Jumat, 30 Juli 2021 - 23:16 WIB

NB dan Pegawai KPK Terpapar Radikalisme Makin Resah

Oleh : Indah Pratiwi | Senin, 10 Mei 2021 | 08:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Masih terkait Tes Wawasan Kebangsaan bagi Pegawai KPK yang akan menjadi ASN. Diberitakan 75 orang tidak lulus dari ribuan peserta tes. Isu ‘pemecatan’ bagi mereka yang tidak lulus berhembus kencang di media. Benarkah Ketua KPK berkata akan memecat mereka yang tidak lulus? Begitukah peraturannya? Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konpers nya mengatakan, “Saya ingin katakan, sampai hari ini KPK tidak pernah mengatakan dan menegaskan tidak ada proses pemecatan,” kata Firli.

“KPK juga tidak pernah bicara memberhentikan orang dengan tidak hormat, KPK juga tidak pernah bicara soal memberhentikan pegawainya. Tidak ada,” ujar dia. Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, sepanjang tanggal 18 Maret sampai 9 April 2021, KPK berhasil melakukan asesmen tes wawasan kebangsaan terhadap 1.351 pegawai. Ia menyebut, dari 1.351 pegawai ada dua orang di antaranya tidak hadir pada tahap wawancara.Seperti yang tersebar di linimasa media sosial (entah benar atau tidak), salah satu yang tidak lulus itu adalah Novel Baswedan.

Saya pernah menuliskan bahwa sejak UU KPK direvisi akhir 2019 lalu, NB adalah salah satu tokoh KPK yang paling vocal menyuarakan pelemahan KPK oleh presiden melalui Revisi UU KPK. Sejak itu ia bak bukan bagian dari KPK lagi. Sehingga bebas bersuara yang berlawanan dengan kebijakan Pimpinan KPK. Konsekuensi dari sikap dan ucapannya yang berseberangan dan menyerang KPK, maka ia harus menyatakan bahwa KPK sekarang sudah tidak kondusif. Dan dari itu ia ingin mengundurkan diri dari KPK menunggu waktu yang tepat (kayak politisi saja?). Jika memang ingin mundur ya kenapa tidak langsung mundur saja? Siapa yang menahannya? Siapa yang rugi jika NB mundur dari KPK?

Faktanya NB tidak kunjung memenuhi ucapannya untuk mundur hingga adanya TWK. Jika NB merasa dan ternyata memang tidak lulus, mengapa sibuk membahas isu ‘pemecatan’? Kenapa takut dikeluarkan? Ah, mungkin saja ia ingin bermain-main atau memanfaatkan ini terlebih dahulu, mumpung sedang viral. Ia bisa berdalih dirinya didzolimi dan atau sengaja tidak diluluskan lalu dikeluarkan. Padahal tidak benar soal pemecatan bagi yang tidak lulus. Sepertinya ‘pemecatan’ hanya dijadikan komoditas berita bagi media yang memang juga diharapkan NB supaya ada ‘amunisi’ buat menyerang balik. Mengapa yang diurusi soal pemecatannya?

Mengapa tidak membahas soal tidak lulusnya NB dari TWK? Mengapa? Apakah soalnya terlalu sulit? Ataukah memang bertentangan dengan keyakinannya yang khilafah minded? Atau memang senagaja tidak lulus? Nah, NB ini tidak sekadar penyidik tapi juga gayanya mirip politikus. Setiap omongan NB tidak lugas layaknya penyidik tapi lebih bersayap dan kadang menyerang mirip mereka yang di Senayan. TWK memang miliki arah mendeteksi sejauh mana loyalitas calon ASN terhadap negara? Kesetiaan terhadap NKRI dan ideologi Pancasilanya? Dll. Mudah saja mengetesnya, tanyakan kepada NB, milih Pancasila atau Khilafah? NKRI atau Negara Islam Indonesia? Setia kepada presiden atau Rizieq? Ayo silahkan dijawab? Jika jawaban NB adalah Khilafah, Negara Islam dan Rizieq, maka apakah bisa dibenarkan?

Apakah masih pantas menyandang ASN (aparatur sipil negara)? Tidak boleh dikeluarkan dan diganti? Ada pengamat UGM yang mengatakan itu pilihan politik, mosok gak boleh beda pilihan politik? Pilihan politik silahkan tapi untuk 4 Pilar adalah harga mati, tidak ada kompromi, apalagi selaku ASN. Anda dibayar negara maka tidak loyal kepada negara? Untung saja NB tidak tinggal di negara komunis seperti China, Vietnam, Korut ataupun Rusia. Jika anda aparat negara dan tidak loyal kepada negara (presiden) maka hukumannya adalah mati, bukan hanya pemecatan.

Tapi di Indonesia tidak begitu, bahkan yang ASN yang tidak loyal kepada negara justru dibela-bela dengan dasar HAM dan kebebasan memilih? Aneh sekali bukan? Ada alasan lain NB berjasa membongkar kasus korupsi besar. KPK adalah sebuah institusi negara bukan milik individu. Di setiap pengungkapan kasus tidak hanya berperan satu orang. Prosesnya pun bertahap termasuk melalui gelar perkara. Pengungkapan kasus KPK bukan karena satu orang melainkan kolektif dan prosedural. Jadi jika mengatakan NB paling berjasa mengungkap kasus korupsi besar di KPK adalah naif sekali. Atau mereka ingin mengatakan NB memang dominan dan bisa menentukan dan jalan sendiri mengungkap kasus?

Bukankah justru itu yang bahaya? Seorang NB yang penyidik bisa menguasai dan mengangkangi KPK sebagai sebuah institusi? Lama-lama KPK diklaim sebagai milik NB? Supaya tidak terlalu membuang energi berdebat dan saling baper, serahkan sepenuhnya kepada aturan yang ada. Terima setiap keputusan berdasar aturan tersebut. Gimana, setuju NB? Jika anda tetap melawan dan membangkang kepada aturan negara, maka silahkan berhadapan dengan hukum. Gitu.

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : 75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


#Novel Baswedan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes #75 Pegawai KPK Tidak Lolos Jadi ASN #75 Pegawai Tidak Lolos Tes #Novel Baswedan Tidak Jadi ASN #Kelompok Kadrun Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
40 menit yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
1 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
1 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
2 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
2 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
3 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
3 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
3 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..
3 jam yang lalu

Update Perkembangan COVID 19 di Indonesia 30 Juli 2021

Beritacenter.COM - Tanggal 30 Juli 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia Jumlah kasus terkonfirmasi positif..
4 jam yang lalu

Rumah Mewah 2 Lantai Hangus Terbakar di Jakut

Beritacenter.COM - Kebakaran hanguskan satu rumah mewah di kawasan Pantai Mutiara di Jalan Pantai Mutiara, Blok J, No..
4 jam yang lalu

Pesepeda yang Ditabrak Mobil Rescue Takalar Alami Memar-Kepala Dijahit

Beritacenter.COM - Pesepeda yang ditabrak mobil rescue Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Takalar, Makassar, Sulawesi..
5 jam yang lalu

Wajib Coba !! Inilah 4 Pemanis Alami Bisa Gantikan Gula

Beritacenter.COM - Hampir semua orang dalam kehidupan sehari - hari tidak bisa lepas mengkonsumsi gula. Hampir semua..
5 jam yang lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Makassar

Beritacenter.COM - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kota Makassar, seorang wanita..
5 jam yang lalu

Temukan Pungli Bansos, Bamsoet Minta Mensos Risma Lapor Polisi

Beritacenter.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku bahwa pihaknya menemukan adanya pungutan liar (pungli)..
6 jam yang lalu

Kasus Covid -19 Hari ini Bertambah 41.168 Orang

Beritacenter.COM - Kasus Covid -19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Tercatat pada Jumat (30/7/2021)..
6 jam yang lalu

Bocah 15 Tahun Hilang Tenggelam di Bekas Galian Pasir Tangerang

Beritacenter.COM - Seorang remaja 15 tahun hilang tenggelam di bekas galian pasir, tepatnya di Dukuh, Bitung Jaya,..
6 jam yang lalu

Puan Minta Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Tidak Dilanjutkan

BeritaCenter.COM – Pemberian fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR RI dan stafnya tidak..
7 jam yang lalu

NGERI MASA PANDEMI JOKOWI DIKEPUNG MUSUH DALAM SELIMUT

Sebetulnya situasi saat ini yang menimpa negeri kita terkait pandemi, juga dialami oleh semua negara. Tapi sayang,..
7 jam yang lalu

Soal Penerapan PPKM Darurat, Jokowi: Tidak Ada Cara Selain Itu

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada cara selain memberlakukan PPKM darurat..
7 jam yang lalu

Demokrat Adukan ke Polda Jabar, Wamendes PDTT Santai-santai Aja

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie..
8 jam yang lalu

Panas! Ruhut Sebut Andi Arief Tukang Nyabu

BeritaCenter.COM – Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul tengah bersitegang dengan elit Partai Demokrat Andi..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi