Senin, 09 Desember 2019 - 10:49 WIB


Awal Tahun 2018, Polres Jakbar Gagalkan Peredaran 1,3 Ton Ganja Asal Aceh

Oleh Hiliyah Azizah - 1 tahun yang lalu

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Jakarta Barat memburu IR yang merupakan pengirim ganja serta MUN dan IM yang menjadi pengendali jaringan narkotika asal Aceh. Pemburuan tersebut dilakukan setelah Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam orang jaringan penyelundupan 1,3 ton narkotika jenis ganja di beberapa lokasi berbeda saat malam tahun baru 2018.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, informasi dari para tersangka, nerkoba jenis ganja itu di dapat dari IR yang berada di Aceh. "Jaringan ini juga dikendalikan oleh saudara MUN dan sudara IM. Mereka masih dalam pengejaran," tutur Hengki, Kamis (4/1).

Pengungkapan tersebut, berdasarkan hasil pengembangan dari informasi masyarakat, bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Aceh ke Jakarta.

Tim yan dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto dan Kanit I Satresnarkoba AKP Alrasydin Fajri Gani melakukan penyelidikan dengan tehnik surveillance target tersangka Alexandro dan kawan-kawannya yang berangkat dari Jakarta menuju Aceh pada akhir Desember 2017.

Sekitar pukul 22.30 WIB pada Minggu (31/12/2017), tim menghentikan mobil box yang dikemudikan Franky Alexandro (31) serta dua keneknya Yohanes Christian Natal alias Ambon (30) dan Ade Susilo alias Chemonk (29) di depan pintu masuk Pelabuan Bakauheni Lampung.

Saat di bongkar mobil berisi 1.300 paket ganja atau 1,3 ton yang di simpan di balik tumpukan karung arang kayu yang sudah di modifikasi dilapisi oleh baja ringan.

Enam tersangka berhasil diamankan, mereka yakni Franky Alexandro (31), Yohanes Christian Natal alias Ambon (30) dan Ade Susilo alias Chemonk (29) ditangkap di depan pintu masuk Pelabuan Bakauheni Lampung.

Kemudian Rizki Akbar (27) sebagai pemberi perintah ditangkap kediamannya di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rocky Siahaan (34) sebagai pengendali dan pemberi perintah ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Sukadanau, Cikarang Barat. Terahir polisi menangkap Gardawan (24) sebagai penerima dan gudang penyimpanan ditangkap di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Petugas menyita barang bukti 1,3 ton ganja, 1 buah mobil Box Mitsubishi Nopol. B 9337 TCD, 1 buah mobil Toyota Innova Nopol B 8405 NI, 8 unit handphone, 1 buah timbangan digital, dan 30 karung arang kayu.

Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsidet Pasal 111 ayat (2) Subsider Pasal 132 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

 



 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi