Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:13 WIB

Tegas Gibran Berantas Pungli

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 04 Mei 2021 | 13:58 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Nia Megalomania

Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mencopot seorang lurah dari jabatannya karena diduga terlibat dalam praktik pungutan liar dengan modus pemungutan zakat dan sedekah kepada sejumlah warga. Ketegasan seorang Gibran pun menjadi pembicaraan.

“Harus membiasakan tindakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa, apalagi salah,” kata Gibran saat ditanyai wartawan mengenai tindakannya mencopot Lurah Gajahan. Pungli itu menyertakan surat bertanda tangan Lurah Gajahan melalui surat dengan kop bertulisan Paguyuban Perlindungan Masyarakat (SATLINMAS) Kelurahan Gajahan yang berlogo Pemerintah Kota Surakarta.

Praktik pungli tersebut sesungguhnya sudah terjadi sejak lama, dan tak pernah ada tindakan tegas dari pemerintah kota. Gibran pun menegaskan, bila berkaitan zakat, hanya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berwenang memungutnya. Bukan Linmas apalagi Lurah.

Berita itu membukakan mata banyak orang tentang praktik-praktik serupa yang mungkin juga terjadi di tempat-tempat lain. Mayoritas masyarakat mengapresiasi tindakan tersebut sebagai lompatan besar Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan good governance. Sebagian besar lainnya berharap tindakan good governance yang dilakukan Gibran segera dicontoh banyak institusi pemerintah lainnya.

Namun agak mengagetkan juga ketika ada spanduk-spanduk gelap di Kelurahan Gajahan yang mendukung Lurah “S”yang dicopot. Mereka seolah membenarkan tindakan-tindakan pungli yang terjadi di masyarakat. Banyak yang menduga tindakan ini politis, didukung pihak-pihak yang mungkin berkepentingan.

Sekarang mari kita periksa aturan-aturan hukum yang berkait pungli Linmas itu. Aturan terbaru tentang Linmas Kota Surakarta diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, yang ditandatangani oleh Walikota Surakarta saat itu, FX Hadi Rudyatmo. Pasal Pasal 19 ayat 1 Perwali tersebut mengatur tentang Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan masyarakat:

“Masyarakat dapat berpartisipasi dalam Perlindungan Masyarakat secara sukarela peduli terhadap ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.”

Lalu dilanjutkan pada ayat 2 :

“Partisipasi masyarakat dapat berupa: a. menyampaikan informasi terkait gangguan ketertiban, ketenteraman dan kenyamanan lingkungan; dan/atau b. pendanaan. “

Pasal ini sering disalahtafsirkan bahwa masyarakat dapat membantu penyelenggaraan perlindungan masyarakat melalui pendanaan. Pasal ini pula yang dijadikan pembelaan bagi pihak-pihak yang membenarkan pungli oleh satuan linmas tersebut. Padahal pasal tersebut merujuk kepada kegiatan perlindungan masyarakat yang bersifat umum, dan bukan pendanaan satuan linmas.

Selanjutnya Pasal 20 Perwali nomor 12 Tahun 2018 membahas tentang pendanaan. Ditulis dalam pasal 20 tersebut:

“(1) Pendanaan dalam rangka Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat digunakan untuk kegiatan: a. operasional Perlindungan Masyarakat; dan b. pemberdayaan anggota Satlinmas.

(2) Pendanaan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

(3) Selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pendanaan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) juga dapat bersumber dari pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat.

(4) Pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.”

Merujuk pada pasal 20 tersebut, menjadi jelas bahwa pendanaan Satlinmas adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah, dalam hal ini adalah Pemkot Surakarta. Meski pasal tersebut juga memperbolehkan pendanaan yang bersumber dari ‘pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat’, tetapi tentu saja penggunaannya bukan untuk donasi bagi anggota satuan Linmas, apalagi zakat. Dalam ayat satu jelas tertulis pendanaan tersebut digunakan untuk operasional dan pemberdayaan anggota Satlinmas.

Kedua pasal tersebut, jelas memperlihatkan kesalahan yang dilakukan oleh Paguyuban Linmas Kelurahan Gajahan. Ini masih ditambah dengan kesalahan BESAR yang dilakukan oknum Lurah Gajahan yang menandatangani surat permohonan shodaqoh dan zakat yang dibuat Paguyuban Satuan Linmas Kelurahan Gajahan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tertanggal 28 April 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya. Dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Ketua KPK, Firli Bahuri itu, KPK mengingatkan para penyelenggara negara dan pegawai negeri bahwa “permintaan dana dan/atau hadiah sebagai tunjangan hari raya (THR) atau dengan sebutan lain oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara baik secara individu maupun atas nama institusi merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.” Demikian tertulis pada butir ke 4 (empat).

KPK juga meminta penyelenggara negara dan pegawai negeri agar memberikan teladan yang baik bagi masyarakat dengan tidak melakukan permintaan, pemberian, dan penerimaan gratifikasi dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk melakukan perbuatan koruptif. Dalam butir kedua surat tersebut jelas tertulis:

Surat edaran itu diawali dengan penekanan bahwa perayaan hari raya “sepatutnya tidak dilaksanakan secara berlebihan yang menyebabkan peningkatan pengeluaran yang dibutuhkan, peka terhadap kondisi lingkungan sosial, dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Demikian tertulis pada butir pertama.

Menilik hal tersebut, apa yang dilakukan Lurah Gajahan jelas tidak menunjukkan kepekaan terhadap kondisi sosial. Apalagi bila mengingat masa pandemi ini, terjadi penurunan ekonomi masyarakat yang sangat signifikan. Pendapatan masyarakat menurun drastis. Banyak usaha gulung tikar atau kembang kempis, tetapi Lurah gandekan justru menambah beban pengusaha dan masyarakat dengan permohonan sedekah dan zakat yang bukan merupakan kewenangannya.

Dari semua peraturan perundang-undangan tersebut, kita melihat semakin jelas poin-poin kesalahan Lurah Gajahan. Ia tak memahami aturan-aturan tentang Penyelenggaran Perlindungan Masyarakat. Kedua, ia jelas melanggar apa yang ditulis dalam Surat Edaran KPK. Mulai dari ketidakpekaan pada kondisi lingkungan sosial hingga tak mematuhi aturan yang berlaku.

Tentu menjadi mengherankan bila ada masyarakat atau warga yang membelanya. Ini artinya masyarakat tersebut tidak paham aturan-aturan perundang-undangan, sekaligus tidak peka pada kondisi pandemi, yang nyata-nyata melemahkan kemampuan ekonomi masyarakat. Menjadi lebih tidak pas lagi jika ternyata, pembelaan warga terhadap Lurah gajahan itu mengandung nuansa politis. Ini artinya kepentingan kelompok telah berada di atas kepentingan pribadi. Belum lagi bila ditemukan motif-motif ‘cuci tangan’, bahwa pembela adalah bagian dari sistem pungli itu sendiri, meski seringkali berdalih karena kasihan satuan Linmas tidak mendapat THR.

Mungkin penolakan TNI AL atas dana yang dikumpulkan masyarakat untuk membeli kapal selam dapat kita jadikan perbandingan. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono, menjelaskan bahwa dana tersebut terpaksa ditolak karena ada persyaratan dan prosedur untuk membeli alutsista, termasuk kapal selam. Pembelian harus dilakukan melalui prosedur yang ada.

Bisa kita lihat di situ, pengumpulan dana oleh masyarakat tidak serta merta dapat diterima negara meski untuk masalah pertahanan negara seperti pembelian kapal selam. Ada prosedur tersendiri. Seperti juga penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, meski dimungkinkan mendapat pendanaan dari masyarakat, tetapi penggunaannya jelas, aturannya jelas, dan ada aturan-aturan yang dikeluarkan khusus, sebelum pendanaan dari masyarakat dapat dilakukan.

Akhirnya, kejadian tersebut memberi kita seharusnya memberi sedikit perenungan. Betapa di era pandemi ini kita diharapkan memiliki kepekaan pada kondisi sosial di sekitar kita. Kedua, betapa usaha-usaha untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan berorientasi untuk melayani masyarakat patut kita dukung. Bukan dengan menentangnya untuk alasan-alasan kepentingan kelompok. Ini termasuk pula agar ASN/ PNS dengan paradigm lama yang menganggap pemungutan shodaqoh bagi Linmas menjelang hari raya adalah sesuatu yang wajar. Ingat, biasakan benar bukan membenarkan yang biasa.

Ketiga, mungkin kita perlu merevisi aturan-aturan lama yang memungkinkan celah untuk melakukan pemungutan di masyarakat. Dan terakhir, mungkin ini yang terpenting, kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat jangan dipadamkan oleh demo mendukung pejabat yang melakukan kesalahan.

Semua ini demi Lompatan Besar bagi Solo….





Fokus : Walikota Solo Gibran


#Gibran Rakabuming Raka #Pungli #Kasus Pungli #Walikota Solo #Gibran Copot Lurah Yang Lakukan Pungli


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






13 menit yang lalu

Ini 7 Makanan Sehat Untuk Orang Sakit agar Cepat Pulih

Beritacenter.COM - Makanan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan membantu proses pemulihan pada orang yang..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Sebut Selama Anda Manusia Berarti Bisa Divaksin di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan ada empat komponen yang dapat..
2 jam yang lalu

Update Covid-19 Per 31 Juli : Kasus Positif Bertambah 37.284

Beritacenter.COM - Kasus virus corona di Indonesia kian memperihatinkan. Tercatat, pada hari ini, Sabtu (31/7/2021),..
3 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Pembeli di Warteg Harus Sudah Divaksin Covid-19

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinnsi (Pemprov) DKI Jakarta menerangkan soal aturan pedagang dan pengunjung yang..
5 jam yang lalu

Punya Penyakit Bisul ? Coba 6 Obat Alami ini

Beritacenter.COM - Bisul adalah benjolan kecil berisi nanah yang terbentuk di bawah lapisan kulit. Apabila tidak..
6 jam yang lalu

Ayu Ting Ting Ogah Berdamai Usai Anaknya Dihina Mental Pengemis

Beritacenter.COM - Pedangdut Ayu Ting Ting memilih untuk mengambil jalur hukum demi memberikan efek jera kepada akun..
7 jam yang lalu

Tak Puas Dengan Isteri, Pria Bejat ini Masih Cabuli Adik Ipar Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tega mencabuli adik iparnya sendiri yang masih..
8 jam yang lalu

Pemain Sepak Bola Berdarah Indonesia - Belanda Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Pemain sepak bola berdarah Indonesia - Belanda Noah Gesser dikabarkan meninggal dunia dalam..
9 jam yang lalu

Ganti Presiden? Ya Setuju

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup..
10 jam yang lalu

GENDERANG PERANG DEMOKRAT LAWAN RAKYAT!

Konyol, satu kata pembuka dari saya untuk partai Demokrat, membaca berita dari berbagai media yang santer mengutip..
11 jam yang lalu

Tidak Tahu Diri...! Habis Isi Bensi Di SPBU Bintaro Sebuah Mobil Mewah B 1201 QZ Kabur Gak Mau Bayar

Beritacenter.COM - Media sosial dibuat heboh video sebuah mobil mewah mengisi BBM di sebuah SPBU tidak mau membayar..
12 jam yang lalu

PMI Lagi Ngapain?

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid. PMI adalah badan yg..
19 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
20 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
20 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
21 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
21 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
22 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
22 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
23 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
23 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
23 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi