Rabu, 22 Mei 2019 - 20:29 WIB

Kasus Suap di Kejati DKI : Benarkah Hasil Ops Gabungan Kejagung dan KPK?

Oleh : Aisyah Isyana | Senin, 04 April 2016 | 07:48 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap 3 orang terkait kasus dugaan suap untuk penghentian penyelidikan kasus di Kejati DKI. Operasi tangkap tangan (OTT) itu dilakukan atas kerja sama KPK dan Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus PT  PT Brantas Abipraya (BA).

"Jadi gini masalahnya Kejati DKI kan sedang menyelidiki suatu kasus ternyata dibalik itu KPK menemukan adanya indikasi suap sehingga mereka melakukan operasi sehingga terjadinya OTT," kata Jaksa Agung Prasetyo di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat, 1 April 2016.

Baca Juga : KPK Lanjut Geledah Ruang Kajati dan Aspidsus Usai Geledah Kejati DKI

Dalam kasus tersebut, diduga ada jaksa yang akan disuap oleh pihak PT BA, Jaksa Agung menyebut hal ini masih di dalami. Oleh karena itu Kejagung dan KPK sama-sama bersinergi untuk mengungkap dugaan suap.

"Semuanya ini kan masih diklarifikasi kan. zaman sekarang ini kan bisa semua terjadi ada penumpang gelap mungkin yang ingin memanfaatkan proses penanganan perkara yang dilakukan oleh Kejati itu. kita harus dalami makanya proses penangkapan ini adalah proses gabungan dari KPK dengan kejaksaan. Itu operasi gabungan," kata Prasetyo.

Pada Kamis (31/3) di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur KPK melakukan OTT dan menangkap 3 SWA (Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya), DPA (Senior Manager PT Brantas Abipraya), dan MRD dari swasta. Ketiganya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Dalam kasus ini dua saksi dari Kejati DKI juga sudah diperiksa yakni Kajati DKI Sudung Situmorang dan Aspidsus Tomo Sitepu. Penyelidik Kejati DKI tengah menyelidiki indikasi penggunaan uang untuk entertainmen atau iklan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Ya ini kan ada kasus, kemungkinan ada dugaan suap, jadi ada keterkaitankan," kata Prasetyo.

Prasetyo tidak menyebut secara jelas sejak kapan operasi gabungan ini dibentuk. Ia hanya menyebut operasi gabungan itu dilakukan sejak ada pemberitahuan dari KPK. "Sejak KPK informasikan pada kita ada indikasi suap," ujarnya.

Prasetyo juga memberikan lampu hijau pada KPK untuk menggeledah Kejati DKI terkait OTT yang dilakukannga. Ia juga memberikan saran agar jaksa yanh menyelidiki kasus PT BA juga dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK.

"Justru dengan SOP dijalankan itu lah kita yang tunjukan bahwa operasi gabungan dilakukan secara objektif, transparan," Prasetyo.

"Ya lazim saja gabungan. Kita mau terbuka nanti kalian curiga lagi, kita tertutup nanti kalian curiga," ungkap Prasetyo.

Baca Juga : Digeledah KPK, Ini Pengakuan Kejati DKI ke Jampidsus Terkait Kasus PT BA






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






34 menit yang lalu

Aksi 22 Mei, Kapolri Tegaskan Tidak Ada Perintah Tembak Ditempat

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan kepada anak..
1 jam yang lalu

Jokowi dan Prabowo Sepakat Wujudkan Kembali Persatuan Bangsa

Beritacenter.COM - Menyikapi kerusuhan yang terjadi sejak Selasa malam kemarin, Prabowo Subianto dan Joko Widodo..
1 jam yang lalu

Jokowi Sebut Saya Membuka Diri ke Siapa Pun Untuk Bersama Membangun Negara

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo mengakui akan membuka diri untuk bekerjasama kepada siapapun untuk membangun..
2 jam yang lalu

Ayah Korban Tewas Aksi 22 Mei: Jangan Rusuh Lagi, Segera Bersatu

Beritacenter.COM - Aksi 22 Mei 2019 telah memakan sejumlah korban jiwa, salah satunya adalah Adam Nooryan yang tewas..
2 jam yang lalu

Antisipasi Massa Ikut Aksi 22 Mei, Polisi Gelar Razia di Jalan Garut - Bandung

Beritacenter.COM - Petugas kepolisan Polres Sumedang menggelar operasi razia penyekatan terhadap massa pendemo yang..
2 jam yang lalu

Menkominfo: Video dan Foto di Medsos Bisa Buat Perpecahan

Beritacenter.COM - Guna membatasi viralnya informasi hoaks yang berkaitan dengan aksi 22 Mei 2019, Pemerintah yang..
3 jam yang lalu

Wiranto 'Kantongi' Siapa Dalang Kerusuhan 22 Mei 2019

Beritacenter.COM - Menteri Polhukam Wiranto menegaskan sudah mengantongi siapa dalang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei..
4 jam yang lalu

Masukkan Kabel Charger ke Mulut, Bocah di India Tersengat Listrik

Beritacenter.COM - Sungguh nahas nasib bocah perempuan berusia dua tahun di India. Ia harus mengalami kejadian tak..
4 jam yang lalu

Massa JMPP Serukan Perdamain Usai Gelaran Pemilu

Beritacenter.COM - Jaringan Masyarakat Peduli Pemilu (JMPP) menggelar aksi di sekitar Gedung Komisi Pemilihan Umum..
4 jam yang lalu

Jokowi: Tak Ada Tempat Bagi Perusuh yang Rusak Negeri Ini!

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo mempersilakan seluruh pihak yang ingin bersama-sama memajukan negara ini. Ia..
4 jam yang lalu

Gempa 4,1 M Guncang Wilayah Papua Barat

Beritacenter.COM - Wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat diuncang Gempa bumi berkekuatan 4,1 Magnitudo, Rabu..
5 jam yang lalu

Diguyur Hujan, Aksi Pendukung Prabowo-Sandi Bubar

Beritacenter.COM - Kelompok massa pendukung Prabowo-Sandi dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel berunjuk rasa..
5 jam yang lalu

Kericuhan Tanah Abang, Gubernur Anies Baswedan Minta Warga Jakarta Tetap Beraktivitas Normal

Beritacenter.COM - Gubernur DKI, Jakarta Anies Baswedan meminta kepada warganya untuk menjalankan aktivitas normal..
5 jam yang lalu

Aksi 22 Mei Ricuh, Prabowo-Sandi Diminta Ikut Tenangkan Massa

Beritacenter.COM - Kerusuhan yang terjadi di depan gedung Bawaslu membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara...
5 jam yang lalu

Aksi 22 Mei Ricuh, MUI : Jangan Rusak Kesucian Ramadan Dengan Tindakan Anarkis

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menahan diri..
6 jam yang lalu

Tak Hanya Bus, Jip Pejabat Brimob Juga Dirusak di Slipi

Beritacenter.COM - Massa aksi 22 Mei semakin anarkis, dua unit bus milik Korps Brimob hangus terbakar di depan Wisma..
6 jam yang lalu

Kapolri Sebut Ada Uang Rp 6 Juta Saat Penangkapan Provokator, Mereka Ngaku Dibayar

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol Muhammad Tito Karnavian menegaskan adanya temuan amplop berisi uang dari massa..
6 jam yang lalu

Aksi 22 Mei Ricuh, Panglima TNI Tidak Tolerir Anarkisme Bahayakan Kedaulatan Negara

Beritacenter.COM - Menyikapi situasi keamanan nasional pasca rusuh aksi 22 Mei di Ibu Kota Jakarta, Panglima TNI..
7 jam yang lalu

Hoaks Dimana-mana, Pemerintah Sementara Batasi Akses Medsos di Sejumlah Daerah

Beritacenter.COM - Sejumlah konten palsu mulai dari foto hingga video tersebar luas di media sosial usai kericuhan..
7 jam yang lalu

HOAKS... Polisi Serang Masjid Saat Halau Massa Demo Di Depan Gedung Bawaslu RI

Beritacenter.COM - Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal, membantah pihaknya dan TNI melakukan..
7 jam yang lalu

Humas RSUD Tarakan : Kedua Korban Tewas Tidak Ada Luka Tembak

Beritacenter.COM - RSUD Tarakan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi di sejumlah..
8 jam yang lalu

Selain Minta "Tangkap Prabowo", Warganet Juga Minta Polisi "Tangkap Amien Rais" Tukang Provokasi

Beritacenter.COM - Tagar Tangkap PRABOWO atau Prabowo Subianto menjadi nomor 1 di trending Twitter pada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi