Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:04 WIB

Berhaji Tanpa ke Tanah Suci

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Hampir dapat dipastikan, pengumuman Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (3/6/2021) lalu mengenai pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia menyisakan kekecewaan mendalam. Apalagi ini adalah kali kedua ritual tahunan tersebut ditangguhkan. Munculnya rasa kesal dan khawatir tak akan berkesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci adalah perihal yang wajar. Tapi jangan sampai meratap atau bertindak gegabah. Jangan pula naif dan berkomentar di luar kapasitas, seperti seorang publik figur yang mengatakan bahwa pintu surga bisa jadi tak dibuka bagi masyarakat Indonesia karena tak berhaji. Asumsi ini terlalu dangkal dan konyol. Haji bukan sekadar demonstrasi manasik secara fisik. Tercatat, bahkan ada hamba Allah yang mabrur tanpa berhaji.

Sosok yang terekam dalam sejarah tersebut adalah seorang tukang sol sepatu dari Damsyiq yang bernama Ali bin al-Muwaffaq. Suatu ketika saat sedang berhaji, Abdullah bin al-Mubarak, ulama besar yang masyhur dengan kezuhudannya ini sempat tertidur di Masjid al-Haram. Dalam lelapnya, ia bermimpi berjumpa dengan dua malaikat yang sedang bercakap-cakap tentang jumlah orang yang berhaji di tahun tersebut.

Singkatnya, dari hampir 600 ribu manusia yang menunaikan ibadah haji, diceritakan bahwa tak ada satupun orang yang hajinya diterima. Namun, terdapat satu orang yang tidak pergi ke Tanah Suci tetapi ia dianggap mabrur oleh Allah SWT. Ratusan ribu orang yang sebelumnya dinyatakan gagal dalam hajinya, kemudian Allah memabrurkan mereka tersebab tukang sepatu tadi.

Percakapan dua malaikat itu pun sontak membuat Ibnu al-Mubarak terhenyak. Selepas berhaji, ia bertekad menemui orang tersebut dengan mencarinya ke Damsyiq. Mimpi Ibnu al-Mubarak tadi pun ia ceritakan kepada al-Muwaffaq setelah berhasil menjumpainya. Tukang sol sepatu itu pun berkisah bahwa ia mengurungkan niatnya ke Tanah Suci karena di kampungnya terdapat janda miskin beserta anak-anaknya yang kelaparan hingga mereka mengonsumsi bangkai untuk mengganjal perut.

Tanpa banyak pertimbangan, uang tabungan yang selama 30 tahun dikumpulkannya untuk haji pun ia berikan kepada janda miskin tadi. Menurutnya, mengentaskan kesulitan mereka jauh lebih penting daripada hajinya. Ia hanya bermunajat agar diberi umur panjang supaya berkesempatan lagi menabung dan mengunjungi rumah Allah. Ibnu al-Mubarak pun larut dalam keharuan. Terkagum dan paham mengapa Allah menjadikannya mabrur betapapun tanpa ritual fisik sebagaimana mestinya.

Kita bisa lihat, kepedulian pada sesama, sikap welas asih, dan penanggalan egoisme pribadi telah membuat seorang tukang sol sepatu berhasil mencapai derajat yang diharapkan siapapun yang berhaji, yakni mabrur. Ia bahkan menjadi berkat bagi orang-orang yang dinilai tak lolos hajinya. Ridha Allah menyertai mereka yang berserah dan peduli pada sesama.

Tiap demonstrasi fisik yang diwajibkan dalam haji, mengandung pesan mendalam tentang tauhid, kepasrahan, rendah hati, usaha fisik, sikap mengasihi, serta kemauan berbaur dengan rotasi kemanusiaan. Dengan kata lain, haji bukan sekadar tentang dimensi fisik saja. Allah memproyeksikan amanat-amanat filosofis tadi agar dikumandangkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah haji yang dinilai mabrur merujuk pada perbaikan diri dan melanggengkan ketaatan pada Tuhan? Mabrur adalah dia yang sepulang dari Tanah Suci menjadi pribadi yang konsisten melaju pada rel kebaikan dan berkobar padanya spirit pengabdian kepada kemanusiaan.

Kisah tukang sepatu yang seolah tidak masuk akal tadi akan kita temukan legitimasinya dalam beberapa sabda Nabi. Di mana terdapat sejumlah hadis menjelaskan tentang amalan yang setara dengan ibadah haji. Dan perkara tersebut merupakan amalan yang lekat dengan dimensi sosial serta kepedulian pada sesama manusia.

Seperti sabda Rasulullah SAW yang menyatakan, Tidakkah Allah memberikan kepadamu (pahala) shalat isya berjamaah sama dengan ibadah haji, dan shalat subuh berjamaah sama dengan umrah? (HR. Muslim). Jika dicermati, berjamaah menjadi titik tekan dari ibadah yang setara dengan kunjungan ke Tanah Suci. Tradisi berjamaah akan mengikat rasa kebersamaan dan menumbuhkan jalinan relasi sosial yang saling mendukung.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda, Bertakwalah kepada Allah dengan berbuat baik kepada ibumu. Jika engkai berbuat baik kepadanya, statusnya adalah seperti berhaji, berumrah, dan berjihad. (HR. Thabrani). Bersikap baik kepada sesama manusia dalam hadis ini menjadi salah satu indikator ketakwaan seseorang yang Nabi tekankan. Hadis ini bermula dari aduan seseorang kepada Nabi, di mana ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Lalu Nabi pun memerintah untuk berderma bakti pada orang tuanya sebagai pengganti keinginannya berjihad. Dan ganjaran dari kebaikan ini luar biasa.

Kedua riwayat di atas menyisipkan satu benang merah yang sama, yakni peduli dan melayani manusia. Allah mengundang hamba-Nya jauh-jauh untuk berkunjung ke rumah-Nya sebagai tamu pribadi. Dia menyuruh kita untuk menyatu dengan umat manusia, terus bertawaf, tetap bahu-membahu dengan umat. Demikian kehendak Tuhan. Maka dari itu, jelas mengapa tukang sol yang tak berhaji bisa diganjar pahala haji. Tiketnya adalah kepasrahan yang murni, memupus egoisme, dan peduli pada sesama.

Saya tidak menyuruh untuk sekonyong-konyong mendonasikan tabungan haji yang dimiliki. Kisah Muwaffaq mengajarkan kita bahwa perkenan Tuhan bisa ditempuh dengan banyak cara. Allah selalu memberikan jalan alternatif. Muwaffaq telah melampaui dimensi fisik. Betapapun haji adalah untuk menjawab panggilan rohani, tapi jelas buah dari ibadah tersebut selain upgrade spiritualitas juga praktik kebaikan dalam domain kemanusiaan. Ini yang harus kita perjuangkan.

Lebih dari itu, jangan sampai kita mentransfer emosi kekecewaan pada hal-hal yang tak wajar seperti halnya publik figur yang membuat pernyataan tak berdasar seperti tersebut di atas. Hal tersebut hanya akan membodohi dan memprovokasi masyarakat.

Mari selalu berusaha melihat peristiwa dari beragam sudut pandang. Dalam setiap kebaikan, ada potensi keburukan yang terselip di dalamnya. Begitupun sebaliknya, hal yang buruk dalam definisi kita, sangat mungkin ada kebaikan yang menyertainya. Demikianlah, sebab akibat terkadang tak berjalan linier. Keluasan cara pandang dan kepekaan untuk mencari hikmah dari suatu kejadian menjadi hal yang penting, agar kita tidak menjadi manusia yang mudah merutuki keadaan. Masih ada cara lain untuk menggapai pahala haji. Semoga ke depan kita sekalian benar-benar berkesempatan mengunjungi Tanah Suci. Wallahu a’lam. []





Fokus : Jamaah Haji


#Haji #Jamaah Haji


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






11 menit yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
1 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
1 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
2 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
2 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
3 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
3 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
4 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
4 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
4 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..
4 jam yang lalu

Update Perkembangan COVID 19 di Indonesia 30 Juli 2021

Beritacenter.COM - Tanggal 30 Juli 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia Jumlah kasus terkonfirmasi positif..
4 jam yang lalu

Rumah Mewah 2 Lantai Hangus Terbakar di Jakut

Beritacenter.COM - Kebakaran hanguskan satu rumah mewah di kawasan Pantai Mutiara di Jalan Pantai Mutiara, Blok J, No..
5 jam yang lalu

Pesepeda yang Ditabrak Mobil Rescue Takalar Alami Memar-Kepala Dijahit

Beritacenter.COM - Pesepeda yang ditabrak mobil rescue Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Takalar, Makassar, Sulawesi..
5 jam yang lalu

Wajib Coba !! Inilah 4 Pemanis Alami Bisa Gantikan Gula

Beritacenter.COM - Hampir semua orang dalam kehidupan sehari - hari tidak bisa lepas mengkonsumsi gula. Hampir semua..
6 jam yang lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Makassar

Beritacenter.COM - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kota Makassar, seorang wanita..
6 jam yang lalu

Temukan Pungli Bansos, Bamsoet Minta Mensos Risma Lapor Polisi

Beritacenter.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku bahwa pihaknya menemukan adanya pungutan liar (pungli)..
7 jam yang lalu

Kasus Covid -19 Hari ini Bertambah 41.168 Orang

Beritacenter.COM - Kasus Covid -19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Tercatat pada Jumat (30/7/2021)..
7 jam yang lalu

Bocah 15 Tahun Hilang Tenggelam di Bekas Galian Pasir Tangerang

Beritacenter.COM - Seorang remaja 15 tahun hilang tenggelam di bekas galian pasir, tepatnya di Dukuh, Bitung Jaya,..
7 jam yang lalu

Puan Minta Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Tidak Dilanjutkan

BeritaCenter.COM – Pemberian fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR RI dan stafnya tidak..
7 jam yang lalu

NGERI MASA PANDEMI JOKOWI DIKEPUNG MUSUH DALAM SELIMUT

Sebetulnya situasi saat ini yang menimpa negeri kita terkait pandemi, juga dialami oleh semua negara. Tapi sayang,..
8 jam yang lalu

Soal Penerapan PPKM Darurat, Jokowi: Tidak Ada Cara Selain Itu

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada cara selain memberlakukan PPKM darurat..
8 jam yang lalu

Demokrat Adukan ke Polda Jabar, Wamendes PDTT Santai-santai Aja

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi