Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:00 WIB

DPR Jangan Jadi Tukang Bikin UU Yang Urgensinya Tak Mendesak, Seperti RUU Kamnas

Oleh : Abe --- | Rabu, 30 Maret 2016 | 14:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memproduksi begitu banyak Undang-Undang sehingga peraturan masa lalu tersebut sering terbentur dengan peraturan Presiden saat akan mengambil keputusan. Bukan hanya presiden, sejumlah anggota kabinet juga sering terbentur dengan adanya peraturan Menteri.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada waktu memberikan sambutan pembukaan pertemuan tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema "Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing" di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3), yang dihadiri anggota ISEI dan sejumlah Menteri.

Presiden menyesalkan, seringkali terbenturnya keputusan Presiden dengan undang-undang yang sudah dibuat DPR, Seharusnya, peraturan presiden dan peraturan menteri bisa diubah agar keputusan bisa diambil secara cepat. "Peraturan kan yang buat kita sendiri, (peraturan) diubah yang sederhana yang bisa cepat memutuskan," kata Jokowi.

Kepada DPR, Presiden Jokowi mengingatkan agar tak usah memproduksi terlalu banyak undang-undang. "Cukup satu tahun 3 atau 5 (undang-undang), tapi yang betul-betul baik. Bukan jumlah yang diutamakan. Jumlah 40, 50 (UU) untuk apa?" kata Jokowi.

Jokowi mengaku tahu alasan DPR bersemangat mengejar pembahasan undang-undang dengan jumlah banyak. Namun Presiden tak mau menyebutkan alasan tersebut.

"Kenapa DPR senang banyak, saya tahu tapi tak mau menyebutkan saja," kata Jokowi.

Kritikan Presiden Jokowi terhadap DPR yang disebut tukang produksi Undang-undang, bertolak belakang dengan RUU Kemanan Nasional (Kamnas) Yang telah diajukan kembali oleh presiden ke DPR sehingga RUU Kamnas tersebut bisa menjadi salah satu program legislasi nasional.

RUU Keamanan Nasional sudah muncul beberapa tahun lalu. Pada 2010, pembuatan draft RUU Keamanan Nasional sudah disepakati dan diparaf oleh wakil lintas instansi, terutama TNI dan Polri. Pada 23 Mei 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah mengajukan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah RI. Tapi, RUU ini selalu menuai polemik.

Menurut Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hermawan Sulistyo, keberadaan RUU ini situasi dan kondisi negara akan kembali seperti di zaman orde baru. Tentara sangat kuat. Selain itu, ada poin berkurangnya kewenangan Polri dalam menjaga keamanan, dan diserahkannya sebagian kewenangan itu ke tentara. "Akibatnya, pada reformasi 1998 TNI-Pori dipisahkan akan jadi percuma," Ujar Hermawan, di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (9 Maret) lalu.

melalui RUU ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil beberapa kewenangan yang selama ini menjadi tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Polair yang bertugas menjaga di laut bisa dibubarkan diganti dengan TNI," kata Hermawan. Bahkan, melalui RUU Keamanan Nasional ini TNI bisa diberi kewenangan untuk melakukan penyadapan.

Menurut Hermawan banyak pasal-pasal di RUU Keamanan Nasional yang multitafsir sehingga menjadi tidak jelas. Selain itu, pasal-pasal itu juga berpotensi untuk disalahgunakan oleh kekuasaan. Hermawan mencontohkan perdebatan di DPR yang dianggap memberi ancaman keamanan nasional maka itu bisa dibubarkan.

Hermawan juga heran drat RUU Keamanan Nasional yang beberapa tahun lalu sudah menuai polemik kini justru akan dibahas lagi. "Katanya ada perubahan isi tapi ternyata tidak ada perubahan sama sekali," kata Hermawan.

 





Fokus : Joko Widodo



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






53 menit yang lalu

Serangan Teroris di 2 Masjid Selandia Baru Bukti Israel Pantas Jadi Musuh Dunia

Beritacenter.COM - Warga Israel secara terang-terangan memuji serangan teroris di dua masjid kota Christchurch,..
1 jam yang lalu

Bermain HP Sebelum Tidur Bisa Berakibat Fatal

Beritacenter.COM - Seorang ibu muda bernama Dong asal Zhejiang, China ditemukan terbujur kaku di atas tempat..
2 jam yang lalu

Rocky Gerung dan Said Didu Dilarang jadi Pembicara di Australia

Beritacenter.COM - Pihak kedutaan Australia tidak mengeluarkan visa untuk Rocky Gerung dan Said Didu, sehingga..
2 jam yang lalu

Alumni Yogyakarta Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Beritacenter.COM - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi langsung menghadiri deklarasi Alumni Jogja..
3 jam yang lalu

Jadi Tuan Rumah MotoGP, Jokowi Minta Kebut Infrastruktur di Lombok

Beritacenter.COM - Nusa Tenggara Barat akan menjadi tempat event balap motor internasional MotoGP pada 2021. Untuk..
4 jam yang lalu

Presiden Tegaskan Pemilu Bukan Perang, Tapi...

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menyinggung beberapa pihak terkait Pilpres dan Pileg 2019 ini sebagai ajang..
5 jam yang lalu

Joko Widodo "Sosok Yang Pantas Menjadi Presiden 2019-2024"

Beritacenter.COM - Mengapa Jokowi pantas dan harus dipilih 17 April 2019 nanti? Sebuah pertanyaan dengan jawaban yang..
6 jam yang lalu

Elektabilitas Dua Tukang Hoaks Ini Makin Jeblok, Ini Buktinya....

Beritacenter.COM - Waktu pemilihan presiden 2019 kian mepet. Kurang sebulan menjelang Pilpres, elektabilitas paslon..
7 jam yang lalu

Serangan Fajar 02 Di Solo, Bagi-bagikan Uang 200 Ribu Dan Kaos...!

Beritacenter.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta tengah menelusuri dugaan pelanggaran..
8 jam yang lalu

#2019GantiPresiden Buah Hubungan Intim Antara Neno Dan Mardani

Beritacenter.COM - Saya sering merasa kecut melihat response masyarakat terhadap gerakan-gerakan..
9 jam yang lalu

Inter Milan Tertarik Gaet Andre Gomes

Beritacenter.COM - Inter Milan dikabarkan Sport berminat mendapatkan tanda tangan gelandang Barcelona, Andre Gomes...
10 jam yang lalu

Kagum Dengan Kinerja dan Prestasi Jokowi, Alumni 101 PTS Se-Jabodetabek Deklarasikan Dukungan

BeritaCenter.com – Para alumni dari 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Jabodetabek mendeklarasikan dukungan..
10 jam yang lalu

Anak Republik di Samarinda Deklarasikan Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin

Beritacenter.COM - Anak Republik (AR) se - Kalimantan Timur (Kaltim) mendeklarasikan medukung pasangan calon presiden..
10 jam yang lalu

Bukti Prabowo-Sandi Tidak Sejalan Karena Punya Visi Misi Sendiri-sendiri

BeritaCenter.com – Hasil survei Litbang Kompas yang menyebut cawapres Ma'ruf Amin kurang mendongkrak suara..
11 jam yang lalu

TKD ke Rocky Gerung: Ngaku Berakal Sehat, Kelompoknya Sendiri Tidak Waras

BeritaCenter.com - Ketua TKD Jatim Irjen (Purn) Machfud Arifin membalas kritikan Rocky Gerung soal spanduk yaitu..
11 jam yang lalu

Hina Presiden Jokowi, Zainul Arif Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Zainul Arif (25)warga Kabupaten Batubara, Sumut, ditangkap petugas..
12 jam yang lalu

Gubernur Bali Doakan Jokowi Kembali Terpilih Jadi Presiden

Beritacenter.COM - Gubernur Bali I Wayan Koster mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali sebagai..
14 jam yang lalu

Dilanda Krisis Ekonomi, Begini Nasib PNS Palestina

Beritacenter.COM - Otoritas Palestina melakukan kebijakan baru terkait pembayaran gaji PNS mereka secara cicil..
17 jam yang lalu

Skema Tarif MRT Masih Dibahas DPRD DKI Jakarta

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi(Pemprov) DKI Jakarta bersama DPRD masih mempertimbangkan besaran tarif Moda..
21 jam yang lalu

Presiden Jokowi Disambut Antusias Warga Bali Saat Resmikan Pasar Badung

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo disambut ribuan warga yang telah menantinya di Jalan Ngurah Rai, Badung,..
22 jam yang lalu

KPU Tetapkan Format Baru Debat ke Empat Pilpres 2019

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum(KPU) telah menetapkan format debat keempat yang mempertemukan kedua calon..
23 jam yang lalu

Warga Dayak Kalimantan Berikan Gelar Cawapres Ma'ruf Amin Pemimpin Yang Bijaksana

Beritacenter.COM - Calon wakil presiden(Cawapres) nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin dalam kunjungannya ke Samarinda,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi