Senin, 17 Pebruari 2020 - 09:00 WIB

Saksi Ahli: Penanganan Perkara La Nyalla di Luar Kepatutan Hukum

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 18 Mei 2016 | 14:47 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Surabaya, Penetapan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka berkali-kali oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dinilai sebagai langkah yang berada di luar kepatutan hukum. Sebagai aparat penegak hukum, Kejati Jatim semestinya mematuhi putusan hukum yang menyatakan bahwa perkara tersebut sudah tak dapat disidik lagi.

"Negara kita saat ini sedang berupaya membangun supremasi hukum. Hukum bisa tegak kalau semua patuh. Menjadi preseden buruk jika aparat hukum justru mengingkari hukum," ujar pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Chudry Sitompul ketika memberikan keterangan ahli dalam sidang praperadilan atas penetapan La Nyalla sebagai tersangka perkara dana hibah Kadin Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/5/2016).

Chudry menambahkan, keputusan praperadilan mengikat kepada semua, termasuk kepada penegak hukum. Produk dari penyidikan setelah ditetapkan di praperadilan, tidak boleh digunakan lagi dan harus batal demi hukum.

Dijelaskannya, sesuai dengan Undang-undang No.30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan, kinerja penegak hukum termasuk dalam hal ini Kejaksaan harus beradasarkan prinsip-prinsip pemrintahan yang baik.

"Apabila ada tindakan yang dilakukan penegak hukum yang bertentangan dengan putusan pengadilan, maka harus dinyatakan batal demi hukum," katanya.

Chudry juga menegaskan kembali adanya prinsip bahwa semua perkara harus ada akhirnya (Litis Finitri Oportet). "Ini juga sebagai bagian dari prinsip perlindungan HAM yang melekat pada diri setiap manusia, termasuk hak untuk mendapat perlindungan hukum yang adil dan hak untuk mendapat kepastian hukum. Itu juga diatur di UU HAM," kata dia.

Seperti diketahui, sebenarnya sudah ada empat putusan pengadilan terkait perkara dana hibah Kadin Jatim, yaitu dua pengadilan pidana pada 18 Desember 2015 dan dua putusan pengadilan praperadilan masing-masing pada 7 Maret 2016 dan 12 April 2016. Inti dari putusan-putusan pengadilan tersebut adalah La Nyalla tidak ikut serta (deelneming) dalam konteks pasal 55 KUHP, sudah tak ada kerugian negara dalam perkara ini, dan perkara dana hibah Kadin Jatim tak dapat disidik kembali.

"Sebenarnya, dengan putusan pengadilan yang sudah berulang kali, diperlukan kearifan semua pihak untuk menaatinya. Putusan pengadilan itu berlaku untuk semua, apalagi bagi pihak yang beperkara tentu berlaku dan harus patuh. Putusan pengadilan harus dianggap benar. Kaidah atau normatif hukumnya seperti itu," ujarnya.

Mengenai adanya itikad tidak baik dari pihak kejaksaan dalam kasus ini, Chudry mengatakan bahwa ada indikasi pelanggaran sumpah jabatan dalam penetapan kembali La Nyalla sebagai tersangka. "Aparat hukum disumpah untuk senantiasa menggunakan wewenangnya demi penegakan hukum. Artinya, jika putusan hukum tidak dipatuhi, ada indikasi pelanggaran sumpah jabatan," paparnya.

Anggota Tim Advokat Kadin Jatim, Amir Burhanuddin, mengatakan, indikasi pelanggaran sumpah jabatan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim mempunyai dua konsekuensi, yaitu secara pribadi mempunyai konsekuansi pidana dan konsekuansi secara administrasi bisa dicopot dari jabatannya.

Untuk diketahui, perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim yang disangkakan kepada La Nyalla Mattalitti adalah perkara yang telah diputus pengadilan pada 18 Desember 2015 dengan dua terpidana dari jajaran pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Namun, pada 2016, Kejati Jatim menerbitkan serangkaian Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) maupun penetapan La Nyalla sebagai tersangka. Sudah ada putusan pengadilan praperadilan yang kesemuanya menyatakan Sprindik Kejati Jatim atas perkara ini tidak sah. PN Surabaya juga menyatakan perkara ini sebenarnya tidak bisa disidik kembali.

Akan tetapi, lagi-lagi pada 12 April 2016 dan 22 April 2016 Kejati Jatim menerbitkan Sprindik dan surat penetapan tersangka baru terhadap La Nyalla.





Fokus : Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jatim



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

Industri Elektronik Mulai Khawatir Virus Corona

Beritacenter.COM - Dampak virus corona yang berkepanjangan menimbulkan kekhawatiran bagi indutri elektronik. Karena..
27 menit yang lalu

ABG Korban Pemerkosaan Meninggal, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Beritacenter.COM - Pelaku penganiayaan dan pemerkosaan terhadap ZNS yang masih berusia 15 tahun dikenai pasal..
12 jam yang lalu

Luar Biasa! Indonesia Kembali Juara Asia Setelah Gempur Malaysia

Beritacenter.COM - Bulu tangkis Indonesia kembali jadi juara yang ke tiga kalinya secara beruntun setelah mengalahkan..
13 jam yang lalu

Pemuda Adat Papua Bantah Pernyataan Provokatif Veronika Koman

Beritacenter.COM - Ketua Umum Pemuda Adat Papua (PAP), Yan Christian Arebo menyayangkan pernyataan atau laporan..
15 jam yang lalu

Arema Terancam Krisis Pemain Saat Hadapi Persebaya

Beritacenter.COM - Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya dalam semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 pada Senin,17..
17 jam yang lalu

Mendagri Tito Apresiasi Pemda Sambut WNI usai Observasi di Natuna

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian apresiasi kekompakan Pemerintah Daerah (Pemda)..
19 jam yang lalu

Akibat Hujan Deras, Tembok Gudang Rubuh dan Timpa Dua Orang Warga Depok

Beritacenter.COM - Akibat hujan deras, sebuah tembok pembatas gudang di Cilodong Depok ambruk, dua orang warga luka..
19 jam yang lalu

Pemuda di Jeneponto Bacok Ayah dan Ibu Hingga Luka Parah

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial KM (29) tega membacok ayah dan ibunya sendiri. Akibatnya, Sang ayah..
21 jam yang lalu

Total 69 Ribu Orang Terinfeksi, Korban Tewas Virus Corona Bertambah Jadi 1.699 Orang

Beritacenter.COM - Penyebaran virus Corona yang mulai merebak dari wilayah daratan China masih terus memakan korban..
22 jam yang lalu

Istana : Masyarakat Punya Empati Tinggi Soal 238 WNI Lolos Observasi di Natuna

Kita percaya masyarakat Indonesia memiliki empati yang tinggi dan tidak membangun persepsi negatif terhadap peserta..
23 jam yang lalu

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Seram Maluku, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Dasar Laut

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 (sebelumnya M 5,8) mengguncang wilayah Kabupaten Seram bagian..
1 hari yang lalu

Bapeten Koordinasi dengan Polisi Usut Asal Muasal Limbah Radioaktif di Batan Indah

Beritacenter.COM - Berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Badan Pegawas Tenaga Nuklir (Bapaten) akan menyelidiki asal..
1 hari yang lalu

Erick Thohir Puji Ahok yang Bikin Pertamina Transparan

BeritaCenter.COM – Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama di Pertamina memberikan..
1 hari yang lalu

Diungkap Pramono Anung, Ini Dia Dua Menteri Andalan Jokowi

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut memiliki menteri yang paling diandalkan di Kabinet..
1 hari yang lalu

Dipulangkan Dari Natuna, 238 WNI Dinyatakan Bersih dan Sehat

BeritaCenter.COM – Ratusan WNI yang telah usai menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna dinyatakan..
1 hari yang lalu

1.526 Orang Meninggal Akibat Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak 1.526 orang meninggal dunia akibat wabah virus Corona secara global pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Cuma Mau Cari Sensasi PA 212 Akan Demo KPK

 Kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan beberapa kelompok lain akan melaksanakan..
1 hari yang lalu

Lepas Pemulangan 238 WNI dari Natuna, Menkes: Jaga Kesehatan Kalian Semua

BeritaCenter.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melepas pemulangan 238 WNI usai menjalani..
1 hari yang lalu

Warga Natuna Ramai-ramai Lepas Pemulangan 238 WNI Usai Observasi

BeritaCenter.COM – Ratusan WNI di Natuna telah usai menjalani observasi hari ini. 238 WNI itu dibawa ke Halim..
1 hari yang lalu

Pasangan Suami - Istri Tewas Tersambar Kereta Api di Jalur Pantura

Beritacenter.COM - Pasangan Suami - Istri (Pasturi) tewas tersambar kereta api di jalur pantura Pemalang dan..
1 hari yang lalu

Rasain !! Polisi Tembak Gembong Begal di Pandeglang

Beritacenter.COM - Tim Resmob Polres Pandeglang menangkap pelaku gembong begal bernama Dede Mario (20). Pelaku..
1 hari yang lalu

Waspada Berita Hoaks Menjelang Pilkada 2020

Sejumlah wilayah di Indonesia akan menggelar Pilkada serentak di tahun 2020. Kendati demikian, Pilkada masih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi