Rabu, 01 Desember 2021 - 00:39 WIB

Ketika Taliban KPK Ikut Tes Wawasan Kebangsaan

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 05 Mei 2021 | 13:32 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Supriyanto Martosuwito

Ada banyak berita mengejutkan di ibukota pekan ini. Salahsatunya, sebanyak 75 pegawai KPK dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan dan terancam diberhentikan oleh pimpinan lembaga antirasuah itu. Konon, kebanyakan dari mereka merupakan Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) penyidik dan penyelidik dari unsur internal, pengurus inti Wadah Pegawai (WP) KPK hingga pegawai berprestasi lainnya.

Diduga mereka adalah kaum Taliban yang sudah lama menyusup di lembaga anturasuah itu. Oknum oknum di KPK yang sudah terkontaminasi paham radikal Islam. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah angkat suara terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) kepada para pegawai KPK yang akan menjadi ASN.

BKN menggandeng sejumlah lembaga dalam pelaksanaan tes tersebut, antara lain Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelejen Strategis (BAIS), hingga Dinas Psikologi Angakatan Darat (PsiAD).Sumber internal KPK yang dikutip CNNIndonesia menyebut, pertanyaan seputar radikalisme mendominasi tes wawasan kebangsaan. Selain itu, pegawai KPK juga diminta pendapatnya terhadap setiap kebijakan pemerintah.

“Soal esai seputar OPM, DI/TII, PKI, HTI, FPI, Sdr. Rizieq Shihab, Narkoba, kebijakan pemerintah, LGBT,” ujarnya. Sejak ustadz kadrun dan asbun Tengku Zulkarnaen mengaku rutin memberikan pengajian di KPK dan tokoh Masyumi Abdullah Hehamahua menjadi penasehat di KPK — hingga belakangan tampil makin aneh bin ‘nyleneh’ — saya ikut meyakini bahwa paham Talibanisme sudah menyusup di KPK. Bahwa penyidik KPK yang jadi jenggoters patut diduga jadi talibanis. Pengikut paham Taliban.

Adalah Ketua Indonesia Police Watch Neta S Pane yang pertama melontarkan istilah “Taliban di KPK”. Dalam siaran persnya pada Mei 2019 lalu, Neta mengomentari surat terbuka dari 50-an penyidik Kepolisian RI yang bertugas di KPK yang mempersoalkan pengangkatan 21 penyelidik menjadi penyidik independen di lembaga tersebut.

Lewat tulisannya Neta Pane mengungkap di KPK menjadi dua kubu, yakni “Polisi India” dan “Grup Taliban”. Polisi India merujuk pada penyidik KPK yang berasal dari institusi Polri. Sedangkan Grup Taliban merujuk pada penyidik Novel Baswedan yang disokong Wadah Pegawai KPK. Kelompok ini, disebut dalam surat itu, juga dianggap militan karena kerap mempersoalkan kebijakan pemimpin.

Sejumlah pengacara yang kerap menangani perkara di KPK juga mengaku kerap mendengar istilah grup Taliban di KPK, kelompok ini yang sering menangani kasus yang melibatkan nama besar, seperti Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

SAYA TIDAK MALU mengakui bahwa saya tertipu oleh pencitraan KPK selama ini. Saya kira sebagian dari kita juga merasakannya. Sebab – bahkan seorang pakar hukum tata negara notabene mantan ketua MK, Prof. Mahfud MD meyakini KPK bersih dan profesional. Bahwa siapa pun yang tertangkap penyidik KPK – dengan dua bukti permulaan yang cukup – tak akan lolos lagi, katanya .

Citra lembaga KPK pernah berkilau karena menangkap para koruptor kakap tanpa pandang bulu. Pernah menangkap tangan banyak menteri dan kepala daerah, hakim, pengacara dan penegak hukum lain orang orang kuat – yang sedang terima uang sogokan. Tapi itu dulu. Kini tidak lagi.Kini, sudah terbukti, ada elemen di KPK yang sama busuknya dengan (elemen) di kejaksaan atau (elemen) di kepolisian. Bisa cincai cincai. “Lapan anem” (“8-6”) .

Puncaknya sejak ada penyidik KPK tertangkap memeras pejabat daerah di Sumatra Utara, Selasa (20/4/2021) lalu. Salah satu penyidiknya berinisial AKP SR dari unsur Polri ditangkap Propam Polri lantaran dikabarkan meminta uang kepada pejabat Tanjung Balai hingga Rp 1,5 miliar. Agar tidak ditangkap KPK.

Sebelumnya ada skandal kebocoran informasi penggeledahan di kantor PT Jhonlin, Kalimantan Selatan, terkait perkara suap pajak.Maka sempurna sudah bahwa KPK sama busuknya dengan lembaga penegak hukum lain.HAL YANG MENGERIKAN adalah KPK adalahmerupakan lembaga antirasuan ini nyaris tak tersentuh. Independen. Superbody. Bebas menangkap siapa saja. Seperti negara dalam negara. Bahkan lebih busuk lagi. Karena dengan kekuatan superbody-nya penyidik KPK bisa semena mena.

Dugaan tersangka sudah jadi setengah vonis. Mereka yang tertangkap KPK tak bisa lolos lagi. Maka kini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta KPK menghentikan narasi-narasi yang selama ini dinilainya membodohi, yang menyebut lembaga antikorupsi itu hebat.

“Mereka tidak boleh lagi menarasi-narasikan yang selalu membodohi dengan kalimat ‘KPK tetap kuat’, ‘KPK tetap hebat’, ‘KPK tetap melakukan pencegahan’. Dan ternyata omongan narasi-narasi itu tidak terbukti,” tegas Boyamin saat dihubungi Suara.com, Rabu (21/4/2021).

Para petinggi di KPK, khususnya Firli Bahuri untuk segera melakukan perbaikan atau mundur dari jabatannya jika dalam waktu tiga sampai enam bulan tidak ada hasil yang memuaskan. “Saya minta pimpinan KPK mundur saja, dan dilakukan pemilihan ulang oleh pansel oleh presiden yang lebih bebas untuk memilih. Dan mungkin tidak ada lagi dugaan transaksional di DPR,” ujar Boyamin.

Kini segala teriakan “ada upaya pelemahan di KPK” makin tak terbukti. Para penyidik di dalam KPK sendiri yang melemahkannya. Membusukkannya. Sejak daulu kala ancaman persatuan bangsa adalah paham ektrem kanan dan ektrem kiri. Dua duanya (PKI dan DI/TII) pernah membrontak dan mengancam NKRI.

Karena itu seleksi untuk penyidik KPK yang terkontaminasi paham radikal sangat diperlukan. Terutama mereka yang ikut pengajian ustadz asbun sekelas Tengku Zulkarnaen dan ikut ikutan jadi kadrun. ***

(Sumber: Facebook Supriyanto M)





Fokus : Novel Baswedan


#Novel Baswedan #Novel Baswedan Tidak Jadi ASN #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 menit yang lalu

Ancam dan Cabuli Siswi SMK Berulang Kali, Pria Tua Bangka di Sumut Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pria berinisial AS (59) lantaran diduga mencabuli..
42 menit yang lalu

Suarakan Kekecewaan Terhadap AHY, Kader Demokrat Riau Bakar Atribut Partai

Beritacenter.COM - Aksi bakar atribut dilakukan sejumlah kader Partai Demokrat di kantor DPD Demokrat Riau, tepatnya..
1 jam yang lalu

Temui Titik Terang, Polisi Mulai Identifikasi Pelaku Pembakar Kantor Manajemen PSS Sleman

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembakaran kantor manajemen..
1 jam yang lalu

Jokowi : Produksi Padi di Indonesia Masih dalam Kondisi Optimal

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa produksi padi di Indonesia masih dalam kondisi..
2 jam yang lalu

Soal Reuni 212 di Patung Kuda, Polda Metro : Kita Tak Keluarkan Izin, Satgas COVID Juga Tidak!

Polda Metro tegas tidak akan berikan izin untuk kegiatan ini. Kami sudah sampaikan tidak akan berikan izin. Mendasari..
2 jam yang lalu

Polisi Tangkap 6 Penipu Lintas Provinsi Modus Gendam di Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap sebanyak 6 komplotan penipu lintas provinsi dengan modus..
3 jam yang lalu

Miliki Body Goals ! Ini Lima Selebriti yang Dijuluki Tante Pemersatu Bangsa

Beritacenter.COM - Menjadi seorang publik figur memang dituntut untuk selalu tampil memesona. Mereka bahkan terbilang..
3 jam yang lalu

Cegah Klaster Baru ! Alun-alun Kota Serang Akan Ditutup saat Tahun Baru 2022

Beritacenter.COM - Alun-alun Kota Serang akan ditutup saat tahun baru 2022. Hal itu dilakukan guna mengurangi..
3 jam yang lalu

Polisi Turun Tangan Usut Video Viral Juru Parkir Ludahi-Pukul Perempuan di Medan

Beritacenter.COM - Polisi turun tangan selidiki video viral diduga juru parkir adu mulut hingga meludahi seorang..
4 jam yang lalu

Pakar Ini Yakin Varian Omicron Sudah Ada di Indonesia

BeritaCenter.COM - Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut kemungkinan..
4 jam yang lalu

Momen Jokowi saat Rayu Menteri PUPR Agar Beli Sepatu Kuning : Bagustuhh, Buat Motoran di Mandalika

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat-lihat beberapa kerajinan dari usaha micro, kecil, dan..
4 jam yang lalu

Fix! Jemaah Umroh Indonesia Akan Diberangkatkan Desember 2021

BeritaCenter.COM – Jemaah umroh di Indonesia dipastikan akan diberangkatkan Desember 2021. Hal ini..
4 jam yang lalu

Dua Dokter Kepergok Lagi Esek-Esek di Wisma Sinjai Sumsel

Beritacenter.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sinjai, Sumatera Selatan, melakukan penggerebekan ke sebuah..
5 jam yang lalu

Lagi Asik Main Air, Pelajar SMP Gunung Kidul Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Pelajar SMP Bernama Gala Jalu Aji (13) warga Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, tewas..
6 jam yang lalu

Parah...! Anies Mau Hutang Diam-diam 4 M, Bebankan Utangnya Ke Gubernur Berikutnya

Beritacenter.COM - Belum lama ini Anies ketahuan hutang sebesar Rp. 4 Trilliun PT Sarana Multi Infrastruktur, hal..
7 jam yang lalu

Anies Sombong Terbiasa Selesaikan Segala Masalah, Politikus : Masalah Formule Loe Kabur...!

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..
8 jam yang lalu

Menteri Agama Belajar dari Kesalahan ‘Kemenag Hadiah untuk NU’: Saya Akan Lebih Hati-hati

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar John Kenedy Azis mencecah Menteri..
8 jam yang lalu

Messi Raih Ballon d'Or 2021 Banjir Kritikan

BeritaCenter.COM - Lionel Messi meraih Ballon d'Or 2021. Messi menempati peringkat..
8 jam yang lalu

"ANIES GUBERNUR BENCONG", Netizen : Nekat Nich Orang Bilang Anies Bencong

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..
8 jam yang lalu

Ralf Rangnick Jadi Manajer Manchester United Hanya Sementara, Setelah Itu Akan Jadi Konsultan Tim

BeritaCenter.COM – Rafl Rangnick resmi ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Kabar ini..
9 jam yang lalu

Buruh Sebut "ANIES GUBERNUR BENCONG", Denny Siregar : Tolong Buruh, Jangan Suka Buka-bua Aib

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..
9 jam yang lalu

Masa Penangkapan Ustaz Farid Okbah dkk Diperpanjang, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM – Masa penangkapan Ustaz Farid Okbah dan dua temannya diperpanjang. Meskipun sudah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi