Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:00 WIB

JOKOWI DI KELILINGI RAJA-RAJA KECIL

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Ditulis Oleh : Eko Kuntadhi

Dan semalam akhirnya diumumkan, PPKM diperpanjang sampai 25 Juli. Kalau tren positifnya melandai, bakal dibuka pelan-pelan. Mirip pengantin baru.

Yang tampil mengumumkan langsung Presiden Jokowi. Dia tampil menjawab keresahan publik. Dia berdiri siap menghadapi anak panah kritik.

Yups. Dalam situasi seperti ini kita butuh pemimpin yang hadir. Yang keputusannya tegas dan terukur.

Saya merasakan PPKM telah menjungkalkan banyak orang. Saat ekonomi mandeg, orang sibuk berfikir soal isi perutnya. Sementara ruangan RS masih berjubel.

Pemerintah sudah memikirkan bagaimana dampaknya bisa dikurangi. Setidaknya program bagi-bagi untuk rakyat terus dilanjutkan.

Pada awal 2020 saja, sudah Rp1. 400 triliun APBN kita dialokasikan buat menahan dampak Covid19 ini. Bandingkan. Untuk membangun ibukota baru, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp500 triliun. Artinya biaya Covid19 itu mestinya sudah bisa membangun 3 ibukota baru.

Satu hari sebelum pengumuman itu saya sempat diajak zoom metting dengan bu SMI. Ada yang menarik informasinya.

Sebagai pengatur lalu lintas keuangan, Menkeu ternyata sudah banyak mengalokasikan dana ke pemerintah daerah. Harapannya Pemda sigap menyalurkannya lagi ke masyarakat.

Dalam kondisi normal saja 1/3 APBN kita disalurkan ke daerah. Ada yang berbentuk DAU, DAK, bagi hasil pajak, insentif khusus, atau dana desa. Sementara dalam kondisi begini, jumlah itu jauh lebih besar lagi.

Sayangnya duit di rekening Pemda sering dibiarkan saja. Pemdanya malas.

Duit ada. Keluhannya segudang. Birokrasinya rakus. Bukannya kerja yang serius, malah bikin tambah ribet.

Nah, disinilah yang sering jadi kendala. Para raja-raja kecil penguasa daerah leletnya minta ampun. Bahkan malah ada yang nyari kesempatan dalam kesempitan.

Saat ekonomi perlu putaran, eh, di rekening-rekening Pemda masih ada Rp198 triliun yang mengendap. Bukannya dicairkan agar masyarakat bisa menikmati tetesannya malah dipendem di bank.

Ada juga yang perencanaan APBD-nya sok optimis. Misalnya Jabar. Dalam APBD 2021, mereka gak memasukan fariabel kemungkinan gelombang kedua. Sok yakin. Makanya Kang Emil akhirnya mengeluh, duit mereka gak cukup buat mengantisipasi kondisi.

Belum lagi DKI yang sering hambur-hanburin duit buat yang gak perlu. Kelebihan Bayard Transjakarta Rp415 miliar. Kelebihan bayar Damkar Rp6,5 miliar. Kelebihan bayar proyek PLTS di atap sekolah Rp1,2 miliar.

DP Formula E saja sampai Rp560 miliar. Plus bank garansi Rp400 miliar. Padahal sampai 2022 nanti, nama Jakarta gak ada dalam liat event Formula E itu.

Pas dibutuhkan duit buat memfasilitasi rusun Nagrak sebagai lokasi alternatif penanganan pasien Covid19, malah minta sumbangan ke Dubes asing.

Di Jatim, Gubernurnya malah merayakan ulang tahun dengan kerumunan. Mirip Anies yang sowan ke Rizieq, padahal mestinya Rizieq karantina mandiri sehabis dari LN.

Ulah Pemda kayak gini, ada yang memang karena sengaja, karena afiliasi politik pimpinannya. Ada yang pimpinan daerahnya gak ngerti bagaimana bekerja yang bener. Ada yang mau cari untug. Ada yang pengecut, bersembunyi di ketiak ketidakberdayaan. Dengan harapan toh, yang akan disoroti publik hanya pemerintah pusat saja.

Yang paling sial kalau kepala daerahnya sejenis Kadrun kelas kakap. Ini termasuk kategori perbuatan yang memuakkan.

Ketika vaksin digencarkan, misalnya. SMI sudah mengirim duit ke Pemda agar mereka menggelar vaksinasi. Mengejar target 2 juta perhari. Wajar. Mereka punya RSUD, punya Puskesmas. Punya dinkes.

Sialnya banyak yang gak jalan. Kedodoran dalam pelaksanaan.

Akhirnya Menkeu menarik lagi dananya. Dialihkan ke TNI dan Polri agar mereka gercep melakukan program itu.

Asal tahu saja. Honor nakes juga sudah cair. Tapi ya, itu tadi. Terhambat di daerah. Nyebelin, gak tuh?

Walhasil, dalam kondisi begini model otonomi daerah dengan mentalitas birokrasi Pemda yang masih babak belur, jadi salah satu menghambat penyelesaian masalah. Para kepala daerah itu, mensesapkan kepalanya ke dalam pasir. Seolah gak mau melihat kenyataan.

Tidak semua Pemda begitu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kita tahu hampir saban hari keliling memastikan kondisi warganya. Gak ada capeknya.
Tapi berapa banyak kepala daerah yang seperti Ganjar. Kebanyakan malah gagap.

Malah ada Gubernur daerah khusus ibu tiri, sekalinya kerja malah lucu. Yang disiapkan hanya petimati, lahan kuburan sama membangun kremasi.

Ketika sidak, sok galak. Eh, salah sasaran. Kantor sektor essensial kena sidak juga. Sementara di depan hidungnya banyak warga menggelar sholat Iedul Adha tanpa prokes. Gubernur diem bae. Takut kehilangan lumbung suara.

Kayaknya jenis Gubernur yang ini hanya sibuk mengurus orang mati. Bukan menolong orang sakit agar terus bertahan hidup.

Bila kondisinya begini terus, kita memang masih akan sangat lama bisa keluar dari rundungan pandemi ini. Jokowi gak bisa kerja sendiri. Para pemimpin daerah juga bertanggung jawab terhadap rakyatnya dan wilayahnya.

Begini. Pak dan Ibu Gubernur. Pak Walikota. Pak Bupati. Anda semua sudah banyak menikmati fasilitas dari rakyat. Hidup enak dari pajak rakyat.

Saat ini rakyat butuh perhatianmu. Butuh kerja kerasmu. Sebentar saja. Agar kami semua bisa kembali hidup normal.

Kalau nanti sudah normal, Anda mau foya-foya dan jadi pencoleng lagi silakan. Itu bukan urusan kami lagi. Paling urusannya dengan KPK.

"Mas, PPKM diperpanjang percuma, kalau gak keras. Panang doang, kalau gak keras ibu-ibu gak suka, " celetuk Abu Kumkum.





#Presiden Jokowi #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Orang Jujur #Jokowi Orang Baik #Pembenci Jokowi #Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Tegas #Joko Widodo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 menit yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
59 menit yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
1 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
2 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
2 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
3 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
3 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
4 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
4 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
4 jam yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..
4 jam yang lalu

Update Perkembangan COVID 19 di Indonesia 30 Juli 2021

Beritacenter.COM - Tanggal 30 Juli 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia Jumlah kasus terkonfirmasi positif..
4 jam yang lalu

Rumah Mewah 2 Lantai Hangus Terbakar di Jakut

Beritacenter.COM - Kebakaran hanguskan satu rumah mewah di kawasan Pantai Mutiara di Jalan Pantai Mutiara, Blok J, No..
5 jam yang lalu

Pesepeda yang Ditabrak Mobil Rescue Takalar Alami Memar-Kepala Dijahit

Beritacenter.COM - Pesepeda yang ditabrak mobil rescue Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Takalar, Makassar, Sulawesi..
5 jam yang lalu

Wajib Coba !! Inilah 4 Pemanis Alami Bisa Gantikan Gula

Beritacenter.COM - Hampir semua orang dalam kehidupan sehari - hari tidak bisa lepas mengkonsumsi gula. Hampir semua..
6 jam yang lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Makassar

Beritacenter.COM - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kota Makassar, seorang wanita..
6 jam yang lalu

Temukan Pungli Bansos, Bamsoet Minta Mensos Risma Lapor Polisi

Beritacenter.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku bahwa pihaknya menemukan adanya pungutan liar (pungli)..
7 jam yang lalu

Kasus Covid -19 Hari ini Bertambah 41.168 Orang

Beritacenter.COM - Kasus Covid -19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Tercatat pada Jumat (30/7/2021)..
7 jam yang lalu

Bocah 15 Tahun Hilang Tenggelam di Bekas Galian Pasir Tangerang

Beritacenter.COM - Seorang remaja 15 tahun hilang tenggelam di bekas galian pasir, tepatnya di Dukuh, Bitung Jaya,..
7 jam yang lalu

Puan Minta Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Tidak Dilanjutkan

BeritaCenter.COM – Pemberian fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR RI dan stafnya tidak..
7 jam yang lalu

NGERI MASA PANDEMI JOKOWI DIKEPUNG MUSUH DALAM SELIMUT

Sebetulnya situasi saat ini yang menimpa negeri kita terkait pandemi, juga dialami oleh semua negara. Tapi sayang,..
7 jam yang lalu

Soal Penerapan PPKM Darurat, Jokowi: Tidak Ada Cara Selain Itu

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada cara selain memberlakukan PPKM darurat..
8 jam yang lalu

Demokrat Adukan ke Polda Jabar, Wamendes PDTT Santai-santai Aja

Beritacenter.COM - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi