Rabu, 20 Oktober 2021 - 16:32 WIB

Revolusi Mental dan Etika Politik Jokowi

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:17 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Ditulis Oleh : Agung Wibawanto

Berpolitik dengan santun merupakan etika politik utama yang harus dipahami. Ada tiga falsafah yang diutarakan oleh Presiden Jokowi sebagai pegangan hidupnya. Pertama, “Lamun sira sekti ojo mateni –meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan.” Kedua, “Lamun sira banter aja ndhisiki –meskipun kamu cepat jangan suka mendahului.” Dan ketiga, “Lamun sira pinter aja minteri –meskipun kamu pintar jangan sok pintar.”Jokowi dikenal sebagai orang yang “irit bicara” baik terkait apa yang akan dilakukannya, maupun dalam hal merespon “serangan” lawan politiknya. Seperti dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, ia hanya bicara singkat di awal, dan tiba-tiba saja sudah ada jalan TOL, jalan perintis di pedalaman, pelabuhan, bandara, bendungan, PLTB, pos perbatasan, dan sebagainya.


Ambil contoh lagi soal revolusi mental. Banyak orang bertanya dan mengkritik, seperti apa implementasinya? Tidak ada instruksi, tidak ada pengarahan, tidak harus begini dan tidak harus begitu. Agar masyarakat Indonesia mulai usia anak-anak, dewasa hingga lanjut usia, semakin mengenal Indonesia, bangga dan cinta tanah air, Jokowi di setiap kunjungan kerjanya, baik di daerah dalam negeri maupun luar negeri, selalu bicara mengingatkan Pancasila, pulau dan suku, jenis kekayaan alam, dan sebagainya yang berbau nusantara. Begitu juga merubah kebiasaan acara resmi dengan nuansa budaya, pakaian adat. Bersikap sederhana dan membumi (dekat dengan rakyat kecil). Melaporkan setiap hadiah pemberian kepada KPK, dan sebagainya.

Tanpa banyak orang sadari, sesungguhnya Jokowi sedang menunjukkan atau mencontohkan revolusi mental. Ia mengajak tidak dengan kata-kata tapi dengan tindakan. Tidak berkesan menggurui. Bagi Jokowi, perencanaan tidak perlu digembar-gemborkan, yang terpenting eksekusi, “Jika sudah tahap eksekusi ya tidak ada yang lain selain kerja dan berbuat. Jika perlu ke lapangan untuk selalu dicek. Kalau tidak begitu suka molor. Kelemahan kita selama ini pada implementasi,” begitu yang pernah disampaikan Jokowi kepada media. Ia juga percaya bahwa bicara hanya menghasilkan alasan, dan kerja menghasilkan sesuatu. Bagaimana pula Jokowi merespon setiap kritikan? Mulai dari kritik ringan sampai yang berat, ataupun terhadap isu-isu yang menjadi viral? Prinsipnya, Jokowi enggan meladeni soal-soal yang menurutnya tidak terlalu penting, “Kritikan tentu diperlukan agar ada kontrol, pengawasan dan terjadi keseimbangan. Kalau rumor atau gosip buat apa diladeni sih? Nanti kan hilang sendiri,” komennya.

Bagi awam mungkin bikin gregetan jawaban ini.Seperti diketahui, sejak mencalonkan diri sebagai Cagub di DKI Jakarta 2012 lalu hingga sekarang, banyak sekali isu-isu miring yang menerpa Jokowi. Mulai dari PKI, keturunan china, bukan muslim, boneka partai, tidak tegas, diktator, antek asing aseng dan masih banyak lagi isu-isu yang bila pendukungnya membaca dan mendengarnya saja bisa bikin merinding dan panas telinga. Yang sewot malah pendukungnya. Tokoh yang suka menyindir dan sinis hingga bicara keras secara terbuka di hadapan publik pun tidak main-main. Mulai dari Wakil Pimpinan DPR RI yang sangat vocal membuat berita negatif kepada Jokowi (tau kan siapa? merekalah si kembar FZ dan FH). Ada pula Ketua Partai, Tokoh Agama, Pengurus Ormas, mantan Presiden, mantan calon Presiden, hingga dari kalangan organisasi mahasiswa. Jokowi pun dikenal sebagai media darling. Orang yang selalu dikejar-kejar, diikuti setiap langkahnya dan dinantikan komentarnya.

Entah ya, padahal Jokowi berbeda dengan politisi ataupun orang-orang yang basisnya suka eksis dengan mengobral omongan. Mungkin hampir bisa dihitung berapa kalimat yang dia ucapkan ke publik. Itu pun karena beliau ditanya, dan jika tidak buat apa ngoceh gak karuan? “Semakin sedikit ngomong, makin ditunggu komen-komennya. Secara dia orang nomer satu di republik ini. Apa yang dikatakan meski dikit bisa dipastikan viral. Dan komennya itu kadang tidak terduga, kadang juga ndagel (lucu)…,” demikian pendapat seorang rekan jurnalis yang saya kenal. Namun ia menambahkan, Jokowi bukannya sombong di kala senggang malah kerap bercanda dengan awak media.Narasi yang agak panjang yang sering dibuat Jokowi adalah saat mem-posting info aktivitas di akun facebooknya. Perhatikan konten di setiap postingannya. Tidak pernah sekalipun berkata buruk untuk orang lain.

Dalam dunia jurnalistik disebut good news. Jarang lho ada warga net yang konsisten tidak ngomongin keburukan orang lain, tidak menyindir-nyindir, tidak baperan. Selalu optimis dan positif bahkan kadang memotivasi dan memberi semangat.Pada prinsipnya, Jokowi tidak pernah mau secara sengaja mempersiapkan jawaban terhadap isu-isu miring yang menimpanya. Hampir jarang Jokowi menggelar konpres. Tapi pastilah ia sadar saat bertemu wartawan yang mengikuti aktivitasnya, pertanyaan-pertanyaan tajam nan memancing akan diterimanya. Semua jawaban Jokowi di hadapan jurnalis adalah spontan. Tanpa dibuat-buat.

Jokowi sepertinya orang yang sangat mengerti akan posisinya. Tidak perlu dengan nuansa formil, namun sering kali orang menganggap yang disampaikan Jokowi adalah serius. Contoh, masih ingat cuitan Si Mantan yang dikenal dengan #SayaBertanya? Jokowi hanya menjawab, “Kalau semua orang bertanya ke Kapolri dan Presiden, trus saya bertanya ke siapa?” Sangat diplomatis tapi ringan dan mudah dipahami pesan yang ingin disampaikan. Perhatikan pula saat Jokowi menjawab “pancingan” media yang kadang kerap memanas-manasi, soal “kartu kuning” dari Ketua BEM UI beberapa waktu lalu. Alih-alih marah, terpancing pun tidak. Justru jawaban yang muncul sangat tidak terduga, “Ya yang namanya aktivis muda ya namanya mahasiswa dinamika seperti itu biasalah. Saya kira ada yang mengingatkan itu bagus sekali,” ungkap Presiden. Tidak ada rasa menyesalkan, kecewa, prihatin apalagi tersinggung. Seperti biasa jawaban pendek dan tenang. Jawaban tersebut sepertinya tidak membuat media puas, kembali ditanyakan bagaimana dengan kritik BEM UI terhadap masalah gizi buruk di Papua? “Mungkin nanti ya, mungkin nanti saya akan kirim semua, ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI ya,” tambah Presiden. Jawaban cerdas. Pecah!

Jawaban ini tidak pernah diduga sebelumnya baik oleh media maupun masyarakat awam. Banyak yang mengatakan bahwa jawaban Jokowi sangat cerdas dan mampu memukul balik secara telak kepada pengritiknya. Tentu saja jagad media sosial dan online dibuat heboh dan menjadi perdebatan yang seru, trending topic pokoknya. Jawaban ini pula dijadikan semacam model jawaban dari Kadrun yang kesannya nyinyir dan sok tau. Itulah etika politik dari seorang Jokowi yang kadang terlihat lemah tak berdaya, namun terkadang pula lihai membalikkan keadaan memojokkan pengritiknya. Tidak banyak tokoh yang mampu menahan diri seperti yang dilakukan Jokowi.

Menahan diri di sini bukan bermakna diam, melainkan tidak terpancing dengan gaya permainan lawan namun tetap berpikir cara mematahkannya tapi tanpa perlu melukai perasaannya.Cara mematahkan ala Jokowi bukan dengan siaran pers pakai marah-marah ataupun curhat dan baper di medsos. Beliau orang Jawa yang kerap segala sesuatu ditunjukkan melalui simbol. Tanpa banyak bicara, Jokowi sering menunjukkan itu. Bagi yang mengerti pastilah tahu. Jawabannya selalu positif, artinya tidak menyerang balik si nyinyir dan apa lagi menggunakan pilihan kata yang negatif. Bertutur pelan nyaris hati-hati dengan wajah kalem.

Mungkin Jokowi begitu meresapi ajaran Mahatma Gandhi yang mengatakan, “Pertama, orang akan mengabaikan dirimu. Kedua, orang akan mentertawakan dirimu, dan. Ketiga, orang mulai emosi kepadamu, dan pada saat itulah kamu menjadi pemenangnya”. Juga, dia lebih percaya bahwa menyalakan lilin lebih baik ketimbang mengutuk kegelapan. Inilah yang ingin disampaikan Jokowi, etika politik dimulai dengan revolusi mental.
Nb: Saya sendiri harus banyak belajar sabar dan ikhlas…

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : Jokowi


#Jokowi #Penghina Jokowi #Jokowi Presiden Ku #Pembenci Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Orang Jujur


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

Soroti Keseimbangan Kesehatan-Ekonomi, Jokowi : Krisis dan Pandemi Seperti Api

"Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari. Tapi jika tetap terjadi, kita pelajari untuk..
4 jam yang lalu

Temui Keluarga Bomber Bunuh Diri, Menteri Taliban Puji Pengorbanan Para 'Martir'

Beritacenter.COM - Tokoh senior Taliban, Sirajuddin Haqqani, memuji aksi para pengembom bunuh diri, yang disebutnya..
4 jam yang lalu

Merasa Dirugikan Pasca Pemecatan, Viani Limardi Gugat PSI Rp1 Triliun ke PN Jakpus

(Alasan pemecetan karena penggelembungan dana reses) Ini telah merugikan karier saya, nama keluarga besar saya,..
6 jam yang lalu

Kebakaran Diduga Karena Korsleting Listrik Hanguskan 20 Kios di Pasar Kayu Jati Jaktim

Beritacenter.COM - Kebakaran menghanguskan sedikitnya 20 kios di Pasar Kayu Jati, Rawamangun, Jakarta Timur...
6 jam yang lalu

PDIP Apresiasi 2 Tahun Jokowi Ma'ruf : Stabilitas Politik Terjaga-Persatuan Kokoh

Beritacenter.COM - Hari ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wapres Ma'ruf Amin genap memasuki usia..
8 jam yang lalu

Liverpool Berhasil Taklukan Atletico Madrid di Liga Champions 2021

Beritacenter.COM -  Liverpool berhasil merebut kemenangan atas Atletico Madrid di laga lanjutan Grup B Liga..
9 jam yang lalu

Waspada !!! Jakarta Diprediksi Akan Diguyur Hujan Disertai Petir Mulai Siang hingga Malam Hari

Beritacenter.COM - Tiga wilayah di Ibu Kota Jakarta diprediksi akan turun hujan disertai kilat mulai dari siang hari..
15 jam yang lalu

Ini Segudang Manfaat Wortel Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Wortel adalah salah satu sayuran yang digemari oleh banyak orang. Pasalnya, di balik kerenyahan..
16 jam yang lalu

Ini Alasan BPBD Bangli Larang Pendaki Naik ke Gunung Abang

Beritacenter.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mengimbau kepada para pendaki agar..
17 jam yang lalu

Polisi Amankan 4 Pelaku Tawuran di Lenteng Agung

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap 4 pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran di Lenteng Agung,..
18 jam yang lalu

Terobsesi Video Porno ! Bocah 15 Tahun di Sumsel Nekat Perkosa Adik Kandung

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial UNS (15) di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera..
19 jam yang lalu

Lima Pilar Tokoh NU

Ada lima tokoh pada awal berdirinya NU yang karakternya akan selalu ada dalam perkembangan NU. Mari kita simak!..
19 jam yang lalu

Masuk Musim Hujan, PKB dan PPP : Drama Politik Banjir Jangan Terulang ya Pak Anies

Beritacenter.COM - Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta mempertanyakan program penanggulangan banjir di Ibu Kota di bawah..
19 jam yang lalu

Terungkap ! Ini Motif Pelaku Nekat Bunuh Penjaga Pantai Anyer secara Kejam

Beritacenter.COM - Polisi mengungkapkan motif pelaku nekat membunuh penjaga Pantai Anyer, Jujut Armana (27). Polisi..
20 jam yang lalu

Bermedia sosial dengan Santun dan Aman

Setiap tahunnya, warganet merayakan Hari Media Sosial yang jatuh pada 10 Juni. Tagar dengan #HariMediaSosial pun..
20 jam yang lalu

Tak Pandang Bulu ! Polri Copot Kapolsek Parigi Sulteng Usai Kirim Chat Mesum ke Anak Tersangka

Beritacenter.COM - Kapolsek Parigi, Sulawesi Tengah, Iptu IDGN dicopot dari jabatannya lantaran diduga mengirim chat..
20 jam yang lalu

Mantap ! PT Ajinomoto Manfaatkan Drone untuk Penyemprotan Pupuk

Beritacenter.COM - PT Ajinomoto Indonesia menghasilkan produk samping berupa pupuk Ajinomoto Foliar Fertilizer atau..
21 jam yang lalu

Nyuks...! Kita Kupas Manfaat Air Garam

Selama ini, sebagian orang banyak yang memanfaatkan air garam sebagai obat kumur untuk mengatasi bau mulut hingga..
22 jam yang lalu

Beginilah Cara Ampuh Hadapi Pasangan Selalu Diam Saat Marah

Memiliki pasangan yang selalu diam saat marah memang bisa menjadi hal yang membingungkan. Usaha yang kamu lakukan..
1 hari yang lalu

Dosis Ketiga Vaksin COVID 19, Upaya Tambahan untuk Melindungi Tubuh

Dosis ketiga vaksin COVID-19 merupakan vaksin tambahan yang diberikan kepada seseorang setelah ia menerima dosis..
1 hari yang lalu

Indonesia Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa Soal Nikel

Uni Eropa lewat WTO menggugat Indonesia perihal nikel. Semua ini karena kebijakan yang dikeluarkan Pak Jokowi. Semua..
1 hari yang lalu

Terima Kasih, Pembenci Jokowi

Pak Jokowi dibilang jenius, banyak yg sewot. Kenapa sih kalau hal baik yg di sematkan ke Jokowi banyak yg iri, kan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi