Minggu, 19 Januari 2020 - 00:08 WIB

Mendagri Bantah Pembatalan Perda Larangan Miras

Tidak benar Kementerian Dalam Negeri minta pembatalan peraturan daerah berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol.

Oleh : Aisyah Isyana | Sabtu, 21 Mei 2016 | 19:58 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Mendagri Tjahjo Kumolo

Beritacenter.COM, Semarang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah adanya pemberitaan terkait pencabutan Perda larangan minuman keras (miras). Dimana pencabutan perda miras tersebut dinilai telah bertentangan dengan Permendag, dan menyalahi Pancasila serta kebijakan revolusi mental.

“Tidak benar Kementerian Dalam Negeri minta pembatalan peraturan daerah berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol, kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Semarang,” Sabtu, 21 Mei 2016.

Baca Juga : Protes ke Mendagri, NU Tolak Pencabutan Perda Larangan Miras!

Tjahjo dengan tegas menyatakan bahwa semua daerah perlu memiliki peraturan daerah berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol mengingat peredaran minuman keras sudah membahayakan masyarakat dan generasi muda khususnya.

"Jabatan saya sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saya pertaruhkan kalau saya sampai melarang Perda Pelarangan Minuman Keras. Itu berita fitnah," kata Tjahjo yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.

Lebih lanjut Tjahjo menekankan bahwa penjelasnnya itu sekaligus meluruskan isu yang berkembang dari pemberitaan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencabut Perda tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Daerah (Perda Pelarangan Minuman Keras).

Perda Pelarangan Minuman Keras, lanjut Tjahjo, prinsipnya harus diberlakukan di semua daerah dengan konsisten, benar penerapan dan pencegahannya, serta penindakan oleh daerah. Apalagi, minuman keras juga menjadi pemicu kejahatan.

Di Papua, misalnya, Kemendagri mendukung kebijakan Gubernur Papua untuk memberlakukan Perda Pelarangan Minuman Keras dengan konsisten.

Tjahjo mengungkapkan bahwa relatif banyak perda yang berisi larangan minuman keras yang masih tumpang-tindih, kemudian Kemendagri meminta daerah yang bersangkutan untuk menyinkronkan kembali perda tersebut. Begitu pula, koordinasinya dengan aparat keamanan harus terjaga agar Perda Pelarangan Minuman Keras bisa efektif, termasuk pelarangan pembuatan dan peredarannya.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya memprotes Mendagri terkait dengan persoalan pencabutan Perda Pelarangan Minuman Keras yang dinilai bertentangan dengan Permendag, padahal hal itu justru menyalahi Pancasila dan kebijakan revolusi mental.

"Itu juga menyalahi ajaran agama bahwa minuman keras merupakan sumber asal dari segala bentuk kejahatan, seperti pembunuhan, kejahatan seksual, kecelakaan, dan narkoba," kata Ketua Tanfiziah PCNU Kota Surabaya Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. di Surabaya, Sabtu.

Ia menilai pencabutan Perda Pelarangan Minuman Keras oleh Mendagri dengan argumentasi menyesuaikan dengan Permendag itu membuktikan bahwa pemerintah kehilangan sensitivitas terhadap persoalan moral-sosial.

"Itu (pencabutan) seolah pemerintah menutup mata terhadap fakta-fakta empirik bahwa minuman keras menjadi sumber berbagai kejahatan dan kerusakan, seperti kasus pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, kecelakaan dan kejahatan lain yang nyata-nyata terjadi akibat pelakunya dalam pengaruh minuman keras," katanya.

Ketika dimintai respons atas pernyataan tersebut, Mendagri menegaskan, "Berita itu fitnah dan memutarbalikkan masalah."





Fokus : Minuman Keras (Miras)



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

Tidak Mau Dengerin Intrusi Presiden Masalah Banjir, Peneliti : Anies Punya Agenda Terselubung

Beritacenter.COM - Sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertahankan ide naturalisasi soal penanganan banjir..
7 jam yang lalu

Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Penyebaran paham radikal di Indonesia masih masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Salah satu sebabnya penyebaran..
8 jam yang lalu

Resmi !! Ashley Young Bergabung ke Inter Milan

Beritacenter.COM - Inter Milan resmi mendatangkan pemain baru dari Manchester United Ashley Young dan menjadi pemain..
8 jam yang lalu

Selalu Mangkir, Polisi Akan Panggil Paksa Anak Kiai Jombang yang Lakukan Pencabulan

BeritaCenter.COM – Anak kiai di Jombang, MSA (39) selalu mangkir tiap kali dipanggil polisi untuk diperiksa..
9 jam yang lalu

Diciduk Polisi, Ini Tampang Pelaku Begal Payudara yang Lima Kali Beraksi di Bekasi

BeritaCenter.COM – Aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku begal payudara di Bekasi Utara, Jawa..
9 jam yang lalu

Polisi Ciduk Pelaku Begal Payudara yang Resahkan Warga Bekasi

BeritaCenter.COM – Pelaku begal payudara yang meresahkan warga di Bekasi Utara, Jawa Barat akhirnya berhasil..
10 jam yang lalu

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Mati Begal di Palembang

Beritacenter.COM - Seorang pelaku penodongan yang menusuk seorang kuli panggul dan merampok uang di Jembatan Ampera,..
11 jam yang lalu

Soal Pembangunan Ibu Kota Baru, Jokowi : Tidak Gunakan Dana Pinjaman Luar Negeri

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota di Kalimantan Timur..
12 jam yang lalu

Banda Aceh Diguncang Gempa 4,5 Magnitudo

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis sgempa bumi berkekuatan 4,5 Magnitudo..
15 jam yang lalu

Persija Siapkan Agenda Uji Coba

Beritacenter.COM - Persija Jakarta dalam periode pramusim Liga 1 2020 sedang menyusun agenda Persija, demi..
15 jam yang lalu

DPR Panggil Menteri BUMN dan Jaksa Agung, Ada Apa?

Beritacenter.COM - Komisi VI DPR RI berencana memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick..
17 jam yang lalu

Beberapa Titik di Jakarta Banjir Usai Diguyur Hujan

Beritacenter.COM - Deras hujan mengguyur Jakarta pada Sabtu (18/1/2020) pagi ini. Hujan di mulai sejak pukul..
17 jam yang lalu

AS Sengaja Kacaukan Situasi Timur Tengah

Beritacenter.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan..
19 jam yang lalu

Beri Sinyal Sandiaga Kandidat Kuat Capres 2024, Jokowi : Masih Lama Pilpres aja Baru Rampung

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait alasannya menyebut Sandiaga Salahuddin Uno..
20 jam yang lalu

Kunjungi Mendagri Tito, Ketua Bawaslu Bahas Netralitas ASN di Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menyambangi Menteri Dalam Negeri (Mendagri)..
21 jam yang lalu

Puluhan Tawon Vespa Kembali Menyerbu Warga Bekasi

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Tonisih (40) warga Kampung Bungin RT 01/RW 02 Desa Pantai Bakti,..
22 jam yang lalu

Diperiksa Terkait Jiwasraya, Adnan Tabrani Dicecar soal Surat Utang

Beritacenter.COM - Direktur Independen PT Hanson International Adnan Tabrani diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung)..
22 jam yang lalu

Viral! Dua Pria Kuras Kotak Amal Masjid di Medan

Beritacenter.COM - Terecam kamera CCTV, dua orang remaja terlihat sedang mencuri kotak amal di Masjid Silaturrahmi,..
23 jam yang lalu

Tiga Perampok Taksi Online Ditangkap Polisi, Dua Orang Ditembak

Beritacenter.COM - Anggota Subdit III Ditkrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku perampokan terhadap..
1 hari yang lalu

Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI karena Hak Siar, Ini Kata Helmy

Beritacenter.COM - Dewan Pengawas TVRI telah mencopot Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI..
1 hari yang lalu

Dicopot dari Jabatan Dirut TVRI, Helmy Siap Tempuh Jalur Hukum

Beritacenter.COM - Pencopotan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya berlanjut ke jalur hukum. Tim Kuasa Hukum..
1 hari yang lalu

Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Rumah di Sulbar Rusak Parah

Beritacenter.COM - Lima rumah warga di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi