Kamis, 27 Januari 2022 - 06:07 WIB

INTERPELASI DALAM AROMA TERASI

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Ditulis Oleh : Karto Boogle

Konon menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Presetyo Edi hanya butuh 15 suara saja agar interpelasi dapat diagendakan. Sebagai informasi, di DPRD DKI ada 106 anggota dewan.


"Bukankah jumlah anggota dewan dari PDIP plus PSI sudah lebih dari cukup untuk memenuhi syarat itu? Kenapa jadi kelihatan sulit?"


Fraksi PDI Perjuangan yang memiliki 25 kursi dan PSI 8 kursi memang jauh lebih dari cukup untuk memenuhi kuota yang dimaksud oleh Prasetyo Edi itu. Menjadi masalah adalah itu harus diusulkan dalam rapat Bamus.


Sementara aturan main agar rapat itu sah, itu harus dihadiri paling tidak 50 persen plus 1 anggota. Artinya dibutuhkan paling sedikit 53 orang anggota dewan harus menghadiri rapat tersebut.


Aturan main yang lain adalah adanya agenda sidang yang harus tertera dalam undangan rapat dan ditandatangani paling tidak oleh Ketua dan 2 wakil ketua.


Artinya, setiap rapat yang akan diadakan harus dengan undangan dimana apa yang akan dibahas dalam rapat tersebut harus tertera dengan jelas.


"Bukankah itu sama artinya mustahil mengingat 7 fraksi yang lain sudah pasti menolak?"


Jangankan 50 persen plus 1 anggota hadir, mau membuat undangan rapat saja sudah pasti gagal. Empat wakil ketuanya berasal dari Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN dimana empat fraksi itu adalah bagian dari 7 fraksi yang selalu menolak gagasan interpelasi. Keempat wakil itu pasti menolak tanda tangan.


Tanpa rapat dan agenda, tak mungkin ada usulan dapat dilakukan.


Itulah makna peristiwa ribut kita dengar pada Senin 27 September 2021 yang lalu pada sidang anggota dewan di Kebon Sirih. Mereka yang berasal dari 7 fraksi selain PDIP dan PSI berungkap marah pada Ketuanya.


Konon agar minimal 15 orang pengusul interpelasi itu mendapat ruang bagi kesempatannya melakukan usulan, katanya Ketua DPRD yang berasal dari PDIP itu menyisipkan agenda interpelasi pada rencana sidang Selasa 28 September dimana telah dijadwalkan akan membahas 7 agenda. Dan itu ketahuan.


Dan benar, pada jadwal sidang keesokan harinya, semua dari 7 fraksi yang tak suka interpelasi tak ada yang datang. Alhasil, hanya ada 31 orang dan otomatis sidang dianggap tidak sah.


Tak hanya berhenti di sanai, tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta yang menolak interpelasi Formula E itu kabarnya akan melaporkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi ke Badan Kehormatan (BK) DPRD.


"Kuat sekali ya pak Gubernur yang satu itu? Siapa sih di belakang dia?"


Latah kita selalu berbicara tentang tangan tangan kuat yang tak terlihat. Ketika bukti dibutuhkan, seringkali hanya prasangka dapat kita bicarakan. Teori 3 C yang entah apa itu kepanjangannya seringkali adalah kambing hitam tanpa otentisitas bukti dapat dibeberkan. Seringkali hanya bersifat praduga.


Memahami bahwa 7 fraksi yakni Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, Nasdem, PAN dan PKB-PPP adalah entitas suara rakyat dalam konsep demokrasi, ke 7 fraksi di mana warga DKI menitipkan nasibnya ternyata berkesimpulan bahwa warga DKI senang dengan agenda Formula E.


Dan maka mereka mendukung gelaran olahraga mewah itu. Dan maka mereka dengan senang hati dalam keroyokan selalu berusaha menjadi tameng hidup bagi Gubernur.


"Kena jebakan Batman dong warga Jakarta?"


Bukankah pada pilkada 2017 Nasdem, Golkar dan PPP (Djan Faridz) masuk pada koalisi partai pendukung Ahok?


Trus tiba-tiba mereka berkesimpulan bahwa suara yang diamanahkan pada mereka kini dengan mudah mereka switch ke Anis yang dalam hal warna kebijakan ibarat langit dan bumi dengan Ahok?


Dekat dengan pemilik kekuasaan adalah sama dengan lancar rejeki tak pernah kering. Warga sering kebanjiran air karena sebab konsep sunatuloh, sementara anggota dewan kebanjiran rejeki hanya perlu konsep "goroh".


Apakah ini tentang aspirasi warga yang dibelokkan demi kepentingan partai? Politik memang seperti itu. Bujuk rayu dengan akhir khianat hanya berjarak setipis bibir dan selentur lidah tak bertulang.


Bila itu sangat menyakitkan, ingat-ingat saja partai apa berbuat apa. Pilkada berikutnya adalah cara rakyat memberi hadiah sekaligus hukuman.


Topeng telah mereka buka. Kedok juga telah mereka singkap. Adakah bebal kita sebagai pemilik suara akan selalu kita ulang demi jatuh pada lubang yang sama, seharusnya tidak!!


Bukankah dia yang pernah mencoba berbuat khianat cenderung akan tergoda untuk mengulanginya?


Vox Populi Vox Dei. Dan Tuhan tak tak kenal kata khianat. Jadi, tau dong pada siapa khianat selalu melekat?


Terkait dengan Prasetyo Edi yang akan di BK kan, itu adalah resiko jabatan. Seperti sopir yang harus mengejar waktu demi menyelamatkan nyawa seseorang yang dalam keadaan kritis, tiga lampu merah dia langgar. Secara hukum sopir itu memang salah namun semua orang tahu bahwa apa yang dia lakukan adalah demi hal baik.


Saat dia terkena sanksi, semua orang tahu apa alasan atas hukuman tersebut. Tak ada sia-sia atas apa yang Prasetyo Edi pernah lakukan. Edi membawa nama PDIP mendahului apa itu makna sebuah integritas. Meski terbenam dalam lumpur kotor di sekitarnya, mutiara tak pernah larut dalam kusam.


Pun pada PSI. Meski masih bau kencur, partai anak muda itu telah memberi kebaruan warna pada bagaimana seharusnya generasi penerus membuat kiprah pada dunia politik kita yang kaku dan beku. Mereka mewarnai politik Jakarta dengan militansi khas anak-anak muda yang dinamis dan tak tabu akan hal baru.


Amis bau TERASI tercium dan maka INTERPELASI seharusnya bukan tentang SENSASI dari sebuah AKSI. Itu hanya hak bertanya yang tak harus takut untuk dijawab.
.
.
RAHAYU
.
Karto Bugel





Fokus : Formula E Batal


#Anies Gubernur Terbodoh #Anies Gubernur Pembohong #Gubernur terbodoh #Anies #DPRD DKI #Anggota DPRD DKI Makan Malam Bersama Anies #Gubenur Pembohong


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

Presiden Jokowi Sibuk Kerja, Sedangkan Mereka Sibuk Fitnah

Presiden Jokowi sibuk kerja, sedangkan mereka sibuk hoax dan fitnah.Kaum kadrun, kaum barisan sakit hati, kaum..
6 jam yang lalu

PARAH...! Habis Tabrak Lari Supir Dan Kernek Hingga Tewas, Penabrak Akhirnya Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Pelaku biada tabrak lari yang menewaskan seorang sopir bernama Sudarto (41) dan seorang kernet..
7 jam yang lalu

PT Diamond Electric Mfg Indonesia Buka Lowongan "Engineering Supervisor"

Beritacenter.COM - Lowongan kerja kembali dibuka oleh PT. Diamond Electric Mfg Indonesia yaitu perusahaan yang..
8 jam yang lalu

#UpdatePeringatanCuaca NTT, Berpotensi Hujan Lebat Dan Angin Kencang Di Beberapa Wilayah Ini...

Beritacenter.COM - BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 26 Januari..
9 jam yang lalu

Si Bujang Lapuk Asal Surabaya Nekat Curi Motor Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Syaiful (44), warga Jalan Pogot, Surabaya, harus berurusan dengan piahk kepolisian setelah..
9 jam yang lalu

Gak Mau Kalah dengan Meta-Twitter, YouTube Bakal Ramaikan Dunia NFT

Beritacenter.COM - Platform berbagi video, YouTube, bakal turut meramaikan dunia non-fungible token. Adapun hal itu..
9 jam yang lalu

Pencuri Dengan Modus Pecah Di Mojokerto Berhasil Diciduk Polisi

Beritascenter.COM - Pria berinisial MH (40) warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, harus berurusan dengan pihak..
10 jam yang lalu

#UpdatePeringatanCuaca Lampung, Berpotensi Hujan Lebat Dan Angin Kencang Di Beberapa Wilayah Ini...

Beritacenter.COM - BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk wilayah Lampung, pada tanggal 26 Januari 2022,..
10 jam yang lalu

Tak Yakin Sirkuit Formua E Rampung April, Prasetio Edi : Bukan Kaya Buat Lintasan Tamiya!

Beritacenter.COM - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi angkat bicara soal pengerjaan sirkuit Formula E. Tak..
11 jam yang lalu

Sesat Pikir Pembenci "Nusantara"

Entah bagaimana dengan anda, bagi saya, Nusantara adalah tentang mempersatukan. Billa banyak pihak tiba-tiba..
11 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Pemuda yang Kaki-Tangannya Terikat di Bekasi

Beritacenter.COM - Misteri pelaku pembunuhan terhadap pemuda berinisial AY (19) yang ditemukan tewas dengan..
12 jam yang lalu

IMF Puji Pemulihan Ekonomi dan Sistem Keuangan RI Ditengah Pandemi

Indonesia terus merespons dengan langkah-langkah kebijakan yang berani, komprehensif, dan terkoordinasi dengan baik..
12 jam yang lalu

Update Corona RI 26 Januari : Bertambah 7 Ribu Kasus, Jakarta Sumbang 3.509 Kasus

Beritacenter.COM - Pemerintah kembali meng-update data perkembangan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Untuk hari..
13 jam yang lalu

Kasus 'Jin Buang Anak' Naik ke Penyidikan, Bareskrim Segera Periksa Edy Mulyadi

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri telah memeriksa 15 orang saksi dan 5 ahli terkait laporan terhadap Edy Mulyadi...
13 jam yang lalu

Luar Biasa ! Ini 7 Manfaat Coklat Hitam Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Cokelat hitam kaya akan kandungan mineral, seperti zat besi, magnesium dan zinc. Kakao dalam..
14 jam yang lalu

Bareskrim Gerebek Home Industry Obat-Obatan Keras Ilegal di Cibinong Bogor

Beritacenter.COM - Penggerebekan dilakukan jajaran Bareskrim Polri terhadap sebuah rumah di Cibinong, Kabupaten..
14 jam yang lalu

KPK Dapati Sejumlah Satwa Dilindungi saat Geledah Kediaman Bupati Langkat

Dalam proses penggeledahan tersebut, ditemukan pula adanya sejumlah satwa yang dilindungi oleh UU yang diduga milik tersangka TRP
14 jam yang lalu

PKL Sepanjang Jalan Malioboro Akan Digusur Akhir Minggu Ini

BeritaCenter.COM - Pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Malioboro akan digusur akhir pekan ini. Hal..
14 jam yang lalu

Viral di Medsos, Maling Kotak Amal di Masjid Tangerang Panik Tinggalkan Motornya

Beritacenter.COM - Viral di media sosial seorang pemuda mencuri kotak amal masjid di Cibodas, Kota Tangerang...
14 jam yang lalu

Omicron Indonesia Hampir Dua Ribu, Dokter: Gejala Terbanyak Batuk Kering

BeritaCenter.COM – Kasus Omicron di Indonesia terus bertambah tiap harinya. Bahkan kini hampir mencapai..
15 jam yang lalu

Menenangkan! Begini Pesan dr Tirta untuk Pasien Omicron

BeritaCenter.COM - Dokter Tirta Mandira Hudhi yang akrab dipanggi dr Tirta..
15 jam yang lalu

Tangkap Kurir Narkoba di Depok, PolisI Bongkar Peredaran 17 Kg Ganja Modus 'Sistem Tempel'

Beritacenter.COM - Upaya peredaran narkoba jenis ganja seberat 17 kg berhasil digagalkan jajaran Polres Metro Depok...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi