Jumat, 15 Nopember 2019 - 13:14 WIB

DPR Jangan Jadi Tukang Bikin UU Yang Urgensinya Tak Mendesak, Seperti RUU Kamnas

Oleh : Abe --- | Rabu, 30 Maret 2016 | 14:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memproduksi begitu banyak Undang-Undang sehingga peraturan masa lalu tersebut sering terbentur dengan peraturan Presiden saat akan mengambil keputusan. Bukan hanya presiden, sejumlah anggota kabinet juga sering terbentur dengan adanya peraturan Menteri.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada waktu memberikan sambutan pembukaan pertemuan tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema "Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing" di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3), yang dihadiri anggota ISEI dan sejumlah Menteri.

Presiden menyesalkan, seringkali terbenturnya keputusan Presiden dengan undang-undang yang sudah dibuat DPR, Seharusnya, peraturan presiden dan peraturan menteri bisa diubah agar keputusan bisa diambil secara cepat. "Peraturan kan yang buat kita sendiri, (peraturan) diubah yang sederhana yang bisa cepat memutuskan," kata Jokowi.

Kepada DPR, Presiden Jokowi mengingatkan agar tak usah memproduksi terlalu banyak undang-undang. "Cukup satu tahun 3 atau 5 (undang-undang), tapi yang betul-betul baik. Bukan jumlah yang diutamakan. Jumlah 40, 50 (UU) untuk apa?" kata Jokowi.

Jokowi mengaku tahu alasan DPR bersemangat mengejar pembahasan undang-undang dengan jumlah banyak. Namun Presiden tak mau menyebutkan alasan tersebut.

"Kenapa DPR senang banyak, saya tahu tapi tak mau menyebutkan saja," kata Jokowi.

Kritikan Presiden Jokowi terhadap DPR yang disebut tukang produksi Undang-undang, bertolak belakang dengan RUU Kemanan Nasional (Kamnas) Yang telah diajukan kembali oleh presiden ke DPR sehingga RUU Kamnas tersebut bisa menjadi salah satu program legislasi nasional.

RUU Keamanan Nasional sudah muncul beberapa tahun lalu. Pada 2010, pembuatan draft RUU Keamanan Nasional sudah disepakati dan diparaf oleh wakil lintas instansi, terutama TNI dan Polri. Pada 23 Mei 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah mengajukan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah RI. Tapi, RUU ini selalu menuai polemik.

Menurut Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hermawan Sulistyo, keberadaan RUU ini situasi dan kondisi negara akan kembali seperti di zaman orde baru. Tentara sangat kuat. Selain itu, ada poin berkurangnya kewenangan Polri dalam menjaga keamanan, dan diserahkannya sebagian kewenangan itu ke tentara. "Akibatnya, pada reformasi 1998 TNI-Pori dipisahkan akan jadi percuma," Ujar Hermawan, di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (9 Maret) lalu.

melalui RUU ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil beberapa kewenangan yang selama ini menjadi tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Polair yang bertugas menjaga di laut bisa dibubarkan diganti dengan TNI," kata Hermawan. Bahkan, melalui RUU Keamanan Nasional ini TNI bisa diberi kewenangan untuk melakukan penyadapan.

Menurut Hermawan banyak pasal-pasal di RUU Keamanan Nasional yang multitafsir sehingga menjadi tidak jelas. Selain itu, pasal-pasal itu juga berpotensi untuk disalahgunakan oleh kekuasaan. Hermawan mencontohkan perdebatan di DPR yang dianggap memberi ancaman keamanan nasional maka itu bisa dibubarkan.

Hermawan juga heran drat RUU Keamanan Nasional yang beberapa tahun lalu sudah menuai polemik kini justru akan dibahas lagi. "Katanya ada perubahan isi tapi ternyata tidak ada perubahan sama sekali," kata Hermawan.

 





Fokus : Joko Widodo



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






17 menit yang lalu

Terkait Bom di Medan, Kapolri : 19 Terduga Teroris Diamankan Densus 88

BeritaCenter.COM - Kapolri Jenderal Idham Aziz mengatakan 19 terduga teroris telah diamankan Densus 88 Antiteror..
41 menit yang lalu

Polisi Menyelidiki Pelaku Pembuang Bangkai Babi di Sungai dan Jalanan Medan

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian sedang menyelidiki pelaku pembungan bangkai babi di sungai dan jalanan..
2 jam yang lalu

Kejaksaan Agung RI Akan Tindak Tegas Jaksa yang Melenceng

BeritaCenter.COM - Jaksa Agung Muda Intelejen, Jan S Maringka mengatakan, Kejaksaan Agung RI tidak akan memberikan..
2 jam yang lalu

Pemerintah Turki Kembali Tahan Beberapa Wartawan

Diketahui juga jika wartawan yang saat ini berusia 69 tahun tersebut, dijebloskan ke penjara pascapercobaan kudeta..
2 jam yang lalu

Hebat... Presiden Joko Widodo Akan Resmikan Jalan Tol Terpanjang di Sumatera Hari Ini

Pihaknya bersama Forkopimda telah melakukan rapat pemantapan menjelang peresmian jalan tol itu. Ia menjelaskan JTTS..
2 jam yang lalu

Terkait Kasus Impor Bawang Putih, Sekjen DPR di Periksa KPK

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral DPR RI Indra Iskandar akan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi..
3 jam yang lalu

KPK Apresiasi Jokowi Berantas Praktik Mafia Hukum

BeritaCenter.COM - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) memberi respons baik atas ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi)..
3 jam yang lalu

Persija Targetkan Poin Penuh Lawan Persela

Beritacenter.COM - Tim Ibu Kota Persija bertekat menargetkan poin penuh saat lanjutan Liga 1 2019, Jumat..
4 jam yang lalu

Hari ini !! Presiden Jokowi Resmikan Ruas Tol Trans - Sumatera di Lampung

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan,..
4 jam yang lalu

Terduga Teroris, Suvervisor PT Krakatau Steel Ditangkap Densus 88

BeritaCenter.COM - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri Banten berhasil mengamankan satu orang terduga teroris. Pelaku..
4 jam yang lalu

47 Gempa Susulan Terjadi Pasca Gempa 7 Magnitudo Guncang Malut

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi 47 kali gempa susulan..
5 jam yang lalu

Hati - Hati 4 Aplikasi yang Dilarang Android

Beritacenter.COM - Banyak sekali aplikasi menarik untuk android yang tersedia di google, dari yang free sampai yang..
5 jam yang lalu

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Bitung

Beritacenter.COM - Wilayah Bitung, Sulawesi Utara diguncang gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo pada Jumat..
6 jam yang lalu

6 Minuman yang Bisa Mengawali Akvititas Anda di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Memilih minuman di pagi hari sangat mempengaruhi anda sebelum melakukan aktivitas yang sangat..
6 jam yang lalu

Polisi Ringkus Sindikat Narkoba di Lampung

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polda Lampung mengamankan tiga orang sindikat narkoba yang mengedarkan..
7 jam yang lalu

Menhan Malaysia Bertemu Menhan Prabowo Bicarakan Soal Ini

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan kerjasama bilateral dengan Menhan Malaysia..
8 jam yang lalu

Warga Ngamuk Sekolah TK Dilempari Batu Bikin Anak Murid Histeris

Beritacenter.COM - Sekolah Taman Kanak-kanak Islam Terpadu yang berada di kawasan Perum Kota Serang Baru, Desa Wibawa..
9 jam yang lalu

12 Orang Diamankan Pasca Bom Bunuh Diri di Medan

Beritacenter.COM - Polisi melakukan pengamanan terhadap 12 orang terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Semua..
11 jam yang lalu

Gempa Susulan Terjadi 5,9 SR Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa susulan kembali terjadi di Maluku Utara pada Jumat (15/11/2019) dini hari 01.45 WIB. Gempa..
12 jam yang lalu

Gempa Susulan Berskala 5,1 SR Guncang Maluku Utara

Beritacenter.COM - Gempa susulan kembali terjadi di Maluku Utara pada Jumat (15/11/2019) dini hari 00.55 WIB...
12 jam yang lalu

Pihak Sekolah Terkejut Ratusan Siswa Siswi Kedapatan Simpan Video Porno

Beritacenter.COM - Dalam razia gabungan antara guru dengan petugas Satpol PP Kabupaten Sragen merazian ponsel-ponsel..
13 jam yang lalu

3 Daerah Ini Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa bumi dengan berkekuatan 7,1 skala richter(SR) terjadi di Jailolo, Maluku Utara (Malut)...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi