Minggu, 13 Juni 2021 - 17:46 WIB

Pesan Moderasi Beragama Presiden Joko Widodo

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 10 Juni 2021 | 17:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 menyampaikan pesan penting mengenai ancaman ekspansi ideologi transnasional radikal. Ia menyatakan bahwa rivalitas antar pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi harus diwaspadai, termasuk di dalamnya ideologi transnasional yang trennya cenderung semakin meningkat. Hal itu ia sampaikan secara virtual di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/06/21).

Kiranya, pernyataan Presiden Jokowi di atas menitipkan pesan terkait pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sebuah pesan yang mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk menggelorakan spirit moderasi beragama secara terus-menerus dan konsisten. Sebuah pesan untuk rakyat Indonesia agar mereka selalu waspada terhadap ideologi-ideologi radikal yang dapat memecah belah bangsa, mengancam Pancasila dan NKRI, serta merusak sendi-sendi kehidupan negara.

Kita ketahui bahwa belum lama ini negeri kita tercinta telah menghadapi serangan teroris secara bertubi-tubi. Mulai dari serangan bom di Gereja Katedral Makassar hingga serangan teror lone wolf di Mabes Polri pada akhir Maret lalu. Belum lagi survei-survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu, seperti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta yang menyebutkan bahwa angka toleransi beragama mahasiswa masih terbilang sangat rendah. Atau dengan kata lain, masih banyak mahasiswa di Indonesia yang intoleran. Semua itu membuktikan bahwa ideologi transnasional radikal memang benar-benar nyata adanya.

Ideologi-ideologi transnasional tersebut sudah sepatutnya menjadi musuh kita bersama. Pasalnya, ideologi itu tidak hanya menghendaki keseragaman pandangan dan agama, melainkan juga secara eksplisit menolak keberagaman dan pluralitas yang dimiliki bangsa ini. Itu artinya, mereka menentang secara tegas negara ini yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Lebih dari itu, ideologi transnasional yang radikal tersebut menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, termasuk menggunakan cara-cara kekerasan dan teror. Tentu saja hal itu akan sangat membahayakan keutuhan bangsa dan negara ini.

Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan mawas diri terhadap gerakan-gerakan kelompok radikal tersebut. Di antara ciri yang paling menonjol dari mereka adalah keengganannya menerima Pancasila sebagai ideologi negara dan penggunaan cara-cara kekerasan dan teror bila tujuannya tak dapat tercapai, sebagaimana saya sebutkan di atas.

Salah satu cara untuk menangkal dan melawan ideologi-ideologi radikal tersebut adalah menggelorakan dan menyebarluaskan gagasan moderasi beragama. Moderasi beragama memuat indikator seperti toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal (Kemenag, 2019). Dengan indikator yang terkandung di dalamnya, saya kira moderasi beragama dapat menjadi gagasan yang ampuh untuk melumpuhkan doktrin-doktrin yang digunakan kelompok radikal di atas.

Dalam hal ini, gagasan moderasi beragama bisa menjadi salah satu alternatif jalan untuk melawan dan menangkal gerakan-gerakan kelompok radikal yang kian menyebar luas, terutama gagasan anti-kekerasan dan komitmen kebangsaannya. Penyebarluasan gagasan ini menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah sekaligus melawan ekspansi ideologi-ideologi transnasional radikal dibanding menggunakan cara-cara kekuasaan yang cenderung memaksa.

Dalam konteks ini, pesan moderasi beragama Presiden Jokowi menjadi kian relevan dengan situasi dan kondisi bangsa ini. Bahwa pesan moderasi beragama Presiden Jokowi harus menjadi arus utama dalam rencana pembangunan dan segala lini kehidupan kita. Moderasi beragama menjadi kian urgen dibumikan di tengah arus dan gempuran ideologi-ideologi transnasional yang mengancam Pancasila dan NKRI.

Akhirnya, pesan moderasi beragama Presiden Jokowi sebagai upaya preventif menangkal dan melawan ideologi radikal harus kita laksanakan secara serius. Ke depan gagasan moderasi beragama diharapkan dapat dipahami sebagai komitmen bersama untuk saling menjaga keseimbangan dalam hidup, yang mana setiap warga masyarakat, apa pun agamanya harus mau saling menghargai satu sama lain, serta saling belajar mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka. Inilah pesan moderasi beragama Presiden Joko Widodo yang juga amanat Pancasila yang sebenarnya.





Fokus : Pancasila


#Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Orang Jujur #Jokowi Orang Tegas #Jokowi #Pancasila #Nilai-nilai Pancasila


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Perempuan Palestina Tewas Ditembak Petugas Kemanan Israel di Pos Pemeriksaan

Beritacenter.COM - Penjaga keamanan Israel dan menewaskan seorang perempuan Palestina pembawa pisau di pos..
2 jam yang lalu

Pemerintah Perpanjang Diskon PPnBM 100 Persen untuk Pembelian Mobil Baru

Beritacenter .COM - Pemerintah resmi memperpanjang masa diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen..
2 jam yang lalu

Nahas, Seorang Montir Tewas Dilindas Truk yang Diperbaikinya

Beritacenter .COM - Nasib nahas menimpa seorang montir di bengkel yang berada di kawasan Kebun Handil, Jelutung,..
4 jam yang lalu

Resahkan Warga, Preman Jalanan di Rangkasbitung Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Sebanyak 3 preman dan pengamen jalanan di Rangkasbitung digelandang Tim Serigala Polres..
9 jam yang lalu

Kapolri dan Panglima Rangkul Tokoh Agama Bangkalan Tekan Penyebaran Covid-19

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merangkul para..
11 jam yang lalu

Hamas Tunjuk Kepala Pemerintahan Baru di Jalur Gaza Menggantikan Mohammed Awad

Beritacenter.COM - Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas dilaporkan telah menunjuk seorang pejabat baru untuk..
11 jam yang lalu

Dua Kapal Illegal Fishing Kembali Ditangkap di Laut Sulawesi dan Selat Malaka Berkat Sistem Pemantauan dan Intercept KKP

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) benar-benar tidak memberikan ampun para pencuri ikan di..
22 jam yang lalu

Hebat ! Ini 7 Cara Mudah Obati Pilek Dalam Sehari

Beritacenter.COM - Saat cuaca yang sedang ekstrim, beberapa penyakit seperti pilek dan batuk sering menghampiri. 7..
23 jam yang lalu

Polisi Amankan 22 Preman yang Kerap Lakukan Pungli ke Sopir Truk di Jakbar

Beritacenter.COM - Polisi menangkap 22 orang preman yang kerap melakukan pungutan liar ke sopir truk di wilayah..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Sumsel, 17 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan penggerebekan ke sebuah kampung narkoba di Musi Rawas Utara..
1 hari yang lalu

Truk Muatan BBM Hantam Truk di Exit Tol Rawamangun, 1 Orang Luka Parah

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan di exit Tol Rawamangun arah Priok, pada (12/6/2021) sekitar pukul 11.40 WIB...
1 hari yang lalu

Donnarumma Selangkah Lagi Gabung PSG

Beritacenter.COM - Penjaga gawang tim nasional (Timnas) Italia, Gianluigi Donnarumma, nampaknya bakal segera..
1 hari yang lalu

6 Manfaat Konsumsi Rumput Laut untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Salah satu makanan dengan rasa gurih alami yang bisa ditemui pada berbagai jenis makanan adalah..
1 hari yang lalu

Ratusan Santri Ponpes di Pekanbaru Jalani Vaksinasi Covid -19

Beritacenter.COM - Sebanyak 150 orang terdiri dari santri, guru dan pengurus di Pondok Pesatren (Ponpes) Miftahul..
1 hari yang lalu

Kenalan Lewat Game Online, Seorang Pemuda di Tanggerang Perkosa ABG

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Kevin (17) diamankan satreskrim Polsek Pasar Kemis Polresta Tanggerang..
1 hari yang lalu

PERPRES JOKOWI (bukan) PERMEN PRABOWO

Sejatinya, kita ini seperti buih di lautan, selalu terombang ambing dalam ketidak pastian dan hanya selalu terbawa...
1 hari yang lalu

Berhaji Tanpa ke Tanah Suci

Hampir dapat dipastikan, pengumuman Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (3/6/2021) lalu mengenai pembatalan..
1 hari yang lalu

Teladan Moral Buya Syafii Maarif

Akhir Mei kemarin, pada tanggal 31, Buya Syafii Maarif genap berusia 86 tahun. Momen hari kelahiran, menurut saya..
1 hari yang lalu

Masyarakat Bungkus

Tak cukup gelar Doktor honoris causa, sekarang ada profesor honoris causa untuk Megawati oleh universitas resmi...
1 hari yang lalu

Astaga! Tak Kuat Lihat Wanita Cantik, Pria Pengangguran Perkosa di Masjid

Beritacenter.COM - Aksi bejat dilakukan oleh seorang pengangguran bernama Wawan Harap (19) terhadap seorang wanita..
1 hari yang lalu

Gempa Bumi M 4,9 Terjadi di Pasaman Sumbar

Beritacenter.COM - Gempa bumi magnitudo (M) 4,9 mengguncang Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Gempa tersebut berpusat..
1 hari yang lalu

Ini Alasan Georginio Wijnaldum Gabung PSG

Beritacenter.COM - Paris Saint-Germain (PSG) resmi mendatangkan Georginio Wijnaldum dari Liverpool pada Kamis..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi