacenter.COM - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam Aksi kekerasan terhadap warga sipil..
21 jam yang lalu

Video Viral, Anggota DPRD Tabrak Polantas Saat Ditindak

Beritacenter.COM - Sebuah video anggota DPRD Maluku Utara (Malut)dari fraksi Gerindra nekat menabrak anggota Polantas..
22 jam yang lalu

KKP Amankan 4 Penyu Hijau Ukuran Besar Yang Hendak Dijual

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut..
1 hari yang lalu

Anggota TNI di Polewali Mandar Imbau Masyarakat Patuhi Protkes Jelang Idul Fitri

Beritacenter.COM , POLMAN- Mengingat Jelang Lebaran Idul Fitri, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo,..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Ambon, 50 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, terkait adanya..
1 hari yang lalu

Ini Sederet Kegiatan yang Bikin Ngabuburit di Rumah Aja Makin Seru

Beritacenter.COM - Bulan Ramadhan tahun 2021 ini masih diselimuti wabah virus Corona atau Covid-19. Alhasil,..
1 hari yang lalu

Kasus Pembakar Perawat Cantik di Malang Mulai Menemukan Titik Terang

Beritacenter.COM - Kematian seorang perawat cantik di Kabupaten Malang mulai menemui titik terang. Polisi menemukan..
1 hari yang lalu

Polisi Amankan Penumpang Bawa Surat Hasil Swab Palsu di Bandara Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jenderal Ahmad..
1 hari yang lalu

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

Sebetulnya sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak perlu berlebihan dengan arogansinya kepada Walikota Medan,Bobby..
1 hari yang lalu

Cerita Professor Ngambekan

Seorang profesor, seorang guru besar universitas, menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan gelar profesornya..
1 hari yang lalu

4 Keistimewaan Ibadah Puasa

Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam di seluruh dunia tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita...
1 hari yang lalu

Dulu Anggap KPK Sudah Tidak Aman, NB Mau Mundur eh Kini Takut Dipecat

Jujur saya tidak paham dengan apa yang diinginkan NB. Berawal dari kemunculan isu polisi Taliban vs polisi India...
1 hari yang lalu

GIGIH DAN BRANI !

Membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa.(Gibran)....Sebuah pameo kepemimpinan dilemparkan oleh Gibran..
1 hari yang lalu

Ingin Juara Liga Inggris, Chelsea Ingin Rekrut Jadon Sancho dan 2 Bintang Lain

Beritacenter.COM - Chelsea dikabarkan akan kembali jor-joran pada bursa transfer musim panas 2021. Tidak..
1 hari yang lalu

Jelang Lebaran, Harga Daging Capai Rp 150.000/Kg

Beritacenter.COM - Jelang hari raya Idul Fitri, beberapa bahan pokok mulai naik, salah satunya adalah daging. Harga..
1 hari yang lalu

3 Makanan yang Wajib Dihindari saat Sahur, Bikin Cepat Haus hingga Asam Lambung Naik

Beritacenter.COM - Memilih makanan dalam sahur sangat mempengaruhi kita dalam melakukan aktivitas saat berpuasa. Oleh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi