Jumat, 03 Juli 2020 - 22:27 WIB

DPR Jangan Jadi Tukang Bikin UU Yang Urgensinya Tak Mendesak, Seperti RUU Kamnas

Oleh : Abe --- | Rabu, 30 Maret 2016 | 14:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memproduksi begitu banyak Undang-Undang sehingga peraturan masa lalu tersebut sering terbentur dengan peraturan Presiden saat akan mengambil keputusan. Bukan hanya presiden, sejumlah anggota kabinet juga sering terbentur dengan adanya peraturan Menteri.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada waktu memberikan sambutan pembukaan pertemuan tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema "Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing" di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3), yang dihadiri anggota ISEI dan sejumlah Menteri.

Presiden menyesalkan, seringkali terbenturnya keputusan Presiden dengan undang-undang yang sudah dibuat DPR, Seharusnya, peraturan presiden dan peraturan menteri bisa diubah agar keputusan bisa diambil secara cepat. "Peraturan kan yang buat kita sendiri, (peraturan) diubah yang sederhana yang bisa cepat memutuskan," kata Jokowi.

Kepada DPR, Presiden Jokowi mengingatkan agar tak usah memproduksi terlalu banyak undang-undang. "Cukup satu tahun 3 atau 5 (undang-undang), tapi yang betul-betul baik. Bukan jumlah yang diutamakan. Jumlah 40, 50 (UU) untuk apa?" kata Jokowi.

Jokowi mengaku tahu alasan DPR bersemangat mengejar pembahasan undang-undang dengan jumlah banyak. Namun Presiden tak mau menyebutkan alasan tersebut.

"Kenapa DPR senang banyak, saya tahu tapi tak mau menyebutkan saja," kata Jokowi.

Kritikan Presiden Jokowi terhadap DPR yang disebut tukang produksi Undang-undang, bertolak belakang dengan RUU Kemanan Nasional (Kamnas) Yang telah diajukan kembali oleh presiden ke DPR sehingga RUU Kamnas tersebut bisa menjadi salah satu program legislasi nasional.

RUU Keamanan Nasional sudah muncul beberapa tahun lalu. Pada 2010, pembuatan draft RUU Keamanan Nasional sudah disepakati dan diparaf oleh wakil lintas instansi, terutama TNI dan Polri. Pada 23 Mei 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah mengajukan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah RI. Tapi, RUU ini selalu menuai polemik.

Menurut Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hermawan Sulistyo, keberadaan RUU ini situasi dan kondisi negara akan kembali seperti di zaman orde baru. Tentara sangat kuat. Selain itu, ada poin berkurangnya kewenangan Polri dalam menjaga keamanan, dan diserahkannya sebagian kewenangan itu ke tentara. "Akibatnya, pada reformasi 1998 TNI-Pori dipisahkan akan jadi percuma," Ujar Hermawan, di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (9 Maret) lalu.

melalui RUU ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil beberapa kewenangan yang selama ini menjadi tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Polair yang bertugas menjaga di laut bisa dibubarkan diganti dengan TNI," kata Hermawan. Bahkan, melalui RUU Keamanan Nasional ini TNI bisa diberi kewenangan untuk melakukan penyadapan.

Menurut Hermawan banyak pasal-pasal di RUU Keamanan Nasional yang multitafsir sehingga menjadi tidak jelas. Selain itu, pasal-pasal itu juga berpotensi untuk disalahgunakan oleh kekuasaan. Hermawan mencontohkan perdebatan di DPR yang dianggap memberi ancaman keamanan nasional maka itu bisa dibubarkan.

Hermawan juga heran drat RUU Keamanan Nasional yang beberapa tahun lalu sudah menuai polemik kini justru akan dibahas lagi. "Katanya ada perubahan isi tapi ternyata tidak ada perubahan sama sekali," kata Hermawan.

 





Fokus : Joko Widodo



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






52 menit yang lalu

Duh! Pesepeda Perempuan di Tegal Dapat Teror Pemotor Begal Payudara

Beritacengter.COM - Olaraga bersepeda belakangan menjadi tren yang digemari masyarakat ditengah pandemi COVID-19, tak..
1 jam yang lalu

NASIHAT BUAT ANAK PRESIDEN JOKOWI "Tirulah Anak Presiden Soeharto!"

Mas Gibran, sampeyan anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya..
4 jam yang lalu

Puluhan Pekerja Perusahaan Unilever Terpapar Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menegaskan agar para pelaku usaha di bidang industri..
4 jam yang lalu

Pemerintah Prancis Terancam Bubar

Beritacenter.COM - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe dan pemerintahannya resmi memundurkan diri pada hari..
5 jam yang lalu

Tertunduk Lesu, Ini Tampang Eks Pegawai Starbucks yang Viral Intip Payudara di CCTV

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Utara menghadirkan salah satu eks pegawai Starbucks pelaku yang..
6 jam yang lalu

Tabrak Belakang Mobil, Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas Terlindas Truk

Beritacenter.COM - Rosidia Manulang seorang ibu rumah tangga warga Jalan Boxit Rel Lingkungan 1, Kota Bangun,..
8 jam yang lalu

Ratusan Pengunjung Dan PSK Terciduk Satpol PP di Diskotik

Beritacenter.COM - Satpol PP Jakarta Barat menggerebek Diskotik Top One di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan,..
12 jam yang lalu

Calon Ibu Wajib Tahu 'Cara Mandikan Bayi Yang Benar'

Beritacenter.COM - Orang tua pastinya kebingungan bagaimana cara memandikan bayi yang baru lahir, terutama ibu baru..
13 jam yang lalu

KPK OTT Seorang Bupati di Kutai Timur, Jakarta dan Samarinda

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kutai Timur,..
20 jam yang lalu

DI PDI PERJUANGAN BANYAK KADER NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH

Zuhairi Misrawi, Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia, Cendekiawan Nahdlatul Ulama, dan Lulusan Universitas..
23 jam yang lalu

JOKOWI HEBAT, DIA DIAM TAPI LANGKAHNYA MEMATIKAN

Seperti menyatukan unsur Air dan Api, Presiden Joko Widodo membuat strategi agar mafia tidak berkutik sama sekali..
1 hari yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
1 hari yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
1 hari yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
1 hari yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..
1 hari yang lalu

Danrem 142/Tatag Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kodim 1402/Polmas

POLMAN - Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P, didampingi ketua persit KCK Koorcab Rem..
1 hari yang lalu

Begini Amanat dan Instruksi Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan amanat dan memberikan instruksi di HUT..
1 hari yang lalu

Kapolri: Kalau Polisi Kena Narkoba Harusnya Dihukum Mati, Mereka Tahu UU, Tahu Hukum!

Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu..
1 hari yang lalu

Viral Pegawai Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Starbucks: Tak Bisa Ditoleransi, Pecat!

Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia
1 hari yang lalu

Kapolri Ungkap Alasan Pemberian Tema HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tema Hari Bhayangkara ke-74 yaitu 'Kamtibmas..
1 hari yang lalu

Di HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Jajarannya Berbuat yang Terbaik Untuk Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajaran Polri agar terus meningkatkan kinerjanya...

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi