Wednesday, 24 Apr 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Guru MTs Cabuli Siswi Hingga 2 Kali

Abe --- - 07/03/2016 16:02 Ilustrasi pencabulan

FOKUS : Pencabulan

Beritacenter.COM - Seorang oknum guru salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan ke petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Banyumas karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan.

Korban SK (14) yang merupakan siswi kelas VII salah satu MTs di Kecamatan Purwojati, Banyumas, mendatangi Unit PPA Polres Banyumas dengan didampingi tokoh pemuda dan orang tuanya untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan salah seorang guru pelajaran Bahasa Indonesia dan pembina pramuka, TP.

Saat ditemui wartawan, salah seorang tokoh pemuda yang mendampingi korban, Wahyu Santoso mengatakan bahwa peristiwa yang dialami SK terjadi dua kali, yakni pada tahun 2015 dan terakhir pada awal bulan Februari 2016.

"Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan pramuka di Sanggar Pramuka sekolah itu. Modus yang digunakan pelaku adalah menyembuhkan orang yang kesurupan," katanya (7/3).

Dalam hal ini, kata dia, korban yang pingsan saat kegiatan pramuka dibawa ke ruang sanggar dan di tempat itu, SK hanya berdua dengan TP sehingga terjadilah tindak pidana pencabulan tersebut.

Pascapencabulan itu, lanjut dia, korban mengalami trauma dan tidak masuk sekolah selama satu minggu.

Menurut dia, korban akhirnya berani menceriterakan peristiwa itu karena sudah tidak kuat menahan trauma yang dialaminya.

"Bahkan, dari pengakuan SK ada beberapa korban lain yang mengalami tindakan serupa oleh guru dan belum berani melapor," katanya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan bahwa saat kasus dugaan pencabulan itu baru mencuat, ada pihak-pihak yang ingin kasus tersebut tidak terekspos ke media massa.

Bahkan, kata dia, korban juga diminta untuk menandatangani surat kesepakatan damai yang isinya tidak akan menuntut pelaku.

Ia mengatakan bahwa dalam surat itu, pelaku juga menyatakan kesediaannya untuk dipindahtugaskan dari sekolah tersebut dan memberikan bantuan biaya penyembuhan korban sebesar Rp1,5 juta.

Sementara saat ditemui petugas jaga sebelum memberikan keterangan di Unit PPA Polres Banyumas, SK mengaku sempat menceriterakan peristiwa yang dia alami kepada salah seorang temannya pascaperistiwa itu terjadi.

"Ternyata, teman saya itu juga pernah mengalami kejadian serupa. Setahu saya, korbannya ada lima sama saya," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Andi Kadesma mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami kasus dugaan tindak pidana pencabulan tersebut.

"Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih dulu. Kami juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain seperti yang disampaikan korban," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan melakukan pengembangan untuk memastikan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.



Berita Lainnya

Dua Hakim Didakwa Terima Suap oleh KPK

22/04/2019 16:25 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA