Rabu, 13 Nopember 2019 - 15:46 WIB

Protes ke Mendagri, NU Tolak Pencabutan Perda Larangan Miras!

Oleh : Aisyah Isyana | Sabtu, 21 Mei 2016 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Gambar Ilustrasi

Beritacenter.COM, Surabaya - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya memprotes Mendagri terkait dengan persoalan pencabutan Perda Minuman Keras yang dinilai bertentangan dengan Permendag, padahal hal itu justru menyalahi Pancasila dan kebijakan revolusi mental.

"Itu juga menyalahi ajaran agama bahwa minuman keras merupakan sumber asal dari segala bentuk kejahatan, seperti pembunuhan, kejahatan seksual, kecelakaan, dan narkoba," kata Ketua Tanfiziah PCNU Kota Surabaya Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. di Surabaya, Sabtu, 21 Mei 2016.

Achmad menilai pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Pelarangan Minuman Keras oleh Mendagri dengan argumentasi menyesuaikan dengan Permendag itu membuktikan bahwa pemerintah kehilangan sensitivitas terhadap persoalan moral-sosial.

"Itu (pencabutan) seolah pemerintah menutup mata terhadap fakta-fakta empirik bahwa minuman keras menjadi sumber berbagai kejahatan dan kerusakan, seperti kasus pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, kecelakaan, dan kejahatan lain yang nyata-nyata terjadi akibat pelakunya dalam pengaruh minuman keras," katanya.

Dalam Islam, khamr (minuman memabukkan) disebut "Ummul Khaba'ith". "Jadi, alasan utama bahwa perda tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Keras, justru mencederai sistem hukum negara.

"Harusnya, justru Permendag-lah yang dicabut karena jelas bertentangan dengan berbagai undang-undang, setidaknya Undang-Undang Kesehatan, UU Pangan, dan UU Perlindungan Konsumen. Belum lagi, kalau ditarik ke atas, dengan Pancasila, sila pertama, karena Permendag mengabaikan nilai-nilai moral dari agama apa pun di Indonesia," katanya.

Bahkan, Keputusan MA terhadap "judicial review" Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol pun sepertinya diabaikan begitu saja.

"Ada apa pemerintah ini? Bukankah pemerintah tugasnya melindungi warga, atau pemerintah telah menjadi agen kapitalis minuman keras?" katanya.

Jika dikaitkan dengan pariwisata pun, menurut dia, pemerintah pusat bisa menengok Pemkab Banyuwangi yang bisa mengembangkan pariwisata tanpa menabrak hal-hal yang bersifat religi dan moralitas.

Untuk itu, NU Surabaya mempertanyakan siapa yang sebenarnya diuntungkan dalam hal pelarangan minuman keras? Jika pemerintah beralasan perlu pendapatan negara dari cukai minuman keras, tentu tidak sepadan dengan keluarga korban.

"Cobalah hitung, berapa biaya yang harus dikover APBN untuk dampak minuman keras? Berapa pula kerugian yang harus ditanggung keluarga-keluarga yang menjadi korban dampak minuman keras? Tolong jawab semua itu. Di mana jargon revolusi mental? Apakah hanya 'lip service'?" katanya.

Dalam kaitan itu, pihaknya berharap PWNU Jawa Timur menyampaikan keberatan itu kepada Gubernur Jawa Timur, lalu diteruskan ke PBNU untuk disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.





Fokus : Minuman Keras (Miras)



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 menit yang lalu

Gara-gara Mengantuk, Truk Seruduk Rumah Warga

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang..
19 menit yang lalu

Lima Pengedar Narkoba Jaringan Internasional Tertangkap, Polisi Sita 10 Kg Sabu

BeritaCenter.COM - Kepolisian berhasil mengamankan lima orang anggota jaringan narkoba internasional di Riau. Petugas..
34 menit yang lalu

Kacau...! Gara-gara Rem Blong, Drum Truk Tabrak 3 Rumah

Beritacenter.COM - Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Bungah Gresik yang melibatkan sebuah drum truk penuh..
49 menit yang lalu

Warga Sidoarjo Digemparkan Penemuan Pria Misterius Tergeletak Penuh Luka-luka Di Sekujur Tubuhnya

Beritacenter.COM - Warga di Dusun Jatisari Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, mendadak gempar dengan..
56 menit yang lalu

Presiden Jokowi Akan Bentuk Badan Regulasi Nasional Untuk Sederhakan Aturan

BeritaCenter.COM - Presiden Joko widodo menegaskan akan membentuk badan yang bertugas untuk merancang serta..
1 jam yang lalu

Ketahuan Curi Motor Di Pasar, Si Udin Jadi Bulan-bulan Warga

Beritacenter.COM - Samsudin, sang pencuri sepeda motor babak belur setelah menjadi bulan-bulan warga, karena..
1 jam yang lalu

Ngambek Saat Diganti oleh Paulo Dybala, Ronaldo Akan Disidang oleh Juventus

Momen itu terjadi tepatnya saat pertandingan memasuki menit ke-55. Pelatih Maurizio Sarri menariknya keluar dan..
2 jam yang lalu

Berbahaya... Aplikasi Antivirus Ini Bukan Melindungi tapi Menyerang...

Informasi ini pertama kali diungkap oleh peneliti keamanan VPN Pro Jan Youngren lewat blog-nya. Youngren menuturkan,..
2 jam yang lalu

Tingkatkan Kerja Sama Dibidang Pertahanan, Menhan Prabowo Temui Dubes Malaysia

BeritaCenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melangsungkan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes)..
2 jam yang lalu

Singgung Demo Hong Kong-Chile, Jokowi: Dunia Penuh Ketidakpuasan, TNI-Polri Hati-hati

Peristiwa sekecil apapun saya titip terutama untuk jajaran TNI dan Polri. Melihat sekecil apapun sebuah peristiwa jangan menggampangkan
2 jam yang lalu

Mahfud MD Soal Bom Medan: Bertindak Dinyinyir Langgar HAM, Tidak Bertindak Dinyinyir Kecolongan

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md menolak pemerintah disebut kecolongan dengan terjadinya ledakan bom bunuh..
2 jam yang lalu

Berapa Gaji PNS Jika Pelamar Berhasil Lolos Tes CPNS? Ketahui di Sini...

Diketahui juga jika pemerintah kali ini akan membuka pendaftaran untuk 68 kementrian dan lembaga, 462 pemerintah..
2 jam yang lalu

Tolak Disebut Kecolongan Bom Medan, Mahfud MD: Teroris Itu Selalu Nyolong

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan pihak keamanan tidak kecolongan dengan terjadinya ledakan di..
2 jam yang lalu

Pergi Tak Kunjung Pulang, Seorang Warga Diduga Hanyut di Sungai Purworejo

BeritaCenter.COM - Suharja (45) yang merupakan warga RT 02/ RW 02, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ngombol, Purworejo..
3 jam yang lalu

TERUNGKAP! Ini Identitas Bomber Polrestabes Medan

BeritaCenter.COM - Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku bom diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Pelaku..
3 jam yang lalu

Puluhan Ribu Babi Dimusnahkan, Daerah Sungai di Korea Selatan Mendadak Merah

Diketahui juga jika darah berasal dari lokasi pekuburan setempat yang menyebar ke Sungai Imjin di Korea Selatan..
3 jam yang lalu

Hastag #GolkarButuhBamsoet Jadi Trending Twitter

Beritacenter.COM - Tanda pagar #GolkarButuhBamsoet menempati posisi ke-3 peringkat trending Twitter Indonesia, Rabu..
3 jam yang lalu

Ini Respon Gojek soal Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Pakai Atribut Ojol

Beritacenter.COM - Insiden ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pagi ini menjadi sorotan..
3 jam yang lalu

Terkait Bom di Mapolrestabes Medan, DPR : Jangan Sebar Foto Ataupun Vidio

BeritaCenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menghimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto-foto ataupun vidio..
3 jam yang lalu

Diduga Stres, Warga Sukabumi Nekat Gantung Diri dengan Pohon Beringin

Beritacenter.COM - Seorang warga Sukabumi berinisal Ah ditemukan tewas dengan kondisi leher terjerat akar pohon..
4 jam yang lalu

Jokowi Minta Pemda Stop Bikin Perda, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak banyak menerbitkan..
4 jam yang lalu

Menteri Keuangan Telah Terima Data Keuangan Desa Se-Indonesia dari Mendes

Lebih lanjut Halim juga menyebutkan jika selama ini Kemendes bersama Kemenkeu rutin melakukan evaluasi penyaluran..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi