Senin, 01 Juni 2020 - 22:56 WIB

Protes ke Mendagri, NU Tolak Pencabutan Perda Larangan Miras!

Oleh : Aisyah Isyana | Sabtu, 21 Mei 2016 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Gambar Ilustrasi

Beritacenter.COM, Surabaya - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya memprotes Mendagri terkait dengan persoalan pencabutan Perda Minuman Keras yang dinilai bertentangan dengan Permendag, padahal hal itu justru menyalahi Pancasila dan kebijakan revolusi mental.

"Itu juga menyalahi ajaran agama bahwa minuman keras merupakan sumber asal dari segala bentuk kejahatan, seperti pembunuhan, kejahatan seksual, kecelakaan, dan narkoba," kata Ketua Tanfiziah PCNU Kota Surabaya Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. di Surabaya, Sabtu, 21 Mei 2016.

Achmad menilai pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Pelarangan Minuman Keras oleh Mendagri dengan argumentasi menyesuaikan dengan Permendag itu membuktikan bahwa pemerintah kehilangan sensitivitas terhadap persoalan moral-sosial.

"Itu (pencabutan) seolah pemerintah menutup mata terhadap fakta-fakta empirik bahwa minuman keras menjadi sumber berbagai kejahatan dan kerusakan, seperti kasus pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, kecelakaan, dan kejahatan lain yang nyata-nyata terjadi akibat pelakunya dalam pengaruh minuman keras," katanya.

Dalam Islam, khamr (minuman memabukkan) disebut "Ummul Khaba'ith". "Jadi, alasan utama bahwa perda tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Keras, justru mencederai sistem hukum negara.

"Harusnya, justru Permendag-lah yang dicabut karena jelas bertentangan dengan berbagai undang-undang, setidaknya Undang-Undang Kesehatan, UU Pangan, dan UU Perlindungan Konsumen. Belum lagi, kalau ditarik ke atas, dengan Pancasila, sila pertama, karena Permendag mengabaikan nilai-nilai moral dari agama apa pun di Indonesia," katanya.

Bahkan, Keputusan MA terhadap "judicial review" Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol pun sepertinya diabaikan begitu saja.

"Ada apa pemerintah ini? Bukankah pemerintah tugasnya melindungi warga, atau pemerintah telah menjadi agen kapitalis minuman keras?" katanya.

Jika dikaitkan dengan pariwisata pun, menurut dia, pemerintah pusat bisa menengok Pemkab Banyuwangi yang bisa mengembangkan pariwisata tanpa menabrak hal-hal yang bersifat religi dan moralitas.

Untuk itu, NU Surabaya mempertanyakan siapa yang sebenarnya diuntungkan dalam hal pelarangan minuman keras? Jika pemerintah beralasan perlu pendapatan negara dari cukai minuman keras, tentu tidak sepadan dengan keluarga korban.

"Cobalah hitung, berapa biaya yang harus dikover APBN untuk dampak minuman keras? Berapa pula kerugian yang harus ditanggung keluarga-keluarga yang menjadi korban dampak minuman keras? Tolong jawab semua itu. Di mana jargon revolusi mental? Apakah hanya 'lip service'?" katanya.

Dalam kaitan itu, pihaknya berharap PWNU Jawa Timur menyampaikan keberatan itu kepada Gubernur Jawa Timur, lalu diteruskan ke PBNU untuk disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.





Fokus : Minuman Keras (Miras)



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pemkab Sragen Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Petugas Medis Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meminta polisi agar mengusut tuntas kasus intimidasi terhadap..
1 jam yang lalu

Sadis! Suami Tega Bacok Istri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang petani bernama Yusuf warga Desa Bojo, Kecamatan Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi..
2 jam yang lalu

Kabar Baik, Pasien Corona Sembuh di DIY Mencapai 167 Orang

Beritacenter.COM - Angka kesembuhan pasien positif virus Corona di DIY terus bertambah. Kabar terbaru sebanyak 6..
3 jam yang lalu

Polisi Sita Ratusan Balon Udara Serta Petasan di Pekalongan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyita ratusan balon udara siap terbang dari berbagai tempat di..
4 jam yang lalu

Sempat Koma Selama Sebulan, Bayi Positif Corona di Brasil Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat dalam kondisi koma selama hampir sebulan terakhir, bayi berusia 5 bulan dilaporkan sembuh..
5 jam yang lalu

Loh! Diganggu Mahluk Halus Jadi Alasan Pasien Corona di Mamuju Kabur dari RS

Beritacenter.COM - Remaja berinisial AK (18), pasien positif Corona (COVID-19) di Mamuju, Sulawesi Barat, nekat kabur..
6 jam yang lalu

Sempat Live FB Tawarkan Jasa, Travel Gelap Angkut Pemudik dari Cianjur Dicegat Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menggagalkan upaya travel bodong mengantarkan para pemudik dari Cianjur ke..
7 jam yang lalu

Gelar Patroli Biru, Polisi Amankan 2 Travel Gelap Angkut 12 Pemudik di Terminal Jatijajar Depok

Beritacenter.COM - Guna mengantisipasi arus balik pemudik yang hendak masuk ke Depok, Jawa Barat, petugas gabungan..
9 jam yang lalu

Resmi! Daftar 102 Kabupaten/Kota yang Boleh Menerapkan New Normal

BeritaCenter.COM - Pemerintah pusat merilis daftar 102 kabupaten/kota yang diizinkan menerapkan new normal atau..
10 jam yang lalu

Harus Tahu! Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

BeritaCenter.COM – Pancasila merupakan dasar negara Indonesia di mana setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai..
10 jam yang lalu

Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Layani Masyarakat Tanpa Bedakan Kelompok, Ras dan Agama

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak penyelenggara negara baik pusat dan daerah agar berpihak..
10 jam yang lalu

Di Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Pejabat Pusat-Daerah Agar Selalu Berpihak pada Rakyat

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak penyelenggara negara baik pusat dan daerah terus berpihak..
11 jam yang lalu

Ada Pandemi Corona, Jokowi Peringati Hari Lahir Pancasila secara Virtual

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama pejabat lainnya memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni..
11 jam yang lalu

Aktor Dwi Sasono Ditangkap Polisi, Ditemukan 16 Gram Ganja di Rumahnya

BeritaCenter.COM – Polres Jakarta Selatan melakukan penangkapan terhadap aktor Dwi Sasono terkait narkoba...
13 jam yang lalu

Setelah Hong Kong, AS Diguncang Kerusuhan Hebat

Beritacenter.COM - Pemerintah China menyinggung Amerika Serikat (AS) lantaran banyak kota di Amerika..
14 jam yang lalu

Begini Saat Peringati Hari Pancasila di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kegiatan Hari Lahir Pancasila..
15 jam yang lalu

Polisi Sita Ratusan Balon Udara dan Petasan di Pekalongan

Beritacenter.COM - Sebanyak ratusan balon udara dan petasan diamankan jajaran Polsek Pekalongan Selatan, Jawa Tengah...
16 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta akan cerah..
23 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Toko Sepatu di Kota Bogor, Damkar Lakukan Pemadaman

Beritacenter.COM - Kebakaran menimpa sebuah toko sepatu di Kota Bogor, Jawa Barat. Kobaran api si jago merah membakar..
1 hari yang lalu

Bejad, Napi Asimilasi di Tulungagung Gagahi Calon Anak Tiri Berkali-kali

Beritacenter.COM - Bejad, seorang napi yang baru saja bebas dari Lapas Tulungagung setelah mendapat program..
1 hari yang lalu

Disiplin Isolasi Mandiri Dirumah, Rahasia Sopir Ambulance di Pasuruan Sembuh dari COVID-19

Beritacenter.COM - Pasien positif Corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Pasuruan, bertambah satu..
1 hari yang lalu

Nongkrong Bawa Sajam Diduga Hendak Tawuran, 12 Anggota Genk Motor Dibekuk Polisi di Jakbar

Beritacenter.COM - Sebanyak 12 orang diduga anggota geng motor diamankan tim pemburu preman (TPP) dibantu Unit..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi