Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:35 WIB

"Pentingkan Dialog"

Oleh : Rachman Riv | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.com – Penunjukkan tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu menjadi sorotan terkait adanya 4 unsur pemerintah di dalamnya.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, diantaranya Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, mengatakan, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 22 ayat 3, disebutkan syarat tim seleksi KPU-Bawaslu terdiri atas 3 (tiga) orang unsur pemerintah; 4 (empat) orang unsur akademisi; dan 4 (empat) orang unsur masyarakat. Menurut Titi dari 11 nama tim seleksi anggota KPU yang disebut terdapat 4 unsur pemerintah yaitu dari KSP, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta Kompolnas (Poengky Indarty:red).

Akan tetapi, keberatan Titi ini dibantah oleh Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, menyatakan bahwa keberadaan Poengky Indarty di tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu ini merupakan perwakilan tokoh masyarakat. Pembelaan Faldo menyatakan bahwa Poengky Indarty, adalah seorang aktivis dan praktisi hukum mumpuni, yang merupakan perwakilan tokoh masyarakat yang sedang aktif menjabat di Kompolnas,

Polemik ini menjadi perhatian Indonesianis yang juga mantan Komisioner Kompolnas periode 2016-2020 Andrea H Poeloengan yang menilai perlu adanya dialog terkait hal ini.

"Polemik yang juga merupakan pertentangan yang terjadi 'sejak awal' seperti ini bisa menjadi sumber penyebab yang kurang baik bagi penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Dari awal sudah ada “friksi”. Maka, awalilah penyelesaian perbedaan ini dengan dialog. Dialog diyakini akan mempertemukan kepentingan yang berbeda dan saling memahami harapan dan kekhawatiran satu dengan lainnya," ujar Andrea kepada wartawan.

Salah satu yang menjadi sorotan publik dan para aktiivis adalah terkait penunjukkan anggota Kompolnas Poengky Indarti yang disebut mewakili tokoh masyarakat. Andrea menilai saat ini status Poengky bagian dari penyelenggara pemerintah, sehingga segala hal dan kewajiban sebagai bagian pemerintah melekat di Poengky.

"Posisi Poengky walaupun wakil masyarakat dalam Kompolnas akan tetapi sejak Agustus 2020 sudah diangkat ke dua kalinya oleh Presiden sebagai Anggota Kompolnas. Poengky merupakan kolega yang kolektif kolegial dari Menkopolhukam, Mendagri dan Menkumham, bersama dua tokoh masyarakat serta tiga pakar kepolisian,” jelas Andrea.

Lebih lanjut, “Maka juridis normatif, saat ini Poengky adalah bagian dari penyelenggara pemerintahan. Segala hak dan kewajiban sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan melekat pada Poengky, temasuk melaporkan secara rutin LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Anggota Kompolnas merupakan bagian dari “delegasi” kewenangan Presiden yang terkait dengan Kebijakan Strategis dan Pengawasan Fungsional Polri," kata Andrea.

Akan tetapi, selanjutnya Andrea menyebut, peran ganda Poengky dalam tim seleksi ini belum diatur tegas dalam Undang-undang. Hal ini lah yang dinilai dapat membuat Poengky dianggap unsur pemerintah meski disebut sebagai tokoh masyarakat, atau sebaliknya.

"Peran ganda Poengky sebagai Tokoh Masyarakat dan bagian dari Penyelenggara Pemerintahan, berdasarkan norma hukum belum diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan tegas. Kondisi ini yang menyebabkan apabila ada masyarakat telah menjadi bagian dari penyelenggara pemerintahan, maka dapat dipandang otomatis merupakan bagian dari pemerintah atau sebaliknya sebagian akan memandang tetap sebagaimana dia berasal sebagai masyarakat," tuturnya.

Peran ganda Poengky juga dinilai dapat memberikan tanggapan berbeda dari masing-masing pihak. Baik pendukung maupun yang menganggap posisi Poengky berbenturan dengan aturan.

"Bagi yang mendukung dan mengklaim 'rekam jejak baik, profesionalitas dan berintegritas' pasti akan berkepentingan mendukung dan mempertahankan penunjukan Poengky yang dianggap bagian dari masyarakat. Sedangkan bagi yang menolak karena menganggap ada 'benturan antara norma hukum dan norma (rasa) keadilan, etis dan kekhawatiran benturan kepentingan, bahkan independensi Timsel' pasti akan mengkritisi dan menolak Poengky yang dianggap merupakan bagian dari pemerintahan karena suka atau tidak suka sekarang masih menjadi Anggota Aktif Kompolnas bersama ketiga Menteri tadi" kata Andrea.

"Saya coba mengkutip pendapat Hans Kelsen yang diutarakan Prof. Budiono Kusumohamidjojo dalam bukunya, bahwa jika ada problematika antara Hukum dan Keadilan yang dalam perpektif Hans Kelsen karena nilai keadilan berbeda dengan nilai hukum, maka dalam pertentangan seperti ini, norma keadilan harus diunggulkan," sambungnya.

Norma (dan rasa) keadilan yang terlukai seperti ini, menurut Andrea perlu segera disepakati dicarikan penyelesainnya yang tidak saja hanya Legal, akan tetapi memiliki Legitimasi agar tercipta timsel 'tanpa cacat'. Menurutnya bila dianggap dialog tidak menjadi sebagai sebuah solusi masalah, maka jalan yang dapat ditempuh melalui lembaga peradilan tata usaha negara dan Ombudsman RI.

"Legitimasi Timsel 'tanpa cacat' perlu segera disepakati para pemangku kepentingan yang pro dan kontra, demi melahirkan embrio penyelenggaraan Pemilu yang Pancasilais dan Demokratis. Apabila dianggap sebagai bagian dari permasalahan Tata Usaha Negara, Administrasi Pemerintahan atau Negara, bahkan Maladministrasi, maka jalur lembaga peradilan tata usaha negara dan Ombudsman RI adalah respon yang bermartabat, termasuk juga Judicial Review jika dianggap ada pertentangan peratutan perundang-undangan di bawah UU dan/atau UUD NRI 1945," jelasnya.

“Penyelenggaraan Pemilu yang berawal dari kurangnya legitimasi sejak dini, adalah kegiatan yang mempunyai resiko dan potensi konflik tinggi, serta dapat berakibat dampak yang serius bagi keutuhan NKRI. Mumpung masih awal, masih ada waktu untuk berbicara, bangun ruang dialog dan dialog, jangan biarkan hidup api dalam sekam. Selesaikan dengan berdasar nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.





#KPU #Bawaslu #Calon Anggota KPU-Bawaslu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

Soroti Keseimbangan Kesehatan-Ekonomi, Jokowi : Krisis dan Pandemi Seperti Api

"Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari. Tapi jika tetap terjadi, kita pelajari untuk..
5 jam yang lalu

Temui Keluarga Bomber Bunuh Diri, Menteri Taliban Puji Pengorbanan Para 'Martir'

Beritacenter.COM - Tokoh senior Taliban, Sirajuddin Haqqani, memuji aksi para pengembom bunuh diri, yang disebutnya..
5 jam yang lalu

Merasa Dirugikan Pasca Pemecatan, Viani Limardi Gugat PSI Rp1 Triliun ke PN Jakpus

(Alasan pemecetan karena penggelembungan dana reses) Ini telah merugikan karier saya, nama keluarga besar saya,..
7 jam yang lalu

Kebakaran Diduga Karena Korsleting Listrik Hanguskan 20 Kios di Pasar Kayu Jati Jaktim

Beritacenter.COM - Kebakaran menghanguskan sedikitnya 20 kios di Pasar Kayu Jati, Rawamangun, Jakarta Timur...
8 jam yang lalu

PDIP Apresiasi 2 Tahun Jokowi Ma'ruf : Stabilitas Politik Terjaga-Persatuan Kokoh

Beritacenter.COM - Hari ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wapres Ma'ruf Amin genap memasuki usia..
9 jam yang lalu

Liverpool Berhasil Taklukan Atletico Madrid di Liga Champions 2021

Beritacenter.COM -  Liverpool berhasil merebut kemenangan atas Atletico Madrid di laga lanjutan Grup B Liga..
10 jam yang lalu

Waspada !!! Jakarta Diprediksi Akan Diguyur Hujan Disertai Petir Mulai Siang hingga Malam Hari

Beritacenter.COM - Tiga wilayah di Ibu Kota Jakarta diprediksi akan turun hujan disertai kilat mulai dari siang hari..
16 jam yang lalu

Ini Segudang Manfaat Wortel Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Wortel adalah salah satu sayuran yang digemari oleh banyak orang. Pasalnya, di balik kerenyahan..
17 jam yang lalu

Ini Alasan BPBD Bangli Larang Pendaki Naik ke Gunung Abang

Beritacenter.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mengimbau kepada para pendaki agar..
18 jam yang lalu

Polisi Amankan 4 Pelaku Tawuran di Lenteng Agung

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap 4 pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran di Lenteng Agung,..
19 jam yang lalu

Terobsesi Video Porno ! Bocah 15 Tahun di Sumsel Nekat Perkosa Adik Kandung

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial UNS (15) di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera..
20 jam yang lalu

Lima Pilar Tokoh NU

Ada lima tokoh pada awal berdirinya NU yang karakternya akan selalu ada dalam perkembangan NU. Mari kita simak!..
20 jam yang lalu

Masuk Musim Hujan, PKB dan PPP : Drama Politik Banjir Jangan Terulang ya Pak Anies

Beritacenter.COM - Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta mempertanyakan program penanggulangan banjir di Ibu Kota di bawah..
20 jam yang lalu

Terungkap ! Ini Motif Pelaku Nekat Bunuh Penjaga Pantai Anyer secara Kejam

Beritacenter.COM - Polisi mengungkapkan motif pelaku nekat membunuh penjaga Pantai Anyer, Jujut Armana (27). Polisi..
21 jam yang lalu

Bermedia sosial dengan Santun dan Aman

Setiap tahunnya, warganet merayakan Hari Media Sosial yang jatuh pada 10 Juni. Tagar dengan #HariMediaSosial pun..
21 jam yang lalu

Tak Pandang Bulu ! Polri Copot Kapolsek Parigi Sulteng Usai Kirim Chat Mesum ke Anak Tersangka

Beritacenter.COM - Kapolsek Parigi, Sulawesi Tengah, Iptu IDGN dicopot dari jabatannya lantaran diduga mengirim chat..
21 jam yang lalu

Mantap ! PT Ajinomoto Manfaatkan Drone untuk Penyemprotan Pupuk

Beritacenter.COM - PT Ajinomoto Indonesia menghasilkan produk samping berupa pupuk Ajinomoto Foliar Fertilizer atau..
22 jam yang lalu

Nyuks...! Kita Kupas Manfaat Air Garam

Selama ini, sebagian orang banyak yang memanfaatkan air garam sebagai obat kumur untuk mengatasi bau mulut hingga..
23 jam yang lalu

Beginilah Cara Ampuh Hadapi Pasangan Selalu Diam Saat Marah

Memiliki pasangan yang selalu diam saat marah memang bisa menjadi hal yang membingungkan. Usaha yang kamu lakukan..
1 hari yang lalu

Dosis Ketiga Vaksin COVID 19, Upaya Tambahan untuk Melindungi Tubuh

Dosis ketiga vaksin COVID-19 merupakan vaksin tambahan yang diberikan kepada seseorang setelah ia menerima dosis..
1 hari yang lalu

Indonesia Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa Soal Nikel

Uni Eropa lewat WTO menggugat Indonesia perihal nikel. Semua ini karena kebijakan yang dikeluarkan Pak Jokowi. Semua..
1 hari yang lalu

Terima Kasih, Pembenci Jokowi

Pak Jokowi dibilang jenius, banyak yg sewot. Kenapa sih kalau hal baik yg di sematkan ke Jokowi banyak yg iri, kan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi