Sabtu, 31 Juli 2021 - 01:17 WIB

Islam Menentang Kekerasan Beragama

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Perkembangan agama di Indonesia saat ini terbilang sangat pesat, namun perkembangan tersebut tidak didasari dan diikuti dengan kesadaran bahwa agama merupakan wahyu tuhan yang damai. Terlihat isu agama, dalam beberapa tahun terakhir menjadi dominasi ketika awak media meliput maupun lainnya, sehingga terkesan kekerasan agama seolah-olah dibiarkan begitu saja.

Agama Islam yang memiliki pengikut paling banyak di Indonesia, menjadi sorotan utama dalam menyelesaikan berbagai konflik. Tidak hanya itu, menurut survei bahwa Islam menempati nomor satu dalam tangga sosial agama di Indonesia, dengan persentase pengikut 47 persen lebih. Namun, perkembangan ini justru terjungkal terbalik, jika melihat banyak sekali kelompok radikal menjadikan agama Islam sebagai senjata untuk penghukuman dan pembenar dari berbagai tindakan kriminal lainnya.

Tentunya, hal ini disuplai oleh pemikiran kelompok radikal seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslim, Islamic State Iraq and Syria (ISIS), Wahabi, Salafi Wahabi, dan Al-Qaeda dimana menginginkan Islam berdiri sebagai agama yang tunggal dan sistem ketuhanan yang satu, tanpa kompromi dan lainnya sehingga banyak penolakan dimana sangat tidak masuk akal dan melawan hukum alam.

Di indonesia, pemikiran agama sebagai wahyu tuhan yang esa merupakan hal paling luar biasa, agama tidak dijadikan alat perbedaan dan alat pemecah kerukunan bangsa serta negara namun sebagai potensi perdamaian yang kekal. Hal ini, juga diinginkan oleh Islam yang mana membebaskan orang untuk memilih kepercayaan masing-masing, sedangkan para pendiri bangsa seperti Ir, Soekarno menginginkan agama tidak menjadi biang keladi dalam perpecahan ataupun konflik anak bangsa.

Sejarah bangsa Indonesia sendiri telah mengedukasi, bagaimana meletakan agama sebagai pemersatu bangsa, salah satu yang sejarah paling fenomenal adalah pembangunan masjid Istiqlal yang dibangun dan terletak di daerah mayoritas beragama non-muslim, sedangkan arsiteknya sendiri seorang kristiani yang taat. Pembangunan yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno ini, menunjukan bahwa agama tidaklah menjadi pembeda antara sesama justeru menjadi keragaman bersama.

Tentunya, hal ini terbalik jika kita lihat beberapa tahun kebelakang. Dimana agama menjadi dominasi utama dalam justifikasi untuk melakukan kekerasan, sedangkan pelaku-pelakunya berjubah dan jidat hitam dengan lantang meneriakan kata membunuh maupun mengkafirkan orang lainnya. Jubah yang dikenakan seolah-olah tidak lagi mencerminkan seberapa dalam akhlak yang dimiliki, selain itu terdapat pengikut yang tidak memahami esensi agama dimana hanya memuja-muja keturunan nabi yang belum tentu secara saintific merupakan keturunan langsung dan juga bisa mengamalkan perilaku tawadhu nabi Muhammad SAW.

Kekerasan dalam agama, memang terjadi dimana saja termasuk di Indonesia, menurut penelitian kerukunan agama dunia menyatakan bahwa indeks keharmonisan beragama di Indonesia sangat memprihatinkan, hal ini disebabkan ego serta pemahaman yang absurd dalam memahami agama sebagai kasih sayang tuhan. Indeks kerukunan dimaksud dibentuk dari tiga indikator besar, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerjasama. Indikator toleransi merepresentasikan dimensi saling menerima, menghormati/menghargai perbedaan. Kesetaraan, mencerminkan keinginan saling melindungi, memberi kesempatan yang sama dengan tidak mengedepankan superioritas.

Sedangkan kerjasama menggambarkan keterlibatan aktif bergabung dengan pihak lain dan memberikan empati dan simpati kepada kelompok lain dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya dan keagamaan

Dalam beragama, negara memberikan keleluasan untuk beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Walaupun, agama yang diakui saat terdapat enam agama yang bisa dimasukan dalam pencatatan sipil negara, sedangkan agama-agama lain belum begitu banyak bisa dilakukan. Namun, negara menjamin setiap orang berhak secara leluasa mengamalkan, mendirikan rumah ibadah, dan melakukan ritual keyakinan tanpa takut ancaman dari pihak manapun.

Dalam pasal 28 huruf E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 menyatakan dengan tegas, bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Sedangkan peran negara dalam membebaskan setiap orang dengan memeluk keyakinan tertuang dalam pada Pasal 29 Ayat (2), yakni dinyatakan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama.

Namun, sebagai sebuah sistem yang tidak begitu dinamis peran undang-undang dan aturan lainnya tidak begitu menghasilkan solusi, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat dalam memaknai sebuah agama sehingga menimbulkan kesenjangan sosial. Untuk itu diperlukan pemahaman seperti apa yang diajarkan oleh Bung Karno, dimana tidak perlu menjadi seperti orang dimana agama itu berasal namun masyarakat diharapkan menjadi orang yang beragama dan berbudaya.

Akhir kata, permasalahan yang membawa agama sebagai justifikasi tidak akan pernah surut walaupun zaman telah modern, hal ini disebabkan ada upaya-upaya kelompok untuk menjadi agama sebagai wali tunggal. Tentunya perilaku seperti ini akan menimbulkan gejolak, sehingga akan berakhir pada penyalahgunaan agama sebagai wadah kekerasan.





Fokus : Indahnya Islam


#Islam #Indahnya Islam


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
2 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
2 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
3 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
3 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
4 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
4 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
5 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
5 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
5 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..
5 jam yang lalu

Update Perkembangan COVID 19 di Indonesia 30 Juli 2021

Beritacenter.COM - Tanggal 30 Juli 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia Jumlah kasus terkonfirmasi positif..
6 jam yang lalu

Rumah Mewah 2 Lantai Hangus Terbakar di Jakut

Beritacenter.COM - Kebakaran hanguskan satu rumah mewah di kawasan Pantai Mutiara di Jalan Pantai Mutiara, Blok J, No..
6 jam yang lalu

Pesepeda yang Ditabrak Mobil Rescue Takalar Alami Memar-Kepala Dijahit

Beritacenter.COM - Pesepeda yang ditabrak mobil rescue Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Takalar, Makassar, Sulawesi..
7 jam yang lalu

Wajib Coba !! Inilah 4 Pemanis Alami Bisa Gantikan Gula

Beritacenter.COM - Hampir semua orang dalam kehidupan sehari - hari tidak bisa lepas mengkonsumsi gula. Hampir semua..
7 jam yang lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Makassar

Beritacenter.COM - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kota Makassar, seorang wanita..
7 jam yang lalu

Temukan Pungli Bansos, Bamsoet Minta Mensos Risma Lapor Polisi

Beritacenter.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku bahwa pihaknya menemukan adanya pungutan liar (pungli)..
8 jam yang lalu

Kasus Covid -19 Hari ini Bertambah 41.168 Orang

Beritacenter.COM - Kasus Covid -19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Tercatat pada Jumat (30/7/2021)..
8 jam yang lalu

Bocah 15 Tahun Hilang Tenggelam di Bekas Galian Pasir Tangerang

Beritacenter.COM - Seorang remaja 15 tahun hilang tenggelam di bekas galian pasir, tepatnya di Dukuh, Bitung Jaya,..
8 jam yang lalu

Puan Minta Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Tidak Dilanjutkan

BeritaCenter.COM – Pemberian fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR RI dan stafnya tidak..
9 jam yang lalu

NGERI MASA PANDEMI JOKOWI DIKEPUNG MUSUH DALAM SELIMUT

Sebetulnya situasi saat ini yang menimpa negeri kita terkait pandemi, juga dialami oleh semua negara. Tapi sayang,..
9 jam yang lalu

Soal Penerapan PPKM Darurat, Jokowi: Tidak Ada Cara Selain Itu

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada cara selain memberlakukan PPKM darurat..
9 jam yang lalu

Demokrat Adukan ke Polda Jabar, Wamendes PDTT Santai-santai Aja

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi