Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:26 WIB

Ketika Taliban KPK Ikut Tes Wawasan Kebangsaan

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 05 Mei 2021 | 13:32 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Supriyanto Martosuwito

Ada banyak berita mengejutkan di ibukota pekan ini. Salahsatunya, sebanyak 75 pegawai KPK dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan dan terancam diberhentikan oleh pimpinan lembaga antirasuah itu. Konon, kebanyakan dari mereka merupakan Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) penyidik dan penyelidik dari unsur internal, pengurus inti Wadah Pegawai (WP) KPK hingga pegawai berprestasi lainnya.

Diduga mereka adalah kaum Taliban yang sudah lama menyusup di lembaga anturasuah itu. Oknum oknum di KPK yang sudah terkontaminasi paham radikal Islam. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah angkat suara terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) kepada para pegawai KPK yang akan menjadi ASN.

BKN menggandeng sejumlah lembaga dalam pelaksanaan tes tersebut, antara lain Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelejen Strategis (BAIS), hingga Dinas Psikologi Angakatan Darat (PsiAD).Sumber internal KPK yang dikutip CNNIndonesia menyebut, pertanyaan seputar radikalisme mendominasi tes wawasan kebangsaan. Selain itu, pegawai KPK juga diminta pendapatnya terhadap setiap kebijakan pemerintah.

“Soal esai seputar OPM, DI/TII, PKI, HTI, FPI, Sdr. Rizieq Shihab, Narkoba, kebijakan pemerintah, LGBT,” ujarnya. Sejak ustadz kadrun dan asbun Tengku Zulkarnaen mengaku rutin memberikan pengajian di KPK dan tokoh Masyumi Abdullah Hehamahua menjadi penasehat di KPK — hingga belakangan tampil makin aneh bin ‘nyleneh’ — saya ikut meyakini bahwa paham Talibanisme sudah menyusup di KPK. Bahwa penyidik KPK yang jadi jenggoters patut diduga jadi talibanis. Pengikut paham Taliban.

Adalah Ketua Indonesia Police Watch Neta S Pane yang pertama melontarkan istilah “Taliban di KPK”. Dalam siaran persnya pada Mei 2019 lalu, Neta mengomentari surat terbuka dari 50-an penyidik Kepolisian RI yang bertugas di KPK yang mempersoalkan pengangkatan 21 penyelidik menjadi penyidik independen di lembaga tersebut.

Lewat tulisannya Neta Pane mengungkap di KPK menjadi dua kubu, yakni “Polisi India” dan “Grup Taliban”. Polisi India merujuk pada penyidik KPK yang berasal dari institusi Polri. Sedangkan Grup Taliban merujuk pada penyidik Novel Baswedan yang disokong Wadah Pegawai KPK. Kelompok ini, disebut dalam surat itu, juga dianggap militan karena kerap mempersoalkan kebijakan pemimpin.

Sejumlah pengacara yang kerap menangani perkara di KPK juga mengaku kerap mendengar istilah grup Taliban di KPK, kelompok ini yang sering menangani kasus yang melibatkan nama besar, seperti Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

SAYA TIDAK MALU mengakui bahwa saya tertipu oleh pencitraan KPK selama ini. Saya kira sebagian dari kita juga merasakannya. Sebab – bahkan seorang pakar hukum tata negara notabene mantan ketua MK, Prof. Mahfud MD meyakini KPK bersih dan profesional. Bahwa siapa pun yang tertangkap penyidik KPK – dengan dua bukti permulaan yang cukup – tak akan lolos lagi, katanya .

Citra lembaga KPK pernah berkilau karena menangkap para koruptor kakap tanpa pandang bulu. Pernah menangkap tangan banyak menteri dan kepala daerah, hakim, pengacara dan penegak hukum lain orang orang kuat – yang sedang terima uang sogokan. Tapi itu dulu. Kini tidak lagi.Kini, sudah terbukti, ada elemen di KPK yang sama busuknya dengan (elemen) di kejaksaan atau (elemen) di kepolisian. Bisa cincai cincai. “Lapan anem” (“8-6”) .

Puncaknya sejak ada penyidik KPK tertangkap memeras pejabat daerah di Sumatra Utara, Selasa (20/4/2021) lalu. Salah satu penyidiknya berinisial AKP SR dari unsur Polri ditangkap Propam Polri lantaran dikabarkan meminta uang kepada pejabat Tanjung Balai hingga Rp 1,5 miliar. Agar tidak ditangkap KPK.

Sebelumnya ada skandal kebocoran informasi penggeledahan di kantor PT Jhonlin, Kalimantan Selatan, terkait perkara suap pajak.Maka sempurna sudah bahwa KPK sama busuknya dengan lembaga penegak hukum lain.HAL YANG MENGERIKAN adalah KPK adalahmerupakan lembaga antirasuan ini nyaris tak tersentuh. Independen. Superbody. Bebas menangkap siapa saja. Seperti negara dalam negara. Bahkan lebih busuk lagi. Karena dengan kekuatan superbody-nya penyidik KPK bisa semena mena.

Dugaan tersangka sudah jadi setengah vonis. Mereka yang tertangkap KPK tak bisa lolos lagi. Maka kini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta KPK menghentikan narasi-narasi yang selama ini dinilainya membodohi, yang menyebut lembaga antikorupsi itu hebat.

“Mereka tidak boleh lagi menarasi-narasikan yang selalu membodohi dengan kalimat ‘KPK tetap kuat’, ‘KPK tetap hebat’, ‘KPK tetap melakukan pencegahan’. Dan ternyata omongan narasi-narasi itu tidak terbukti,” tegas Boyamin saat dihubungi Suara.com, Rabu (21/4/2021).

Para petinggi di KPK, khususnya Firli Bahuri untuk segera melakukan perbaikan atau mundur dari jabatannya jika dalam waktu tiga sampai enam bulan tidak ada hasil yang memuaskan. “Saya minta pimpinan KPK mundur saja, dan dilakukan pemilihan ulang oleh pansel oleh presiden yang lebih bebas untuk memilih. Dan mungkin tidak ada lagi dugaan transaksional di DPR,” ujar Boyamin.

Kini segala teriakan “ada upaya pelemahan di KPK” makin tak terbukti. Para penyidik di dalam KPK sendiri yang melemahkannya. Membusukkannya. Sejak daulu kala ancaman persatuan bangsa adalah paham ektrem kanan dan ektrem kiri. Dua duanya (PKI dan DI/TII) pernah membrontak dan mengancam NKRI.

Karena itu seleksi untuk penyidik KPK yang terkontaminasi paham radikal sangat diperlukan. Terutama mereka yang ikut pengajian ustadz asbun sekelas Tengku Zulkarnaen dan ikut ikutan jadi kadrun. ***

(Sumber: Facebook Supriyanto M)





Fokus : Novel Baswedan


#Novel Baswedan #Novel Baswedan Tidak Jadi ASN #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






25 menit yang lalu

Anies Baswedan Sebut Selama Anda Manusia Berarti Bisa Divaksin di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan ada empat komponen yang dapat..
1 jam yang lalu

Update Covid-19 Per 31 Juli : Kasus Positif Bertambah 37.284

Beritacenter.COM - Kasus virus corona di Indonesia kian memperihatinkan. Tercatat, pada hari ini, Sabtu (31/7/2021),..
2 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Pembeli di Warteg Harus Sudah Divaksin Covid-19

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinnsi (Pemprov) DKI Jakarta menerangkan soal aturan pedagang dan pengunjung yang..
4 jam yang lalu

Punya Penyakit Bisul ? Coba 6 Obat Alami ini

Beritacenter.COM - Bisul adalah benjolan kecil berisi nanah yang terbentuk di bawah lapisan kulit. Apabila tidak..
5 jam yang lalu

Ayu Ting Ting Ogah Berdamai Usai Anaknya Dihina Mental Pengemis

Beritacenter.COM - Pedangdut Ayu Ting Ting memilih untuk mengambil jalur hukum demi memberikan efek jera kepada akun..
6 jam yang lalu

Tak Puas Dengan Isteri, Pria Bejat ini Masih Cabuli Adik Ipar Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tega mencabuli adik iparnya sendiri yang masih..
7 jam yang lalu

Pemain Sepak Bola Berdarah Indonesia - Belanda Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Pemain sepak bola berdarah Indonesia - Belanda Noah Gesser dikabarkan meninggal dunia dalam..
8 jam yang lalu

Ganti Presiden? Ya Setuju

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup..
9 jam yang lalu

GENDERANG PERANG DEMOKRAT LAWAN RAKYAT!

Konyol, satu kata pembuka dari saya untuk partai Demokrat, membaca berita dari berbagai media yang santer mengutip..
10 jam yang lalu

Tidak Tahu Diri...! Habis Isi Bensi Di SPBU Bintaro Sebuah Mobil Mewah B 1201 QZ Kabur Gak Mau Bayar

Beritacenter.COM - Media sosial dibuat heboh video sebuah mobil mewah mengisi BBM di sebuah SPBU tidak mau membayar..
11 jam yang lalu

PMI Lagi Ngapain?

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid. PMI adalah badan yg..
18 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
19 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
19 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
20 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
20 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
21 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
21 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
22 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
22 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
22 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..
23 jam yang lalu

Update Perkembangan COVID 19 di Indonesia 30 Juli 2021

Beritacenter.COM - Tanggal 30 Juli 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia Jumlah kasus terkonfirmasi positif..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi