Minggu, 05 April 2020 - 21:34 WIB

Pakar Hukum: OTT KPK Aneh, Tangkap Penyuap Tanpa Pihak yang Disuap Dalam Kasus Suap Penyelesaian Kasus PT Brantas di Kejati DKI

Oleh : Aisyah Isyana | Selasa, 05 April 2016 | 16:59 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM, Jakarta - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digelar pada Kamis, 31 Maret 2016 silam. Tiga orang diamankan dalam penangkapan di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu.

Ketiga orang tersebut adalah Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko (SWA), Dandung Pamularno (DPA) senior manager PT Brantas dan Marudut (MRD) karyawan swasta. Lembaga antirasuah itu menyita uang sejumlah USD 148.835 dalam berbagai pecahan.

Uang tersebut diduga akan diberikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tomo Sitepu, dengan tujuannya untuk menghentikan kasus dugaan korupsi pembuatan reklame iklan.

Namun, hingga saat ini, KPK belum menetapkan tersangka penerima suap, yang disebut-sebut dari kalangan korps adhyaksa itu.

Pengamat hukum, Andri W Kusuma menilai, operasi tangkap tangan itu sangat aneh dan janggal. "KPK terlihat 'gagap' dalam penegakan hukum tersebut, karena penangkapan itu tidak memenuhi delik suap. KPK hanya menangkap penyuapnya tapi tidak ada orang yang disuap," kata Andri.

Namun, Ketua KPK Agus Rahardjo berdalih. Meskipun telah memiliki data yang cukup mengenai keterlibatan Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu, dalam suap PT Brantas Abipraya, pihaknya masih berhati-hati.

"Karena kami ada data awal, pemeriksaan tidak sembarangan tiba-tiba jadi saksi dan itu juga strategi pemeriksaan," kata Agus.

Diakui Agus, Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu telah diperiksa KPK, sejak Kamis (31/03) hingga Jumat dini hari. Lambannya KPK menetapkan tersangka penerima suap, menimbulkan tanda tanya. Ada deal apa KPK dengan Kejagung?

Kejagung panik setelah operasi tangkap tangan tersebut. Petinggi Kejagung, bahkan langsung berkumpul. "Habis operasi tangkap tangan itu, petinggi-petinggi kejagung langsung berkumpul. Ditangkap Kamis, malamnya kumpul sampai Jumat dini hari," kata sumber tersebut.

kejagung panik, lantaran sosok Marudut Pakpapahan ikut terciduk dalam penangkapan itu. Marudut, kata sumber itu, dikenal sebagai makelar kasus di lingkungan Kejagung. Bila Marudut bernyanyi dikhawatirkan akan menyeret petinggi-petinggi Gedung Bundar

"Dia pemain lama," ujar sumber.

Sehari setelah OTT, tepatnya, Jumat (01/04), Jamintel Kejaksaan Agung Adi Toegarisman dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas) Jasman Panjaitan langsung mendatangi KPK. Mereka mengklaim penangkapan itu adalah hasil operasi gabungan Kejagung dan KPK.

Sinyal kepanikan petinggi Kejagung itu, kemudian ditangkap oleh KPK. Lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu menjadikan kasus suap PT Brantas untuk menyandera kejagung. Tujuannya agar Kejagung mendeponering kasus Novel Baswedan.

Seorang penulis di Kompasiana, bernama Iwan Pitik mengungkap benang merah penangkapan KPK dengan Kejagung.

Meskipun Iwan belum terverikasi di situs itu, tapi, tulisannya bertajuk Hebat, Ini Rahasia Dibalik Keberhasilan KPK Melumpuhkan Kejagung, cukup membuat sejumlah kalangan terbelalak. Sejak diunggah, Senin (04/04) pukul 06.50 WIB tulisan tersebut telah dibaca 6.658 kali.

Dalam tulisan itu diungkapkan Ketua KPK Agus Rahardjo mencoba menyampaikan pesan kepada Jaksa Agung HM Prasetyo agar mau bernegosiasi.

"Mas Prasetyo, kedua anak buah Mas jelas-jelas terlibat dalam kasus suap PT Brantas berdasarkan bukti rekaman pembicaraan Marudut Pakpahan. Mas sebaiknya koordinasi dengan kami agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik bagi kita semua," demikian ucapan Agus yang dimuat dalam tulisan itu.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar kesepakatan Kejagung dan KPK, HM Prasetyo justru kesal. "Ah jangan curigalah kalian. Kita mau terbuka kalian curiga, kita tutup kalian curiga," kata Prasetyo.

Dia menegaskan terungkapnya kasus operasi tangkap tangan itu merupakan operasi gabungan antara KPK dan kejaksaan. Namun, ketika ditanya sejak kapan koordinasi Kejagung dengan KPK terkait kasus itu?

Prasetyo malah balik bertanya ke wartawan. "Untuk kamu, tahu sejak kapan itu?," kata Prasetyo.

Jaksa Agung menyatakan koordinasi itu sejak KPK memberikan informasi kepada kejaksaan bahwa ada indikasi suap. Ya itu kapan?, desak wartawan. Mendengar pertanyaan itu HM Prasetyo malah tertawa. "Hahahahaha"

Hingga saat ini, KPK masih belum juga menetapkan tersangka penerima suap kasus itu, Ada Apa?






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka Senin Besok

Beritacenter.COM - Pasar Tanah Abang kembali dibuka pada Senin (6/4) setelah sempat ditutup selama satu pekan untuk..
4 jam yang lalu

Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441H Digelar Online Pada 23 April

Beritacenter.COM - Kemenag akan menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang..
6 jam yang lalu

Per 12 April, Pengguna Angkutan Umum Diwajibkan Memakai Masker

Beritacenter.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di dalam transportasi umum, Gubernur DKI Jakarta..
7 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pemuda Penyebar Hoaks Corona di Puncak Jaya Papua

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu orang pemuda yang diduga menyebarkan berita..
7 jam yang lalu

Kapolri Instruksikan Anggotanya untuk Bantu Ekonomi Warga Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pandemi virus corona (COVID-19) sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat, terutama di..
9 jam yang lalu

Doa Bersama Lawan Covid-19, Polisi dan Ulama di Banjar Gelar Istighosah Virtual

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Kota Banjar menggelar doa bersama atau istigasah secara virtual meeting, Sabtu..
10 jam yang lalu

Covid-19 Tak Akan Pernah Selesai Jika Masyarakat Tak Patuhi Social Distancing

Ya sudah patuhi saja, kalau nggak dipatuhi mau sampai kapanpun nggak akan pernah selesai itu
12 jam yang lalu

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Indahkan Imbauan Social Distancing

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya tak bosan-bosannya mengimbau agar warga DKI Jakarta senantiasa menerapkan..
13 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 PDP Corona di Cirebon Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, sedikitnya 18 pasien dalam pengawasan (PDP)..
14 jam yang lalu

Dua Kali Hasil Tes Negatif, Kajari Bantul Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Beritacenter.COM - Sempat menjalani perawatan dan isolasi lantaran positif Corona (Covid-19), Kepala Kejaksaan Negeri..
14 jam yang lalu

Teori Imunitas Yang Sudah Sembuhkan 150 Pasien Virus Corona

Beritacenter.COM - Pasien positif virus corona di Indonesia terkonfirmasi sudah mencapai 2.092 kasus. Dari angka..
14 jam yang lalu

Alasan Cegah Corona dengan Miras Oplosan, 5 Pria di Bekasi Meregang Nyawa

Beritacenter.COM - Entah apa yang ada di pikiran tujuh pria di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Ditengah pandemi Corona..
1 hari yang lalu

Pemerintah India Ancam Lockdown Diperpanjang

Beritacenter.COM - Pemerintah India melakukan ancaman kepada rakyatnya bahwa lockdown bisa diperpanjang apabila..
1 hari yang lalu

Kabaharkam Sebut Melawan Corona Perlu Sinergitas Pusat, Daerah dan Masyarakat

Beritacenter.COM - Kepala Operasi Terpusat Kontinjensi Operasi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19, Komjen Pol Agus..
1 hari yang lalu

Ini Yang Dilakukan Bill Gates Dalam Mencari Vaksin Corona

Beritacenter.COM - Bill Gates pemilik Microsoft mendorong para ilmuan untuk menemukan vaksin virus corona. Saat ini,..
1 hari yang lalu

2 Negara Sahabat Ini Kirim Bantuan Alkes ke RI Bantu Lawan Corona

Beritacenter.COM - Negara Singapura dan Rusia mengirim bantuan kesehatan kepada Indonesia untuk melawan pandemi..
1 hari yang lalu

Wakil Jaksa Agung Tewas Dalam Kecelakaan Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Nissan GT-R alami kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi, tepatnya berada di Km 13 B..
1 hari yang lalu

Barcelona Patok Harga Coutinho 80 juta euro, Chelsea Mulai Tertarik

Beritacenter.COM - Chelsea mengajukan tawaran untuk mendatangkan playmeker Barcelona Philippe Coutinho. Barcelona..
1 hari yang lalu

Manfaat Konsumsi Jahe Bisa Cegah Corona

Beritacenter.COM - Jahe merupakan bumbu dapur yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Selain untuk bumbu dapur,..
1 hari yang lalu

MUI Sebut Halangi Pemakaman Jenazah Corona Hukumnya Dosa

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa mengalangi pemakaman jenazah korban virus corona..
1 hari yang lalu

4 Pemuda di Bekasi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pemuda di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tewas seketika usai mengkonsumsi miras..
1 hari yang lalu

Lockdown Bagi Rakyat Kecil

Perumahan mewah di Jakarta konon sudah melakukan lockdown karena ada warga terinfeksi covid-19. Si dia pilih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi