Rabu, 26 Januari 2022 - 14:46 WIB

Ketua KPK Sambut Baik Rencana Jaksa Agung Kaji Hukuman Mati Bagi Koruptor

Oleh : Aisyah Isyana | Jumat, 29 Oktober 2021 | 16:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ketua KPK Firli Bahuri angkat bicara soal penerapan hukuman mati untuk para koruptor yang tengah dikaji Jaksa Agung, ST Burhanuddin. Firli mengaku menyambut baik gagasan Burhanuddin soal rencana mengkaji hukuman mati bagi para koruptor.

"Saya menyambut baik dengan adanya gagasan Jaksa Agung RI tentang rencana mengkaji hukuman mati kepada pelaku korupsi," ucap Firli kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).

Baca juga :

Sejatinya, ada peluang hukuman mati bagi koruptor sebagaimana aturan hukum di Indonesia, jika berkaitan dengan bencana. Adapun aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tepatnya pada Pasal 2 ayat 2 yang berbunyi :

Pasal 2

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

(2) Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

Hanya saja, penerapan hukuman mati itu tidak bisa sembarangan dijatuhkan. Hukuman itu hanya dapat diterapkan dalam keadaan tertentu saja. Sebagaimana juga dijelaskan dalam pasal 2 ayat 2, terkait syarat penerapan hukuman tersebut.

"Yang dimaksud dengan 'keadaan tertentu' dalam ketentuan ini dimaksudkan sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter," demikian bunyi penjelasan tersebut.

Firli menilai, ancaman dalam pasal itu juga harus diperluas lagi. Menurutnya, perlu ada efek jera yang lebih untuk para pelaku koruptor. Untuk itu, dia mengaku sangat mendukung adanya wacana pengkajian hukuman mati bagi koruptor.

"Perlu didukung karena ancaman hukuman mati hanya diatur dalam Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tipikor. Perlu diperluas tidak hanya tindak pidana korupsi dalam Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Tipikor," kata Firli.

Lebih lanjut, Firli juga membeberkan berbagai upaya yang dilakukan sebagai pencegahan korupsi. Dia menyebut, semua upaya mulai dari pendidikan antikorupsi hingga penindakan, seharusnya dapat lebih digalakan lagi secara masif.

"Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menghentikan perilaku koruptif. Diawali dengan pendidikan masyarakat untuk memberikan kesadaran atas dampak buruk korupsi sehingga membangun karakter yang berintegritas serta menimbulkan budaya antikorupsi. Kita pun melakukan pencegahan untuk memperbaiki sistem supaya tidak ada peluang dan kesempatan untuk korupsi," ucap Firli.

"Upaya tegas dan keras dengan penindakan juga dilakukan dengan pemidanaan badan dan merampas seluruh aset para pelaku korupsi untuk menimbulkan orang takut melakukan korupsi tapi korupsi dan perilaku koruptif pun belum bisa terhenti," imbuhnya.

Sekedar diketahui, Jaksa Agung ST Buhanuddin mengaku akan kembali mengkaji penerapan hukuman mati bagi para koruptor. Adapun pengkajian itu dilakukan menyusul adanya kasus-kasus megakoupsi. Salah satu kasus yang disorot Burhanuddin, yakni mulai dari PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dan kasus Jiwasraya. Mengingat kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai nlai fantastis, yakni triliunan Rupiah.

"Bapak Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud, tentunya penerapannya harus tetap memperhatikan hukum positif yang berlaku serta nilai-nilai hak asasi manusia," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulis, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, Burhanuddin juga disebut tengah mengupayakan agar hasil rampasan dari dua kasus megakorupsi itu dapat bermanfaat bagi korban terdampak. Seperti di kasus PT ASABRI, diaman terkait dengan hak-hak seluruh prajurit untuk masa pensiun mereka dan masa depan keluarga mereka di hari tua.

"Bapak Jaksa Agung juga menyampaikan kemungkinan konstruksi lain yang akan dilakukan, yaitu bagaimana mengupayakan agar hasil rampasan juga dapat bermanfaat langsung dan adanya kepastian baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak korban dari kejahatan korupsi," kata Leonard.

 





#KPK #Jaksa agung #Koruptor #Firli Bahuri #Hukuman Mati Koruptor #Hukuman Mati Bagi Koruptor #Kasus Megakorupsi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Simak ! Ini 4 Bekal yang Harus Dipersiapkan untuk Kematian

Beritacenter.COM - Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali satu hal, yakni mati. Dalam sebuah ayat: kullu nafisin..
46 menit yang lalu

Marcedes-Benz Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil di Depan Kantor Walkot Jaksel

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil mewah Marcedes-Benz di daerah Jakarta..
54 menit yang lalu

Asnawi Unggah Foto Insiden Terima Kasih di Piala AFF

Beritacenter.COM - Kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Asnawi Mangkualam mengunggah foto saat merespon..
1 jam yang lalu

Tragis ! Pemuda di OKU Timur Tewas Ditembak Begal di Depan Anak dan Istri

Beritacenter.COM - Tragis, warga Desa Wana Makmur Kecamatan Semendawai Kabupaten OKU Timur, tewas ditembak begal saat..
1 jam yang lalu

Satu Anggota Polisi Ditembak OTK saat Amankan Bentrok Warga di Pulau Haruku

Beritacenter.COM - Satu anggota Polsek Pulau Haruku berinisial Briptu FH harus dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara..
2 jam yang lalu

Babak Baru ! KPK Akan Selidiki Pengakuan Ketua DPRD Bekasi Soal Terima Uang dari Rahmat Effendi

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembangkan keterangan dari Ketua DPRD Kota Bekasi,..
2 jam yang lalu

Mengapa Saya Harus Merasa Cukup dalam Hidup?

Dalam penciptaan manusia, Allah SWT memberikan sejumlah kelebihan dan kekurangan, termasuk adanya hawa nafsu...
2 jam yang lalu

BI Yakin Ekonomi Indonesia 2022 Tumbuh 5,4%, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM – Ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 4,7% sampai 5,4 di tahun 2022. Ini..
2 jam yang lalu

Selama 2021, KPK Tetapkan 123 Orang Tersangka Korupsi

BeritaCenter.COM – Selama 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetakan 123 orang sebagai..
2 jam yang lalu

KPU Tegaskan Calon yang Gagal di Pilpres 2024 Bisa Maju Pilkada

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan bahwa calon Presiden dan wakilnya yang gagal dalam Pilpres..
3 jam yang lalu

KPU: Capres Gagal di 2024 Bisa Maju Pilkada

BeritaCenter.COM – Calon Presiden dan Wakil Presiden yang gagal di Pemilu 2024 disebut bisa maju di..
3 jam yang lalu

Manchester United Resmi Pinjamkan Antohony Martial ke Sevilla

Beritacenter.COM - Manchester United resmi meminjamkan Anthony Martial ke Sevilla dengan status pinjaman. Hal itu..
3 jam yang lalu

Ngaku Anggota TNI-Curi Motor Wanita, Pemuda di Medan Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pria berinisial AS (26) warga Dolok, Merawan, Medan, Sumatera Utara..
3 jam yang lalu

9 Manfaat Berspeda di Pagi untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Bersepeda di pagi hari memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh kita salah satunya fisik..
4 jam yang lalu

2 Desa Terlibat Bentrok, Polisi Turun Tangan Cari Aktor Dibalik Kerusuhan di Pulau Haruku Maluku

Beritacenter.COM - Polda Maluku meminta kepada seluruh warga yang terlibat konflik di Pulau Haruku agar bisa menahan..
4 jam yang lalu

Guru dan Siswa SMA Negeri 86 Positif Covid -19, Belajar Tatap Muka Kembali Ditiadakan

Beritacenter.COM - Sebanyak 3 siswa dan 2 guru di SMA Negeri 86 Bintaro, Jakarta Selatan dikabarkan terpapar Covid..
5 jam yang lalu

BIADAB !! Paman Tega Cabuli Keponakanya Sendiri di Pondok Sawah hingga Hamil

Beritacenter.COM - Seorang paman berinsial AP alias Alex (64) tega mencabuli keponakannya sendiri berinisial SP (15)..
5 jam yang lalu

Sebuah Rumah di Tambora Terbakar, Ini Penyebabnya

Beritacenter.COM - Kebakaran besar melanda sebuah rumah di Jalan Duri Selatan 5 No 61 RT.10/02 Kelurahan Duri..
5 jam yang lalu

Hari ini !! Sidang Eks Sekretaris FPI Munarman Kembali Digelar

Beritacenter.COM - Sidang kasus perkara dugaan tindak pidana terorisme dengan terkdawa mantan Sekretaris Umum Front..
6 jam yang lalu

Thailand Resmi Legalkan Ganja Dikonsumsi Bukan untuk Kejahatan

Beritacenter.COM - Thailand resmi melegalkan ganja untuk dikonsumsi untuk warganya. Ini merupakan sekaligus negara..
6 jam yang lalu

3 Cara Menabung yang Benar Menurut Pakar dan Ahlinya

Beritacenter.COM - Ayo menabung dengan cara yang benar, menabung merupakan kata yang sangat mudah diucapkan namun..
7 jam yang lalu

Cuaca di Jakarta Rabu 26 Januari 2022 Hujan Mulai Pagi hingga Siang

Beritacenter.COM - Cuaca di seluruh Ibu Kota Jakarta diberitakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi