Sabtu, 29 Januari 2022 - 08:25 WIB

KAPOLRI PATUH, PENYIDIK KPK MEMBANGKANG

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 22 Mei 2021 | 07:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Jendral Polisi Idham Azis tak sampai dua tahun menjabat sebagai Kapolri dan dia patuh ketika dipensiunkan. Lalu pulang kampung jadi petani di Sulawesi Tenggara.

Jendral Polisi Tito Karnavian hanya menjabat tiga tahun sebagai Kapolri untuk kemudian dipindahkan sebagai Mendagri.

Jendral Dai Bactiar diganti sebagai Kapolri padahal masih 2 tahun 6 bulan masa aktifnya di kepolisian. Kemudian dia di-Dubes-kan ke Malaysia.

Kesamaan dari mereka semua: para kapolri - yakni para jendral yang pernah jadi Kapolri - selaku pimpinan korps kepolisian, patuh pada atasan yakni Presiden RI yang memiliki hak mengangkat dan memberhentikan Kapolri susuai persetujuan DPR RI (UU no 2 tahun 2002).

Padahal posisi Kapolri sungguh empuk, sangat bergengsi. Bayangkan, memimpin 400 ribu hingga 440 ribu personil pasukan bersenjata, yang berlimpah fasilitas dan ditakuti oleh semua pengusaha, politisi dan rakyat.

Lalu mengapa Novel Baswedan ngotot bertahan di KPK, dan menolak menyerahkan jabatannya setelah bertahun tahun jadi penyidik KPK?

Mengapa begitu kuat bertahan di posisinya, sebagai penyidik senior, selama ini? Mengapa dia malah mendikte atasan dan mengatur lembaganya?

Mengapa Novel Baswedan dkk menganggap KPK sebagai organisasi / lembaga miliknya?

Setiap abdi negara, khususnya anggota TNI dan Polri dan ASN menjalani sumpah untuk mengadi pada negara, serta mendedukasikan tenaga profesionalnya - bahkan mempertaruhkan nyawa - untuk bangsa melalui korpsnya.

Dengan totalitas sebagai syarat pengabdian kepada bangsa dan negara - tokh mereka memiliki keterbatasan dan kewajiban disiplin, paham hirarki yang membatasi masa tugas dan jabatannya itu.

Menjadi jargon yang sudah dikenal publik : setiap abdi negara siap ditugaskan di mana saja, kapan saja. Penugasan bisa sebagai mutasi dan promosi, penggeseran, sanksi pembuangan atau pendidikan, peningkatan jabatan, yang semuanya berpulang pada catatan prestasi dan reputasinya.

Karena itu, kengototan Novel Baswedan dan 74 kawannya sungguh amat sangat mencurigakan. Dia sedang ada apa di sana? Siapa yang sedang dilindunginya dengan jabatannya kini?

Lebih mencurigakan lagi karena pemberhentiannya terkait oleh tidak lulusnya dalam ujian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Artinya sinyalemen adanya gerakan "talibanisasi" dan "kadrunisasi" yang mengancam NKRI di lembaga antirasuah ini mendekati kebenaran.

SEBELUMNYA, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, menyebutkan bahwa pegawai KPK adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu diatur dalam Peraturan Pemerintah no 41 th 2020 tentang pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

UU Nomor 5 Tahun 2014 mengatur syarat-syarat menjadi ASN yakni setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintah. Tak cukup dengan itu, untuk menjadi PNS ada tiga macam tes, yakni tes intelektual umum (TIU), tes karakteristik pribadi (TKP), dan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pelaksanaan Asesmen Pegawai KPK bekerjasama dengan BKN RI yang melibatkan banyak unsur instansi, antara lain aspek integritas, aspek netralitas ASN, dan anti radikalisme, yaitu Badan Intelijen Negara (BIN); Badan Intelijen Strategis TNI; Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat, Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Materi test dibuat dan dilaksanakan oleh Lembaga Negara yang sah BKN bersama Tim Assesment yang profesional.

Wakil KPK Ali Ghufron menjelaskan, sebanyak 1.351 pegawai KPK mengikuti asesmen TWK sejak 18 Maret sampai 9 April 2021. Tetapi dua orang di antaranya tidak hadir pada tahap wawancara.

Hasilnya : sebanyak 1.274 orang pegawai KPK lulus Tes Wawasan Kebangsaan dan hanya 75 yang tidak lulus.

Novel dan 74 rekannya tetmasuk yang tidak lulus. Bagi mereka yang tidak lulus diminta menyerahkan jabatannya.

Tapi Novel Baswedan dan 74 rekannya menolak.

Tak hanya menolak, Novel dkk bahkan melaporkan pimpinannya ke Dewan Pengawas KPK.

Sebegitu hebatkah Novel Baswedan?

"Para pegawai yang tidak lulus harus berjiwa besar, karena ini perintah Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 yang sudah diuji di Mamkamah Konstitusi," ujar Profesor Nur Hasan, Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM), Sabtu (15/5/2021).

"KPK adalah pelaksana Undang Undang, bukan pembuat Undang Undang, " profesor Nur Hasan mengingatkan. Karena itu, KPK melaksanakan segala peraturan perundang undangan selurus-lurusnya. Bukan menggugatnya.

Ada 1.274 orang pegawai KPK peserta ujian yang lulus TWK dan hanya 75 yang tidak lulus.

Profesor Nur Hasan heran mengapa TWK dipersoalkan dan materi test yang disalahkan. Sebab yang memenuhi syarat justru lebih banyak. Artinya, alat ukur test wawasan kebangsaan tidak bermasalah. Materi, metode dan alat tes tidak ada yang salah.

"Buktinya banyak yang lulus 1.274 orang dan hanya 75 yang tidak lulus. Harusnya bagi yang tidak memenuhi syarat bersikap ksatria, tidak perlu menyalahkan materi atau orang lain. Harusnya introspeksi ke diri sendiri, kenapa yang lain bisa, saya tidak bisa. Jangan sampai kita tergiring pada opini bahwa 1.274 pegawai yang memenuhi syarat dianggap bermasalah," tuturnya.

Menjawab pertanyaan, mengapa acuannya hanya Test Wawasan Kebangsaan, Nur Hasan menjawab :
"Untuk TIU dan TKP tidak dites lagi karena pegawai KPK sudah bekerja sekian lama di KPK, jadi dua test tidak dilakukan lagi" katanya.

"Tapi untuk Test Wawasan Kebangsaan yang belum pernah dilakukan, semua pegawai wajib mengikuti. Karena banyak yang lulus, jadi hormati juga hak hak yang lulus," kata Professor Nur Hasan.

HENDARDI selaku Ketua Setara Institute menilai, tidak lolosnya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam alih status menjadi ASN adalah hal biasa dan tidak perlu memantik perdebatan.

“Ada yang lolos dan ada yang gagal adalah lumrah. Jadi tidak perlu memetik perdebatan, jangan jadi Provokator” kata Hendardi, Sabtu (15/5/2021).

Mantan aktivis HAM ini mengatakan, bahwa test ASN biasa dilakukan secara kuantitatif dan obyektif, termasuk biasanya menggunakan vendor pihak ketiga. Hal yang bisa dipastikan adalah bahwa pemerintah saat ini sedang giat menangani intoleransi dan radikalisme yang terus mengikis ideologi Pancasila

“Lingkungan ASN, TNI, Polri, universitas dan sekolah-sekolah, termasuk tentu saja KPK. Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” ujar pria kelahiran 13 Oktober 1957 ini.

Menurut dia, siapa pun dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme tentunya tidak bisa lolos.

“Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” tegasnya.

Seorang penyidik senior yang juga tak lulus TWK, bertanya, "kurang apa kami ? "

Netizan menjawab pendek di kolom komentar portal media berita : "kurang mawas diri"

Benar juga. Mengapa para penyidik KPK tidak mawas diri? Mengapa penyidik KPK yang nota bene "hanya" anggota polisi, jadi "lebih Kapolri dari Kapolri" ?

Padahal para Kapolri yang ada patuh saat dipensiunan dini, di komisariskan atau didubeskan.

Aneh. ***

Seide.
By : Supriyanto M.





Fokus : 75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


#KPK #Novel Baswedan #75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Sore Hujan Disertai Kilat

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di DKI Jakarta pada pagi hari..
7 jam yang lalu

Edy Mulyadi VS Suku Dayak

Edy Mulyadi: “Tempat jin buang anak, itu hanya istilah untuk mengungkapkan suatu tempat yg jauh. Di Jakarta,..
8 jam yang lalu

Gara-gara Kelilit Utang Supri Nekat Curi Motor Di Ponpes

Beritacenter.COM - Supri (43) warga Kabupaten Nganjuk, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah mencuri sepeda..
9 jam yang lalu

Video Aksi Heroik Pengemudi Transjakarta menggagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Wanita

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi bus Transjakarta menggagalkan upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh..
10 jam yang lalu

HATI-HATI dengan Pria Ini Gunakan MODUS PURA-PURA KETABRAK

Beritacenter.COM - Banyak sekali modus kejahatan yang dilakukan para penjahat untuk melancarkan dan memulusakan..
11 jam yang lalu

Dua Pelaku Jual Beli Pupuk Subsidi Secara Ilegal Ponorogo Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Bagus Yudha Kristiawan (28) dan Bonadji (58) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten..
11 jam yang lalu

PT Sentra Karya Sentosa Buka Lowongan Nyuks Silakan Bergabung

Beritacenter.COM - Lowongan kerja kembali dibuka oleh PT Sentra Karya Sentosa yaitu Perusahaan Penyedia Tenaga..
11 jam yang lalu

Dijemput Perwakilan Kalimantan Ke Jakarta, "Edy Mulyadi Makin Ketakutan"

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta aktivis..
12 jam yang lalu

Wagub DKI soal Kasus Omicron Jakarta 2.404 : Kasus Transmisi Lokal Meningkat

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal jumlah kasus positif Corona varian..
12 jam yang lalu

Si Pengecut Edy Mulyadi Ngumpet, akun @selebgramkaltim : Jangan pengecut dong pak Edy Mulyadi, kami siap jemput kok..Gratis

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga mantan Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta..
12 jam yang lalu

Polisi Tetapkan Ketua Umum GMBI dan 10 Anak Buahnya Jadi Tersangka Demo Anarkis

Beritacenter.COM - Polisi telah menetapkan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) M Fauzan sebagai..
13 jam yang lalu

#Gempa 5,2 magnitudo Guncang Wilayah Tenggara Kab MALANG JATIM

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Tenggara KAB-MALANG-JATIM. Gempa tersebut tak..
13 jam yang lalu

Bertambah Nyaris 10 Ribu, Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Corona Hari Ini

Beritacenter.COM - Pemerintah kembali meng-update data perkembangan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Untuk hari..
14 jam yang lalu

Kang Emil Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Demo Anarkis 'GMBI' di Polda Jabar

Beritacenter.COM - Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara soal aksi demo massa ormas Gerakan Masyarakat Bawa..
14 jam yang lalu

Mahfud Md soal 3 Prajurit Gugur di Papua : TNI Sekarang Bersifat Defensif, Tidak Ofensif!

Beritacenter.COM - Menko Polhukan Mahfud Md angkat bicara soal tiga prajurit TNI yang tewas ditembak kelompok..
14 jam yang lalu

Las Listrik Picu Kebakaran Hanguskan 25 Pipa Karet di Makassar New Port

Beritacenter.COM - Insiden kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Makassar New Port (MNP). Sebanyak 25 batang pipa..
15 jam yang lalu

Waspada! Kasus Corona Hari Ini Bertambah Hampir 10 Ribu

BeritaCenter.COM – Kasus positif COVID-19 di Indonesia Jumat (28/1/2022) bertambah 9.905 kasus baru. Data..
15 jam yang lalu

Pesan Jokowi ke ASN: Keluar Dari Zona Nyaman, Jadilah ASN Modern dan Profesional

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan..
15 jam yang lalu

Kapolri Beri Ruang ke Warga Bali untuk Selesaikan Permasalahan Hukum Secara Adat

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Polri akan memberikan ruang ke masyarakat Bali..
15 jam yang lalu

Ini 2 Obat yang Ampuh Sembuhkan Segala Penyakit Ala dr. Zaidul Akbar

Beritacenter.COM - Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar mengungkap ada dua obat terbaik di dunia..
15 jam yang lalu

Jusuf Kalla Ungkap Nilai Positif Pemindahan Ibu Kota Negara

BeritaCenter.COM – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkap salah satu nilai positif dari..
16 jam yang lalu

Istana Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Ide Jokowi Sejak Lama

BeritaCenter.COM – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan ide..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi