Rabu, 23 September 2020 - 20:47 WIB

Saksi Ahli: Penanganan Perkara La Nyalla di Luar Kepatutan Hukum

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 18 Mei 2016 | 14:47 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Surabaya, Penetapan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka berkali-kali oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dinilai sebagai langkah yang berada di luar kepatutan hukum. Sebagai aparat penegak hukum, Kejati Jatim semestinya mematuhi putusan hukum yang menyatakan bahwa perkara tersebut sudah tak dapat disidik lagi.

"Negara kita saat ini sedang berupaya membangun supremasi hukum. Hukum bisa tegak kalau semua patuh. Menjadi preseden buruk jika aparat hukum justru mengingkari hukum," ujar pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Chudry Sitompul ketika memberikan keterangan ahli dalam sidang praperadilan atas penetapan La Nyalla sebagai tersangka perkara dana hibah Kadin Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/5/2016).

Chudry menambahkan, keputusan praperadilan mengikat kepada semua, termasuk kepada penegak hukum. Produk dari penyidikan setelah ditetapkan di praperadilan, tidak boleh digunakan lagi dan harus batal demi hukum.

Dijelaskannya, sesuai dengan Undang-undang No.30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan, kinerja penegak hukum termasuk dalam hal ini Kejaksaan harus beradasarkan prinsip-prinsip pemrintahan yang baik.

"Apabila ada tindakan yang dilakukan penegak hukum yang bertentangan dengan putusan pengadilan, maka harus dinyatakan batal demi hukum," katanya.

Chudry juga menegaskan kembali adanya prinsip bahwa semua perkara harus ada akhirnya (Litis Finitri Oportet). "Ini juga sebagai bagian dari prinsip perlindungan HAM yang melekat pada diri setiap manusia, termasuk hak untuk mendapat perlindungan hukum yang adil dan hak untuk mendapat kepastian hukum. Itu juga diatur di UU HAM," kata dia.

Seperti diketahui, sebenarnya sudah ada empat putusan pengadilan terkait perkara dana hibah Kadin Jatim, yaitu dua pengadilan pidana pada 18 Desember 2015 dan dua putusan pengadilan praperadilan masing-masing pada 7 Maret 2016 dan 12 April 2016. Inti dari putusan-putusan pengadilan tersebut adalah La Nyalla tidak ikut serta (deelneming) dalam konteks pasal 55 KUHP, sudah tak ada kerugian negara dalam perkara ini, dan perkara dana hibah Kadin Jatim tak dapat disidik kembali.

"Sebenarnya, dengan putusan pengadilan yang sudah berulang kali, diperlukan kearifan semua pihak untuk menaatinya. Putusan pengadilan itu berlaku untuk semua, apalagi bagi pihak yang beperkara tentu berlaku dan harus patuh. Putusan pengadilan harus dianggap benar. Kaidah atau normatif hukumnya seperti itu," ujarnya.

Mengenai adanya itikad tidak baik dari pihak kejaksaan dalam kasus ini, Chudry mengatakan bahwa ada indikasi pelanggaran sumpah jabatan dalam penetapan kembali La Nyalla sebagai tersangka. "Aparat hukum disumpah untuk senantiasa menggunakan wewenangnya demi penegakan hukum. Artinya, jika putusan hukum tidak dipatuhi, ada indikasi pelanggaran sumpah jabatan," paparnya.

Anggota Tim Advokat Kadin Jatim, Amir Burhanuddin, mengatakan, indikasi pelanggaran sumpah jabatan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim mempunyai dua konsekuensi, yaitu secara pribadi mempunyai konsekuansi pidana dan konsekuansi secara administrasi bisa dicopot dari jabatannya.

Untuk diketahui, perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim yang disangkakan kepada La Nyalla Mattalitti adalah perkara yang telah diputus pengadilan pada 18 Desember 2015 dengan dua terpidana dari jajaran pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Namun, pada 2016, Kejati Jatim menerbitkan serangkaian Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) maupun penetapan La Nyalla sebagai tersangka. Sudah ada putusan pengadilan praperadilan yang kesemuanya menyatakan Sprindik Kejati Jatim atas perkara ini tidak sah. PN Surabaya juga menyatakan perkara ini sebenarnya tidak bisa disidik kembali.

Akan tetapi, lagi-lagi pada 12 April 2016 dan 22 April 2016 Kejati Jatim menerbitkan Sprindik dan surat penetapan tersangka baru terhadap La Nyalla.





Fokus : Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jatim



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 menit yang lalu

Pelaku Pria Beberkan Peran Wanita SN Tawarkan Mahasiswi Digilir di Hotel Makassar

Beritacenter.COM - MF, salah satu pria pelaku pemerkosa mahasiswi EA (23) secara bergilir di Makassar, membeberkan..
19 menit yang lalu

Penetapan Paslon Berjalan Lancar, KPU: Nggak Ada Massa

Beritacenter.COM - Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU Ilham Saputra emastikan bahwa pada tahap penetapan Calon..
57 menit yang lalu

Ditetapkan Tersangka, Polisi : Oknum yang Lecehkan Wanita di Soetta Dibebastugaskan

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan oknum tenaga kesehatan, EF, yang viral karena melecehkan wanita inisial LNI saat..
1 jam yang lalu

Polda Sulsel Bongkar Peredaran 13 Kg Sabu di Makassar

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Sulsel berhasil membongkar peredaran belasan kilogram sabu di Makassar, Sulawesi..
1 jam yang lalu

Alvaro Morata Resmi Bergabung ke Juventus

Beritacenter.COM - Penyerang Atletico Madrid Alvaro Morata resmi berseragam Juventus dengan status pinjaman semusim..
2 jam yang lalu

Didakwa Pasal Berlapis, Gaji Jaksa Pinangki Nyaris Rp19 Juta Perbulan

Beritacenter.COM - Dalam sidang di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (23/9), Jaksa Penuntut Umum (JPU)..
2 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pasturi di Palembang Jadi Kurir Sabu

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polrestabes Palembang menangkap pasangan suami istri karena diduga keduanya sebagi..
2 jam yang lalu

Manfaat Konsumsi Kentang untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kentang menjadi alternatif makanan untuk menggantikan nasi. Hampir semua orang menyukai..
3 jam yang lalu

Gempa 3,1 M Guncang Manggarai NTT

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 3,1 Magnitudo mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara..
3 jam yang lalu

Periksa CCTV, Polisi Identifikasi Kelompok Pemotor Serang Warga di Bintaro Permai

Beritacenter.COM - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah CCTV, polisi akhirnya dapat mengidentifikasi..
3 jam yang lalu

Cirebon Diterjang Angin Puting Beliung, 25 Rumah Warga Hancur

Beritacenter.COM - Angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 14.40 WIB meluluhlantakkan 25..
3 jam yang lalu

Jelang Pilkada, DPR Minta Polri Pastikan Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahamad Syahroni meminta kepada jajaran..
4 jam yang lalu

Berangsur Membaik Setelah Kritis Diracun, Alexei Navalny Keluar dari RS di Jerman

Beritacenter.COM - Sempat kritis dan menjalani perawatan usai diracun, kritikus Kremlin Alexei Navalny dilaporkan..
4 jam yang lalu

Perbedaan Pelawak Zaman Dulu dan Sekarang

BeritaCenter.COM – Pelawak zaman dulu dan sekarang tentu memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaannya? Menurut..
4 jam yang lalu

UPDATE Virus Corona di Indonesia Per Tanggal 23 September Mencapi 257.388 Kasus

Beritacenter.COM - Kasus virus corona (Covid -19) di Indonesia kembali memecahkan rekor baru. Tercatat per tanggal 23..
4 jam yang lalu

Kemenag: Pembukaan Kembali Umroh 2020 Dilakukan Tiga Tahap

BeritaCenter.COM – Kerajaan Arab Saudi dikabarkan membuka kembali perjalanan ibadah umroh. Ini menjadi kabar..
4 jam yang lalu

Buron Setahun, Pria Pembunuh Istri Diciduk Polisi di Maluku

Beritacenter.COM - Polresta Ambon berhasil mengamankan seorang pria berinisial IT yang sebelumnya sempat buron selama..
4 jam yang lalu

Catat !! Pelanggar Protokol Kesehatan Covid - 19 di Jakarta Bisa Dipidana pada Bulan Oktober

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) akan membuat Peratuaran daerah (Perda)..
5 jam yang lalu

Kondisi Terbaru Menteri Agama: Tidak Ada Bantuan Pernapasan, Sudah Membaik

BeritaCenter.COM – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tengah dirawat karena terinfeksi COVID-19. Kondisinya..
5 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Klinik Aborsi di Jakpus, 10 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil membongkar praktik klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan..
5 jam yang lalu

Ancam Sebarkan Foto Bugil, Indrawan Cabuli Tiga Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Indrawan (20) seorang pemuda di Sragen tega mencabuli tiga gadis dibawah umur. Pelaku melakukan..
5 jam yang lalu

RINDU CELOTEH SANG LIDAH API

Hmmmm sudah kuduga, kehadiran Ahok sebagai Komut di Pertamina pasti akan menimbulkan gejolak yang dlm bahasa "Antre..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi