Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Mental Rusak, Jokowi Minta Menteri Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual

"Kasus ini harus benar-benar direaksi secara bersama-sama, komprehensif antar kementerian-kementerian yang terkait dengan polri dan kejaksaan. Karena kalau kita lihat angka-angka dan peristiwanya itu semakin hari semakin sangat mengkhawatirkan,"

Abe --- - 10/05/2016 17:36 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Beritacenter.COM - Maraknya pemerkosaan yang terjadi belakangan ini membuat Kepala Negara Indonesia, Joko Widodo geram melihatnya. Jokowi meminta agar menteri terkait bersama seluruh penegak hukum memberikan hukuman yang sangat berat terhadap pelaku.

Jokowi berharap, hukuman yang diberikan memberikan efek jera sehingga siapapun yang berniat melakukan kekerasan seksual merasa takut.

"Kasus ini harus benar-benar direaksi secara bersama-sama, komprehensif antar kementerian-kementerian yang terkait dengan polri dan kejaksaan. Karena kalau kita lihat angka-angka dan peristiwanya itu semakin hari semakin sangat mengkhawatirkan," ujarnya Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/05).

"Agar Menko (PMK) mengkoordinasi ini agar ada sebuah keputusan yang betul-betul menjadikan efek jera bagi pelaku-pelaku dan bisa menghilangkan keinginan-keinginan calon-calon pelaku yang lain," tambahnya.

Jokowi menyatakan berkeinginan menjadikan kejahatan seksual masuk dalam kategori luar biasa. Maka dari itu, hukuman kepada para pelaku harus luar biasa pula. Jokowi meminta kepada menteri terkait untuk dapat sesegera mungkin menyelesaikan pembahasan mengenai peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) kebiri.

"Saya ingin agar ini menjadi sebuah kejahatan yang luar biasa sehigga penanganannya dengan sikap luar biasa. Segera koordinasikan, termasuk di dalamnya dalam ratas mengenai UU Perppu kebiri," tegasnya.

Seperti diketahui, Yuyun yang merupakan Siswi SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, itu dirudapaksa oleh 14 lelaki secara bergilir. Peristiwa itu terjadi saat korban pulang dari sekolah. Dia dicegat oleh para tersangka yang dalam keadaan mabuk. Sebelum melakukan aksi keji itu, para tersangka sempat pesta minuman keras.

Korban diseret ke semak-semak, lantas dipukul dengan kayu sebelum diperkosa. Dia meregang nyawa dan ditinggalkan begitu saja oleh pelaku. Mayatnya baru ditemukan beberapa hari kemudian oleh warga.

Dari 14 tersangka, 12 berhasil dibekuk oleh Polres Rejang Lebong dan petugas Polsek Padang Ulak Tanding. Tujuh di antaranya berstatus anak-anak, yakni D alias J (17), A (17), FS (17), S (17), DI (17), EG (16), S (16). Di antara mereka adalah kakak kelas korban di SMPN 5 Padang Ulak Tanding.

Sedangkan lima tersangka lainnya, Tomi Wijaya alias Tobi(19) dan Suket (19), Bobi (20), Faisal alias Pis (19), Zainal (23). Para pelaku ini semuanya berasal dari Dusun V Desa Kasie Kasubun. Sisanya masih diburu polisi.



Berita Lainnya

KPU Himbau Dua Kubu Hentikan Klaim Kemanangan

19/04/2019 23:03 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA