Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:11 WIB

KAPOLRI PATUH, PENYIDIK KPK MEMBANGKANG

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 22 Mei 2021 | 07:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Jendral Polisi Idham Azis tak sampai dua tahun menjabat sebagai Kapolri dan dia patuh ketika dipensiunkan. Lalu pulang kampung jadi petani di Sulawesi Tenggara.

Jendral Polisi Tito Karnavian hanya menjabat tiga tahun sebagai Kapolri untuk kemudian dipindahkan sebagai Mendagri.

Jendral Dai Bactiar diganti sebagai Kapolri padahal masih 2 tahun 6 bulan masa aktifnya di kepolisian. Kemudian dia di-Dubes-kan ke Malaysia.

Kesamaan dari mereka semua: para kapolri - yakni para jendral yang pernah jadi Kapolri - selaku pimpinan korps kepolisian, patuh pada atasan yakni Presiden RI yang memiliki hak mengangkat dan memberhentikan Kapolri susuai persetujuan DPR RI (UU no 2 tahun 2002).

Padahal posisi Kapolri sungguh empuk, sangat bergengsi. Bayangkan, memimpin 400 ribu hingga 440 ribu personil pasukan bersenjata, yang berlimpah fasilitas dan ditakuti oleh semua pengusaha, politisi dan rakyat.

Lalu mengapa Novel Baswedan ngotot bertahan di KPK, dan menolak menyerahkan jabatannya setelah bertahun tahun jadi penyidik KPK?

Mengapa begitu kuat bertahan di posisinya, sebagai penyidik senior, selama ini? Mengapa dia malah mendikte atasan dan mengatur lembaganya?

Mengapa Novel Baswedan dkk menganggap KPK sebagai organisasi / lembaga miliknya?

Setiap abdi negara, khususnya anggota TNI dan Polri dan ASN menjalani sumpah untuk mengadi pada negara, serta mendedukasikan tenaga profesionalnya - bahkan mempertaruhkan nyawa - untuk bangsa melalui korpsnya.

Dengan totalitas sebagai syarat pengabdian kepada bangsa dan negara - tokh mereka memiliki keterbatasan dan kewajiban disiplin, paham hirarki yang membatasi masa tugas dan jabatannya itu.

Menjadi jargon yang sudah dikenal publik : setiap abdi negara siap ditugaskan di mana saja, kapan saja. Penugasan bisa sebagai mutasi dan promosi, penggeseran, sanksi pembuangan atau pendidikan, peningkatan jabatan, yang semuanya berpulang pada catatan prestasi dan reputasinya.

Karena itu, kengototan Novel Baswedan dan 74 kawannya sungguh amat sangat mencurigakan. Dia sedang ada apa di sana? Siapa yang sedang dilindunginya dengan jabatannya kini?

Lebih mencurigakan lagi karena pemberhentiannya terkait oleh tidak lulusnya dalam ujian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Artinya sinyalemen adanya gerakan "talibanisasi" dan "kadrunisasi" yang mengancam NKRI di lembaga antirasuah ini mendekati kebenaran.

SEBELUMNYA, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, menyebutkan bahwa pegawai KPK adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu diatur dalam Peraturan Pemerintah no 41 th 2020 tentang pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

UU Nomor 5 Tahun 2014 mengatur syarat-syarat menjadi ASN yakni setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintah. Tak cukup dengan itu, untuk menjadi PNS ada tiga macam tes, yakni tes intelektual umum (TIU), tes karakteristik pribadi (TKP), dan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pelaksanaan Asesmen Pegawai KPK bekerjasama dengan BKN RI yang melibatkan banyak unsur instansi, antara lain aspek integritas, aspek netralitas ASN, dan anti radikalisme, yaitu Badan Intelijen Negara (BIN); Badan Intelijen Strategis TNI; Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat, Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Materi test dibuat dan dilaksanakan oleh Lembaga Negara yang sah BKN bersama Tim Assesment yang profesional.

Wakil KPK Ali Ghufron menjelaskan, sebanyak 1.351 pegawai KPK mengikuti asesmen TWK sejak 18 Maret sampai 9 April 2021. Tetapi dua orang di antaranya tidak hadir pada tahap wawancara.

Hasilnya : sebanyak 1.274 orang pegawai KPK lulus Tes Wawasan Kebangsaan dan hanya 75 yang tidak lulus.

Novel dan 74 rekannya tetmasuk yang tidak lulus. Bagi mereka yang tidak lulus diminta menyerahkan jabatannya.

Tapi Novel Baswedan dan 74 rekannya menolak.

Tak hanya menolak, Novel dkk bahkan melaporkan pimpinannya ke Dewan Pengawas KPK.

Sebegitu hebatkah Novel Baswedan?

"Para pegawai yang tidak lulus harus berjiwa besar, karena ini perintah Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 yang sudah diuji di Mamkamah Konstitusi," ujar Profesor Nur Hasan, Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM), Sabtu (15/5/2021).

"KPK adalah pelaksana Undang Undang, bukan pembuat Undang Undang, " profesor Nur Hasan mengingatkan. Karena itu, KPK melaksanakan segala peraturan perundang undangan selurus-lurusnya. Bukan menggugatnya.

Ada 1.274 orang pegawai KPK peserta ujian yang lulus TWK dan hanya 75 yang tidak lulus.

Profesor Nur Hasan heran mengapa TWK dipersoalkan dan materi test yang disalahkan. Sebab yang memenuhi syarat justru lebih banyak. Artinya, alat ukur test wawasan kebangsaan tidak bermasalah. Materi, metode dan alat tes tidak ada yang salah.

"Buktinya banyak yang lulus 1.274 orang dan hanya 75 yang tidak lulus. Harusnya bagi yang tidak memenuhi syarat bersikap ksatria, tidak perlu menyalahkan materi atau orang lain. Harusnya introspeksi ke diri sendiri, kenapa yang lain bisa, saya tidak bisa. Jangan sampai kita tergiring pada opini bahwa 1.274 pegawai yang memenuhi syarat dianggap bermasalah," tuturnya.

Menjawab pertanyaan, mengapa acuannya hanya Test Wawasan Kebangsaan, Nur Hasan menjawab :
"Untuk TIU dan TKP tidak dites lagi karena pegawai KPK sudah bekerja sekian lama di KPK, jadi dua test tidak dilakukan lagi" katanya.

"Tapi untuk Test Wawasan Kebangsaan yang belum pernah dilakukan, semua pegawai wajib mengikuti. Karena banyak yang lulus, jadi hormati juga hak hak yang lulus," kata Professor Nur Hasan.

HENDARDI selaku Ketua Setara Institute menilai, tidak lolosnya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam alih status menjadi ASN adalah hal biasa dan tidak perlu memantik perdebatan.

“Ada yang lolos dan ada yang gagal adalah lumrah. Jadi tidak perlu memetik perdebatan, jangan jadi Provokator” kata Hendardi, Sabtu (15/5/2021).

Mantan aktivis HAM ini mengatakan, bahwa test ASN biasa dilakukan secara kuantitatif dan obyektif, termasuk biasanya menggunakan vendor pihak ketiga. Hal yang bisa dipastikan adalah bahwa pemerintah saat ini sedang giat menangani intoleransi dan radikalisme yang terus mengikis ideologi Pancasila

“Lingkungan ASN, TNI, Polri, universitas dan sekolah-sekolah, termasuk tentu saja KPK. Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” ujar pria kelahiran 13 Oktober 1957 ini.

Menurut dia, siapa pun dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme tentunya tidak bisa lolos.

“Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” tegasnya.

Seorang penyidik senior yang juga tak lulus TWK, bertanya, "kurang apa kami ? "

Netizan menjawab pendek di kolom komentar portal media berita : "kurang mawas diri"

Benar juga. Mengapa para penyidik KPK tidak mawas diri? Mengapa penyidik KPK yang nota bene "hanya" anggota polisi, jadi "lebih Kapolri dari Kapolri" ?

Padahal para Kapolri yang ada patuh saat dipensiunan dini, di komisariskan atau didubeskan.

Aneh. ***

Seide.
By : Supriyanto M.





Fokus : 75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan


#KPK #Novel Baswedan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #75 Pegawai KPK Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan #Novel Baswedan Tidak Lolos Tes


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






11 menit yang lalu

Ini 7 Makanan Sehat Untuk Orang Sakit agar Cepat Pulih

Beritacenter.COM - Makanan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan membantu proses pemulihan pada orang yang..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Sebut Selama Anda Manusia Berarti Bisa Divaksin di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan ada empat komponen yang dapat..
2 jam yang lalu

Update Covid-19 Per 31 Juli : Kasus Positif Bertambah 37.284

Beritacenter.COM - Kasus virus corona di Indonesia kian memperihatinkan. Tercatat, pada hari ini, Sabtu (31/7/2021),..
3 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Pembeli di Warteg Harus Sudah Divaksin Covid-19

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinnsi (Pemprov) DKI Jakarta menerangkan soal aturan pedagang dan pengunjung yang..
5 jam yang lalu

Punya Penyakit Bisul ? Coba 6 Obat Alami ini

Beritacenter.COM - Bisul adalah benjolan kecil berisi nanah yang terbentuk di bawah lapisan kulit. Apabila tidak..
6 jam yang lalu

Ayu Ting Ting Ogah Berdamai Usai Anaknya Dihina Mental Pengemis

Beritacenter.COM - Pedangdut Ayu Ting Ting memilih untuk mengambil jalur hukum demi memberikan efek jera kepada akun..
7 jam yang lalu

Tak Puas Dengan Isteri, Pria Bejat ini Masih Cabuli Adik Ipar Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tega mencabuli adik iparnya sendiri yang masih..
8 jam yang lalu

Pemain Sepak Bola Berdarah Indonesia - Belanda Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Pemain sepak bola berdarah Indonesia - Belanda Noah Gesser dikabarkan meninggal dunia dalam..
9 jam yang lalu

Ganti Presiden? Ya Setuju

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup..
10 jam yang lalu

GENDERANG PERANG DEMOKRAT LAWAN RAKYAT!

Konyol, satu kata pembuka dari saya untuk partai Demokrat, membaca berita dari berbagai media yang santer mengutip..
11 jam yang lalu

Tidak Tahu Diri...! Habis Isi Bensi Di SPBU Bintaro Sebuah Mobil Mewah B 1201 QZ Kabur Gak Mau Bayar

Beritacenter.COM - Media sosial dibuat heboh video sebuah mobil mewah mengisi BBM di sebuah SPBU tidak mau membayar..
12 jam yang lalu

PMI Lagi Ngapain?

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid. PMI adalah badan yg..
19 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
20 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
20 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
21 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
21 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
22 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
22 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
23 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
23 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
23 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi